
"Wow, total bobot dari emas-emas batangan ini mencapai 15 kilogram." Kata Frank setelah mengukur bobot dari emas-emas batangan Golden Shark yang berada di dalam kotak harta yang berhasil dirampas mereka dari tangan Golden Shark.
"Tapi, apakah emas juga dapat digunakan dalam perdagangan di Liberly Island ?." Tanya Kapten Albert.
"Aku juga tidak tahu, Kapten." Jawab Wilson. "Bisa-bisa kita diperdaya mereka dengan memberikan harga yang jauh lebih mahal dari harga normal." Kata Kapten Albert.
"Tapi sepertinya kita bisa bertanya di Gedung Pusat Informasi Liberly Island. Di sanalah tempat di mana informasi diperjualbelikan." Jawab Zack.
"Apakah informasi yang mereka jual belikan dijamin kebenarannya ?." Tanya Kapten Albert. "Entahlah, namun sepertinya kurang dapat dipercaya, karena namanya juga buronan." Jawab Zack.
"Ya, begitulah. Buronan seperti mereka mana dapat dipercaya." Kata Kapten Albert. "Tapi, kalau begini sama saja emas-emas ini hanyalah sampah yang berkilau, Kapten." Kata Frank.
"Tenang saja, aku sudah memiliki rencana untuk mengatasi hal tersebut." Jawab Kapten Albert. "Jadi, apa yang akan kita lakukan, Kapten ?." Tanya Frediksen.
"Kita akan berangkat menuju Gedung Pusat Informasi Liberly Island." Jawab Kapten Albert.
"Tapi, bagaimana kalau kita diperdaya....." Kata Frediksen. "Jangan khawatir, serahkan saja masalah ini kepadaku." Sambung Kapten Albert.
"Baiklah, kalau kau bilang begitu, Kapten." Jawab Frediksen. W.W. Ship pun dengan segera berlayar dari Laut Timur Liberly Island menuju Pantai Utara Liberly Island.
"Amelia, Grace beritahu aku siapa saja dari pasukan kita yang terluka berat !." Perintah Kapten Hugo. "Shield 3, kau, Wilberto, dan Melly." Jawab Amelia.
"Tidak usah pikirkan aku. Segera bawa mereka bertiga menuju ruang kesehatan Golden Shark untuk diobati !." Perintah Kapten Hugo. "Baik, Kapten !!!." Jawab Amelia dan Grace secara serentak.
"Sial sial sial...... Bisa-bisanya kita dikalahkan oleh orang-orang bodoh seperti mereka." Kata Kapten Hugo dengan kesal sambil menembak ke arah laut menggunakan pistolnya hingga kamar peluru dari pistolnya kosong.
"Mereka hanya polos, Kapten. Mereka tidak bodoh." Kata Danielo. "Berisik !!!." Jawab Kapten Hugo.
Setibanya W.W. Ship di Pantai Utara Liberly Island. "Jadi di mana kita bisa bertemu dengan orang-orang yang menjual informasi itu berada ?." Tanya Richard
"Menurut peta ini, orang-orang seperti mereka selalu berkumpul bersama di Pusat Perdagangan Liberly Island tepatnya berada di bangunan yang letaknya ditengah-tengah kawasan itu berada. Di peta ini dikatakan bahwa orang-orang yang menjual informasi seperti mereka disebut Foerix." Jawab Zack sambil membaca info tersebut dari peta milik Arthur Smith.
__ADS_1
"Maka ke sanalah kita akan pergi." Jawab Kapten Albert sambil berjalan turun dari W.W. Ship.
"Kapten, izinkan aku ikut denganmu menuju gedung perkumpulan Foerix." Kata Breith.
"Maaf, Breith, kau tidak boleh pergi. Kali ini yang akan ikut denganku menuju gedung di mana para Foerix itu berkumpul hanya 4 orang, yaitu Rowan, Zack, Wilson, dan Zuma. Sisanya tetap tinggal di sini untuk menjaga kapal." Jawab Kapten Albert.
"Kapten, apakah tidak apa-apa jika yang pergi hanya kalian berlima ?." Tanya Michaela.
"Jika terlalu banyak yang ikut pertahanan W.W. Ship akan menjadi terlalu lemah. Karena ada kemungkinan Golden Shark atau bajak laut yang lainnya menyerang dan menjarah kapal kita." Jawab Kapten Albert.
"Tapi sepertinya Golden Shark tidak akan menyerang kita, karena kondisi mereka yang belum pulih setelah pertempuran tadi." Kata Richard.
"Walaupun kemungkinannya tidak terlalu besar, namun kemungkinannya tetap tidak 0%. Karena Golden Shark sendiri memiliki koneksi yang sangat luas dengan orang-orang di Kawasan Wonder. Jadi bisa saja mereka bertanya keadaan kita dan lain-lain, lagipula masih ada beberapa bajak laut yang bisa saja menyerang W.W. Ship." Jawab Zack.
"Benar sekali. Jika Golden Shark atau bajak laut yang lain tahu kalau pertahanan kapal kita sedang lemah, kita bisa gawat. Jadi tugas kalian adalah buatlah keributan sekuat mungkin saat kalian melihat kapal asing mendekat !." Perintah Kapten Albert.
"Tapi keributan macam apa yang kau maksud, Kapten ?." Tanya Igor.
"Kapten, sepertinya itu adalah langkah yang terlalu gegabah." kata Breith. "Ya memang. Tapi taktik itu kemungkinan besar akan berhasil, namun kemungkinan gagalnya juga besar. Tapi dengan taktik ini hanya orang bodoh yang akan menyerang kalian." Jawab Kapten Albert. "Tapi......." Kata Breith.
"Pokoknya, kami berlima mengandalkan kalian untuk menjaga W.W. Ship. Lagipula tenang saja aku berjanji kami berlima pasti akan kembali hidup-hidup. Semoga Tuhan Memberkati Kalian." Sambung Kapten Albert sambil berjalan menjauhi W.W. Ship bersama Rowan, Zack, Wilson, dan Zuma menuju jalan setapak yang akan membawa mereka menuju Pusat Perdagangan Liberly Island
"Apakah benar tidak apa-apa ?. Semoga saja mereka dapat kembali dengan selamat." Kata Breith kepada dirinya sendiri sambil melihat Kapten Albert, Rowan, Zack, Wilson, dan Zuma yang sedang berjalan menuju jalan setapak tersebut.
"Tenang saja, mereka pasti akan baik-baik saja. Lebih baik kita lakukan apa yang diperintahkan Kapten." Kata Frank sambil memegang pundak Breith.
"Owh iya, apakah mereka tidak membawa senjata ?." Tanya Breith. "Tenang saja mereka pergi bersenjata lengkap." Jawab Frediksen sambil mengangkat meja-meja makan dari ruang makan W.W. Ship keluar, untuk menjalankan rencana Kapten Albert.
"Apakah kita dapat bertahan kali ini ?." Tanya Richard dengan murung. "Ya, apakah kita dapat melakukan apa yang diharapkan Kapten dengan hanya berenam ?." Tanya Michaela sambil menghembuskan nafasnya.
"Omongan mereka tidak salah, apakah kali ini kita dapat bertahan tanpa Kapten. Selama ini Kapten Albert lah yang selalu memimpin kita dalam mempertahankan W.W. Ship dengan bantuan kejeniusan Zack dan Wilson. Tapi walaupun begitu masa bodoh dengan itu. Oh iya benar juga....." Kata Breith kepada dirinya sendiri sambil melamun.
__ADS_1
"Breith, Breith, Breith....." Panggil Frank kepada Breith yang sedang melamun. "Owh, maaf maaf..." Jawab Breith.
"Huh.....Dasar kau ini. Daripada melamun lebih baik kau bantu kami menjalankan rencana Kapten Albert." Kata Frank.
"Tapi sebelum itu. Semuanya !!!. Aku ingin menyampaikan sesuatu. Tidak ada waktu untuk takut, kita sudah sampai sejauh ini karena kita bertempur tanpa rasa takut. Saat ini takut adalah musuh utama kita." Kata Breith kepada seluruh pasukan W.W. Ship yang ditugaskan untuk menjaga kapal.
"Tapi, apakah kau tidak takut, Breith ?." Tanya Richard.
"Bodoh, kau kira aku tidak takut ?. Aku saat ini sangatlah takut, ini merupakan salah satu momen paling menakutkan dalam hidupku. Tapi masa bodoh dengan rasa takut itu. Kapten Albert, Rowan, Zack, Wilson, dan Zuma, mereka berlima telah berjuang. Kita juga harus berjuang, jangan mau kalah, dan lagi Kapten Albert telah mempercayakan W.W. Ship kepada kita. Saat ini yang ingin kulakukan adalah tidak membuat Kapten kecewa atas keputusannya. Jadi apakah kalian mau bergabung denganku dalam menjalankan rencana gila ini ?!?." Tanya Breith.
Setelah mendengar perkataan Breith, seluruh pandangan pasukan W.W. Ship yang ditugaskan menjaga kapal pun mengarah kepadanya dengan kagum dan semangat yang berkobar-kobar yang tercermin dari bola mata mereka. Situasi pun menjadi hening selama beberapa detik.
"Ehem.... Apakah aku mengatakan sesuatu yang salah ?." Tanya Breith dengan bingung dengan reaksi mereka berlima. "Tidak Breith, kami hanya takjub saja. Kau baru saja mengatakan sesuatu yang sangat hebat." Jawab Igor.
"Hahahah....... Jadi, apakah kalian setuju bergabung denganku dalam menjalankan rencana gila ini untuk membuat Kapten Albert tidak menyesali keputusannya ?." Tanya Breith.
"Ya !!!." Jawab seluruh pasukan W.W. Ship yang berada di atas geladak W.W. Ship dengan serentak.
Setibanya Kapten Albert bersama keempat pasukannya di Pusat Perdagangan Liberly Island.
"Wow... Aku tidak sangka ternyata Pusat Perdagangan Liberly Island itu bisa semegah ini, aku kira kawasan seperti ini hanyalah kawasan kumuh yang ditinggali oleh berbagai macam buronan dari seluruh dunia. Ternyata bisa semegah ini dengan gaya Eropa pada abad pertengahan." Kagum Kapten Albert sambil melamun.
"Kapten...." Panggil Zuma kepada Kapten Albert yang sedang melamun. "Owh, maaf maaf.... Aku hanya terkejut saja melihat ternyata Pusat Perdagangan Liberly Island bisa semegah ini." Jawab Kapten Albert.
"Itu tidak mengherankan, sih. Soalnya dulu Kawasan Wonder merupakan tempat kediaman Joseph Arthur Smith, sang pendiri Bajak Laut Pasifik, dan ia tinggal di pulau ini sewaktu ia masih hidup." Jawab Zack.
"Ngomong-ngomong, Kapten. Di mana letak gedung perkumpulan Foerix ?." Tanya Rowan.
"Menurut peta ini, gedung tersebut terletak tepat di tengah Pusat Perdagangan Liberly Island." Jawab Kapten Albert.
"Berarti kita hanya perlu pergi ke tengah-tengah kawasan ini, kan ?." Tanya Rowan. "Iya. Sekarang ayo kita ke sana !!!." Jawab Kapten Albert dengan semangat yang berkobar-kobar.
__ADS_1
"Baik, Kapten !!!." Sorak seluruh pasukan W.W. Ship yang dipilih Kapten Albert untuk pergi bersamanya menuju gedung perkumpulan Foerix dengan serentak.