
"Kau kira kapal kami hanya 1 saja ?. Kami memiliki 1 lagi kapal cadangan di Dermaga Liberly Island yang berada di timur pulau ini." Kata Kapten Spider.
"Mengejutkan, baiklah kalau begitu kita akan bertemu besok jam 10 pagi di sini." Jawab Kapten Hugo sambil berjalan bersama seluruh pasukannya kembali ke kapal mereka.
"Mwehehehehehe..........W.W. Ship bersiaplah." Kata Kapten Hugo kepada dirinya sendiri.
"Teman-teman, aku masih khawatir. Apakah dengan begini kita masih bisa menang melawan senjata misterius W.W. Ship ?." Tanya Amelia sambil berjalan naik ke dek Golden Shark.
"Tentu saja, kali ini seberapa hebat juga keberuntungan mereka tetap tidak akan bisa mengalahkan kita." Jawab Kapten Hugo. "Aku harap demikian, Kapten." Kata Amelia.
...~Sementara di Liberly Island~...
"Omong-omong teman-teman, aku masih penasaran apa sebenarnya yang ingin diucapkan Ryan tadi." Kata Zack sambil berjalan bersama Kapten Albert dan rombongannya menuju Bank Liberly Island.
"Ya, sebenarnya aku juga penasaran. Tapi masa bodoh dengan itu. Sekarang ini lebih baik kalau kita kembali ke kapal secepatnya." Jawab Kapten Albert.
...~Beberapa menit kemudian~...
"Akhirnya, aku sudah menunggu kalian." Kata seorang pria besar berewok yang sedang berdiri tepat di depan sebuah penginapan tua.
"Hei, bukankah itu si pria pemilik penginapan yang kita inapi kemarin ?." Kata Zuma. "Ya, namaku adalah Bradley Spears." Jawab pria besar itu.
"Dan, memangnya apa yang kau inginkan dari kami ?." Tanya Kapten Albert. "Tentu saja, aku menunggu kalian untuk membalas budi. Sekarang kalau bisa, perkenankan aku untuk membuat hidangan makan siang untuk kalian." Jawab Bradley.
"Hmm........" Gumam Kapten Albert. "Oh tenang saja. Aku tidak bakal menaruh racun kok." Kata Bradley.
"Dan bagaimana bisa kami mempercayai orang yang telah kami lukai tidak bakal membalaskan dendamnya kepada kami ?." Tanya Kapten Albert.
"Baiklah, aku tahu kalian tidak dapat mempercayaiku. Tapi percayalah aku hanya ingin berterima kasih kepada kalian. Namun, aku tahu kalian tetap tidak bakal mempercayaiku seberapa banyak pun kata yang kuucapkan jadi......." Kata Bradley.
"Ah, baiklah. Kami hanya perlu makan hidangan buatanmu kan ?." Sambung Kapten Albert. "Ya, jadi apakah itu artinya kalian bersedia untuk menerima rasa terima kasihku ?." Tanya Bradley.
"Ya, jadi kau tidak usah banyak bicara lagi dan pergilah memasak sekarang juga !." Jawab Kapten Albert.
"Dimengerti, terima kasih banyak kalau begitu." Kata Bradley sambil berjalan masuk ke dalam gedung penginapan miliknya dan memulai membuat masakan terbaik yang pernah dibuatnya.
"Hei, kalian tidak benar-benar akan memakan makanannya bukan ?." Tanya Jason. "Ya, Kapten. Aku ragu, bagaimana jika ia menaruh sesuatu ke hidangan yang akan kita makan, lagipula kau kan sudah menembak kakinya. Jadi bagaimana mungkin dia tidak memiliki dendam sama sekali." Kata Zack.
__ADS_1
"Hmm.......Entahlah, terserah kalian ingin makan atau tidak." Jawab Kapten Albert. "Kapten, apakah kau serius ?." Tanya Wilson.
"Sudahlah, tidak usah banyak bicara. Jika terjadi sesuatu padaku. Zack, aku serahkan kendali W.W. Ship padamu." Jawab Kapten Albert sambil berjalan masuk ke dalam penginapan milik Bradley.
"Zack, bagaimana ini ?." Tanya Rowan. "Aku juga tidak tahu mau bagaimana lagi. Tapi sepertinya lebih baik kalau kita ikuti dulu apa yang dilakukan Kapten." Jawab Zack.
"Apa !?!." Kaget Wilson, Rowan, Zuma, dan Jason. "Oke, baiklah Kak." Kata Wilson. "Hahahaha..........Jika kalian ingin mati konyol, silakan saja, tapi aku ogah." Kata Jason sambil berjalan menjauhi mereka.
"Hei, jangan coba-coba." Kata Zuma sambil mengarahkan ujung laras senapannya ke arah Jason. "Baiklah baiklah, kalian ingin aku mati. Oke, terserah aku juga sudah tidak peduli lagi." Jawab Jason sambil mengangkat kedua tangannya ke atas lalu berjalan kembali ke arah mereka.
...~Beberapa menit kemudian~...
"Hei, apakah masih lama lagi ?." Tanya Kapten Albert sambil memangku wajahnya di meja bar penginapan itu.
"Terima kasih telah menunggu. Ini hidangan kalian." Kata Bradley sambil mengantarkan hidangan-hidangan yang dibuatnya ke meja bar yang digunakan oleh Kapten Albert dan teman-temannya.
"Jadi, bisakah kau beritahu kepadaku apa ini ?." Tanya Kapten Albert sambil menunjuk salah satu mangkuk yang berisikan hidangan buatan Bradley.
"Oh, yang ini adalah sup ikan tuna. Sedangkan yang ini ada......" Jawab Bradley. "Ya ya ya. Sisanya aku tahu." Kata Kapten Albert.
"Y....." Jawab Rowan. "Cih....Tentu saja tidak. Jangan berani kau mengotori makananku." Potong Kapten Albert.
...~Beberapa menit kemudian~...
Kapten Albert dan rombongannya pun tanpa sadar sudah melahap habis seluruh hidangan yang disajikan Bradley.
"Sial, nampaknya kau pandai masak juga ya ?." Kata Kapten Albert sambil membersihkan mulutnya dengan sapu tangan yang dibawanya.
"Hahahaha...........Terima kasih banyak kalau begitu. Datanglah kemari lagi kalau ke depannya kalian ingin menginap. Aku akan memberikan sebuah kamar gratis kepada kalian." Jawab Bradley.
"Hehehehe........Sayang sekali. Tapi sepertinya hal itu sangatlah mustahil mengingat tidak lama lagi kau akan lenyap." Kata Kapten Albert.
"Lenyap ?. Lenyap karena kenapa ?." Tanya Bradley. "Apa-apaan pertanyaan tolol itu ?. Tentu saja karena kau akan segera dibunuh oleh bawahan CM karena telah memberitahu kepada kami mengenai informasi terlarang." Jawab Wilson.
Sesaat itu juga Bradley langsung tertawa terbahak-bahak. "Apa-apaan kau ini ?. Mengapa kau tertawa ?." Tanya Kapten Albert.
"Karena mata-mata milik CM sudah tidak pernah lagi beroperasi di daerah Gunung Kledge ini sampai batas penginapanku. Kecuali ketika diperintahkan oleh CM akibat suatu hal. Namun di hari-hari normal begini mereka tidak dan tidak bakal memata-matai kami yang tinggal di daerah sekitaran gunung ini." Jawab Bradley.
__ADS_1
"Hah ?!?." Kaget Kapten Albert, Zack, Rowan, Wilson, dan Zuma dengan serentak. "Hei, apakah ini berarti informasi yang kau katakan mengenai mata-mata milik CM itu bohong ?." Tanya Kapten Albert kepada Jason.
"Tidak. Apa yang kukatakan itu sudah benar." Jawab Jason. "Lalu mengapa dia belum juga ditangkap ?." Tanya Kapten Albert.
"Seperti yang ia katakan. Mata-mata CM tidak memata-matai mereka yang tinggal di daerah Gunung Kledge ini." Jawab Jason.
"Cih, baiklah. Tapi mengapa demikian ?." Tanya Kapten Albert. "Hmm.....Hei, kau mau aku yang menjelaskannya atau kau ?." Tanya Jason kepada Bradley.
"Kau saja." Jawab Bradley. "Jadi, alasan dari orang-orang yang tinggal di daerah gunung ini tidak dimata-matai oleh anak buah CM karena tidak sembarangan orang yang dapat tinggal menetap di wilayah ini. Hanya orang-orang berpangkat dan terpercaya lah yang dapat tinggal di gunung ini." Kata Jason.
"Ternyata begitu ya ?. Jadi jika aku menjadi bajak laut terkaya di kawasan ini, aku bisa tinggal di gunung ini ?." Tanya Kapten Albert.
"Tentu saja bisa." Jawab Jason. "Berarti Kapten Hugo pasti memiliki rumah di sini dong ?." Tanya Zack.
"Oh, tidak semudah itu. Orang yang dapat tinggal menetap di gunung ini selain orang yang berpangkat dan terpercaya juga merupakan orang non budak dan tentunya harus mendapatkan izin langsung dari CM." Jawab Jason.
"Wauw.........Berarti apakah kau adalah salah satu dari 6 orang majikan di pulau ini ?." Tanya Zuma.
"Tidak, aku bukan. Aku bukanlah majikan ataupun budak." Jawab Bradley. "Ada juga ya yang seperti ini." Kata Zuma.
"Tapi, walaupun begitu. Berarti kau tetap adalah salah satu dari orang berpangkat dan terpercaya di pulau ini bukan ?." Tanya Rowan.
"Ya, seperti itulah." Jawab Bradley. "Hahahaha......Tapi sayang sekali, orang berpangkat ini harus hidup dengan penginapan yang sebentar lagi nampaknya akan segera roboh." Kata Kapten Albert.
"Hehe, ya seperti itulah. Semua ini bermula sejak menurunnya minat orang yang ke gunung ini." Jawab Bradley.
"Hmm, baiklah waktu basa-basinya sudah habis, teman-teman ayo kita lanjutkan perjalanan kita teman-teman." Kata Kapten Albert sambil berjalan menuju pintu keluar penginapan tersebut.
"Hei, tunggu dulu. Kau melupakan sesuatu." Kata Bradley kepada Kapten Albert. "Oh, ya ?. Apa ?." Tanya Kapten Albert.
"Ini....." Jawab Bradley sambil tampak sedang mengambil sesuatu dari dalam kantong celananya. "Oh, kalau mengenai koin emas itu. Tidak perlu mengembalikannya kepadaku." Potong Kapten Albert.
"Tapi......." Kata Bradley. "Ahh.....Tidak usah banyak cincong. Lagipula koin emas milik kami terlalu banyak dan hanya menambah bobot kapal kami saja." Jawab Kapten Albert.
"Hahahaha.........Hanya menambah bobot ya ?. Kalau begitu datanglah lain kali. Kalian akan kuberikan kamar gratis." Kata Bradley.
Kapten Albert pun kembali berjalan sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1