War Of Pirates

War Of Pirates
Bab 21


__ADS_3

"Baiklah, Kapten. Setelah pertempuran kita yang terakhir melawan W.W Ship kita tahu bahwa walaupun mereka terlalu naif, namun mereka bukanlah orang yang bodoh melainkan sebaliknya. Mereka mampu membuat gerakan yang tidak kita sadari ataupun pikirkan sebelumnya. Jadi apakah kau pikir mereka akan sengaja lengah setelah mengetahui bahwa mereka berada di salah satu kawasan yang paling ditakuti dunia." Jawab Danielo.


"Benar juga. Mungkin mereka sudah membeli peralatan tempur terbaru menggunakan harta kita, sehingga mereka tidak ragu lagi untuk berpesta tanpa memikirkan ancaman luar." Kata Kapten Hugo.


"Ya, itulah yang sebenarnya ingin kukatakan, Kapten." Jawab Danielo. Di waktu yang sama di W.W. Ship. "Breith, Golden Shark mendekat." Kata Frediksen.


"Hmm... Sudah saatnya, ya. Semuanya bersiap di posisi kalian masing-masing, dan berusahalah untuk tidak bertingkah mencurigakan !." Perintah Breith kepada seluruh pasukan W.W. Ship yang sedang bertugas menjaga kapal.


"Jadi Kapten, beri kami perintah, apa yang harus kita lakukan sekarang ?." Kata Danielo. "Kita akan menyerang sekarang juga." Jawab Kapten Hugo.


"Apa !?!. Tapi, Kapten. Tidak mungkin mereka sebodoh itu melakukan pesta di tengah-tengah salah satu kawasan bajak laut ternama dunia tanpa rasa waspada sedikit pun. Itu pasti jebakan, mereka pasti menyembunyikan sesuatu. Apa kau tidak mencerna omonganku tadi ?." Jawab Danielo.


Setelah mendengar perkataan Danielo. Kapten Hugo pun berjalan mendekatinya lalu mencekik Danielo.


"Apakah kau mau menanggung rasa malu ini !!!. Setelah kalah bertarung melawan kapal pesiar yang isinya hanya dipenuhi dengan orang-orang polos, Golden Shark yang paling ditakuti semua orang di Kawasan Wonder tidak berani lagi menyentuh W.W. Ship." Jawab Kapten Hugo sambil mencekik leher Danielo.


"Tenanglah, Kapten......!!!" Kata seluruh pasukan Golden Shark. "Berisik !!!. Kalian semua diam !." Sambung Kapten Hugo.


"Kapten.... Pikirkanlah apa yang akan terjadi seandainya pun kita menyerang mereka dan mereka memang memiliki senjata pemungkas, maka habislah kita. Rasa malu yang akan kita tanggung juga akan berlipat ganda. Aku tahu ini mengecewakan, tapi apa boleh buat kan ?." Kata Danielo dengan nada yang tersentak-sentak.


Setelah mendengar perkataan Danielo. Kapten Hugo pun mulai melonggarkan cekikan nya.


"Sial !!!. Baiklah, apa boleh buat. Danielo, bawa kapal kita kembali ke Pantai Timur Liberly Island !." Perintah Kapten Hugo sambil melepaskan cekikannya lalu berjalan menjauhi kerumunan pasukan Golden Shark di sekitar Danielo.


"Breith, Golden Shark mulai berputar balik." Bisik Richard sambil memegang segelas anggur.

__ADS_1


"Semuanya, jangan lengah. Pertahankan posisi dan kelakuan kalian !." Bisik Breith.


"W.W. Ship, mungkin kali ini kalian bebas dariku namun tidak lain kali. Aku berjanji kepada diriku sendiri, bahwa aku akan mendapatkan semua kepala penumpang dan awak W.W. Ship, terutama Albert Rins dan si berengsek Breith Smith yang sudah menghancurkan reputasi yang telah kubangun selama ini." Kata Kapten Hugo dalam hatinya sambil menatap pesta yang sedang berlangsung di W.W. Ship


Tidak lama kemudian. "Breith, sepertinya rencana kita sukses besar." Kata Igor sambil melihat Golden Shark berlayar menjauh dari W.W. Ship.


"Ya, sepertinya begitu. Padahal dapat dikatakan rencana ini adalah rencana nekat Kapten Albert. Karena jika pertempuran sempat pecah disini, kita bisa gawat. Walaupun kekuatan Golden Shark telah lumpuh akibat pertempuran terakhir kita melawannya." Kata Breith.


"Ya, untung saja mereka adalah bajak laut yang cukup pandai, kalau tidak perang pasti pecah." Kata Michaela.


"Huh... Leganya, berarti saat ini kita tinggal menunggu hasil pencarian informasi dari Kapten Albert, Zack, Rowan, Wilson, dan Zuma." Kata Richard.


"Jangan dulu lengah teman-teman. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Sebaiknya kita tetap berjaga, karena yang menjadi bajak laut di Kawasan Wonder ini bukan hanya Golden Shark dan Black Dolphin saja. Jadi kesimpulannya kita harus berjaga hingga Kapten Albert dan lainnya kembali." Kata Breith.


"Benar juga. Namun bagaimana kalau Kapten dan yang lainnya tidak kembali ?." Tanya Frediksen.


"Kapten pasti akan kembali." Jawab Breith. Merasa tidak puas dengan jawaban Breith, Frediksen menanya kembali.


"Namun bagaimana jika tidak ?." Tanya Frediksen. Mendengar perkataan Frediksen, amarah Breith tidak dapat dibendung lagi. Breith dengan cepat langsung mengangkat kerah baju Frediksen.


"Apakah kau tidak percaya dengan Kapten ?!?. Ia sudah berjanji bakal kembali lagi. Mengapa kau menanyakan hal yang sama terus menerus ?. Atau apakah kau ingin mengatakan kalau Kapten itu adalah pembohong atau terlalu lemah dan tidak bisa menyelesaikan tugasnya ?!?." Tanya Breith.


"Breith, tenanglah. Frediksen tidak memiliki maksud mengatakan hal-hal yang kau pikirkan, ia hanya ingin menanyakan apa yang akan kita lakukan jika rencana kita tidak berjalan sesuai dengan yang kita inginkan." Kata Frank sambil memegang tangan Breith yang sedang mengangkat kerah baju Frediksen.


"Itu sama saja kalau ia tidak mempercayai Kapten Albert...." Jawab Breith sambil mengangkat kerah baju Frediksen.

__ADS_1


"Tenang dulu, Breith. Aku tidak bermaksud mengatakan Kapten adalah pembohong...." Kata Frediksen.


"Berisik kau, kep*rat !!!." Sambung Breith. Melihat keadaan semakin memburuk Michaela dengan cepat menyuntikkan bius di leher Breith, yang membuat badannya melemas lalu terjatuh pingsan.


"Teman-teman lebih baik kita ikuti saja apa yang dikatakan Breith. Lagipula apa yang dikatakannya tidaklah salah." Kata Richard.


"Tapi bagaimana jika Kapten dan yang lainnya tidak kembali ?." Tanya Frediksen. "Kita bisa memikirkannya nanti. Pokoknya saat ini kita harus berjaga bergantian hingga pukul 8 malam besok." Jawab Richard.


"Baiklah, sepertinya untuk saat ini itulah yang terbaik." Kata Frediksen. Pada waktu yang sama di Liberly Island.


...~Sementara di Pulau Liberly Island~...


"Baiklah, cepat jelaskan apa yang dapat membedakan antara Foerix dengan orang biasa ?. Atau kau ingin kubawa ke alam baka." Tanya Kapten Albert kepada pedagang roti tersebut.


"Seluruh anggota Foerix memiliki tato F di lengan mereka." Jawab pedagang tersebut.


"Heheheh.... Kau benar-benar ingin mati, ya ?." Tanya Kapten Albert.


"Tentu saja tidak." Jawab pedagang tersebut. "Kalau begitu hentikan candaanmu dan katakan yang sebenarnya. Masa untuk mengetahui perbedaan Foerix dengan orang biasa hanya semudah itu ?!?. Lagian, apa-apaan dengan tato F yang sesederhana itu ?!?." Kata Kapten  Albert.


"Aku tidak berbohong. Walaupun begitu untuk membedakan Foerix dengan orang biasa tidak semudah yang kau kira. Semua anggota Foerix diwajibkan menggunakan lengan panjang untuk menutupi tatonya. Jika identitas mereka diketahui orang lain, mereka bakal dikeluarkan dari Foerix lalu dipenjarakan hingga mati di ruang rahasia bawah tanah pulau ini dan orang yang mendapatkan informasi dari Foerix yang gagal itu pasti akan terbunuh dalam rentang waktu 24 jam sejak pimpinan Foerix Kawasan ini mengetahui kebocoran informasi itu." Jawab pedagang tersebut.


"Apakah itu berlaku untuk semua orang ?." Tanya Kapten Albert. "Apanya ?." Tanya balik pedagang tersebut.


"Mengenai orang yang mengetahui informasi dari Foerix yang gagal bakal meninggal 24 jam setelah kebocoran informasi diketahui oleh pimpinan Foerix Kawasan Wonder. Apakah hal tersebut berlaku bagi seluruh pelanggan juga yang berhasil mendapatkan informasi dari Foerix yang gagal ?." Tanya Kapten Albert.

__ADS_1


"Ya." Jawab pedagang tersebut. "Hahahaha...... Jangan bercanda. Atau kau benar-benar bakal mati." Kata Kapten Albert sambil menempelkan pistolnya di kepala pedagang tersebut.


"Aku juga sebenarnya tidak tahu. Namun berdasarkan kabarnya Christopher Maximus dan seluruh bawahannya tidak pernah gagal membunuh target mereka dalam waktu 24 jam." Jawab pedagang tersebut dengan napas yang terengah-engah.


__ADS_2