
"Tidak. Menurutku lebih bagus jika kita membawa pedagang ini bersama kita menuju Puncak Gunung Kledge untuk membuktikan kalau bed*bah ini tidak menipu kita." Jawab Kapten Albert.
"Jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang ?." Tanya Rowan. "Hehehehe.... Apa-apaan pertanyaan itu. Tentu saja bukan ?. Kita langsung menuju Puncak Gunung Kledge." Sambung Zuma.
"Tidak menurutku lebih baik jika kita mencari penginapan di dekat sini. Hari sudah mulai gelap. Bakal berbahaya jika berjalan di tengah-tengah hutan dalam keadaan gelap gulita, Kapten." Kata Zack.
"Kau benar, Kak. Sekarang lebih baik kita beristirahat terlebih dahulu. Perjalanan menuju Puncak Gunung Kledge akan kita lakukan besok pagi." Kata Wilson.
"Ya itu ide yang bagus, tapi setidaknya aku ingin kita menginap di kaki Gunung Kledge. Agar besok kita tidak perlu berjalan terlalu jauh menuju puncak Gunung Kledge, dan kita juga dapat lebih menghemat waktu yang ada supaya kita dapat kembali secepatnya ke W.W. Ship." Kata Kapten Albert.
"Baiklah, Kapten. Tapi memangya kau tahu kalau ada penginapan di sekitar kaki Gunung Kledge ?." Tanya Wilson.
"Tenang saja. Hei bed*bah, apakah kau tahu penginapan di sekitar kaki Gunung Kledge ?." Tanya Kapten Albert kepada pedagang roti tersebut.
"Ya. Kalau tidak salah tepat di kaki Gunung Kledge terdapat sebuah penginapan tua dan satu-satunya di daerah sana." Jawab pedagang tersebut.
"Kira-kira berapa jaraknya dari sini ?." Tanya Kapten Albert. "Jarak penginapan tersebut kurang lebih 7 km dari tempat ini berdasarkan perkiraanku." Jawab pedagang tersebut.
"Hmm.... Berarti kira-kira membutuhkan waktu 1 jam jika kita berjalan kaki dari sini. Zack, Rowan, Wilson, Zuma jadi bagaimana, apakah kalian setuju denganku ?." Tanya Kapten Albert.
"Tentu saja kami setuju, Kapten !!!." Jawab Zack, Rowan, Wilson, Zuma dengan serentak. Mereka pun berangkat menuju penginapan yang disebut pedagang roti tersebut di kaki Gunung Kledge.
"Tunggu dulu. Apakah kalian berasal dari W.W. Ship ?. Kapal pesiar yang berhasil mengalahkan Golden Shark ?." Tanya pedagang tersebut.
"Ya." Jawab Zuma. "Mengapa kau bisa tahu kalau ada kapal yang bernama W.W. Ship berada di kawasan ini ?." Tanya Wilson.
"Oh ayolah. Itu sudah menjadi perbincangan hangat di Kawasan Wonder baru-baru ini. Salah satu pelangganku merupakan orang yang suka mencari informasi mengenai data terbaru dari kekuatan Kawasan Wonder, dan beberapa jam yang lalu ia sudah menyebarkan informasi tersebut." Jawab pedagang tersebut.
"Wow, ternyata kabarnya menyebar dengan sangat cepat." Kata Rowan.
Pada waktu yang sama di Golden Shark. "Kapten, apa yang akan kita lakukan sekarang untuk memulihkan kekuatan dan reputasi kita ?." Tanya Ricky.
__ADS_1
"Besok pagi aku berencana untuk menemui Ludwig." Jawab Kapten Hugo. "Tunggu dulu, Kapten. Jangan bilang kalau kau ingin meminta Black Dolphin bekerjasama dengan kita ?." Tanya Danielo.
"Ya, itulah yang ingin aku lakukan besok." Jawab Kapten Hugo. "Kapten, bukankah itu malahan akan membuat reputasi kita makin hancur ?." Tanya Wilberto.
"Hmm.... Tidak juga, Wilberto. Menurutku keputusan Kapten kali ini sudah lumayan tepat." Kata Danielo.
"Bisakah kau menjelaskan mengapa kau dapat mengatakan hal tersebut, Danielo ?." Tanya Blankie.
"Tentu saja. Saat ini W.W. Ship tidak memiliki sekutu ataupun kenalan di Kawasan Wonder. Jika kita mengeroyoknya kemungkinan menang kita bakal semakin besar." Jawab Danielo.
"Tapi bukankah itu agak memalukan jika kita meminta bantuan kepada bajak laut terkuat ke-2 di kawasan ini hanya untuk mengalahkan sebuah kapal pesiar ?. Bukankah kesannya kita seperti merengek meminta bantuan kepada Black Dolphin ?." Tanya Amelia.
"Iya juga." Jawab Danielo. "Kapten, menurutku kita harus pikirkan kembali dengan keputusanmu ini. Soalnya reputasi kita akan makin hancur lagi jika kita melakukan keputusanmu yang ini." Kata Amelia.
"Tidak, pokoknya aku harus mendapatkan kepala Albert, Breith dan seluruh pasukan W.W Ship secepatnya. Persetan dengan reputasi, aku sementara ini sudah tidak memikirkannya lagi." Jawab Kapten Hugo dengan intonasi kesal.
"Lagipula, Kapten. Bukankah untuk saat ini lebih baik jika kita melupakan W.W. Ship dan mencari mangsa baru untuk memulihkan kekuatan Golden Shark lalu jika sudah saatnya barulah kita menyerang W.W. Ship." Kata Grace.
Danielo dan seluruh pasukan Golden Shark pun meninggalkan Kapten Hugo yang berada di ruang perkumpulan Golden Shark.
"Ayah bagaimana ini ?. Kapten sudah sinting." Tanya Ricky sambil berjalan menuju kamar tidurnya. "Sepertinya W.W. Ship harus dilenyapkan agar Kapten yang kita kenal kembali lagi." Kata Danielo.
"Jadi bagaimana, Danielo ?. Apakah kita harus menyewa keluarga Bergenovich untuk menghabisi W.W. Ship ?." Tanya Shield 1.
Keluarga Bergenovich adalah keluarga pembunuh bayaran yang sangat terkenal di Liberly Island maupun seluruh kawasan Bajak Laut Pasifik. Kediaman mereka berada di puncak Gunung Kledge. Mereka dikenal sebagai keluarga pembunuh bayaran yang sangat handal, namun memiliki upah yang sangat mahal.
"Tentu saja tidak. keluarga Bergenovich memiliki upah kerja yang terlalu mahal. Apalagi saat ini kita tidak punya uang." Jawab Danielo.
"Jadi apa yang akan kita lakukan, Danielo ?." Tanya Shield 3. "Sepertinya untuk saat ini lebih baik kita ikuti apa yang diinginkan Kapten." Jawab Danielo.
"Tapi, bagaimana jika kita gagal ?." Tanya Ricky. "Kita dapat memikirkannya kembali jika sudah saatnya, lagipula jika kita menang dalam pertempuran tersebut uang kita dapat kembali dan reputasi kita juga kembali." Jawab Danielo.
__ADS_1
Tidak lama kemudian. "Di mana aku ?." Tanya Breith sambil membuka matanya dan mengangkat badannya.
"Kau berada di ruang kesehatan W.W. Ship." Jawab Michaela. "Oh... Jadi kau yang membiusku. Sudah kuduga." Kata Breith.
"Ya. Maafkan aku mengenai itu. Soalnya kau sudah lepas kendali saat itu, sehingga membuatku harus mengambil tindakan dengan cepat dan akhirnya aku memutuskan untuk membiusmu." Jawab Michaela.
"Tidak tidak. Kau tidak perlu minta maaf. Justru akulah yang seharusnya meminta maaf kepada kau dan yang lainnya karena telah mengambil keputusan berdasarkan amarah dan bukan akal sehat." Kata Breith.
"Ya, ngomong-ngomong sepertinya kau sangat menghormati, Kapten Albert, ya ?." Tanya Michaela.
"Tentu saja. Aku sangat menghormatinya karena walaupun dihadapkan dengan bahaya antara hidup dan mati dia tetap melindungi penumpangnya. Orang seperti itu bagiku adalah orang yang sangat pantas dihormati." Jawab Breith.
"Ya, Hahahaha...... Kalau itu sih aku tidak dapat menyangkalnya. Berarti kau adalah penumpang pertama kapal yang dibawa Albert yang mengaguminya." Kata Michaela.
Setelah berbincang-bincang dengan Michaela. Breith pun beranjak ke luar dari ruang kesehatan W.W. Ship untuk menemui pasukan W.W. Ship yang lain.
"Teman-teman. Maafkan atas kelakuanku yang telah merepotkan kalian." Kata Breith. "Maafkan aku juga karena telah mempertanyakan hal yang tidak-tidak, Breith." Kata Frediksen.
"Tidak. Kau tidak salah, Frediksen. Justru kau menanyakan hal-hal yang logis. Akulah yang terlalu terbawa suasana." Kata Breith.
Setibanya Kapten Albert dan seluruh pasukan pilihannya serta pedagang roti yang ditawan Kapten Albert di penginapan yang berada di kaki Gunung Kledge.
"Jadi ini penginapannya. Rowan, Wilson. Masuk dan periksa apakah gedung ini adalah penginapan !." Perintah Kapten Albert sambil berdiri di depan gedung kayu tua dan rapuh yang bahkan penanda penginapannya saja sudah sangat lusuh.
Setelah memeriksa isi gedung tua tersebut. "Kapten, gedung ini memang penginapan." Kata Rowan sambil berjalan keluar dari gedung tua tersebut.
"Baiklah. Zuma pesankan 2 kamar !." Perintah Kapten Albert. "Baik, Kapten. Tapi apa yang akan kita gunakan untuk memesan kamar tersebut ?." Tanya Zuma.
"Benar juga. Hei bed*bah, pinjamkan uangmu kepada Zuma !." Perintah Kapten Albert. Pedagang tersebut pun meminjamkan uang sekitar 10 Pound kepada Zuma.
Setelah memesan kamar di penginapan tersebut. "Aku dan Zack di kamar yang ini. Rowan, Wilson, Zuma. Kalian di kamar itu dengan pedagang ini !. Usahakan kalian bertiga saling bergantian mengawasi pedagang ini danĀ jangan sampai lengah !. Oh iya satu lagi, untuk memastikan bed*bah ini, kalau perlu perlu ikat tangannya di tempat tidur !." Perintah Kapten Albert sambil menunjuk kamar-kamar yang telah dipesan Zuma.
__ADS_1
"Baik, Kapten !!!." Jawab Rowan, Wilson, dan Zuma dengan serentak.