
"Ya." Jawab Zack. "Heh, enak saja. Dia tidak lebih dari penjilat rendahan, jadi mengapa aku harus memberinya kehormatan seperti itu ?." Kata Kapten Albert.
"He He He...... Kalau begitu terserah padamu, Kapten." Jawab Zack dengan wajah datar.
...~Sementara di Golden Shark~...
"Bangun, dasar pemalas !!!." Teriak Kapten Hugo sambil menembak pintu kamar pasukan Golden Shark dengan pistolnya berkali-kali.
"Astaga, Kapten. Bisakah kau berhenti membangunkan kami dengan cara ini ?. Harga sebuah pintu tidaklah murah, Kapten." Kata Danielo sambil membukakan pintu untuk Kapten Hugo.
"Ah tenang saja. Setelah kita menghabisi Albert, jangankan 100 pintu, sejuta pintu pun bisa kita beli. Hahahaha...... Dan ngomong-ngomong, mengapa sudah jam begini kalian masih saja tidur ?!?." Tanya Kapten Hugo.
"Ya maaf maaf, kemarin malam kami begadang menghabiskan sebakul Wiski." Jawab Danielo.
"Sialan, kalian minum tidak mengajak aku ya ?!." Kata Kapten Hugo. "Bukannya kau tidur seharian kemarin ?." Tanya Danielo.
"Berisik !!!. Tapi biarlah, Danielo kau bangunkan yang lain. Kita akan segera berangkat menuju Black Dolphin Hahahahahaha......." Jawab Kapten Hugo.
"Oh iya ya. Tapi ngomong-ngomong, jam segini sudah mau pergi, Kapten ?." Tanya Danielo. "Tentu saja, ada apa denganmu, ini sudah jam 9 loh. Dasar pemalas." Jawab Kapten Hugo sembari berjalan menuju ruang kendali Golden Shark.
"Bangun, para pemalas !!!." Kata Danielo sambil membangunkan satu per satu pasukan Golden Shark yang sedang tertidur lelap.
"Ada apa, Danielo ?. Hari ini kan hari Minggu, jadi buat apa kau membangunkan kami ?." Tanya Amelia.
"Kapten bilang kita akan segera menemui Black Dolphin untuk membahas rencana penaklukan W.W. Ship." Jawab Danielo.
"Tumben sepagi ini." Kata Ricky. "Entahlah, namun ini bukannya bagus ? Karena Kapten tidak berlagak sinting seperti kemarin." Jawab Danielo.
"Tapi, apakah kau yakin rencana ini akan berhasil ?." Tanya Wilberto. "Aduh....Tidak usah banyak tanya, kita lihat saja nanti, jadi segeralah kalian mandi, bau kita saat ini seperti bau saluran air di Kota Paris saja." Jawab Danielo.
"Baik....." Kata seluruh pasukan Golden Shark.
Setibanya Kapten Albert dan rombongannya di depan kastil tua yang diyakini mereka sebagai Gedung Pusat Informasi Liberly Island. "Apakah ini benar-benar gedungnya ?." Tanya Wilson.
"Dari depan sini kelihatan lebih parah dari yang kita lihat saat berada di padang rumput di bawah itu." Kata Zack. "Ya, aku merasa seperti berdiri di depan gedung dari latar novel horor saja." Kata Zuma.
"Hei, apakah ini sudah benar gedungnya ?." Tanya Kapten Albert kepada Jason. "Ya." Jawab Jason.
__ADS_1
"Omong-omong, berapa uang yang kalian bawa ?." Tanya Kapten Albert. "Aku, Wilson, Rowan, dan Zuma hanya membawa 10 Pound, Kapten." Jawab Zack.
"Sial, aku hanya membawa 5 Pound lagi, hei berapa uangmu ?." Tanya Kapten Albert kepada Jason. "Uang di sakuku hanya tersisa 2 Pound." Jawab Jason.
"Ahh......Tidak apalah, pasti cukup jika hanya membeli informasi. Dan lagi aku ada membawa beberapa koin emas milik Arthur." Kata Kapten Albert.
"Hmm..... Kalau begitu semuanya siapkan senjata kalian !. Masa bodoh dengan situasi horor ini." Kata Kapten Albert sambil berjalan masuk ke dalam kastil tersebut.
"Wah, kondisi di dalam sini ternyata jauh lebih indah dari tampilan luarnya." Kata Rowan. "Apakah kau pernah masuk ke kastil ini sebelumnya ?." Tanya Kapten Albert kepada Jason sambil berjalan di lantai marmer yang dilapisi karpet merah di tengahnya yang membelah dua sisi bangunan yang tidak beralaskan karpet. Yang mana karpet itu akan mengantar para tamu yang masuk pada kumpulan anak tangga besar.
"Belum, aku hanya pernah pergi ke halaman luar kastil ini sekali ketika aku menjadi budak CM." Jawab Jason.
Kapten Albert pun tiba-tiba berhenti berjalan tepat di hadapan puluhan anak tangga kastil itu.
"Apakah ada orang di sini ?!?!?. Kami ingin membeli informasi dari kalian para Foerix !!!!." Teriak Kapten Albert.
Setelah Kapten Albert berteriak, tetap saja tidak ada tanggapan dari penghuni kastil itu.
"Walaupun kastil ini sangatlah rapi dan bersih dalamnya, namun mengapa tidak terlihat satupun penghuninya ?." Kata Zack.
"Apakah mereka sedang sibuk ?." Kata Wilson. "Kalau begitu, ayo kita periksa seluruh ruangan di kastil ini." Jawab Kapten Albert.
"Apa-apaan kau ?!?." Kata Kapten Albert kepada sosok lelaki dengan tinggi sekitar 1,9 meter dan menggunakan jubah yang menutupi kepala dan sebagian badannya.
"Apa yang kalian lakukan di sini ?." Tanya pria tersebut. "Kami ingin membeli informasi dari Foerix, dan memangnya kau siapa ?." Jawab Kapten Albert.
"Oh, maafkan sikapku yang kurang sopan. Soalnya baru-baru ini ada anggota kami yang.......Ah, sudahlah....." Jawab pria tersebut.
"Yang kenapa ?." Potong Zuma. "Lupakan saja. Itu tidak ada hubungannya dengan kalian dan juga hal yang tidak penting." Jawab pria tersebut.
"Oke, kami juga tidak peduli dengan hal aneh yang baru saja kau katakan, tapi bisakah kau beritahu siapa kau ?." Tanya Kapten Albert.
"Ya, maafkan aku yang belum memperkenalkan diri. Namaku adalah Ryan Dominic, dan aku adalah ketua Foerix Liberly Island." Jawab pria tersebut.
"Wah, lalu apakah kastil ini memang sekosong ini pada biasanya ?." Tanya Kapten Albert. "Ya, kastil ini memang sudah seperti ini sejak beberapa hari yang lalu." Jawab Ryan sambil berjalan menuju tangga kastil tersebut.
"Mari, kita berbincang sambil meminum teh." Kata Ryan. "Kami menghormati tawaranmu, tapi tidak perlu repot-repot, kami sedang terburu-buru saat ini. Apakah kau ketuanya juga menjual informasi ?." Tanya Kapten Albert.
__ADS_1
"Hahaha.......Sedang sibuk, ya ?. Baiklah, ya aku juga menjual informasi. Jadi informasi macam apa yang ingin kalian tahu dariku ?." Kata Ryan.
"Sederhana saja, berapa harga satu keping koin emas seberat 5 gram ini ?." Tanya Kapten Albert sambil mengulurkan koin emas buatan Arthur Smith miliknya.
"Hmm....... Hahaha.......Kalian pasti bukanlah orang biasa, wahai anak-anak muda." Jawab Ryan sambil mengembalikan kembali koin itu kepada Kapten Albert. "Kau memanggil kami anak muda, memangnya berapa umurmu ?." Tanya Rowan.
"Hmm.......Maaf saja, aku tidak suka memberitahu hal terkait diriku, tapi ya lain ceritanya jika kalian ingin membeli informasi tersebut hahahahahaha.........." Jawab Ryan.
"Tidak, kami tidak peduli dengan umurmu. Jadi, berapa harga tiap kepingnya yang berbobot 5 gram ini, Tuan Ryan ?." Tanya Kapten Albert.
"Hahahaha........Cukup Ryan saja. Soal koinnya sih, yang tiap keping berbobot 5 gram milik Arthur Smith ini bernilai 5.000 Pound." Jawab Ryan.
"Wah, sungguh sangatlah keren." Kata Zuma. "Tunggu dulu, mata uang yang dipakai pulau ini adalah Poundsterling Inggris ?." Tanya Kapten Albert.
"Ya, dulu sih tidak. Namun setelah Perang Pasifik terakhir, kami memutuskan untuk menggunakan mata uang internasional yaitu Poundsterling milik Inggris, dan ngomong-ngomong kalian bisa menukarnya di Bank yang berada di Pusat Perbelanjaan Liberly Island, yang letaknya tepat berada di samping perpustakaan." Jawab Ryan.
"Apa ? Bank ? Ada juga ya Bank yang buka di pulau ini." Kata Wilson. "Hehehehe.........Kalian terlalu meremehkan pulau ini. Di Bank itu, biasanya dipakai oleh pelaut-pelaut Inggris ataupun pelaut-pelaut dari negara sahabat Inggris, dan keamanannya juga bisa dibilang sangat baik, sebab Bank itu dilindungi langsung oleh CM." Jawab Ryan.
"Hahahaha..........Terima kasih kalau begitu atas informasinya, tapi sebelum itu. Bisakah kau menunjukkan tato F milikmu ?." Tanya Kapten Albert.
"Orang yang tukang waspada ya ?. Hehehehe......Baiklah, kalau begitu lihat saja menggunakan mata kepalamu sendiri anak muda." Jawab Ryan sambil melepaskan jubah miliknya lalu menunjukkan tato F yang berada di lengan kirinya kepada Kapten Albert.
"Wauw......Ternyata benar-benar sejelek yang kubayangkan. Hanya berhuruf F dengan warna hitam." Kata Kapten Albert. "Wauw, ngomong-ngomong berarti 1 gramnya bernilai 1.000 Pound dong ?." Tanya Zack.
"Tidak juga, biar kujelaskan. Koin yang ditandatangani oleh Arthur Smith ada 3 varian. Yaitu 1 gram, 5 gram, dan 10 gram. Dan di tiap keping koin emasnya itu, terdapat tanda berapa bobot koinnya itu. Dahulu nilainya bergantung pada bobotnya, tetapi lain lagi dengan sekarang ini. Sekarang ini harga koin emas milik Arthur Smith bergantung dengan kelangkaannya, bukan bobotnya lagi. Harga koinnya saat ini yang berbobot 10 gram nilainya justru lebih murah dari yang 5 gram, yaitu 800 Pound per kepingnya. Sedangkan yang 1 gram memiliki nilai 2.000 Pound per kepingnya." Jawab Ryan.
"Wauw.......Sungguh luar biasa." Kata Zuma. "Oh iya, jika kalian punya versi emas batangannya itu lebih bagus lagi. tiap 1 gram emas batangan yang ditandatangani Arthur akan bernilai 10.000 Pound. Karena sudah tidak ada lagi budak di Kawasan Wonder yang memilikinya, bahkan orang non budak saja sangat sedikit yang memiliki emas batangan itu." Kata Ryan.
"Hehehehe.........Menarik, kalau begitu berapa harga yang harus kami bayar atas informasimu yang sangat berharga ini, Ryan ?." Tanya Kapten Albert.
"500 Pound." Jawab Ryan. "Mengapa semahal itu ? Dan uang yang kami bawa juga hanya 17 Pound." Kata Kapten Albert.
"Ya, mumpung kami para Foerix sedang kesusahan jadi........." Kata Ryan. "Ahh....... Baiklah, masa bodoh dengan itu, ambil saja ini. Kami sedang terburu-buru." Sambung Kapten Albert sambil mengulurkan sebuah koin emas miliknya yang berbobot 5 gram.
"Hahahahahaha.........Kau membayarku 10 kali lipat. Hei, bocah siapa namamu ?." Tanya Ryan.
"Albert, Albert Rins. Sampai jumpa, Ryan." Jawab Kapten Albert. Sambil berjalan keluar dari kastil itu bersama rombongannya.
__ADS_1
"Akan kuingat namamu dan kebaikanmu, anak muda." Kata Ryan.