War Of Pirates

War Of Pirates
Bab 29-Perjalanan Menuju Puncak Gunung Kledge (Bagian 5)


__ADS_3

"Omong kosong apa ini, apa maksudmu dengan memberikan kami in...." Kata salah satu gadis yang telah dilawan Kapten Albert.


"Eits, jangan salah paham dulu. Aku memberi kalian koin emas ini karena koin ini sudah terlalu berlimpah di kapalku. Lagian aku memberikan koin itu karena aku melihat teman kalian dan kalian sedang terluka, jadi mungkin kalian bakal membutuhkannya, dan aku juga tidak seperti orang-orang gila di pulau ini dan juga tidak ingin menjadi orang-orang biadab seperti kalian." Sambung Kapten Albert sambil berjalan menjauhi mereka.


"Sebelum kau pergi. Bisakah kau beritahu kepada kami siapa namamu ?." Tanya perempuan yang jalannya terpincang-pincang itu.


"Albert Rins." Jawab Kapten Albert. "Salam kenal kalau begitu. Aku adalah Margaret Hills. Kedua gadis yang baru saja kau lawan ini adalah Mia Anderson dan Inoue Natsuki." Kata Margaret.


"Salam kenal juga. Senang bertemu dengan kalian, walau aku tidak tahu apa tujuan kalian menyerangku dan teman-temanku." Jawab Kapten Albert.


"Apa yang kau lakukan Margaret ?!?." Tanya Mia. "Tentu saja memperkenalkan diri." Jawab Margaret sambil tersenyum.


"Aduh, dan buat apa kau memberitahunya ?." Tanya Mia.


"Sungai berada 200 meter sebelah barat dari tempat ini. Pergilah ke sungai itu untuk membersihkan lukamu, dan lagi ikuti aliran sungai tersebut, itu merupakan jalan pintas untuk mencapai puncak gunung ini !!!." Kata Margaret kepada Kapten Albert yang sedang berjalan menjauhi mereka.


"Kalau begitu terima kasih atas informasinya." Jawab Kapten Albert sembari berjalan melambaikan tangan.


"Astaga Margaret, mengapa kau memberitahunya ?." Tanya Mia. "Memangnya kenapa ?." Tanya Margaret.


"Kok malah tanya balik. Mengapa kau memberitahu identitas kita ke orang yang baru kau kenal, terutama orang tadi." Jawab Mia.


"Tidak apa-apa, bukan ?. Lagipula orang tadi tidak terlihat seperti orang jahat." Kata Margaret.


"Tapi......" Kata Mia. "Ya, aku setuju dengan Margaret. Jika orang tadi adalah anak buah CM, atau memang memiliki niat jahat. Dengan kemampuannya itu, dia pasti sudah menghabisi kita sampai tidak bisa bergerak lagi." Kata Natsuki sambil memungut koin-koin yang diberikan Kapten Albert kepada mereka.


"Iya juga sih, tapi....." Kata Mia. "Hei lihat !. Ini adalah koin emas buatan Arthur Smith." Sambung Natsuki.


"Apa !?!." Kaget Mia dan Margaret sambil berjalan menghampiri Natsuki yang sedang memeriksa koin-koin yang diberikan Kapten Albert kepada mereka.


"Hahahah..... Mana mungkin pria tadi memilikinya ?. Di kawasan ini yang memiliki koin jenis itu hanya CM beserta kawan-kawannya dan Golden Shark." Kata Mia.


"Kalau begitu ini apa ?." Tanya Natsuki sambil mengulurkan tangannya yang sedang memegang sekeping koin emas itu ke hadapan Mia.

__ADS_1


"Kalian pasti bercanda bukan ?!. Orang seperti itu masa bisa punya koin langka ini ?." Kata Mia.


"Tapi inilah faktanya." Jawab Natsuki. "Kalau begitu orang tadi siapa dong ?." Tanya Mia.


"Hmm..... Albert Rins....... Entahlah, aku baru pertama kali ini mendengar nama itu." Jawab Margaret.


"Dengan koin-koin ini, kita dapat membayar biaya pengobatan Margaret dan dapat menyewa kapal untuk kabur dari neraka ini." Kata Mia.


"Tapi sepertinya ada bagusnya kalau kita menunggu dia kembali." Kata Natsuki. "Maksudmu si Albert Rins itu ?." Tanya Mia.


"Iya." Jawab Natsuki. "Dan buat apa kita melakukan hal sia-sia seperti itu ?." Tanya Margaret.


"Aku ingin mengembalikan sebagian dari koin ini kepadanya." Jawab Natsuki. "Apa !?!. Kau pasti bercanda bukan ?." Tanya Mia.


"Tidak, aku serius." Jawab Natsuki. "Bisakah kudengar apa alasanmu untuk melakukan hal gila itu ?." Tanya Mia.


"Baiklah, setelah meninggalkan Kediaman CM selama 2 hari, kau kira kita dapat menggunakan fasilitas-fasilitas umum pulau ini dengan normal lagi ?. CM pasti telah menurunkan bawahannya di seluruh penjuru pulau untuk menangkap kita." Jawab Natsuki.


"Ah baiklah-baiklah. Kita tunggu sampai dia kembali." Kata Mia. "Sempurna." Jawab Margaret.


"Aduh sial ternyata sakit juga, dan lagi buat apa aku berlagak keren kepada gadis-gadis itu ?. Ah sial mengapa juga aku langsung main percaya dengan gadis yang bernama Margaret itu. Ah sudahlah, nasi telah menjadi bubur. Kalau begitu akan kupastikan perkataan gadis itu dengan kedua mataku." Kata Kapten Albert sambil berjalan menyusuri hutan menuju sungai yang dikatakan Margaret.


Setibanya Zack dan ketiga pasukan W.W. Ship lainnya beserta Jason di kilometer ke-10.


"Wow, sungguh tempat yang indah." Kata Wilson sambil melihat aliran sungai yang membelah padang rumput di tempat itu.


"Ya, kau benar. Kalau begitu seperti yang kukatakan tadi, kita akan beristirahat di sini. Sebaiknya kalian gunakan waktu 15 menit ini untuk benar-benar beristirahat, karena setelah ini kita tidak tahu apakah pembeliannya akan berjalan dengan baik atau tidak." Kata Zack.


Mereka berempat pun duduk sambil memakan bekal mereka dengan santai di seberang aliran sungai tersebut.


"Hei, apakah itu adalah Gedung Pusat Informasi Liberly Island yang sedang kita tuju ?." Tanya Zack sambil menunjuk sebuah kastil tua yang berdiri kokoh di atas bukit yang merupakan puncak dari Gunung Kledge.


"Ya, itulah gedung yang kalian cari." Jawab Jason. "Tapi apakah di sekitar sini sangat sedikit orang ?. Sepanjang perjalanan ini, kita hanya bertemu dengan 2 gadis tadi, setelah itu tidak ada satupun orang yang kita lihat ?." Tanya Wilson.

__ADS_1


"Ya, begitulah. Padahal dahulu sebelum masa-masa sulit ini berlangsung di mana budak-budak melakukan apapun demi mendapatkan uang agar dapat bertemu dengan keluarga atau rekan-rekan mereka yang ditahan CM, tempat ini sangatlah ramai." Jawab Jason.


"Oh iya. Bisa beritahu kami kapan kau menjadi budak di kawasan ini ?." Tanya Zuma. "Seingatku aku menjadi budak di sini pada tahun 1889." Jawab Jason.


"Apa !?!. Lalu darimana kau mengetahui seluruh informasi itu ?." Tanya Zuma. "Informasi yang mana ?." Tanya Jason.


"Oh ayolah jangan berpura-pura bodoh atau kupatakan gigimu. Tentu saja informasi terlarang yang kau katakan dari tadi kepada kami." Jawab Zuma.


"Ehhh......" Kata Jason. "Hei, kau tahu. Jika memang tidak dapat kau beritahu karena alasan tertentu. Maka kau tidak perlu memaksakan diri untuk melakukannya." Sambung Zack.


"Tapi, Kak......" Kata Wilson. "Diam, dia juga memiliki hak untuk berbicara seadanya dan juga memiliki hak untuk menyimpan informasi pribadinya." Sambung Zack.


"Ya, baiklah kalau begitu aku minta maaf karena info ini sementara tidak dapat kuberitahu kepada kalian sebab ini adalah info yang tidak seharusnya kuberitahu kepada kalian untuk saat ini." Kata Jason.


Tidak lama kemudian Kapten Albert menemukan aliran sungai yang dikatakan Margaret.


"Wohohoohohoo.......... Ternyata gadis itu tidak berbohong." Kata Kapten Albert yang lekas mencuci luka-lukanya dengan air dari aliran sungai tersebut.


3 menit kemudian


"Sepertinya aku masih bisa menyusul Zack dan yang lain jika yang dikatakan gadis itu benar mengenai jalan pintas ini." Kata Kapten Albert.


Setelah mencuci luka-lukanya, Kapten Albert dengan cepat melanjutkan perjalanannya dengan menggunakan jalan pintas yang dikatakan Margaret.


"Zack, apakah tidak apa-apa jika kita beristirahat di sini ?." Tanya Rowan. "Memangnya kenapa ?." Tanya Zack.


"Dengan suasana sehening ini, apakah kau tidak berpikir kalau bisa saja para Foerix sedang mengawasi kita sambil menunggu saat di mana kita lengah, lalu mencuri harta kita ?." Tanya Rowan.


"Iya juga, ya. Kalau begitu, semuanya tetap saling berdekatan dan saling berjaga !." Jawab Zack.


"Mengenai masalah itu, kalian tidak perlu terlalu panik. Soalnya Foerix dikenal tidak akan melakukan tindakan kriminal di luar pekerjaan mereka." Kata Jason.


"Apakah kau yakin ?." Tanya Zack. "Setahuku sih." Jawab Jason. "Hahahaha........ Setahuku katanya." Kata Zuma.

__ADS_1


"Astaga." Kata Wilson sambil menggelengkan kepalanya. "Mungkin yang kau katakan itu hanya berlaku ketika Foerix masih berjaya di pulau ini. Tapi sekarang lihatlah, tidak ada siapa-siapa yang datang untuk membeli informasi dari mereka selain kita." Kata Zack.


"Mungkin kau benar, tapi mungkin juga tidak." Kata Jason. "Hah ?!?.' Bingung Zack. "Foerix dikenal akan kesetiaannya terhadap pekerjaanya." Kata Jason.


__ADS_2