
"Menurut peta ini, gedung tersebut terletak tepat di tengah Pusat Perdagangan Liberly Island." Jawab Kapten Albert.
"Berarti kita hanya perlu pergi ke tengah-tengah kawasan ini, kan ?." Tanya Rowan. "Iya. Sekarang ayo kita ke sana !!!." Jawab Kapten Albert dengan semangat yang berkobar-kobar.
"Baik, Kapten !!!." Sorak seluruh pasukan W.W. Ship yang dipilih Kapten Albert untuk pergi bersamanya menuju gedung perkumpulan Foerix dengan serentak.
Setibanya Kapten Albert dengan seluruh pasukan yang dipilihnya di tengah Pusat Perdagangan Liberly Island.
"Jadi Kapten. Di mana gedung itu berada ?." Tanya Zuma. "Aku juga kurang tahu. Apa yang tertera di peta ini berbeda jauh dengan keadaan saat ini." Jawab Kapten Albert.
"Biar kulihat, Kapten." Kata Zack sambil mengulurkan tangannya untuk mengambil peta harta karun tersebut dari genggaman Kapten Albert.
"Hahahaha..... Pantas saja, Kapten. Keadaan di peta ini diambil pada tahun 1815. 10 tahun sejak Arthur Smith dan bawahannya bermukim di pulau ini. Beda 83 tahun dengan saat ini." Kata Zack setelah membaca habis peta tersebut.
"Ah sial, jadi peta ini tidak bisa digunakan dong ?." Kata Zuma. "Buang saja, Kapten." Kata Rowan. "Tidak, saranku simpan saja peta itu, Kapten." Kata Wilson.
"Tapi untuk apa disimpan jika tidak dapat digunakan, Wilson ?." Tanya Zuma. "Kalau memang tidak dapat digunakan, untuk apa Golden Shark sampai membawa-bawa peta tersebut." Jawab Wilson.
"Mungkin hanya sekadar kebe....." Kata Zuma. "Aku tahu kau bakal mengatakan hal tersebut. Tapi mungkin ini bukan hanya sekadar kebetulan. Mungkin peta ini barang berharga." Jawab Wilson.
"Hmm..... Kalau begitu sementara ini aku akan menyimpan peta ini." Kata Kapten Albert. "Sekarang masalahnya, karena peta itu tidak dapat digunakan. Bagaimana cara kita untuk pergi menuju gedung perkumpulan Foerix itu berada ?." Tanya Zack.
"Kapten, Apa sebaiknya kita bertanya saja kepada orang-orang setempat ?." Tanya Rowan.
"Tidak perlu. Mereka semua tidak lebih dari pembelot dan pengkhianat negara mereka masing-masing." Jawab Kapten Albert.
"Lantas, apa yang akan kita lakukan sekarang untuk menemukan gedung itu berada ?." Tanya Rowan.
"Ya, Kapten. Sepertinya Rowan benar. Jangan andalkan amarahmu dalam mengambil keputusan, Kapten. Kita tidak akan tahu sebelum kita mencobanya, bukan." Jawab Wilson.
"Apakah kalian ingin diperdaya lagi dengan orang-orang seperti mereka ?." Tanya Kapten Albert.
"Kapten, aku punya ide. Bagaimana kalau salah satu dari kita menjadi umpan untuk bertanya kepada orang-orang setempat mengenai letak gedung itu berada dan sisanya terus mengawasi yang menjadi umpan sambil menyamar." Kata Zack.
"Huh, oke baiklah, sepertinya lebih baik begitu." Jawab Kapten Albert. "Baiklah. Pertama-tama siapa yang ingin menjadi umpan dalam percobaan pertama kita ini." Tanya Zack.
"Aku saja." Jawab Rowan. "Baiklah, bawa ini !." Perintah Kapten Albert sambil mengulurkan pistolnya kepada Rowan.
__ADS_1
"Rowan, berperilaku lah seperti orang-orang sekitar !. Ingatlah jangan mengambil tindakan nekat, dan tenang saja. Kami berempat akan mengawasimu, jadi tidak perlu takut." Kata Zack.
"Siapa bilang aku takut ?!?." Tanya Rowan dengan wajah cemberut. "Sudah-sudah. Selamat berjuang, kami mengandalkanmu." Kata Zack sambil mendorong Rowan ke arah seseorang yang diselimuti oleh kain yang sudah cukup kotor.
"Permisi, apakah kau tahu dimana gedung perkumpulan Foerix berada ?." Tanya Rowan kepada orang itu dengan gemetaran.
Orang tersebut tidak menanggapi pertanyaan Rowan dan langsung berjalan menjauhinya. Melihat hal tersebut Zack langsung berlari ke arah Rowan.
"Rowan, apa kau tidak mengerti arti berlagak seperti bajak laut ?." Tanya Zack.
"Iya, tapi tadi itu terlalu tiba-tiba." Jawab Rowan. "Ah, alasan kau. Tugas segampang ini saja, kau tidak bisa. Dasar bocah ingusan. Berikutnya biarkan aku yang menjadi umpannya." Kata Zuma sambil berjalan mendekati Zack dan Rowan.
"Apa kau bilang !?!." Kata Rowan yang hendak memukul Zuma. "Sudahlah, kembali ke posisi semula. Zuma kami mengandalkanmu." Kata Kapten Albert. "Serahkan saja kepadaku, Kapten." Jawab Zuma.
Zuma pun dengan cepat langsung berjalan menuju seorang lelaki berbadan besar yang tampak sedang berjalan santai melihat-lihat kedai-kedai yang menjual senjata di sekitar tempat itu.
"Hei, ka*pret !!!. Di mana gedung perkumpulan para Foerix itu berada ?." Tanya Zuma.
Mendengar hal tersebut Rowan pun mulai tertawa cekikikan sambil mengawasi Zuma.
"Wow, Zack apakah kau yang menyuruhnya mengatakan itu ?." Tanya Kapten Albert dengan ekspresi yang super kaget.
"Tapi bukankah ini sudah berlebihan. Haruskah kita menghentikannya sekarang ?." Tanya Wilson.
"Ya, itu benar. Tapi kita lihat dulu bagaimana reaksi lelaki itu. Bisa saja lelaki itu menanggapinya, walaupun terdengar agak mustahil tapi kita tidak akan tahu sebelum mencobanya bukan ?." Jawab Kapten Albert.
"Maaf, Zuma kami bakal menjadikanmu kelinci percobaan dalam mengenal karakter orang-orang sini." Kata Zack.
Lelaki tersebut pun langsung mencekik leher Zuma. "Sialan, apa-apaan orang ini. Mau cari mati hah ?!?!." Kata lelaki tersebut sambil. mencekik leher Zuma.
"Ya, dan ternyata mustahil." Kata Kapten Albert. "Eheheheh...... Maafkan teman kami, sobat. Dia memang ada rada-rada gilanya karena habis melakukan perjalanan jauh yang membuatnya mabuk laut." Kata Zack sambil memegang tangan lelaki tersebut yang sedang mencekik leher Zuma.
"Hehehehe..... Apakah kau dapat melepaskan tanganmu dari lehernya ?." Tanya Kapten Albert sambil memamerkan pistolnya kepada pria tersebut.
"Cih.... Baiklah anak muda. Jangan pernah memperlihatkan wajahmu di depanku lagi." Jawab lelaki tersebut sambil melepaskan cekikannya dan berjalan menjauhi mereka.
"Ya, akan kujamin itu." Kata Kapten Albert. "Kapten, apakah kau serius dengan perkataanmu tadi ?." Tanya Zuma.
__ADS_1
"Tentu saja tidak." Jawab Kapten Albert. "Lain kali, akan kuhabisi orang itu." Kata Zuma. "Hahahah.... Apa-apaan itu, sok berlagak lagi kau." Kata Rowan sambil berjalan mendekati Zuma sembari tertawa terbahak-bahak.
"Setidaknya lebih bagus dari anak kecil yang hampir ngompol saat bertanya.'' Jawab Zuma. "Apa katamu ?!?." Kata Rowan yang hendak ingin memukul Zuma.
"Hentikan !!!." Kata Kapten Albert sambil meleraikan mereka berdua. "Baik, maaf Kapten.' Jawab Rowan dan Zuma dengan bersamaan.
"Berdasarkan percobaan yang telah kita lakukan ternyata minta secara lembut dan kasar ternyata tidak berhasil." Kata Wilson.
"Masih ada beberapa cara yang belum kita coba." Kata Kapten Albert. "Apa itu, Kapten ?." Tanya Rowan.
"R A H A S I A. Mwehehe.... Pokoknya sekarang adalah giliranku untuk menjadi umpan." Jawab Kapten Albert.
"Kapten, apakah kau yakin?. Menurutku, kau jadi pemancingnya saja, Kapten dan biar kami saja yang menjadi umpannya." Kata Zuma.
"Tidak. Itu sama saja dengan aku hanya memanfaatkan kalian, bukan." Jawab Kapten Albert. "Tidak juga......'' Kata Zack. "Pokoknya kali ini aku yang jadi umpannya." Sambung Kapten Albert.
"Baiklah, jika kau memaksa, Kapten. Tapi mohon untuk tidak memaksakan diri, Kapten." Kata Zack.
"Baiklah, semuanya kembali ke posisi semula !." Perintah Kapten Albert.
Kapten Albert pun berjalan mendekati seorang pedagang roti yang sedang melayani pelanggannya.
"Hei, bisakah kau mengantarku menuju gedung perkumpulan Foerix ?." Tanya Kapten Albert kepada pedagang tersebut.
"Tidakkah kau lihat aku sedang melayani pelanggan ?." Tanya pedagang tersebut. "Ya, aku tahu itu. Maka dari itu aku tidak memintanya dengan gratis." Jawab Kapten Albert sambil mengulurkan sebutir koin emas milik Golden Shark yang berhasil dirampas oleh W.W. Ship.
"Owh, baiklah." Jawab pedagang tersebut.
"Ternyata, cara yang dimaksud, Kapten adalah penyuapan." Kata Zuma sambil mengintai Kapten Albert dari jauh bersama 3 pasukan W.W. Ship lainnya
Pedagang tersebut pun mengantar Kapten Albert menuju gedung perkumpulan Foerix yang berada jauh di dalam gang. Di gang tersebut tidak terlihat satupun orang selain mereka beserta Rowan, Zack, Wilson, dan Zuma yang mengikuti Kapten Albert dan pedagang tersebut secara diam-diam.
Setibanya mereka di depan gedung perkumpulan Foerix yang dikerumuni oleh pepohonan di sekelilingnya yang membuat pencahayaan di sana kurang baik. "Baiklah, sesuai kesepakatan ambillah ini." Kata Kapten Albert sambil memberikan sebutir koin emas yang telah dijanjikan Kapten Albert kepada pedagang tersebut.
Namun setelah melihat-lihat, gedung tersebut ternyata gedung itu kosong-melompong dan tidak terlihat orang satupun orang di dalam dan sekitar gedung itu. Setelah pedagang tersebut mengambil koin emas yang diberikan Kapten Albert, pedagang tersebut langsung berlari menjauhi Kapten Albert.
"Hei !!!." Teriak Kapten Albert sambil berlari mengejar pedagang tersebut. "Hahahaha... Dasar bodoh, dia pasti pemula yang beruntung karena memiliki koin langka milik Arthur Smith ini." Kata pedagang tersebut sambil berlari.
__ADS_1
"Owh, ya." Kata Zack sambil keluar dari semak-semak yang terletak di lorong tersebut dan mengeluarkan pistolnya bersamaan dengan Rowan, Wilson, dan Zuma.
Pedagang tersebut pun telah terkepung dari 2 arah.