War Of Pirates

War Of Pirates
Bab 13


__ADS_3

''Oh iya, berbicara soal Black Dolphin. Apakah di antara kalian ada yang melihat Ludwig ?." Tanya Kapten Hugo.


"Tidak, Kapten. Oh iya aku baru menyadarinya, tadi jumlah pasukan Black Dolphin sangat sedikit. Awalnya aku kira mereka berada di dalam kapal, tapi ternyata tidak. Bahkan Bob, pemimpin pasukan mereka tidak terlihat." Jawab Ricky.


"Hmm.... Heheheh..... Kalau perkiraanku benar, maka ceritanya begini. Kapten Ludwig dan seluruh pasukannya pergi membeli suku cadang untuk memperbaiki kapal mereka, lalu Kapten Ludwig menyuruh Bob untuk menjaga kapal bersama seluruh pasukannya, namun ketika diserang Bob meninggalkan  pasukan mereka secara diam-diam untuk menyelamatkan diri dari kami." Kata Danielo.


"Tapi ada yang aneh. Mengapa mereka harus menurunkan pasukan sebanyak itu hanya untuk membeli suku cadang." Kata Grace.


"Mungkin karena mereka cebol, mereka tidak akan mampu membawa suku cadang dari Pusat Perdagangan Liberly Island ke pantai ini dengan jumlah yang kecil." Jawab Danielo. "Hahahah...." Tawa seluruh pasukan Golden Shark yang berada di geladak.


"Ngomong-ngomong, apakah ada yang tahu ke mana W.W. Ship pergi ?." Tanya Kapten Hugo. "Kalau tidak salah mereka pergi ke arah timur Liberly Island." Jawab Ricky.


"Aku tidak bisa tenang kalau mereka masih berkeliaran bebas setelah menghancurkan reputasi kita. Semuanya siapkan diri kalian !!!. Kita akan menyerang si ban*sat Albert dan seluruh penumpangnya." Kata Kapten Hugo.


"Wow, sepertinya kami belum bisa bersantai, ya ?. Baiklah, Kapten."Jawab Danielo. "Hehehehe, Albert. Akan kutunjukan apa akibatnya kalau berani macam-macam denganku." Kata Kapten Hugo.


Setibanya Kapten Albert dan beberapa pasukan W.W. Ship yang dipilihnya untuk mengikutinya berbelanja di Pusat Perdagangan Liberly Island. "Jadi apa yang akan kita beli, Kapten ?." Tanya Rowan.


"Tentu saja, kita akan membeli persediaan makanan, senjata, amunisi, serta bahan bakar." Jawab Kapten Albert. Mereka pun pergi mengunjungi kedai-kedai yang ada di Pusat Perdagangan Liberly Island untuk membeli kebutuhan-kebutuhan tersebut.

__ADS_1


Setibanya Kapten Ludwig dan seluruh pasukan Black Dolphin yang tersisa di Pantai Utara Liberly Island. "Oh demi Tuhan, apa yang terjadi dengan kapal kita ?. Ban*sat dengan Hugo." Kata Kapten Ludwig sambil melihat kapal mereka yang telah hancur berkeping-keping di pesisir pantai tersebut.


"Bob, cepat periksa, apakah masih ada yang selamat atau tidak !!!." Perintah Kapten Ludwig.


Setelah memeriksa keadaan seluruh anggota Pasukan B Black Dolphin yang telah dikumpulkan mereka. "Kapten, semuanya tewas, tidak ada yang selamat." Kata Bob.


Tidak lama kemudian dari semak-semak yang berada tepat di belakang bangkai kapal Black Dolphin muncullah sosok pria yang bermandikan darah, sehingga wujudnya sulit dikenal lagi, dengan luka tembakan di dada kanannya. Pasukan Black Dolphin yang berada di sekitar semak-semak tersebut secara refleks menodongkan senapan mereka ke arah pria tersebut.


"Eh...... Tunggu dulu teman-teman. Spider ?. kau kah itu ?." Tanya Bob setelah melihat adanya kesamaan antara pria tersebut dengan Spider. "Ya." Jawab Spider sambil merangkak mendekati Bob.


"Apa !!!. Syukurlah kau berhasil selamat. Pasukan turunkan senjata kalian !." Perintah Kapten Ludwig kepada seluruh pasukan Black Dolphin yang sedang menodongkan senapan mereka ke arah Spider.


"Pertempuran ini seharusnya mudah, mengapa kau tidak menyandera tahanan kita ?." Sambung Kapten Ludwig.


"Sudah, Kapten. Tapi cara tersebut tidak mempan melawan iblis seperti Hugo Zark..." Jawab Spider. "Apa maksudmu dengan tidak mempan ?.'' Sambung Bob.


"Saat itu, aku sudah menodongkan senjataku ke arah salah satu tahanan kita. Awalnya mereka tiba-tiba berhenti melepaskan tembakan, sehingga kami mengira mereka bakal menurut. Namun tiba-tiba saja mereka lanjut menghujani kami dengan peluru. Walaupun harus kuakui, saat itu kami lengah. Karena terlalu yakin mereka akan menuruti kami, kami pun keluar dari persembunyian kami. Namun hal yang tidak disangka itu menimpa kami....." Jawab Spider.


"Lalu, apa yang kau lakukan pada seluruh tahanan kita saat itu ?." Sambung Bob.

__ADS_1


"Saat itu aku bertindak cepat dan memprioritaskan tugas utamaku, yaitu mengamankan harta kita. Namun 3 orang pasukan Golden Shark berhasil membuntutiku sampai di dalam ruang penyimpanan kapal kita. Saat itu aku berhasil melumpuhkan salah satu dari mereka bertiga yang menghalangi pintu masuk, dan ketika aku hendak ingin melakukannya kepada 2 orang sisanya, tanpa kusadari aku berhasil tertembak oleh pasukan Golden Shark yang lain tepat di dada kananku ini. Aku pun berpura-pura tidak sadarkan diri dan menunggu sampai mereka lengah, setelah itu melarikan diri dari mereka." Jawab Spider.


"Bob, perintahkan kepada seluruh pasukan kita untuk mencari alat dan bahan. Kita akan berkemah sementara di pantai ini sembari menunggu keadaan Spider hingga ia sembuh, dan ambil semua barang yang masih berguna dari bangkai kapal kita ini !." Perintah Kapten Ludwig.


"Kapten, maafkan aku karena tidak dapat mempertahankan harta dan kapal kita." Kata Spider.


"Tidak, kau sudah bertugas dengan cukup baik. Jika kami kehilangan kau sebagai anggota satu-satunya Pasukan Khusus Black Dolphin, kami bakal gawat dan lagi kau juga sangat hebat karena masih hidup setelah kehilangan sangat banyak darah." Jawab Kapten Ludwig.


"Terima kasih, Kapten. Tapi ini sebenarnya bukan hanya darahku. Aku mengambil darah teman-teman kita yang telah tewas lalu menggosokannya ke seluruh tubuhku, agar jika mereka berhasil mengejarku lagi. Mereka akan mengira kalau aku sudah mati." Kata Spider.


"Owh.. Kalua begitu, semuanya dengar !!!, besok apapun yang terjadi kita harus mencuri kebutuhan makanan dan minuman di sekitar Liberly Island." Kata Kapten Ludwig.


Setibanya Kapten Albert dan seluruh pasukan W.W. Ship yang dipilihnya di kapal mereka. "Hei teman-teman. Jadi apa yang kalian beli ?." Tanya Frediksen.


"Kami telah membeli 2 tabung besar bahan bakar, 5 senapan, 5 kotak amunisi, dan persediaan makanan untuk seminggu. Kini uang kita telah habis terpakai." Jawab Breith.


"Apakah dengan begini kita bisa bertahan ?." Tanya Michaela. "Entahlah, namun untuk saat ini sepertinya ini sudah cukup." Jawab Kapten Albert.


Tiba-tiba terdengar suara deruan ombak kencang menghampiri W.W. Ship. "Bagaimana kabar kalian, bren*sek ?!?." Kata Kapten Hugo. "Owh tidak, para manusia berandalan itu kembali." Kata Breith. "Hahahah...... Rasakan pembalasanku ini." Kata Kapten Hugo.

__ADS_1


__ADS_2