
"Danielo dan Amelia kalian tetap di Golden Shark !. Ricky kau menjadi kapten sementara di W.W. Ship !. Satu lagi, aku akan ke W.W Ship sementara, jadi Danielo dan Amelia kalian jaga Golden Shark, pastikan kapal kita terus menempel dengan W.W. Ship." Perintah Kapten Hugo.
Akhirnya Kapten Hugo dan pasukannya pun naik ke W.W. Ship, sedangkan Danielo dan Amelia tetap berjaga di Golden Shark.
Ukuran dari kapal Golden Shark sendiri hampir sama dengan W.W. Ship, namun sedikit lebih kecil.
...~Sementara itu di W.W. Ship~...
Ricky dan pasukannya menembaki tiap kaki para penumpang dan awak W.W. Ship yang ingin melawan.
"Tolong lepaskan kami." Kata Igor sambil bersujud kepada Kapten Hugo. "Heheheheh..... Baiklah, kalau begitu cepat cium kakiku dengan lembut !." Perintah Kapten Hugo.
Pada saat Igor mencium kaki dari Kapten Hugo. Tiba-tiba Kapten Hugo langsung menendang kepala Igor lalu menembak kakinya menggunakan senapan.
"AA.......HH." Teriak Igor kesakitan. "Sial, gara-gara kau sepatuku jadi kotor. HAHA.....HAHA." Tawa Kapten Hugo dengan maniak.
Tiba-tiba Kapten Albert keluar dari ruang kendali W.W. Ship. "Tolong, jangan sakiti penumpangku." Kata Kapten Albert.
"Oh.....Nampaknya kau adalah kapten dari kapal ini, ya ?" Tanya Kapten Hugo sambil berjalan mendekati Kapten Albert.
"Ya, jadi tolong jangan sakiti penumpangku dan ayo kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin." Jawab Kapten Albert.
"Heh...Enak saja, apa kau kenal siapa aku ini ?" Tanya Kapten Hugo.
"Ya, kau adalah Kapten Hugo Zark, kapten dari kapal bajak laut Golden Shark." Jawab kapten Albert.
Kapten Hugo pun langsung tersenyum lebar setelah mendengar jawaban dari Kapten Albert.
"Hehehehe... Ternyata aku ini terkenal juga, hahahaha.....Ya, kau benar. Aku adalah Kapten Hugo Zark, kapten dari kapal bajak laut Golden Shark, bajak laut yang paling ditakuti di Kawasan Wonder dan salah satu bajak laut yang paling ditakuti di Samudera Pasifik. Setelah mendengar perkataanku tadi. Biarkan aku bertanya. Memangnya ada bajak laut yang melepaskan mangsanya dengan cuma-cuma ?" Tanya Kapten Hugo.
Kapten Albert pun hanya dapat terdiam sambil melihat kenyataan pahit di depannya yang akan segera menimpanya dan seluruh penumpang serta awak W.W. Ship
__ADS_1
Situasi di W.W. Ship pun menjadi hening sejenak. "Hei hei, mengapa kalian berhenti meronta-ronta. Hehehehe.....Jangan bilang kalau sebelumnya kalian percaya bahwa aku bakal melepaskan kalian. Hahahaha..... Wahai Pasukanku lihatlah kumpulan orang bodoh ini. Hahahaha...... Dasar, kalian adalah orang terbodoh dari semua orang dari kapal yang pernah kujarah. Kapten dan penumpangnya sama saja, dua-duanya adalah orang bodoh. Hahahaha......." Kata Kapten Hugo.
"Tolong lepaskan kami." Kata Richard. "Heh, padahal sudah kubilang kau tetap saja ngotot. Sebelum kau kuhantam. Biarkan aku bertanya, apa yang membuatmu tetap ngotot meminta ampun ?." Tanya Kapten Hugo.
"Karena aku yakin sekejam-kejamnya kalian, kalian juga tetap memiliki hati nurani." Jawab Richard. Sekejap ekspresi wajah Kapten Hugo berubah total dari tersenyum lebar-lebar menjadi sangat marah.
"Hah, hati nurani katamu ?!? Di dunia ini tidak ada namanya hati nurani, dasar kep*rat !!!." Kata Kapten Hugo sambil berjalan menuju Richard lalu menginjak-injaknya.
"Sepertinya tidak ada gunanya memanfaatkan orang bodoh seperti kalian. Baiklah, kalian akan kubebaskan." Kata Kapten Hugo.
"Benarkah ???" Tanya Kapten Albert. "Ya, di mataku kalian tidak lebih dari anak kecil yang masih terlalu polos dan bodoh." Jawab Kapten Hugo.
"Kalau begitu, terima kasih banyak atas kebaikanmu, Kapten Hugo." Kata Kapten Albert sambil memegang tangan Kapten Hugo.
Dengan sekejap, Kapten Hugo langsung memukul wajah Kapten Albert, lalu menendang wajah Kapten Albert berkali-kali ketika ia terjatuh akibat pukulan Kapten Hugo.
"Jangan menyentuhku, ban*sat !!!. Sekali lagi, reaksi bodoh macam apa ini ?. Sepertinya kalian hidup di lingkungan orang-orang yang damai, dan jika memang begitu, sepertinya selama ini kalian hanya merasakan surga dunia." Kata Kapten Hugo.
"Baiklah, sekarang bisakah kalian melepaskan kami ?." Tanya Breith. "Heh, apakah kau tidak menyimak kata-kataku, mana ada bajak laut yang melepaskan jarahannya dengan cuma-cuma. Aku memang akan melepaskan kalian, namun aku memiliki 1 syarat dan jika kalian berhasil memenuhinya, aku akan melepaskan kalian dan kalian tidak perlu lagi berhadapan denganku selama sisa hidup kalian." Jawab Kapten Hugo.
"Ya, aku bersumpah akan melakukan hal tersebut selama kalian menuruti dan memenuhi persyaratanku." Jawab Kapten Hugo.
"Jadi, beritahu apa syaratnya. Akan kami penuhi selama kami bisa melakukannya." Kata Kapten Albert sambil menyeka darahnya.
"Oh, tenang saja. Syaratku ini pasti bisa dipenuhi kalian dengan mudah." Jawab Kapten Hugo.
"Baiklah, beritahu kami apa syaratnya !." Kata Kapten Albert.
"Menarik. Kau satu-satunya orang dari semua orang dari kapal jarahanku yang berani mengatur-aturku. Siapa namamu, sobat ?." Tanya Kapten Hugo.
"Albert Rins." Jawab Kapten Albert. "Hmm, akan kuingat namamu itu. Baiklah, kembali ke topik. Syaratnya adalah berikan semua uang yang kalian punya sekarang juga !." Perintah Kapten Hugo.
__ADS_1
"Tapi benarkan kau akan melepaskan kami, jika kami memenuhi syaratmu ini ?." Tanya Kapten Albert. "Haduh, tenang saja. Aku bukanlah orang yang tidak dapat memegang perkataannya." Jawab Kapten Hugo.
"Baiklah semuanya, apa boleh buat, berikan semua uang kalian kepada Kapten Hugo !!!." Perintah kapten Albert kepada seluruh penumpang dan awak W.W. Ship.
Seluruh kru dan penumpang W.W. Ship pun memberikan semua uang mereka punya kepada Kapten Hugo. "Ricky, hitung jumlah uang yang mereka berikan !." Perintah Kapten Hugo.
"Total uang yang mereka berikan kepada kita ada 200.000 Pound." Jawab Ricky setelah menghitung jumlah seluruh uang penumpang dan awak W.W. Ship yang diberikan kepada Kapten Hugo.
"Sial, hanya 200.000, yang kuharapkan adalah 400.000. Dasar, ternyata kapal ini tidak sekaya ekspektasiku, jangan-jangan kalian menyembunyikan sebagian uang kalian dari kami, ya ?." Tanya Kapten Hugo.
"Jika kau tidak percaya dengan kami. Silakan periksa seluruh ruangan kapal ini." Jawab Zack. "Berani juga kau, anak muda. Semuanya periksa seluruh ruangan dari kapal ini !!!." Perintah Kapten Hugo.
Setelah memeriksa seluruh ruangan yang ada di W.W. Ship. "Mereka benar-benar tidak menyembunyikan apa-apa lagi, Kapten." Kata Ricky.
"Baiklah, sekarang sesuai perjanjian. Kalian akan memperbolehkan Kami dapat berlayar kembali hingga tiba di tempat tujuan bukan ?" Tanya Kapten Albert.
Setelah mendengar perkataan dari Kapten Albert, Kapten Hugo pun kembali tersenyum lebar.
"Sekali lagi membuat kesalahan yang sama. Apa-apaan pertanyaan itu. Baiklah jawabanku adalah tidak. Hahahah........Kau terlalu polos Albert, padahal kau sudah tahu kalau aku adalah bajak laut dan kau hanya menuruti apa perkataanku. Hahahah..... Dasar bodoh. Tapi sebenarnya aku harus berterima kasih padamu, karena berkat kepolosanmu itu aku dapat mendapatkan apa yang kuinginkan dengan sangat mudah." Jawab kapten Hugo.
"Sial. Padahal aku sudah mempercayaimu." Kata kapten Albert kepada dirinya sendiri. "Ya, itu salahmu karena terlalu polos Hahaha........" Jawab Kapten Hugo.
"Kalau begitu kembalikan uang kami, ban*sat !!!." Teriak Kapten Albert. "Apa kau bilang ?, sepertinya aku salah dengar." Tanya kapten Hugo sambil mendekatkan telinganya kepada mulut kapten Albert.
"Aku bilang kembalikan uang kami, ban*sat !!!." Teriak Kapten Albert tepat di telinga Kapten Hugo.
"Sial ternyata bajingan ini masih dapat mengeluarkan kata-kata bijak di saat begini." Kata Kapten Hugo.
Kepala Kapten Albert pun ditarik oleh Kapten Hugo, lalu dibanting ke lantai kayu W.W. Ship sebanyak 3 kali. Darah pun dengan cepat langsung mengalir keluar memenuhi pelipis Kapten Albert.
"Apa-apaan kau !?!. Pers*tan dengan kau, dasar ban*sat !!!." Teriak Frediksen. "Oh....menarik. Kau sangat berani, bahkan terlalu berani hingga membuat nyawamu terancam." Kata Kapten Hugo sambil berjalan mendekati Frediksen.
__ADS_1
Tiba-tiba Kapten Hugo langsung memukul perut Frediksen berkali-kali, sehingga membuat Frediksen jatuh tergeletak di lantai W.W. Ship dan setelah jatuh tergeletak di lantai W.W. Ship, perut Frediksen diinjak-injak.
Seluruh penumpang dan awak W.W. Ship yang lain hanya dapat melihat kekejaman Kapten Hugo terhadap Kapten Albert dan Frediksen karena diri mereka masing-masing juga tidak berdaya, sebab mereka telah ditodongkan senapan oleh Ricky dan seluruh pasukannya sehingga mereka tidak dapat berbuat apa-apa, atau nyawa merekalah yang menjadi taruhannya.