
"Mungkin kau benar, tapi mungkin juga tidak." Kata Jason. "Hah ?!?.' Bingung Zack. "Foerix dikenal akan kesetiaannya terhadap pekerjanya." Kata Jason.
"Kau yakin ?. Soalnya ini sudah menyangkut kehidupan mereka." Kata Wilson. "Ya begitulah makanya kubilang jawabanmu itu bisa benar dan bisa tidak." Jawab Jason.
"Begitu ya. Semoga saja begitu." Kata Zuma. "Ya, tapi kita tetap harus waspada saat ini, hanya karena kita telah mengetahui karakter mereka. Bukan berarti kita bisa percaya sepenuhnya data tersebut." Kata Zack.
...~Tidak lama kemudian~...
"Baiklah teman-teman, saatnya untuk melanjutkan perjalanan kita." Kata Zack.
"Teman-teman, kemari dan lihatlah hal gila apa yang kulihat !." Bisik Rowan yang matanya sedang tertuju ke arah objek kecil yang sedang bergerak di tepian sungai ke arah mereka.
"Wah matamu tajam juga, Rowan. Ada yang punya teropong ?." Tanya Zack. "Aku." Jawab Wilson sambil mengeluarkan teropong monocular miliknya dari saku bajunya lalu memberikannya kepada Zack.
"Oh sial, teropong ini berembun." Kata Zack sambil mengamati objek misterius yang sedang bergerak ke arah mereka.
"Ehehehe....... Maaf maaf." Kata Wilson. "Ya, tidak apa-apalah." Jawab Zack. "Jadi, apa yang kau lihat Zack ?." Tanya Zuma.
"Hehehehe....... Sepertinya ini akan merepotkan—." Jawab Zack. "Mengapa !?." Sambung Rowan.
"Aku melihat sosok seorang pria yang berlumuran darah yang jalannya terpincang-pincang." Jawab Zack.
"Apa !?!." Kaget Wilson dan kawan-kawan. "Teman-teman, siagakan diri kalian !. Kita akan menyergap pria itu." Kata Zack.
"Tapi tunggu dulu, Kak. Bisa jadi sosok pria yang kau lihat itu Kapten Albert." Kata Wilson.
"Iya juga sih, soalnya lensa teropong ini berembun jadi pria itu tidak kelihatan jelas wajahnya." Jawab Zack.
"Ehh..... Jadi apa yang akan kita lakukan Zack ?." Tanya Zuma. "Kita periksa siapa pria itu dengan mata kepala sendiri dan pertama-tama, ikuti aku !." Jawab Zack sambil berlari masuk ke dalam pepohonan di dekat tepian sungai tempat mereka beristirahat.
"Siapkan senjata kalian, teman-teman !." Bisik Zack sambil berjalan perlahan di balik semak-semak untuk mendekati sosok pria misterius yang dilihat mereka tadi.
"Ah menyusahkan saja." Kata Zuma sambil melepaskan beberapa tembakan ke arah pria tersebut, namun pria itu berhasil menghindar dari tembakan-tembakan yang dilancarkan oleh Zuma. Pria itu kemudian langsung bersembunyi di balik batu besar di aliran sungai.
__ADS_1
"Mengapa kau langsung menembaknya, Zuma ?!. Dasar t*lol." Kata Rowan.
"Tentu saja, karena lebih baik dia dilumpuhkan terlebih dahulu baru diperiksa siapa identitasnya agar tidak repot dan ngomong-ngomong, jaga mulutmu. Berani-beraninya anak 18 tahun sepertimu mengataiku t*lol." Jawab Zuma sambil mendorong badan Rowan.
"Memangnya kenapa, t o l o l ?!." Kata Rowan sambil membalas dorongan Zuma.
"Hahahaha....... Sialan dengan bocah ini." Kata Zuma sambil meninju wajah Rowan dengan kekuatan penuh sehingga membuat Rowan terlempar ke belakang.
"Ah..... Sial, hei bed*bah Zuma, umur kita hanya berbeda 2 tahun, jadi jangan berlagak sok kau ban*sat !!!." Kata Rowan sambil berlari menendang perut Zuma.
"Uhuk uhuk....... Kurang aj—." Kata Zuma yang hendak membalas serangan Rowan. "Hentikan !!!." Kata Zack sambil menarik pelatuk senapannya ke arah langit.
Rowan dan Zuma pun langsung menghentikan perkelahian mereka dan suasana menjadi hening sejenak.
"Aku tidak peduli dengan masalah pribadi kalian, tapi jangan sampai masalah kalian merusak keberhasilan misi kita." Kata Zack.
"Kak, sepertinya pria itu akan segera menggunakan kesempatan ini untuk melarikan diri." Bisik Wilson.
"Kalau begitu kau urus pria itu, Wilson !. Kami akan segera menyusul." Kata Zack. "Baiklah, Kak." Jawab Wilson sambil berlari menuju balik batu besar yang digunakan pria yang dikejar mereka untuk bersembunyi dari tembakan-tembakan Zuma.
"Kalau kalian sudah mengerti, fokuslah kembali dengan misi kita." Kata Zack sembari berjalan menyusul Wilson.
"Jangan pikir masalah ini sudah selesai." Kata Zuma sambil mengambil senapannya lalu menyusul Zack. "Ya begitu juga denganku." Jawab Rowan.
"Tunjukan dirimu !." Perintah Wilson kepada pria yang sedang dikejar mereka itu.
"Tunggu dulu, aku kenal suara ini. Ehh..... Wilson, kau kah itu ?." Tanya pria yang sedang diburu mereka yang ternyata merupakan Kapten Albert sembari membalikkan badannya ke arah Wilson.
"Apa ?. Oh, wauw......... Semuanya turunkan senjata kalian !." Perintah Wilson. "Mengapa ?." Tanya Zack.
"Pria yang diburu kita ternyata adalah Kapten Albert." Jawab Wilson sambil menunjukkan Kapten Albert kepada mereka.
"Oh sial, sudah kubilang jangan tembak dulu bukan, Zuma." Kata Zack. "Ehehehe... ya ya, aku yang salah. Maafkan aku, Kapten." Kata Zuma.
__ADS_1
"Ya. Ngomong-ngomong, berikan aku air minum teman-teman !." Perintah Kapten Albert.
"Kapten, apakah kau masih dapat melanjutkan perjalanan dengan luka-luka di sekujur badan seperti ini ?." Tanya Zack sambil memberikan botol air minumnya ke Kapten Albert.
"Ya, tentu saja." Jawab Kapten Albert. "Tapi dengan keadaanmu saat ini kusarankan agar kau kembali ke W.W Ship dan serahkan kepada kami masalah pembelian informasi ini." Kata Rowan.
"Hahahaha........ Kalian kira kalian sedang berbicara dengan siapa ?. Luka kecil seperti ini tidak akan mempan bagiku dan tenang saja, aku tidak akan menghambat kalian kok jikalau pertempuran langsung terjadi." Jawab Kapten Albert sambil memegang botol minum Zack, lalu meminumnya.
"Ya bukan itu maksud kami, tapi–." Kata Zuma. "Biarkan saja Kapten ikut, teman-teman." Sambung Zack.
"Apa !?. Tapi......" Kata Wilson. "Sudah-sudah, tidak perlu terlalu memikirkanku. Ini adalah jalan yang kupilih. Omong-omong, apakah kalian sudah lama di sini ?." Tanya Kapten Albert
"Belum terlalu lama sih, sekitar 18 menitan." Jawab Zack sambil melihat jarum jam yang terus bergerak pada arlojinya.
"Baiklah, berarti waktu istirahat sudah selesai bukan ?. Kalau begitu ayo kita lanjutkan perjalanan kita menuju gedung itu." Kata Kapten Albert.
"Apakah tidak apa-apa ?. Dengan kondisi tubuhmu yang seperti ini, kusarankan agar kau beristirahat dulu, baru kita lanjutkan perjalanan ini bersama-sama, Kapten." Kata Zuma.
"Itu akan memakan waktu yang terlalu banyak. Kita akan membuat Breith dan yang lainnya khawatir kalau begitu." Jawab Kapten Albert.
"Baiklah jika kau memaksa, Kapten." Kata Zack. "Oh iya, bagaimana dengan pedagang sialan itu ?." Tanya Kapten Albert.
"Tenang saja, dia tidak akan lari ke mana-mana, Kapten." Kata Rowan sambil membawa Jason ke hadapan Kapten Albert.
"Apakah dia ada melawan atau mencoba kabur selama aku tidak bersama dengan kalian ?." Tanya Kapten Albert.
"Tidak, Kapten." Jawan Wilson. "Hahaha..... Baguslah, sepertinya kau sudah mengerti situasinya, bed*bah." Kata Kapten Albert sambil memukul punggung Jason.
Setelah berbincang-bincang sejenak, Kapten Albert bersama dengan keempat pasukan lainnya serta Jason melanjutkan perjalanan mereka menuju Gedung Pusat Informasi Liberly Island.
...~Di tengah perjalanan~...
"Kapten, sebaiknya kau berhenti memanggil Jason dengan kata-kata kasar." Kata Zack. "Jason ?. Maksudmu dia ?." Tanya Kapten Albert sambil menunjuk Jason.
__ADS_1
"Ya." Jawab Zack. "Heh, enak saja. Dia tidak lebih dari penjilat rendahan, jadi mengapa aku harus memberinya kehormatan seperti itu ?." Kata Kapten Albert.
"He He He...... Kalau begitu terserah padamu, Kapten." Jawab Zack dengan wajah datar.