
"Tapi......." Kata Bradley. "Ahh.....Tidak usah banyak cincong. Lagipula koin emas milik kami terlalu banyak dan hanya menambah bobot kapal kami saja." Jawab Kapten Albert.
"Hahahaha.........Hanya menambah bobot ya ?. Kalau begitu datanglah lain kali. Kalian akan kusediakan kamar gratis." Kata Bradley.
Kapten Albert pun kembali berjalan pergi sambil melambaikan tangannya. "Sekarang tinggal pergi ke Bank menukar koin emas kita dengan uang, lalu pergi membeli senjata dan akhirnya kembali ke kapal." Kata Kapten Albert.
"Ada berapa koin emas yang kau bawa, Kapten ?." Tanya Zack. "Hmm.....3 keping koin emas 1 gram, 2 koin emas 5 gram, dan 4 koin emas 10 gram termasuk dengan yang kutitipkan padamu saat kita berpisah terakhir kalinya. Sebelumnya sih yang 10 gram ada 19 keping, dan yang 5 gram ada 3 keping." Jawab Kapten Albert sambil mengambil seluruh koin emas yang disimpannya di saku celananya.
"Tunggu dulu, yang 10 gram kan ada 19, 5 kita berikan kepada Bradley. Lalu 10 nya lagi lari ke mana, Kapten ?." Tanya Zack.
"Oh, 10 nya itu kuberikan kepada tiga gadis saat berpisah dengan kalian." Jawab Kapten Albert. "Gadis yang kau lawan itu kah, Kapten ?." Tanya Wilson.
"Ya." Jawab Kapten Albert. "Bukannya mereka hanya berdua ?." Tanya Rowan. "Tidak, saat aku sudah mengalahkan kedua gadis tersebut muncul salah satu gadis teman mereka yang nampaknya habis ditikam dengan sebuah pisau di perutnya. Ya, karena kasihan aku kasih 10 koin emas itu Heheheh......." Jawab Kapten Albert.
"Apa-apaan itu ?. Kapten, apakah kau ini adalah pria mesum ?." Tanya Zuma. "Enak saja, tentu saja tidak woii....." Jawab Kapten Albert.
"Ya, tidak apa-apa lah. Berarti kita bisa mendapatkan setidaknya 19.200 Pound." Kata Wilson.
"Tidak, kita akan mendapatkan lebih sedikit dari itu. Sebab, kita masih harus membayar Banknya. Dan pajak banknya bisa mencapai 1%." Kata Zack. "Ya, itu betul, tapi setidaknya kita bisa membeli beberapa senjata canggih, mwehehe....." Kata Kapten Albert.
Sambil berbincang-bincang, tanpa mereka sadari. Mereka sudah tiba di depan Bank Liberly Island.
"Ada yang bisa kubantu ?." Tanya seorang pegawai bank tersebut. "Ya, kami ingin menukar koin emas ini dengan uang pecahan Poundsterling Inggris." Jawab Kapten Albert sambil menunjukkan seluruh koin emas yang dibawa mereka.
"Koin Arthur Smith, ya ?. Sudah lama tidak kulihat. Ini uang kalian." Kata pegawai tersebut sambil memberikan sebuah tas kecil yang isinya uang kembalian dari koin emas yang dibawa Kapten Albert.
Setelah menghitung-hitung uang kembalian itu. "Berapa kembaliannya, Kapten ?." Tanya Wilson. "18.240 Pound." Jawab Kapten Albert.
"Berarti kita harus membayar 5% kepada Banknya di tiap jenis transaksi bukan ?." Kata Zack kepada pegawai bank itu.
__ADS_1
"Ya, kecuali kalian sudah menjadi orang penting, kalian hanya harus membayar pajak bank sebesar 3%." Jawab pegawai tersebut.
"Kalau begitu bagaimana dengan CM ataupun orang-orang terdekatnya. Apakah mereka tidak dikenakan pajak saat bertransaksi dengan bank ini ?." Tanya Kapten Albert.
"Tentu saja, mereka juga bakal dikenakan pajak, namun hanya 3% sebab seperti yang sudah kukatakan sebelumnya. Orang penting di sini pajaknya hanya 3%. Hal ini berlaku bagi semua anggota Foerix, CM, Keluarga Bergenovich, dan semua yang non budak di pulau ini." Jawab pegawai tersebut.
"Terima kasih informasinya." Kata Kapten Albert sambil berjalan keluar bank tersebut. "Sungguh pajak yang tinggi." Kata Zack.
"Ya, tapi sekarang masa bodoh dengan itu. Jika kita ingin hidup seperti mereka, maka kita harus mengikuti apa hukum yang berlaku." Kata Kapten Albert.
"Yang lebih penting lagi, ke mana kita akan pergi untuk membeli beberapa senjata untuk W.W. Ship, Kapten ?." Tanya Rowan.
"Aku juga tidak tahu, tapi butuh waktu lama untuk mengecek satu per satu toko mana yang bagus dan murah." Jawab Kapten Albert.
"Hmm.......Jam berapa sekarang ?." Tanya Zuma. "Jam 3 siang." Jawab Wilson sambil melihat arlojinya.
"Aku kurang tahu soal senjata, namun jika kalian ingin membeli senjata-senjata bagus, pergilah ke wilayah sekitar pasar Liberly Island yang letaknya berada tepat di pusat dari kawasan perbelanjaan ini. Di sana terdapat sangat banyak toko senjata yang terkenal di pulau ini." Jawab Jason.
"Baiklah, maka ke sanalah kita akan pergi." Kata Kapten Albert. Mereka pun dengan cepat berjalan menuju wilayah yang disebutkan oleh Jason.
...~Setibanya mereka di area itu~...
"Mengapa semuanya menjual meriam yang mereknya sama ?." Tanya Kapten Albert. "Oh tentu saja, karena semua ini adalah buatan dari Arthur Smith." Jawab Jason.
"Tunggu dulu, ini semua buatannya ?." Tanya Kapten Albert. "Ehhhhhh.........Ya, ia yang merancang meriam ini, namun tentu saja yang membuatnya adalah bawahannya." Jawab Jason.
"Kalau begitu apa arti dari mereknya ini ?." Tanya Rowan sambil menunjuk sebuah meriam yang sedang terpajang di sebuah toko yang mereka lewati.
"Oh, D.Mor ini memiliki arti Deadly Moron. Ket : Tolol yang mematikan (bahasa inggris)." Jawab Jason.
__ADS_1
"Apakah kau serius ?." Tanya Wilson. "Apakah aku terlihat seperti sedang bercanda ?." Jawab Jason.
"Tapi apakah ada alasan khusus mengapa dinamakan segila itu ?." Tanya Zack. "Yang kutahu, dulu Arthur pada masa kecilnya sering sakit-sakitan sehingga ia jarang masuk sekolah dan pada saat ia masuk sekolah ia sering ditindas oleh murid lain karena ia tidak dapat mengikuti pembelajaran yang ada di sekolah. Makin lama mereka menindasnya makin parah hingga suatu saat ia memutuskan untuk keluar dari sekolah dan belajar dari rumah. Hanya itu yang kutahu." Jawab Jason.
"Sungguh orang yang malang." Kata Zuma. "Ya, dan setelah perang besar dengan pihak Inggris dan kawan-kawannya, Bajak Laut Pasifik sudah tidak pernah lagi membeli senjata luar. Arthur Smith memutuskan untuk memproduksi senjata sendiri, dan saat itulah ia berhasil merancang meriam buatannya sendiri yaitu D.Mor. Sejak saat itu, D.Mor telah menjadi perusahaan meriam tersukses di Pasifik bahkan beberapa negara luar sempat memesannya." Kata Jason.
"Omong-omong, soal D.Mor mengapa semuanya sangatlah mahal ?. Rata-rata 5.000 Pound per unitnya dan belum termasuk dengan amunisinya." Kata Kapten Albert.
"Oh, biasanya harganya hanya mencapai 3.000 Pound dan itu sudah termasuk dengan sebuah kotak amunisi yang isinya terdapat 20 peluru meriam. Namun karena beberapa hari yang lalu sebuah gudang persenjataan raksasa pulau ini terbakar dan meledak sehingga membuat harga persenjataan naik. Harganya diperkirakan bakal stabil kembali 10 hari lagi." Jawab Jason.
"Apakah kau masih memiliki rekomendasi tempat yang jauh lebih murah ?." Tanya Kapten Albert.
"Ada sih, ada sebuah tempat di pinggir pusat perbelanjaan ini yang menjual D.Mor dengan harga 1.000 Pound sudah termasuk 2 kotak amunisi yang isinya tiap kotak memiliki sekitar 20 peluru......" Jawab Jason.
"Apa ?!?. Antar kami ke sana !." Perintah Kapten Albert. "Namun aku tidak menyarankannya, karena tempat tersebut memiliki skandal bahwa pemiliknya menjual kembali senjata-senjata bekas perang yang sudah tidak layak." Kata Jason.
"Tidak apa-apa, antar kami ke sana sekarang juga !." Perintah Kapten Albert. Jason pun mengantar mereka menuju sebuah kawasan pinggiran Pusat Perbelanjaan Liberly Island yang tampaknya sangat sepi, berbeda jauh dengan kawasan sebelumnya yang sangat ramai, tempat itu juga dipenuhi dengan toko-toko yang nampaknya tidak lama lagi akan bangkrut.
"Sungguh daerah yang suram." Kata Zuma. "Sudah kubilang." Kata Jason. "Aku jadi berpikir kalau sebaiknya kita membeli saja apa yang ada di daerah sebelumnya, Kapten." Kata Zack.
"Hmm......Kita lihat saja dulu toko yang disebutkan si Jason ini. Hei apakah tokonya masih jauh lagi ?." Tanya Kapten Albert kepada Jason.
"Tidak, tokonya sudah tepat di depan kita." Kata Jason sambil berdiri di depan gedung kayu tua.
"Wauw......Gedung ini bahkan lebih parah dari penginapan milik Bradley." Kata Zuma. "Apakah ada orang di sini ?." Tanya Kapten Albert sambil berjalan masuk ke dalam gedung tersebut.
"Ya, apa yang kalian mau ?." Tanya seorang pria kurus yang keluar dari salah satu ruangan di toko tersebut.
"Apakah kau pemilik toko ini ?." Tanya Zack. "Ya, jadi apa mau kalian, ban*sat ?!?." Jawab pria tersebut.
__ADS_1