
"Memangnya kenapa, Kapten ?." Tanya Wilson. "Pisaunya telah dilumuri air dengan kandungan asam sulfat yang tinggi." Jawab Kapten Albert.
"Heheheh...." Tawa kedua gadis tersebut. "Sial, akan memakan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan masalah ini. Zack, Rowan, Wilson, Zuma pergilah menuju Gedung Pusat Informasi Liberly Island terlebih dahulu bersama pedagang itu. Aku akan menyusul nanti !." Perintah Kapten Albert.
"Hah ?. Apa maksudmu, Kapten ?. Kami butuh kau untuk memimpin dan menuntun kami, Kapten...." Kata Zack.
Tiba-tiba salah satu dari kedua gadis tersebut mengayunkan pisau mereka ke arah perut Kapten Albert. Namun dengan refleks yang cepat Kapten Albert sekali lagi berhasil menghindari serangan tersebut.
"Zack, tenang saja. Aku yakin kau pasti dapat menggantikanku, untuk memimpin mereka. Belilah informasi tersebut menggunakan ini." Jawab Kapten Albert sambil melemparkan 2 keping koin emas buatan Arthur Smith yang berbobot 10 gram tiap kepingnya ke arah Zack.
"Tapi....." Kata Zack. "Hei, kau tidak ingin mengecewakan Breith, Frank, Richard, Frediksen, Igor, dan Michaela yang telah berjuang mempertahankan kapal saat ini dengan kembali terlambat bukan ?." Sambung Kapten Albert.
"Tentu saja, Kapten. Tapi...." Jawab Zack. "Sudah lakukan saja. Lagipula akan terlalu banyak waktu yang terbuang jika kalian menungguku menyelesaikan masalah ini. Satu lagi, ini bukan permintaan melainkan perintah." Sambung Kapten Albert.
"Baiklah, Kapten." Jawab Zack. Zack dan seluruh pasukan W.W. Ship yang ikut bersama Kapten Albert menuju Gedung Pusat Informasi Liberly Island beserta pedagang roti yang ditangkap Kapten Albert pun pergi meninggalkan Kapten Albert untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju Gedung Pusat Informasi Liberly Island.
"Baiklah, sudah cukup bertahannya. Bersiaplah, sekarang aku yang akan menyerang." Kata Kapten Albert.
"Hahahah.... Menarik, kalau begitu tunjukkan kemampuanmu sekarang juga." Kata salah satu dari kedua gadis yang sedang dilawan Kapten Albert sambil mengayunkan pisaunya.
"Kak, apakah tidak apa-apa jika kita tidak membantu Kapten Albert untuk mengurus kedua gadis tersebut ?." Tanya Wilson.
"Hei, Kapten Albert telah mempercayakan kita untuk membeli informasi dari Foerix, jadi tidak ada gunanya untuk ragu-ragu." Jawab Zack.
"Iya sih, tapi bukannya....." Kata Wilson. "Aku tahu itu, jadi kau mau kita kembali ke sana ?." Sambung Zack.
"Tentu saja tidak, namun apakah kau tidak mencemaskan Kapten Albert ?." Tanya Wilson.
"Pastilah, kedua gadis itu menggunakan senjata yang sangat berbahaya dan mereka juga memiliki kemampuan yang hebat. Tapi buat apa kita cemas, sekarang ini kita harus fokus dengan tugas utama kita yaitu membeli informasi dari Foerix. Lagipula walaupun kedua gadis tersebut sangat berbahaya, aku percaya kalau Kapten Albert dapat mengatasi mereka berdua." Jawab Zack.
"Baiklah, Kak." Kata Wilson. "Hei, berapa jauh lagi kira-kira Gedung Pusat Informasi Liberly Island itu ?." Tanya Zack.
__ADS_1
"Kalau tidak salah kita telah berjalan 3 kilometer dari penginapan, berarti jaraknya tersisa 12 kilometer lagi." Jawab pedagang tersebut.
"Kalau begitu kilometer ke-10 akan menjadi tempat peristirahatan sejenak kita." Kata Zack.
"Oh iya. Ngomong-ngomong siapa namamu ?." Tanya Zack kepada pedagang tersebut. "Jason Turner." Jawab pedagang tersebut.
Mereka berlima pun melanjutkan perjalanan mereka menuju Gedung Pusat Informasi Liberly Island.
"Kapten...Kapten...." Kata Danielo sambil membangunkan Kapten Hugo yang tertidur di dalam kamarnya.
"Ada apa, Danielo ?." Tanya Kapten Hugo. "Lah kok malah tanya balik. Hari ini bukannya kita harus berbincang dengan Black Dolphin mengenai masalah W.W. Ship ?." Jawab Danielo.
"Sial, ternyata hanya masalah sepele. Kau menganggu tidurku saja...." Kata Kapten Hugo.
"Apa, sepele katamu !?!. Bukannya kau sangat ingin mendapatkan kepala Albert dan bawahannya ?." Sambung Danielo.
"Aku memang sangat menginginkannya, tapi masalah Black Dolphin besok saja." Jawab Kapten Hugo.
"Tapi ini sudah mau akhir bulan dan kita belum mengirim 1 budak pun ke CM, Kapten." Kata Danielo.
"Tenang saja, begitu Black Dolphin menerima tawaran kita, aku yakin 100% masalah kita dengan kapal pesiar bren*sek itu kelar dan kita dapat mengirim budak ke CM." Jawab Kapten Hugo.
"Kalau begitu, apa rencana yang kau susun untuk menghadapi W.W. Ship ?." Tanya Danielo. "Akan kuberitahu intinya saja. Rencanaku sederhana, dan hanya bergantung pada Black Dolphin." Jawab Kapten Hugo.
"Hanya satu itu ?!?." Tanya Danielo. "Ya, lagipula itu sudah lebih dari cukup untuk menghabisi mereka. Sekarang keluar dan biarkan aku beristirahat !." Jawab Kapten Hugo.
Danielo pun beranjak keluar dari kamar tersebut, lalu berjalan menuju ruang kumpul Golden Shark. Di ruangan tersebut, telah berkumpul seluruh pasukan Golden Shark untuk mendengar keadaan Kapten Hugo oleh Danielo.
"Bagaimana keadaan Kapten ?." Tanya Amelia. "Dia baik-baik saja, tapi ada yang aku khawatirkan saat ini." Jawab Danielo.
"Ada apa ?." Tanya Grace. "Seperti pertempuran-pertempuran kita sebelumnya melawan W.W. Ship, Kapten Hugo terlalu meremehkan W.W. Ship dan tidak menyiapkan rencana cadangan." Jawab Kapten Hugo.
__ADS_1
"Oh iya, bagaimana dengan masalah budak, Ayah ?." Tanya Ricky. "Kapten bilang kalau masalah itu kita tidak perlu khawatir karena begitu rencananya berhasil, kita tidak perlu repot-repot mencari budak untuk dikirimkan ke CM." Jawab Danielo.
"Danielo, sebenarnya apa yang direncanakan Kapten ?." Tanya Wilberto. "Aku juga tidak tahu, namun kalau kulihat-lihat, sepertinya Kapten terlalu yakin kalau tawarannya akan diterima oleh Black Dolphin. Kapten sepertinya hanya berpikir sampai di situ dan yakin begitu Black Dolphin menerima tawaran kita, W.W. Ship sudah mustahil untuk melawan kita." Jawab Danielo.
"Apa !?!." Kaget seluruh pasukan Golden Shark setelah mendengar penjelasan Danielo. "Astaga, apakah kau sudah menyuruh Kapten untuk menyusun rencana ini lebih matang lagi ?." Tanya Blankie.
"Sudah, tapi kalian tahu sendiri sifat Kapten kan ?. Lagipula apa yang kukatakan tadi hanyalah perkiraanku saja, jadi kalian tidak perlu terlalu memikirkannya." Jawab Danielo.
"Tapi, biasanya perkiraanmu tepat, Danielo, apakah kita akan diam saja dan menyerahkan semuanya kepada Kapten untuk menyusun strategi ini ?." Tanya Melly.
"Ya, menurutku untuk sementara ini kita biarkan Kapten mengatasi masalah ini sendiri." Jawab Danielo
"Tapi...." Kata Shield 3. "Kecuali kalian ingin berhadapan dengan Kapten." Sambung Danielo.
10 menit telah berlalu sejak Kapten Albert bertarung melawan kedua gadis berbadan kecil itu.
Kapten Albert berhasil mengalahkan kedua gadis tersebut, sehingga membuat kedua gadis itu tergeletak kesakitan dengan luka-luka irisan dari serangan Kapten Albert.
Kapten Albert sendiri mendapatkan sangat banyak luka irisan, sehingga membuatnya merasakan rasa sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya.
Tiba-tiba muncullah sosok gadis yang beranjak keluar dari semak-semak yang berasa dekat dengan kedua gadis yang dilawan Kapten Albert.
"Mia, Natsuki...." Panggil gadis itu sambil berjalan terpincang-pincang mendekati kedua gadis yang dilawan Kapten Albert.
"Margaret, apa yang kau lakukan di sini ?. Kami sudah menyuruhmu kabur." Kata salah satu dari kedua gadis yang dilawan Kapten Albert.
Kedua gadis yang dilawan Kapten Albert dengan cepat langsung melupakan rasa sakit mereka dan membentuk formasi bertarung.
"Aku tidak tahu apa yang kalian inginkan ataupun pikirkan, tapi ambillah ini. Mungkin kalian akan membutuhkannya." Kata Kapten Albert sembari melemparkan 10 keping koin emas buatan Arthur Smith yang tiap kepingnya berbobot 10 gram ke arah gadis-gadis itu.
"Omong kosong apa ini, apa maksudmu dengan memberikan kami in...." Kata salah satu gadis yang telah dilawan Kapten Albert.
__ADS_1
"Eits, jangan salah paham dulu. Aku memberi kalian koin emas ini karena koin ini sudah terlalu berlimpah di kapalku. Lagian aku memberikan koin itu karena aku melihat teman kalian dan kalian sedang terluka, jadi mungkin kalian bakal membutuhkannya, dan aku juga tidak seperti orang-orang gila di pulau ini dan juga tidak ingin menjadi orang-orang biadab seperti kalian." Sambung Kapten Albert sambil berjalan menjauhi mereka.