War Of Pirates

War Of Pirates
Bab 27-Perjalanan Menuju Puncak Gunung Kledge (Bagian 4)


__ADS_3

"Tunggu dulu, sebelum kau lanjut. Apakah kau adalah budak mereka ?." Tanya Zack. Setelah Zack mengajukan pertanyaannya itu, seketika situasi menjadi hening sejenak.


"Hei, jawab ban*sat !!!." Teriak Kapten Albert sambil mengangkat kerah baju pedagang tersebut.


"Kapten....." Kata Rowan, dan Wilson yang hendak menenangkan Kapten Albert.


"Ya, aku adalah budak mereka, lagipula kebanyakan orang di pulau ini adalah budak." Sambung pedagang tersebut.


Setelah mendengar jawaban dari pedagang roti tersebut, Kapten Albert pun menurunkan tangannya yang sedang mengangkat kerah baju pedagang tersebut.


"Baiklah, lanjutkan penjelasanmu mengenai hubungan hal-hal yang telah kau katakan ini dengan tingkat kriminal yang meningkat belakangan ini di jalan setapak yang sedang kita lewati ini !." Perintah Kapten Albert.


"Pada tahun 1893, Christopher Maximus membuat aturan baru di mana seluruh budak Bajak Laut Pasifik dapat bertemu dengan keluarga atau rekan mereka yang ditahan oleh Christopher Maximus dengan syarat setiap budak harus membayar 20 Pound kepada Christopher Maximus melalui majikan mereka masing-masing jika ingin bertemu dengan keluarga atau rekan-rekan mereka yang ditahan Christopher Maximus, dengan memberikan uang tersebut kepada majikan mereka masing-masing, setelah itu majikan-majikan mereka akan mengirim surat yang berisi 20 Pound itu kepada Christopher Maximus..." Jawab pedagang tersebut.


"Tunggu dulu, sebelum kau lanjut. Apakah sistem itu dapat dipercaya ?." Sambung Kapten Albert.


"Setahuku iya." Jawab pedagang tersebut. "Hmm... Tapi bagaimana caranya para budak mendapatkan uang ?." Tanya Zack.


"Mereka biasanya diberi gaji oleh majikan mereka tiap bulan sebesar 10 Pound." Jawab pedagang tersebut.


"Sungguh gaji yang sangat sedikit, apakah mereka dapat membeli makanan hingga sebulan dengan gaji sesedikit itu ?." Tanya Zuma.


"Tidak, uang itu lebih tepat dikatakan sebagai uang jajan daripada gaji, karena untuk masalah pangan mereka, telah disiapkan oleh Tuan mereka masing-masing." Jawab pedagang tersebut.


"Wow, ternyata budak di sini diperlakukan lumayan baik juga, ya." Kata Zuma. "Ya, ini benar-benar sangat mengejutkan." Kata Rowan.


"Namun jangan salah paham dulu, yang kukatakan tadi hanya berlaku bagi budak dari majikan kaya raya. Umumnya para budak di sini hanya mendapatkan memakan makanan sisa dari majikannya, dan biasanya mereka harus berlutut menyembah majikan mereka untuk mendapatkan gaji agar dapat menemui keluarga mereka. Bahkan bagi budak perempuan banyak yang dijadikan budak **** oleh majikan mereka demi mendapatkan uang untuk menemui keluarga atau rekan-rekan mereka." Kata pedagang tersebut.

__ADS_1


"Astaga. Tapi ngomong-ngomong memangnya dengan 20 Pound mereka dapat bertemu dengan keluarga atau rekan-rekan mereka hingga berapa lama ?." Tanya Wilson.


"Hanya 24 jam." Jawab pedagang tersebut. "Wow, sungguh waktu yang terlalu singkat untuk perjuangan mati-matian yang telah mereka lalui." Kata Zuma.


"Ya, begitulah." Jawab pedagang tersebut. "Tapi, bagaimana dengan para pedagang di pulau ini ?. Apakah mereka budak juga ?." Tanya Zack.


"Heheheheh.... Sekarang ini seluruh penghuni Kawasan Wonder adalah budak, hanya ada 6 orang yang merupakan majikan di kawasan ini..." Jawab pedagang tersebut.


"Apa !?!. Jangan bercanda, apakah berarti Golden Shark dan seluruh bajak laut di kawasan ini adalah budak ?." Sambung Kapten Albert.


"Iya. Saat ini seluruh penghuni Kawasan Wonder adalah budak milik Christoper Maximus dan dialah salah satu dari 7 orang yang tidak masuk dalam kelompok budak di kawasan ini bersama dengan teman-temannya...." Jawab pedagang tersebut.


"Tapi apakah Christopher Maximus memperbolehkan budaknya berbuat sesukanya seperti menjadi majikan kayak Golden Shark ?." Sambung Rowan.


"Akan kujelaskan. Jadi sebenarnya dahulu setelah Perang Pasifik 3 usai, banyak majikan dari Kawasan Wonder meninggalkan kawasan ini dan tinggal di kawasan-kawasan yang berada di perbatasan dengan Inggris dan sekutunya atas perintah Christopher Maximus dengan tujuan memperkuat pertahanan perbatasan tersebut dari berbagai macam ancaman dari luar....." Jawab pedagang tersebut.


Tiba-tiba Kapten Albert dengan cepat menembak ke arah semak-semak yang berada di samping kiri dan kanan mereka.


Tiba-tiba 2 gadis bertopeng yang badan dan kepalanya diselimuti oleh sebuah kain melompat dari kedua arah tembakan Kapten Albert sebelumnya, lalu berusaha melumpuhkan Kapten Albert dengan pisau mereka.


Perkelahian pun terjadi, Kapten Albert pun dengan cepat mengeluarkan pisau kecilnya lalu dengan cepat berhasil menjatuhkan kedua gadis tersebut.


"Wow, aku baru tahu ternyata kau sangatlah hebat berkelahi, Kapten." Kata Zuma. "Ya, karena aku juga dulu pernah bertugas di Satuan Keamanan Laut Pemerintah Inggris selama 2 tahun sebelum aku menjadi kapten sewaan untuk kapal pesiar Inggris." Jawab Kapten Albert.


"Wah, sebenarnya sekarang ini usiamu berapa tahun, Kapten ?." Tanya Zack. "23 tahun, aku memulai karirku di Satuan Keamanan Laut Pemerintah Inggris pada usiaku yang ke-18 tahun." Jawab Kapten Albert.


"Wow !!!." Kaget Zack, Rowan, Wilson, Zuma, dan pedagang yang ditahan Kapten Albert. "Hahahaha.... Tapi ngomong-ngomong kalian ini siapa, dan mengapa kalian menyerang kami ?." Tanya Kapten Albert kepada kedua gadis tersebut.

__ADS_1


"Tidak akan kami beritahu, dasar budak CM !!!." Jawab salah satu dari kedua gadis itu.


"Hei, apa maksudnya dengan mengataiku budak CM ?. Lagipula apa itu CM, sentimeter kah ?." Tanya Kapten Albert kepada pedagang roti yang ditahannya.


"CM adalah singkatan dari Christopher Maximus." Jawab pedagang tersebut. "Owh, hei apa maksudmu dengan mengataiku budak ?." Tanya Kapten Albert kepada salah satu dari kedua gadis yang menyebutnya budak CM.


"Heheheh..... Pura-pura polos, ya. Menjijikan sekali kau ini, apakah kau pikir aku sebodoh itu untuk diperdayamu ?." Jawab gadis tersebut.


"Sungguh jawaban yang tidak jelas." Kata Kapten Albert. "Hei, tunggu dulu. Apakah kalian adalah pelayan pribadi dari kediaman CM....?" Tanya pedagang roti yang ditahan Kapten Albert.


Dengan sekejap mata kedua gadis tersebut langsung mengarahkan pisau mereka ke leher pedagang tersebut.


"Ternyata kalian ini benar-benar anak buah pribadi CM, ya ?. Dari mana kau tahu info tersebut ?." Tanya salah satu dari kedua gadis tersebut kepada pedagang roti yang ikut bersama Kapten Albert dan keempat pasukannya menuju Gedung Pusat Informasi Liberly Island.


"Tenanglah, saat ini kalian telah menjadi salah satu topik dari perbincangan hangat di Pusat Perdagangan Liberly Island, aku hanya tahu info itu dari salah seorang temanku." Kata pedagang tersebut.


"Bisakah kalian menurunkan pisau kalian dari leher teman kami dan selesaikan masalah ini dengan kepala dingin ?." Tanya Kapten Albert sambil menodongkan pistolnya ke arah salah satu dari kedua gadis tersebut.


Kedua gadis tersebut pun mulai menurunkan pisau mereka dari leher pedagang tersebut. "Sempurna, sekarang...." Kata Kapten Albert yang hendak menurunkan pistolnya.


Tiba-tiba kedua gadis tersebut langsung menyerang Kapten Albert, salah satu dari kedua gadis tersebut berhasil mengiris wajah Kapten Albert. Namun dengan reaksi yang cepat Kapten Albert berhasil menghindar dari serangan yang lebih membahayakan.


"Sial wajahku terasa sangat panas, apa ini ?. Oh sial jangan-jangan....." Kata Kapten Albert.


Sekali lagi salah satu dari kedua gadis tersebut kembali menyerang Kapten Albert secara tiba-tiba dengan melemparkan pisaunya ke arah dada Kapten Albert. Untungnya serangan tersebut dapat dihindari oleh Kapten Albert.


''Ada apa, Kapten ?." Tanya Zack. "Sial, andai saja serangannya tadi berhasil mengenai dadaku, bisa-bisa nyawaku melayang. Semuanya menjauh dari kedua gadis ini dan usahakan jangan tersentuh pisaunya !!!." Perintah Kapten Albert.

__ADS_1


"Memangnya kenapa, Kapten ?." Tanya Wilson. "Pisaunya telah dilumuri air dengan kandungan asam sulfat yang tinggi." Jawab Kapten Albert.


"Heheheh...." Tawa kedua gadis tersebut.


__ADS_2