Wasiat Jodoh Dari Paman

Wasiat Jodoh Dari Paman
Ada yang kesal


__ADS_3

Leni langsung menoleh ke sumber suara, dan melihat Ardan tengah berdiri dan berjalan mendekatinya.


Dengan percaya diri, Leni melemparkan senyuman kepada Ardan tanpa rasa malu sedikitpun.


"Tuan, ada apa memanggil saya?"


Ardan yang mendapat pertanyaan dari Leni, pun mengarahkan pandangannya tepat pada Neta yang berjalan menuju dapur.


"Saya tidak mengerti, Tuan."


"Kamu yang harus menggantikan posisi Neta untuk mencuci piring dan lainnya, dia bukan pembantu di rumah ini. Cepat selesaikan pekerjaan di dapur, nanti Bi Marini akan membantu kamu menyelesaikan pekerjaan dapur." Jawab Ardan dengan tegas.


Leni yang mendengar jawaban dari majikannya, pun langsung terkejut. Bukannya melayani majikan, eee justru dirinya harus menggantikan posisinya Neta. Kesal, geram, jengkel, itu sudah pasti.


"Tapi, Tuan, dia siapa?"


Leni yang penasaran, langsung bertanya mengenai Neta yang ia sangka asisten baru di rumah.

__ADS_1


"Bukan siapa-siapa, sekarang juga cepetan kamu selesaikan pekerjaan yang ada di dapur." Jawab Ardan memberi perintah kepada Leni, kemudian dirinya segera menuju dapur untuk menyuruh Neta istirahat.


Leni yang tidak bisa melakukan penolakan apapun atas perintah dari majikannya, dengan terpaksa dirinya nurut dan bergegas pergi ke dapur.


"Neta, berhenti mengerjakan yang bukan menjadi tugasmu. Ini pekerjaan asisten rumah, sedangkan kamu di sini bukanlah asisten rumah, melainkan tamu untuk orang tuaku. Jadi, sekarang kamu boleh istirahat. Untuk tempat tidur, kamu bisa istirahat ke kamar tamu."


Ardan yang masih menyimpan rasa penasaran terhadap Neta karena takut ada seseorang yang sengaja ingin mencelakai keluarganya, tetap saja harus dipisah dengan asisten rumah, seperti yang diperintahkan oleh ibunya.


Meski Ardan sendiri mengetahui atas penjelasan dari Bi Marini, tetap saja perlu waspada, takutnya jebakan lewat dari asisten rumah yang sudah lama bekerja.


"Tapi, Pak."


"Ya Nak Neta, kamu di sini itu tamu. Jadi, lebih baik kamu turuti perintah dari Tuan Ardan. Tenang saja, majikan kami semua baik-baik, dan kamu tidak perlu khawatir." Ucap Bi Marini mencoba untuk meyakinkan.


"Baik, Pak." Jawab Neta yang akhirnya menyetujui, meski ada rasa was-was.


"Ya udah, sekarang kamu akan di antar oleh Bi Marini ke kamar tamu, dan kamu bisa langsung istirahat." Ucap Ardan, Neta mengangguk dan mengiyakan.

__ADS_1


Berbeda dengan Leni, justru dirinya semakin geram saat melihat Neta bak menjadi ratu dadakan di rumah majikannya. Lebih lagi mengetahui jika Neta berasal dari kampung, tentu saja semakin kesal dan iri.


'Sebenarnya dia itu siapa sih, sampai-sampai si Tuan Ardan begitu baik dengannya. Perasaan dia dari kampung, sama sepertiku. Tapi, kenapa dia diperlakukan berbeda denganku? benar-benar gak adil. Awas saja, aku bakal mengusir kamu dari rumah ini, lihat aja besok.' Batin Leni dengan perasaan dongkol.


Sedangkan Neta sendiri tengah berjalan menuju ruang kamar tamu seperti yang disuruh oleh Ardan.


"Ayo masuk, jangan takut, Tuan Ardan dan keluarganya tidak ada yang jahat. Mereka semua baik-baik, percaya sama Bibi." Ucap Bi Marini meyakinkan.


"Tapi, Bi, saya sangat takut. Soalnya saya ini dari kampung, dan kebetulan saja bertemu dengan mereka saat saya harus menolong Ibu pemilik rumah ini." Jawab Neta yang masih merasa enggan.


"Memangnya tujuan kamu datang ke kota ini untuk apa, Nak?" tanya Bi Marini yang ingin mengetahui yang sebenarnya.


"Saya sedang mencari alamat yang dipesankan oleh mendiang paman saya, Bi. Tapi untungnya, saya akan dibantu untuk mencari alamat yang sedang saya cari, Bi. Jadi, saya merasa lega akan dibantu untuk mencari alamat yang sulit untuk dicari." Jawab Neta apa adanya.


Bi Marini tersenyum pada Neta, dan meraih tangannya.


"Bibi doakan, semoga segera dipertemukannya alamat yang sedang kamu cari." Ucap Bi Marini, Neta pun tersenyum.

__ADS_1


"Terima kasih ya, Bi. Semoga saya masih ada kesempatan untuk bertemu dengan pemilik rumah yang saya cari." Jawa Neta.


Kemudian, Bi Marini meminta Neta untuk segera istirahat.


__ADS_2