Wasiat Jodoh Dari Paman

Wasiat Jodoh Dari Paman
Merasa kesal dan geram


__ADS_3

Waktu pun telah dilewati, juga pakaian untuk pernikahannya sudah dikirimkan ke alamat yang di tuju. Pernikahan yang kebanyakan selalu di umumkan lewat media bagi keluarga yang terhormat, tapi untuk pernikahan Ragen dengan Neta benar-benar sangat di rahasiakan. Bahkan, tidak ada yang mendapat undangan pernikahan untuk kerabat dekat maupun teman dan lainnya.


Ragen yang sudah menyetujui dan menerima perjodohan dari orang tuanya, kini tinggal menunggu beberapa menit saja, kalimat sakral akan diucapkannya di depan para saksi dan keluarga yang dapat dipercaya.


Tidak menunggu lama, akhirnya Neta dan Ragen telah resmi menjadi suami istri yang sah. Keduanya sudah saling terikat satu sama lain dalam ikatan pernikahan.


"Selamat ya, anakku. Mama sangat bahagia telah mempersatukan kalian berdua dalam ikatan pernikahan. Mama doakan, semoga kalian bahagia dalam hubungan pernikahan. Juga, bisa menerima kekurangan masing-masing. Percayalah, kebahagiaan ada pada kalian, tinggal bagaimana kalian dalam menjalaninya." Ucap ibunya memberi ucapan selamat kepada putranya dan menantunya.


Ragen hanya menjawabnya dengan singkat, tetap saja sudah membuat hati ibunya merasa lega. Setelah itu, giliran sang untuk memberi ucapan selamat, juga doa yang terbaik untuk hubungan pernikahan putranya dengan perempuan yang menjadi pilihan yang terbaik untuk putranya.


Kemudian, giliran Ragen yang memberi ucapan selamat kepada kakaknya. Juga, tidak lupa untuk memberi pesan kecil untuk kakaknya.

__ADS_1


Lagi-lagi Ragen hanya mengiyakan atas ucapan adiknya, mau bagaimanapun yang memberi ucapan doa adalah adiknya sendiri, tentu saja tetep bersikap manis di hadapan yang lainnya.


Setelah acara pernikahan rahasianya sudah selesai, Ragen bersama istrinya dan juga keluarganya segera pulang ke rumah.


Selama dalam perjalanan, Neta masih terus diam, sepatah kata pun tidak berucap. Begitu juga dengan Ragen, pandangannya tetap lurus ke depan.


Tetap saja, Ragen sesekali melirik ke arah istrinya yang dilihat tengah bersandar di jendela kaca mobil. Melihat istrinya yang ternyata tertidur, pun langsung meraihnya dan menyandarkan kepala istrinya ke pundaknya.


'Dasar! perempuan sialan, baru saja menikah, sudah menyusahkan ku. Bagaimana untuk selanjutnya, mungkin akan lebih menyusahkan lagi. Mana pantas perempuan kampungan dan norak seperti dia ini diajak pertemuan dengan rekan kerjaku, apa kata teman-temanku nanti, yang ada hanya akan membuatku malu.' Batin Ragen merasa dongkol karena mempunyai istri yang menurutnya sangatlah kampungan.


Ragen yang merasa risih, pun tidak dapat untuk melepaskan pelukan dari istrinya yang cukup erat. Sedangkan pak Yayan sebagai supir, pun tersenyum ketika melihat majikannya tidak bisa berkutik.

__ADS_1


'Tuan Ragen benar-benar sangat cocok menikah dengan Nona Neta. Meski kampungan, tapi sepertinya cukup mampu untuk mengendalikan Tuan Ragen yang dingin dan juga kaku.' Batin pak Yayan sambil fokus menyetir.


Ragen yang tidak bisa berbuat apa-apa, akhirnya memilih pasrah hingga sampai di depan rumah.


"Tuan, kita sudah sampai." Ucap pak Yayan yang baru saja memberhentikan mobil.


"Ya, Pak. Oh ya, bisa bantu saya tidak, Pak?"


"Bantu apa ya, Tuan?"


"Tolong angkat perempuan ini sampai di dalam kamar ya, Pak."

__ADS_1


"Maaf, Tuan, sekarang sudah menjadi istrinya Tuan. Jadi, saya tidak bisa ikut campur dalam urusan rumah tangganya Tuan Ragen." Jawab pak Yayan menolak, dan juga mengingatkan majikannya.


Ragen yang semakin dibuatnya terasa dongkol, ingin rasanya maki-maki, namun dirinya tak kuasa sendiri ketika ingin memarahi istrinya sendiri.


__ADS_2