Wasiat Jodoh Dari Paman

Wasiat Jodoh Dari Paman
Menceritakan siapa Neta


__ADS_3

Sedangkan di dapur, Leni tengah menyelesaikan pekerjaan yang belum beres ditemani Bi Marini.


"Sebenarnya Neta itu siapa sih, Bi? enak banget lah, datang datang udah macam ratu aja di rumah ini. Mana tidurnya di kamar tamu, lagi."


"Mungkin saja memang nasibnya yang baik, dan kita juga tidak boleh berburuk sangka kepadanya. Jadi, mendingan kita bereskan dapur ini sebelum Tuan Ardan memergoki kita." Jawab Bi Marini sambil mencuci piring dan lainnya.


Leni dengan perasaannya yang dongkol, terpaksa harus menyelesaikan pekerjaannya.


Berbeda di ruangan lain, Ibunya Ardan dan ayahnya tengah membicarakan sesuatu mengenai kehadiran Neta di rumahnya. Juga, menjelaskan bagaimana awalnya bertemu.


"Jadi, gadis itu yang sudah menyelamatkan kamu, Ma?" tanya sang suami sambil duduk santai.


"Ya, Pa, benar. Apa iya, ini ada kaitannya sama orang yang selalu meneror keluarga kita? Mama takut, Pa." Jawab ibunya Ardan penuh dengan perasaan cemas.


"Bisa iya, bisa juga bukan. Tapi, kenapa gadis itu menunjukkan alamat rumah ini? benar-benar sangat misterius." Ucap sang suami yang juga ikutan menyimpan rasa curiga atas kehadiran seorang gadis yang polos, namun jago dalam hal bela diri.


"Ada apa, Pa, Ma? kedengarannya sangat serius."

__ADS_1


Ragen yang baru saja masuk ke ruang santai yang biasa dijadikan tempat untuk melepas lelah ataupun untuk sekedar berkumpul dan mengobrol, tiba-tiba mengagetkan kedua orang tuanya yang tengah serius bicara.


"Tidak ada apa-apa, cuman lagi ada sedikit obrolan. Bagaimana dengan pekerjaan mu di kantor, baik-baik saja, 'kan?" jawab ayahnya dan balik melempar pertanyaan.


Ragen ikutan duduk di dekat kedua orang tuanya.


"Pekerjaan di kantor baik-baik saja, hanya saja sedikit kendala, tapi sudah aku selesaikan."


"Masalah, masalah apa?"


"Ada karyawan yang sengaja masuk untuk menjadi karyawan biasa, tapi rupanya dia sengaja untuk membuat kekacauan di kantor. Untung saja, aku dapat melihat gerak geriknya." Jawab Ragen menjelaskan.


"Karena gak perlu dan sudah bisa aku tangani sendiri, jadi Papa tidak perlu untuk turun tangan. Awalnya dia ingin menjadi sekretaris, untuk menggantikan posisi Ergo yang di vonis penyakitnya yang harus diobati ke luar negeri. Jadi, Ergo mengundurkan diri."


"Terus," kata sang ayah yang ingin mendapat penjelasan yang lebih detail.


"Aku jadikan karyawan biasa, namun rupanya berulah. Setelah aku bawa ke kantor polisi, tetap saja tidak mau mengaku. Dia bilang, jaga keluargamu, hanya itu saja." Jawab Ragen memberi penjelasan.

__ADS_1


"Papa jadi penasaran, dan ingin melihat pelakunya. Karena Papa yakin, pelakunya itu tidak jauh dari keluarga kita." Ucap sang ayah.


"Tunggu, jangan-jangan perempuan yang menolong Papa itu tidak lain komplotan mereka." Timpal ibunya yang teringat dengan gadis yang bernama Neta, gadis yang sudah menyelamatkan dirinya.


"Maksud Mama, siapa?" tanya Ragen.


"Itu loh kak, perempuan yang ada di rumah ini. Bukankah Kakak sudah dilayani makan malamnya, iya 'kan?"


Ardan yang baru saja masuk, pun ikut menyahut.


"Perempuan yang sudah melayani aku makan, katamu?"


Ardan mengangguk.


"Benar, perempuan itu sudah menolong Mama. Tapi, herannya dia terlihat lugu, polos, tapi jago bela diri. Nah, disitu aku menjadi curiga, Mama juga." Jawab Ardan menjelaskan.


"Memangnya awalnya gimana?" tanya Ragen penasaran.

__ADS_1


"Awalnya dia datang menolong Mama, dengan ilmu bela dirinya saja, kedua preman itu langsung kabur. Juga, setelah Mama tanyakan, dianya mau mencari alamat rumah, dan gak tahunya alamat rumah kita ini." Jawab ibunya menjelaskan.


Ragen yang mendengarnya, pun langsung bengong seperti tidak percaya.


__ADS_2