Wedding Chaos

Wedding Chaos
Keanehan Seorang Satya


__ADS_3

"Bella, bisakah aku memelukmu?"


Bella tidak menyangka pria itu tiba-tiba mengatakan hal tersebut, tentu saja ia terkejut. Bella sama sekali tidak menyangka kalau Satya akan meminta hal itu darinya.


Meskipun begitu Bella tetap mengangguk pelan sebagai jawaban atas keinginan Satya. Tanpa membuang waktu lebih lama, Satya dengan cepat mendekat dan menarik tubuh Bella dalam dekapannya. Memeluknya dengan begitu erat setelah mendapat persetujuan.


"Maafkan aku, Bella!" ucap pria itu dengan nada suara yang terdengar lirih.


Tangan Bella bergerak membalas pelukan Satya, mengusap lembut punggung lebar itu sebelum berkata, "Aku bisa mengerti, Sat. Tidak apa-apa, jangan memikirkannya lagi. Kau tidak seharusnya meminta maaf hanya karena menjadi diri sendiri. Sungguh, aku sama sekali tidak apa-apa, Satya."


Satya tidak mengatakan apa pun lagi, dia hanya terus mendekap tubuh Bella dengan erat dan penuh kehangatan. Karena sungguh, dia terus merasa bersalah. Kebohongan pertama yang seharusnya tidak pernah dia mulai itu akan terus menuntut kebohongan-kebohongan yang lainnya. Kebohongan-kebohongan yang akan menyakiti Bella dan menghantui dirinya sendiri.


Pada akhirnya, kebohongan itu sendiri yang akan membawa Satya ke dalam kehancuran.


****


Suara gemuruh memenuhi seluruh bagian depan gedung bioskop malam itu membuat Bella mempererat jaket yang dipakainya untuk menghalau rasa dingin yang cukup menusuk malam itu.


Bella cukup yakin dengan penampilannya yang tertutup, tidak akan ada satu orang pun yang dapat mengenali siapa dirinya. Meskipun tidak ada media yang pernah mengungkap identitasnya secara resmi sampai hari ini, akan tetapi dia harus tetap berhati-hati mengingat dia adalah menantu dari keluarga Brawijaya.


Kepala pelayan bilang, saat ini keluarga Brawijaya memang terkenal di dunia bisnis, sehingga banyak diburu oleh media untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah dari sana. Dan sedikit saja Bella salah langkah, maka bukan hanya keluarga Satya, keluarganya sendiri bahkan bisa terkena dampak buruknya.

__ADS_1


Sejak awal semuanya memang tidak lagi sederhana seperti sebelumnya. Bahkan melindungi keluarga Brawijaya Grup sekarang juga bagian dari tanggung jawabnya.


Bella tahu apa yang dilakukannya saat ini bukanlah hal yang bisa dibenarkan, sekalipun dia tidak memiliki niat buruk sedikit pun.


Tetap saja, pergi meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan Satya untuk bertemu lelaki lain adalah sebuah kesalahan. Tidak peduli apa pun alasannya, kebohongan tetaplah sebuah kebohongan dan bukankah kebohongan akan selalu melahirkan korban untuk disakiti.


Akan terasa lucu jika Bella dengan naifnya mengatakan bahwa dia peduli jika Satya harus terluka karena kebohongannya, toh lelaki itu bisa saja melakukan hal yang sama kepada dirinya. Perempuan itu bahkan yakin jika Satya sekarang sedang sibuk memikirkan mantan kekasihnya yang hilang di hari pernikahannya.


Melelahkan sekali rasanya menghadapi Satya yang terus saja berpura-pura peduli di hadapannya.


Terkadang Bella merasa ucapan Satya mengenai 'Jangan membawa nama orang lain yang tidak ada hubungannya dengan pernikahan mereka' adalah kalimat paling bodoh yang pernah dia dengar dari lelaki itu di malam pertama mereka menikah.


Awalnya, Bella pikir apa pun bisa terjadi. Pernikahan yang katanya ingin dijadikan nyata itu mungkin saja memang benar bisa terjadi selama mereka sama-sama berusaha dan berjuang. Tetapi melihat sikap Satya akhir-akhir ini sepertinya tidak mungkin. Itu akan menjadi begitu mustahil untuk mereka wujudkan.


Keanehan-keanehan itu terus terlihat dalam diri Satya. Seperti pria itu lebih banyak menyendiri sejak hari di mana Satya menerima telepon dari orang yang tidak sengaja Bella lihat namanya adalah Alvin. Bahkan pria itu juga mendapatkan banyak panggilan telepon lainnya yang entah dari siapa.


Dan yang semakin mencurigakan, seperti sebelum-sebelumnya. Satya akan selalu menjauh dari Bella untuk mengangkat teleponnya, seakan-akan ia tidak ingin Bella mendengar obrolan keduanya. Dan yang semakin memuakkan bagi Bella, Satya akan berakhir dengan meminta maaf untuk kesekian kalinya. Itu terasa menjengkelkan karena Bella tidak mengerti untuk apa lelaki itu terus-menerus meminta maaf tanpa penjelasan yang tepat.


Sekali dua kali Bella masih percaya Satya bersikap demikian karena memang masalah pekerjaan yang tak kunjung selesai. Ayahnya yang melarangnya untuk bekerja terlebih dahulu untuk sementara waktu dan ibunya yang terus menyuruhnya melakukan ini dan itu sebagai alasan untuk mendekatkan dirinya bersama Satya.


Sampai fakta terkuak bahwa lelaki itu tidak sepekerja keras seperti yang Bella bayangkan untuk uring-uringan selama beberapa hari hanya karena masalah pekerjaan.

__ADS_1


Kepala pelayan memberitahunya bahwa Satya tidak sesibuk itu di perusahaannya. Alvin orang yang terakhir kali Bella lihat menelepon Satya datang membawa beberapa berkas yang entah itu apa. Mungkin Satya akan sangat marah jika tahu Bella sudah lancang membuka berkas tersebut tanpa sepengetahuannya. Tetapi sungguh, Bella perlu tahu apa yang membuat Satya kehilangan arah akhir-akhir ini.


Dan benar saja, semua berkas itu berisi rute perjalanan dan beberapa foto wanita yang diambil secara diam-diam, seakan memang sengaja untuk menyelidiki sang wanita. Karena kenyataan itu, Bella meyakini bahwa selama ini Satya masih mencari tahu keberadaan Luna, mantan kekasihnya.


Lagi dan lagi, seharusnya Satya tidak perlu terus berpura-pura menjadi suami yang baik untuknya dan terus menjanjikan hal-hal yang tidak akan pernah ditepati. Karena Bella bisa melihat dengan baik bahwa sejak awal Satya memang bukan untuknya.


Sampai kapan pun, hati Satya bukanlah miliknya dan untuk itu, Bella tidak akan pernah menuntut apa pun dari pria itu termasuk menagih janji yang diucapkan Satya di malam pertama mereka resmi menjadi suami dan istri.


Itulah alasan yang membuatnya harus diam-diam datang ke bioskop ini tanpa diketahui oleh orang rumah dan Satya.


Bella segera bergegas menuju salah satu studio bioskop tempat seseorang tengah menunggunya. Tempat yang akhirnya mereka berdua sepakati untuk bertemu. Pria itu mengatakan bahwa salah satu studio bioskop sudah dikosongkan hanya untuk mereka berdua.


Awalnya mengosongkan satu studio bioskop tidak membuat Bella terlalu kaget karena dia yakin bagaimana seorang Rayhan Julio. Pria yang akrab Bella panggil dengan nama Ray itu mampu mengosongkannya, bahkan hanya dengan uang tabungan yang ia miliki.


Tetapi betapa kagetnya Bella setelah sampai di sana, dia justru melihat bahwa satu gedung bioskop tersebut telah dikosongkan. Astaga! Apa yang dilakukan pria itu?


"Kenapa Ray sampai harus membuang-buang uang sampai seperti ini?" gerutu Bella tidak terima Rayhan sampai harus mengeluarkan banyak uang untuk mengosongkan seluruh bioskop demi aman berbicara berdua dengannya.


Tetapi di sisi lain, Bella senang akan hal ini. Itu tandanya, tidak ada lagi yang perlu Bella khawatirkan jika sewaktu-waktu ada salah satu pengunjung yang mengenalinya dan bisa sampai di telinga Satya.


Karena Bella tahu, semuanya tidak akan berjalan mudah seandainya ia ketahuan bertemu dengan pria lain secara diam-diam.

__ADS_1


__ADS_2