
~ ARSYILA ~
Setelah Arsyila meletakkan laptopnya, kemudian menuju ke dapur untuk membantu bunda membawakan minuman dan cemilan, kemudian Arsyila duduk di samping Bunda.
"Ini bun anaknya Ahmad Alfaruq. Siapa tadi namanya?" tanya Ayah.
"Abyan, Abyan Alfaruq." kata santriwan ini. Ahmad Alfaruq adalah sahabat Ayah.
Tak lama datang Arsyad ke rumah, "Assalamualaikum." ucap Arsyad.
"Waalaikumussalam." jawab kami.
"Ada apa, Yah?" kata Arsyad yang duduk di samping Ayah, saat Arsyad menoleh ke arah Abyan, ia langsung sumringah.
"Abyan?" tanya Arsyad.
"Arsyad?" tanya Abyan kembali dan mereka langsung berpelukan seperti seorang sahabat yang sudah terpisah lama.
"Akhirnya kita ketemu lagi. Apa kabar lo?" tanya Arsyad.
"Baik, Lo sendiri gimana ?" tanya Abyan.
"Baik juga. Gue kangen sama lo, terakhir kali kita main ps di kamar gue. Sekarang dah gede aja kita." kata Arsyad.
"Iya ya." kata Abyan.
"Kamu kenal Syad?" tanya Arsyila.
"Kenal dong. Temen main gue nih." kata Arsyad.
"Oh gitu." kata Arsyila.
"Arsyad, Ayah kasih tugas sama kamu. Ajak dia keliling pondok pesantren ini. Tapi ingat jangan ke.." kata Ayah.
"Jangan ke asrama putri. Ingat aku." kata Arsyad.
"Kadang omongan nggak bisa di pegang Yah." kata Arsyila sambil memeletkan lidah.
"Sok tahu! Ayo!" kata Arsyad.
"Ayo. Saya pamit ikut Arsyad untuk keliling pondok pesantren ini. Assalamualaikum." pamit Abyan.
"Waalaikumussalam." jawab kami bersamaan.
Aku berdiri dari kursi menatap Abyan dari belakang.
"Apakah kita pernah bertemu sebelumnya? Kenapa aku nggak ingat sama kamu?" kata Arsyila dalam hati.
Arsyila masih menatapnya dari jauh hingga pundaknya di tepuk pelan oleh Ayah yang membuatnya terkejut.
"Eh, Ayah." kata Arsyila sambil mengelus pelan dadaku.
"Ada apa Arsyila? Apa yang sedang kamu lihat?" tanya Ayah.
"Oh itu. Bukan apa-apa kok. Oh iya, Ayah. Aku ingin bertemu temanku." kata Arsyila mengalihkan pembicaraan.
"Siapa Arsyi?" tanya bunda yang berdiri dari kursinya.
"Aisyah dan teman-temannya." jawab Arsyila
__ADS_1
"Oh, Aisyah, yang orang tuanya akan datang ke pondok pesantren ini kan, Ayah?" tanya bunda ke Ayah.
"Benar. Oh iya, Arsyila. Tolong beritahu Aisyah besok pagi datang kesini ya! Beritahu juga pada Arsyad." titah Ayah.
"Oke siap,Ayah! Assalamualaikum." kata Arsyila.
"Waalaikumussalam." jawab Ayah dan Bunda bersamaan.
~ARSYAD~
Arsyad dan Abyan berjalan mengelilingi pondok pesantren ini, sekalian memperkenalkan Abyan ke tiga temannya. Sesampainya Arsyad di lapangan basket dengan Abyan, mereka sudah sangat menunggunya.
"Maaf, gue lama, ini Abyan, teman kecil gue sih. Kenalin ini Syafiq." kata Arsyad
"Hai gue Syafiq. Salam kenal ya." kata Syafiq.
"Ini Rifqi." kata Arsyad.
"Hai gue Rifqi. Salam kenal ya." kata Rifqi.
"Dan yang ini namanya Kasya." kata Arsyad.
"Hai gue Kasya. Salam kenal." kata Kasya.
"Salam kenal semua." kata Abyan.
"Lo bisa main basket Abyan?" kata Syafiq.
"Bisa kok." kata Abyan. Setelah mereka bermain basket, mereka duduk sambil meluruskan kakinya sembari mengobrol.
"Eh Abyan, lo pindahan dari mana?" tanya Rifqi.
"Kenapa pindah?" tanya Syafiq.
"Ngga tahu juga sih, tapi disini gue juga cari teman kecil gue" kata Abyan.
"Siapa? Gue?" tanya Arsyad.
"Bukan dia itu perempuan, tapi gue ngga tahu namanya." kata Abyan.
"Oh gitu." kata Syafiq.
"Ayo mandi gerah banget, bentar lagi kelas!" kata Arsyad yang baru saja ingat.
Mereka berlima langsung berlari menuju ke kamarnya. Sebelumnya, Abyan sudah memindahkan barangnya ke dalam kamarnya dan tiga temannya.
Setelah selesai mandi dan memakai seragam, mereka berlima berjalan menuju ke kelasnya.
Setelah selesai kelas, mereka menuju masjid untuk sholat dhuhur dan makan siang. Saat menuju ke kantin, Arsyad sempat memanggil Aisyah.
"Aisyah.." kata Arsyad sambil berjalan menuju ke Aisyah.
"Ada apa ya, Arsyad?" tanya Aisyah menundukkan kepala.
"Oh enggak, aku cuma mau nyapa aja dan nanyain keadaan kamu sekarang. Kamu sudah sehat?" tanya Arsyad.
"Sudah. Permisi Arsyad, aku harus kembali ke kamar. Assalamualaikum." kata Aisyah.
Dari kejauhan, empat temannya Arsyad menggoda Arsyad dan membuat Arsyad kesal.
__ADS_1
"Dicuekin lagi nih sama bidadarinya." goda Syafiq. Abyan yang belum mengetahui siapa bidadarinya Arsyad, bertanya pada Rifqi.
"Siapa?" tanya Abyan.
"Itu santriwati namanya Aisyah." kata Rifqi.
"Oh..." kata Abyan sambil menganggukan kepalanya. Arsyad berjalan dengan penuh kekesalan.
"Namanya juga santriwati yang benar-benar menjaga pandangannya." ucap Kasya.
"Awas aja, nggak lama tuh anak bakalan suka sama gue!" kata Arsyad kesal.
"Ututututu, iya iya." goda Syafiq.
"Apaan si lo." kata Arsyad sambil menepuk bahu Syafiq.
"Sakit woy." kata Syafiq sambil mengelus pelan bahunya.
"Lo sih!" kata Kasya.
Mereka pun masuk ke dalam kantin untuk makan. Tiba-tiba, seseorang menggebrak meja tempat Arsyad dan teman-temannya makan.
"WOY! KENAPA LO?!" kata Syafiq yang kesal karena sedang makan diganggu oleh tiga orang laki-laki.
Semua orang yang ada dikantin melihat kejadian itu.
"Aku mau ngomong empat mata sama Arsyad!" kata laki-laki yang bernama Faiz ini.
"Ada apa? Ngomong aja langsung." kata Arsyad yang sedang makan dengan tenangnya.
"Nggak! Ayo buruan! Nggak pake lama!" kekeh Faiz.
"Lo lihat nggak Arsyad lagi makan. Ngomong mah tinggal ngomong aja kali!" kata Rifqi.
"Sebentar! lo ini siapa nyuruh-nyuruh Arsyad? Ngomong aja deh sama gue! Gue udah selesai makan nih, BURUAN NGOMONG!" ucap Abyan yang membuat bulu guduk merinding teman-temannya berdiri.
"Marah dia! Tenang dong, aku kan cuma mau ngomong sama Arsyad aja bukan kalian! Ayo buruan Arsyad, lemot banget makannya cowok atau cewek sih!" kata Faiz.
Arsyad yang tidak terima mendengar kata-kata itu langsung memecahkan piringnya, membuat semua orang yang berada di kantin terkejut.
"Ulangi coba!" kata Arsyad yang langsung berdiri dari bangku.
"Syad, tenang!" ucap Kasya yang sedang menenangkan Arsyad.
"Iz, kayaknya kita tunda dulu aja." bisik seorang teman Faiz yang bernama Akmal.
"Iya, Iz. Kalau kamu masih kekeh pengen ngomong, aku sama Akmal cabut aja deh." bisik Ilham teman Faiz juga.
"Kalian takut sama dia? Cupu kalian!" bisik Faiz kepada kedua temannya. "Saran gue, lo mendingan pergi!" saran Abyan.
"Enak aja kamu menyuruhku pergi. Memangnya kamu siapa?" kata Faiz.
Arsyad berjalan menghampiri Faiz.
"Lo mau ngomong sama gue kan? CEPETAN NGOMONG! GUE NGGAK SUKA, KALAU ADA ORANG YANG GANGGU GUE LAGI MAKAN! NGERTI!" kata Arsyad yang sudah hampir menonjok muka Faiz tetapi di tahan Abyan.
"Tenang, Syad! Disini banyak orang yang ngelihatin kita!" bisik Abyan.
"BODOH AMAT! SIAPA MEMULAI, DAN SIAPA YANG HARUS MENGAKHIRI!" kata Arsyad.
__ADS_1