
Selanjutnya -AISYA-
Tanpa sadar, ada yang melihat Aisya berkata seperti itu. Mereka adalah sahabat-sahabat Aisya yaitu Syafa, Kayra, dan Raisya. Mereka bertiga tak sadar telah meneteskan air matanya. Mereka pun menghampiri Aisya dan meminta maaf kepadanya karena telah menjauhi Aisya secara tiba-tiba.
"Tuh kan benar. Mereka tuh lagi musuhan, keliatan banget nggak sih?" kata Bella yang masih menganggu sedaritadi.
"Apa urusan lo sih? Lo nggak diajak! Mending pergi lo sebelum gue!" ancam Syafa.
"Oh takut banget! Iya deh gue pergi, nanti gue di pukul. Aww sakit!" kata Bella yang tiba-tiba dicubit oleh Raisya.
"Kamu ini cerewet banget! Minggir sana!" kata Raisya
Setelah menyelesaikan sholat Ashar, mereka kembali bersama-sama ke kamarnya. Sesampainya di kamar, ia melihat Arsyila yang sedang berdiri di depan kamar mereka.
"Arsyila?" sapa Aisya.
"Oh, hai semuanya. Aku mau ngomong sesuatu ke kalian." kata Arsyila.
"Oh ya? Ini aku juga mau menyampaikan sesuatu ke mereka." kata Aisya.
"Oh begitu. Kamu duluan saja Aisya." kata Arsyila sambil tersenyum.
Mereka pun masuk ke dalam kamar, Aisya pun mulai menceritakan ke teman-teman dan meminta mereka untuk tidak memberitahukan kepada siapapun.
"MaShaa Allah, beneran Aisya?" tanya Kayra yang terkejut.
"Tuh kan, benar. Pasti berhubungan dengan keluarga Arsyad." kata Raisya.
"Jadi, karena itu kamu menutupi dari kami? Kamu malu begitu, Aisya?" tanya Syafa. Aisya menganggukan kepalanya.
"Nggak papa, Aisya. Itu namanya masih perkenalan kok. Belum lamaran, kecuali kamu sudah siap." kata Kayra.
"Tapi, Kay, Aku masih mau melanjutkan studiku ke luar negeri. Nanti semisal aku jadi ke luar negeri, diketawain dong aku kalau ternyata sudah menikah." kata Aisya.
"Justru itu, nantinya kamu kuliah di luar negeri dengan suami, dijaganya kamu sama suamimu nanti. Aman InShaa Allah." kata Kayra.
"Tuh benar kataku kan, itu yang aku maksud, Aisya. Jadi, kembali lagi ke kamu Aisya. Mau tidak menerima perjodohan ini? By the way, Arsyad lagi nungguin jawabanmu di rumah. Dia sudah menyiapkan kalau kamu menerima perjodohan ini atau tidak." kata Arsyila.
"Cie, tuh ditungguin jawabannya. Kapan ya aku dilamar?" kata Syafa. "Kapan-kapan?" ejek Raisya.
Semua pun tertawa karena Raisya. Raisya adalah satu-satunya sahabatku yang selalu menghibur kita di kala sedih.
-ARSYILA-
__ADS_1
"Hmm, guys, aku boleh kan sholat maghrib dan isya bersama kalian berempat?" tanya Arsyila.
"Ya boleh lah, Arsyila. Justru kalau bareng berangkat ke masjidnya. Malah bagus." kata Aisya.
"Betul itu, Yuk bareng sama kita aja!" ajak Kayra.
"Ya sudah. Yuk!" ajak Aisya.
"Tunggu! Aku mau ngomong sesuatu ke Arsyila." kata Syafa.
"Kenapa, Syaf?" tanya Arsyila.
"Hmm... aku minta maaf ya gara-gara tadi." kata Syafa. Arsyila pun menghampiri Syafa dan memegang kedua pundak Syafa.
"Nggak papa, Syaf. Aku santai kok orangnya. Aku juga minta maaf ya sama kalian soalnya, aku juga nggak berani kasih tahu ke kalian, karena itu hak Aisya." kata Arsyila.
"Iya, Arsyi, kita juga minta maaf ya." kata Kayra.
"Alhamdulillah. Ya sudah, Yuk kita ke masjid!" ajak Aisya.
Akhirnya mereka berlima pun berangkat ke masjid bersama-sama. Beberapa orang melihat ke mereka berlima dengan tatapan ada yang suka dan tidak.
Mereka pun mengambil wudhu untuk sholat maghrib sampai menjalankan sholat isya'. Arsyila dan keempat temannya sedang makan malam di kantin. Setelah makan malam, Arsyila kembali ke rumahnya untuk beristirahat.
-ARSYAD-
"Hmm, guys, gue mau cerita ke kalian yang mungkin seharusnya nggak gue ceritain ke kalian dulu." kata Arsyad sembari duduk di atas ranjangnya.
"Apa itu?" tanya Syafiq yang langsung menghampiri Arsyad.
Arsyad pun memberitahukan semuanya bahwa ia akan dijodohkan dengan Aisya dan sedang menunggu jawaban dari Aisya. Mereka pun terkejut dengan pernyataan dari Arsyad.
"Gue dukung lo, apapun keputusan lo nantinya, gue pasti dukung lo! Kalaupun Aisya udah menerima perjodohan ini, gue doain semoga samawa." kata Syafiq.
"Gue dukung lo juga, Syad." kata Rizky.
"Gue juga." kata Kasya.
"Thanks ya, Bro!" ucap Arsyad.
"Gue masih nggak nyangka, teman gue bentar lagi dah mau nikah aja." kata Abyan.
"Lo harus nyusul sih, Abyan." kata Syafiq.
__ADS_1
"Sama sapa?" tanya Abyan ke Syafiq.
"Bismillah, sama bidadari kesayangan lo!" kata Syafiq yang menggoda Abyan.
"Ya kalau dia mau? Kalau nggak kan gue malu! Udah ngelamar eh nggak mau orangnya!" kata Abyan menunjukkan wajahnya yang sedih.
"Gue terima lamaran lo buat Arsyila! Kalau lo benar-benar serius sama dia! Kalau nggak gue nggak akan pernah nerima lamaran lo buat adek gue!" kata Arsyad yang serius berbicara dengan Abyan.
"Noh! udah di restuin via abangnya! Tinggal lo aja nih serius atau enggak!" kata Kasya.
"InShaa Allah, gue serius dan siap buat ngelamar adek lo nantinya." kata Abyan.
"Jangan main-main ya sama gue! Kalau lo nggak serius sama dia!" ancam Arsyad.
"SIAP! CALON KAKAK IPAR!" kata Abyan yang langsung berdiri dan bersikap hormat pada Arsyad.
Abyan memang sangat menyukai Arsyila sejak pertama ia bertemu dengan Arsyila. Mungkin Arsyila pun begitu, hanya masih malu saja untuk bercerita ke Arsyad.
-ARSYILA-
"Assalamualaikum, Ayah, Bunda." ucap Arsyila.
"Waalaikumussalam." jawab kedua orang tuanya.
"Loh mana mereka?" tanya Arsyila, "Oh disini ternyata."
Kedua orang tuanya tengah makan malam bersama berdua di rumah karena Arsyila dan Arsyad sudah makan malam di kantin pondok pesantren.
"Kenapa nak?" tanya Bunda sembari membereskan piring-piring yang ada di meja makan.
"Maaf ya, Ayah, Bunda. Arsyila nggak bisa nemenin kalian makan malam di rumah." kata Arsyila yang memanyunkan bibirnya sedih.
"Nggak papa, Nak. Ayah sama Bunda mah santai aja." kata Bunda.
"Oh iya? Arsyad mana kok nggak makan bareng kalian juga?" tanya Arsyila yang duduk di kursi makan samping Ayahnya.
"Alhamdulillah. Arsyad sudah balik ke kamarnya di pondok pesantren." kata Ayah setelah meneguk minumannya.
"Oh iya? Baguslah." kata Arsyila.
"Oh iya, Ayah. Arsyila dapat pesan dari Aisya. Kalau Aisya bakalan kasih keputusannya besok siang! Ayah bisa hubungi Abinya Aisya?" ucap Arsyila.
"Alhamdulillah. Ayah hubungi kedua orang tuanya. Besok pagi panggil Abangmu dan Aisya untuk ke rumah." ucap Ayah.
__ADS_1
"Alhamdulillah. Semoga Aisya menerima perjodohannya." ucap Bunda.
"Aamiin. Ya Allah." ucap Arsyila.