WHEN I KNOW YOU

WHEN I KNOW YOU
8


__ADS_3

~ AISYA ~


Aisya berdiri di balkon kamarnya di pesantren, memikirkan kejadian tadi pagi.


Dalam hatinya berkata, Benarkah Arsyad menyukaiku? Apakah aku bisa menyukainya?. 


Tak lama datanglah Arsyila, "Hai Aisya. Kenapa sore-sore begini kamu sendirian disini? Yang lain pada kemana?"


"Sholat Ashar. Kamu sendiri kenapa nggak sholat?" tanya Aisya.


"Aku memang lagi nggak sholat." kata Arsyila.


"Kamu pucat banget, Sya! Ayo masuk!" kata Arsyila, kemudian Aisya menganggukan kepalanya.


Mereka berdua masuk ke kamar sembari berbincang.


"Arsyi. Boleh aku tanya ?" tanya Aisya.


"Tanya aja. Memang mau tanya apa?" tanya Arsyila yang kembali bertanya kepadaku.


"Apa benar Arsyad menyukaiku?" tanya Aisya.


"Kenapa tiba-tiba tanya begitu? Oh aku tahu pasti kamu sudah mulai suka sama Arsyad ya?" tanya Aisya.


"Eh, enggak kok! Aku cuma penasaran aja kok." kata Aisya sedikit panik.


"Penasaran banget ya?" tanya Arsyila yang sudah mengetahui Aisya salah tingkah.


"Biasa aja kok. Beneran." kata Aisya


"Percaya deh aku." kata Arsyila sembari menganggukan kepala.


Akhirnya, Arsyila menceritakan sebenarnya, Arsyad memang menyukaiku. Namun aku belum bisa menyukainya.


Tak lama datanglah tiga temanku, "Assalamualaikum."


"Waalaikumussalam." jawab Aisya dan Arsyila.


"Oh ada Arsyi." kata Syafa.


"Iya. Bolehkan aku datang ke kamar kalian?" tanya Arsyila.


"Boleh dong! boleh banget!" kata Raisya.


"Yey Asyik!" kata Arsyila sambil bertepuk tangan.


Akhirnya, kita berlima bercerita dan tertawa.


Sore harinya, Arsyila pamit untuk kembali ke rumahnya.


"Aku balik dulu ya. InSyaa Allah aku balik lagi ke kamar kalian." kata Arsyila


"Assalamualaikum. Dah..." kata Arsyila.


"Waalaikumussalam. Dah..." jawab kami berempat.


~ ARSYILA ~


Saat Arsyila kembali ke rumah, Arsyila melihat Arsyad dan tiga temannya yang sedang berbincang.


"Assalamuakum. Lagi ngapain sih? Asyik banget ceritanya." kata Arsyila.

__ADS_1


"Waalaikumussalam." jawab mereka sembari terkejut.


"Bikin kaget aja lo!" kata Syafiq.


"Ini mau maghrib tapi kalian masih nongkrong aja disini. Nanti kalau Ayah tahu, dihukum kalian!" kataku.


"Ya udah sih. Yang di hukum kita bukan lo!" kata Arsyad. Tiga teman Arsyad sudah panik.


"Gue sih udah ngingetin ya! Ya udah gue balik dulu. Bye. Assalamualaikum." kata Aisya pamit


"Waalaikumussalam." jawab mereka.


Sesampainya di rumah, "Assalamualaikum, Ayah Bunda." sapa Arsyila pasa kedua orang tuanya.


"Waalaikumussalam. Sayang." jawab Bunda.


"Kamu habis darimana, Nak ?" tanya Bunda.


"Habis dari kamarnya Aisya." jawab Aisya


"Oh iya? Kamu nggak ganggu mereka kan, Nak?" tanya bunda.


"Enggak kok. Kita ngobrol bareng aja kok. Beneran deh!" kata Arsyila.


"Oh kalau begitu, bunda ke masjid dulu ya. Kamu sendiri di rumah nggak papa?" tanya Bunda.


Aku menjawab dengan anggukan dan berkata, "Mungkin kalau ada maling, malingnya takut sama aku Bun."


Aku dan Bunda tertawa, "Iya deh, anak bunda jagoan semua. Yasudah bunda ke masjid dulu ya nak. Assalamualaikum." kata Bunda.


"Waalaikumussalam." jawab Arsyila.


Arsyila langsung menuju kamarnya, lalu mengerjakan tugas sekolahnya yang belum ia selesaikan.


"Susah banget ya, ngeluluhin hati seorang perempuan di pesantren ini." kata Arsyad.


"Ya itu resiko sih, kalau lo suka sama Aisya dan itu terjadi di gue juga Syad" kata Syafiq.


"Kenapa juga lo?" tanya Kasya.


"Bentar deh, emang lo suka sama siapa ?" tanya Kasya.


"Iya gue suka sama Syafa. Dia itu tipe gue banget! Dari tegasnya, cantik, baik, ya sedikit nyebelin but its okay." kata Syafiq.


"Bukannya dia satu ekstrakulikuler sama lo sama Arsyad" kata Rifqi.


"Ada Aisya juga." kata Syafiq.


"Wah, jodoh si kalian berdua." kata Kasya.


"AAMIIN YA ALLAH" jawab Arsyad dan Syafiq bersamaan.


Terlihat Aisya dan tiga temannya berjalan melewati Arsyad dan tiga temannya juga.


Arsyad menghampirinya dan berkata, "Aisya. Kamu sudah sembuh?" tanya Arsyad yang berjalan di samping Aisya.


"Iya." jawab Aisya cuek.


"Kamu udah makan?" tanya Arsyad lagi.


"Sudah." jawab Aisya cuek.

__ADS_1


"Makan apa?" tanya Arsyad lagi.


"Tadi yang ada di kantin." jawab Aisya cuek lagi.


"Kenapa sih kamu nggak mau natap muka aku?" tanya Arsyad yang membuat ia memberhentikan jalannya.


"Maaf sebelumnya, harusnya kamu tahu. Alasan aku nggak natap kamu." jawab Aisya dan langsung melanjutkan jalannya ke masjid.


"Sabar ya, Syad. Oh iya, bilang sama teman lo yang namanya Syafiq. Jangan ganggu gue terus!" kata Syafa yang juga melanjutkan jalannya menyusul Aisya ke masjid.


Arsyad hanya bisa menghembuskan nafas pelan dan berjalan pasrah menuju ke masjid untuk sholat maghrib.


Setelah sholat maghrib dan isya', Arsyad menyempatkan waktu untuk mengaji.


Saat Arsyad mengaji, Arsyad juga mendengar suara perempuan mengaji.


Arsyad yang penasaran dan mencari sumber suara itu. Ternyata itu Aisya. Arsyad melihatnya dari pembatas yang terbuka dan menatapnya dari jauh.


Setelah Aisya menyelesaikan ngajinya, Arsyad berlagak seolah tidak terjadi apapun dan tanpa menyapa Aisya seperti biasanya. Arsyad berjalan kembali ke kamarnya.


Dalam hati berkata, Maaf ya Aisya, sesuai alasanmu. Aku nggak akan menatap dan menyapamu lagi sampai benar-benar aku siap. 


~AISYA~


Setelah Aisya menyelesaikan ngajinya, dan mengembalikan al-quran ke tempatnya. Aisya langsung keluar dan menuju ke kamar asramanya. Aisya melihat Arsyad juga keluar dari dalam masjid.


Arsyad tidak sedikitpun melihatnya dan langsung melanjutkan jalannya. Arsyad memang tidak seperti biasanya, setelah berbicara pada Aisya tadi.


●●●


Keesokan paginya, setelah sholat shubuh semua santriwati dan santriawan akan melaksanakan senam pagi. Aisya dan tiga temannya sedang mengikuti senam pagi yang diadakan di lapangan. Arsyila pun bergabung dengan kita untuk senam.


Saat senam Aisya kehilangan kendali dan terjatuh. "Aisya." kata Arsyila dan tiga temannya.


"Kamu nggak papa?" kata Arsyila.


"Nggak kok" jawab Aisya.


"Udah nggak ditolongin tuh sama Arsyad." ejek Bella.


"Bisa diam nggak sih lo!" kata Syafa yang kesal.


"Ini nggak ada hubungan sama Arsyad!" kata Kayra juga ikut kesal.


"Sudah, aku nggak papa, aku mau istirahat aja di kamar." kata Aisya.


"Aku temani, Aisya." kata Arsyila. "Oke, Arsyila." kata Syafa.


Arsyila membopong Aisya dan menemaninya ke kamar.


"Aisya, kamu sakit lagi?" tanya Arsyila.


Aku menoleh ke arahnya dan menceritakan semuanya.


"Jadi, itu yang buat kamu kepikiran sampai nggak fokus tadi?" tanya Arsyila.


"Apa kata-kataku semalam nyakitin hatinya Arsyad ya?" tanyaku.


"Mungkin. Arsyad itu orangnya nggak bisa di tebak. Kadang baik kadang juga nggak baik. Tapi sekali dia sayang sama orang itu, siapapun itu, akan diperjuangin." kata Arsyila.


"Kamu tahu sendiri kan? Aku nggak diperbolehkan berpacaran, Arsyi. Aku juga nggak ada rasa ke Arsyad." kata Aisya.

__ADS_1


"Bukan nggak ada Aisya, tapi belum ada. Perlahan pasti semua rasa itu muncul pada waktunya." kata Arsyila sembari tersenyum.


__ADS_2