
~ AISYA ~
Setelah Arsyila pamit pulang, Aisya memutuskan untuk mandi.
Setelah mandi, Aisya sedang menunggu tiga temannya kembali senam dengan menata baju yang sebelumnya diambil di jemuran.
Tak lama, ketiga temannya kembali.
"Capek banget." kata Raisya.
"Kok mengeluh sih?" kata Kayra.
"Ya habisnya, senamnya lama banget." kata Raisya.
"Ya udah kalian lurusin kaki dulu habis itu mandi." kata Aisya.
"Kamu udah mandi Sya?" tanya Syafa.
"Sudah. Baru saja selesai." kata Aisya.
Setelah mereka bertiga bergantian mandi, Aisya dan tiga temannya merapikan kasur masing-masing.
"Eh Aisya, aku mau tanya. Kenapa kamu tadi sampai jatuh pas senam pagi?" tanya Raisya.
"Aku kecapekan aja. Kemarin kan aku tidur hampir tengah malam dan langsung bangun sholat shubuh habis itu senam." kata Aisya bohong.
"Oh gitu ya. Yuk makan! aku lapar." kata Syafa.
"Ayo!" kata Aisya.
Kita berempat berjalan menuju kantin. Aisya bertemu dengan Arsyad kembali dan tidak mengganggu seperti biasanya.
Ia terlihat seperti tidak melihat Aisya yang berjalan di sampingnya. Sama dengan Syafa, Syafiq juga tidak lagi mengganggunya.
Tiba-tiba Arsyila menghampiri aku dan teman-temanku. "Assalamualaikum, guys." kata Arsyila.
"Waalaikumussalam." jawab kami berempat.
"Aisya, nanti temui aku di perpus ya. Ada hal yang ingin aku sampaikan ke kamu. Penting banget!" kata Arsyila.
"Oh iya." kata Aisya.
"Kalau begitu. Aku ke perpus duluan. Assalamualaikum." kata Arsyila.
"Waalaikumussalam." jawab kami berempat.
Setelah selesai sarapan, Aisya pamit pada tiga temannya untuk ke perpustakaan. Setelah sampai di perpustakan, Aisya mencari Arsyila, ternyata ia sedang membaca buku novel.
"Assalamualaikum, Arsyila." salam Aisya.
"Waalaikumussalam, Aisya. Duduk Aisya." kata Arsyila
"Kenapa Arsyi?" tanya Aisya.
"Jadi gini, kemarin ..." kata Arsyila.
"Berarti dia nggak marah?" tanya Aisya.
"Enggak kok. Tenang aja." kata Arsyila.
__ADS_1
Aisya menganggukan kepala mengerti maksud Arsyila.
"Oh iya. Aku dapat info dari bunda. Besok abi sama umi mu mau ke pesantren." kata Arsyila.
"Kenapa memangnya? Biasanya abi atau umi bakalan telefon staf pesantren lalu disambungkan ke aku." kata Aisya.
"Aku kurang tahu juga." kata Arsyila.
"Apa ada yang mau disampaikan lagi, Arsyi? karena sebentar lagi aku ada kelas." kata Aisya.
"Oh nggak ada kok." kata Arsyila.
"Aku duluan ya. Assalamualaikum." kata Aisya.
"Waalaikumussalam." jawab Arsyila.
~ ARSYAD ~
Saat senam pagi, Arsyad mengetahui bahwa Aisya jatuh saat senam pagi tadi. Namun, Arsyad sedang tidak ingin menemui Aisya sesuai permintaan Aisya, maka Arsyad tidak akan membantunya demi kebaikannya dan kebaikan Aisya.
"Susah banget ya, jadi orang cuek." kata Arsyad.
"Sama gue juga." kata Syafiq.
"Kalau menurut gue sih. Daripada kalian jadi cuek, nggak bakalan tuh Aisya sama Syafa cari perhatian ke lo pada. Lo biasa aja nggak usah cuek nggak usah perhatian banget. Kayak gue gini deh." kata Kasya.
"Emang nanti ada yang suka sama lo gitu, Sya?" tanya Rifqi.
"Belum sih, tapi nanti pasti ada. Kayak mencintai dalam diam gitu." kata Kasya.
"Halu lo." ucap Arsyad. Kita berempat tertawa bersama.
Arsyad menunggu Aisya keluar dari kantin, ternyata ia sendiri.
"Gue ke toilet bentar ya. Sakit banget perut gue." ucap Arsyad bohong.
"Tiba-tiba Syad?" tanya Rifqi.
"Iya. Udah dulu ya. Kalian tunggu aja deh di lapangan basket. Nanti gue nyusul." kata Arsyad.
"Oke. Ya udah yuk." kata Syafiq.
Arsyad mengikuti kemana arah tujuan Aisya. Ternyata ia menuju perpustakaan, dan Arsyad melihat ada Arsyila juga disana.
"Ngapain ya mereka? Sejak kapan mereka jadi akrab gini? Gue harus tanya ke Arsyila. Tapi gue harus tunggu sampai Aisya keluar." bisik Arsyad.
Tak lama, Aisya keluar untungnya tidak dengan Arsyila. Aku langsung masuk dan duduk di depan Arsyila.
"Oy!" sapa Arsyad.
"SSSTTT." ucap penjaga perpustakan agar Arsyad tidak terlalu berisik.
"Kamu ngapain sih, Syad?" tanya Arsyila sembari mengetik sesuatu di laptopnya.
"Kamu ngerjain apa sih?" tanya Arsyad ke Arsyila.
"To the point aja sih Syad!" kata Arsyila.
Jika Arsyila sudah fokus sama satu tujuan, tidak akan mau diganggu begitu saja.
__ADS_1
"Kamu bicara apa aja sih sama Aisya? Apa Aisya tanya tentang aku ke kamu?" tanya Arsyad
"Aisya? Enggak." kata Arsyila.
"Please lah, Please." kata Arsyad yang sedikit mengeraskan suara.
"SSSTTT." kata penjaga perpustakaan.
"Hehehe. Maaf ya bu. Ayo dong Arsyila." kata Arsyad sambil memohon di sampingnya.
"Aku tadi itu sampaiin pesan ayah, kalau besok Abi sama Uminya Aisya itu mau datang ke pesantren." kata Arsyila.
"Oh iya? Aku harus apa ini?" tanya Arsyad ke Arsyila.
"Yah. Terserah kamu. Pokoknya jangan malu-maluin. Dah, aku mau pulang aja, diganggu mulu sama kamu." kata Arsyila.
"Kapan aku malu-maluin sih? Perasaan nggak pernah deh." kata Arsyad.
"Iya deh. Terserah kamu aja. Bye. Assalamualaikum." kata Arsyila.
"Waalaikumussalam." jawab Arsyad.
~ARSYILA~
Setelah Arsyila keluar dari perpustakaan, Arsyila langsung menuju ke rumah Ayah.
"Resek banget sih Arsyad. Tenang-tenang ngerjain tugas eh dia malah datang. Apa gak...aduh. Laptopku!!" kata Arsyila yang tak sengaja bertabrakan dengan seorang laki-laki yang familiar.
"Eh maaf. Sini aku bantuin. Yah. Laptop kamu lecet. Maaf banget." kata seseorang yang tak sengaja menyenggol lengan Arsyila.
"Eh gapapa kok." jawab Arsyila sembari melihat wajahnya yang familiar baginya.
"Oh iya. Ada perlu apa ya?" tanya Arsyila.
"Oh, aku santriwan baru. Oh iya, aku mau ketemu sama ustad Ammar dulu. Dimana ya ruangan beliau?" tanya santriwan baru.
Dalam hatiku berkata, Mau apa dia ketemu Ayah?
"Oh kalau begitu. Ayo aku antar, sekalian mau balik ke rumah. Kebetulan aku anaknya." kata Arsyila.
"Oh iya. Boleh." kata santiwan ini.
Sesampainya di depan rumah, Arsyila menyuruhnya duduk dulu karena harus memanggil Ayah dan Bunda.
"Assalamualaikum. Ayah Bunda. Ada tamu nih! Tunggu sebentar ya, aku mau masuk dulu." kata Arsyila.
"Oh iya. Silahkan." kata santriwan ini.
Dalam hatiku, Yaampun, lembut banget orangnya!!! Astaghfirullah! Nggak boleh Arsyila.
Arsyila pun masuk ke dalam rumah dan berpapasan dengan Ayah.
"Siapa yang mencari Ayah, Nak?" tanya Ayah.
"Kurang tahu juga si Yah. Tetapi mukanya familiar banget." kata Arsyila.
"Oh begitu ya. Ya sudah Ayah temui dulu." kata Ayah.
"Orangnya di kursi tamu depan. Aku ke kamar dulu ya Yah!" kata Arsyila.
__ADS_1
"Iya nak." kata Ayah kemudian berjalan menuju depan rumahnya untuk menghampiri santriwan tersebut.