
-ARSYAD-
Arsyad yang melihat bundanya duduk di kursi makan, Arsyad ikut duduk di kursi makan juga.
"Jadi begini bunda, bunda tahu kan banyak menggemari Arsyad. Nah, jika salah satu dari mereka mengetahui perjodohan Arsyad dengan Aisya. Bagaimana Aisya nanti? Aku takut bila nantinya Aisya dibully dengan anak santriwati lainnya." jelas Arsyad.
Setelah mendengarkan Arsyad berbicara, bunda tersenyum heran dengan tingkah Arsyad.
"Memangnya banyak santriwati yang suka sama anak bunda? Kok bunda nggak tahu ya?" goda bunda sembari mengiring bawang putih.
"Ih, bunda mah. Arsyad serius bun. Arsyad takut kalau sampai semua tahu terus Aisya dibully." kata Arsyad merengek.
"Yah. Lagian ngapain bunda sama Ayah kasih tahu satu pesantren kalau kamu mau dijodohin? Nggak perlu kamu kasih tahu pun, Ayah sama Bunda sama kedua orang tua Aisyah nggak bakalan kasih tahu. Buat apa coba begitu?" kata Bunda sembari membolak balikan tempe goreng.
"Asyik. Makasih Bunda. Kalau gitu Arsyad balik dulu ya ke kamar." kata Arsyad sembari mencium pipi bundanya.
"Aduh Arsyad!." kata Bunda.
Arsyad tak menghiraukan dan langsung menuju ke kamarnya. Setelah di kamarnya, ia merebahkan dirinya ke kasur sambil menatap ke arah atap langit-langit. Ia masih tidak percaya karena dijodohkan dengan perempuan yang ia sukai selama ini.
- ARSYILA -
Sesampainya di rumah, Arsyila mengucapkan salam dan masuk ke dalam kamar Arsyad.
"Eh kamu sibuk nggak?" tanya Arsyila.
"Kenapa?" tanya Arsyad cuek sembari memejamkan matanya.
"Jadi gini, Aisya sedang dimusuhi teman-teman sekamarnya. Aku boleh minta tolong nggak ke kamu?" tanya Arsyila ke Arsyad.
"Hah? Dimusuhin? Gara-gara apa?" tanya Arsyad yang langsung terbangun dari kasurnya.
Arsyila pun menjelaskan kembali ke Arsyad.
"Lalu? Bagaimana sekarang? Aisya dijauhi?" tanya Arsyad bertubi-tubi. Arsyila pun menganggukkan kepalanya.
"Mau tidak mau, kita harus memberitahu mereka? Tapi aku mau tunggu keputusan Aisya terlebih dahulu." kata Arsyad.
"Setuju sih aku! Semua keputusan ada di tangan Aisya, tapi aku takut Syad. Pasti ini semua gara-gara aku! Nggak seharusnya Aisya berteman sama aku." kata Arsyila yang menangis.
__ADS_1
"Apa sih? Orang kamu nggak salah kok merasa bersalah." kata Arsyad.
Arsyila merasa bersalah pada Aisya.
- AISYA -
Tak lama, Syafa, Kayra, dan Raisya kembali ke kamar. Aisya yang melihat mereka, menyapanya tetapi tidak digubris dengan mereka.
"Assalamualaikum." kata mereka.
"Waalaikumussalam. Kalian habis darimana saja?" tanya Aisya dengan senyuman tetapi tidak ada yang menjawab.
Aisya melihat Syafa yang mengambil handuk, pakaian dan alat mandi kemudian memasuki kamar mandi. Aisya juga sedang melihat Kayra yang sedang merapikan mukenahnya yang akan diletakkan ke kamar mandi. Aisya juga melihat Raisya yang diam-diam melihat ke arah Aisya.
Aisya tahu, Raisya masih ada rasa kasihan dengan Aisya tetapi tidak berani mengungkapannya. Aisya juga sadar diri bahwa ia juga salah, salah bila tidak memberitahukan yang sebenarnya kepada sahabat-sahabatnya.
Tak lama pun Syafa keluar dari kamar, kemudian bergantian dengan Kayra yang masuk ke kamar mandi untuk bersih diri.
"Raisya, lagi ngapain?" tanya Aisya yang duduk di ranjang disamping Raisya.
"A..a..ku.." kata Raisya yang tiba-tiba di beri kode dengan Syafa bahwa untuk tidak menjawab pertanyaan dariku.
"Maafkan aku ya, Raisya. Aku akan cerita kalau aku siap. Aku tahu kamu selalu percaya sama aku, aku pun iya. Aku janji." membisikan ke telinga Raisya dengan pelan.
"Aduh, maaf ya Raisya. Ini bolpennya. Aku pergi dulu ya teman-teman, Assalamualaikum." kata Aisya.
"Waalaikumussalam." jawab mereka.
-SYAFA-
Syafa pun langsung menghampiri Raisya dan duduk di sampingnya.
"Kenapa kamu jawab tadi?" tanya Syafa.
"Nggak kok, aku lupa tadi." kata Raisya. Tak lama, Kayra pun keluar dari kamar mandi.
"Loh mana Aisya?" tanya Kayra.
"Keluar dia? Tadi masa, Raisya mau mengobrol dengan Aisya." kata Syafa yang kesal.
__ADS_1
"Oh iya? Tapi jujur aku kasihan kalau tiba-tiba harus jauhin Aisya." kata Kayra.
"Jadi, batal nih?" kata Syafa yang menjadi kesal dengan kedua temannya.
"Kesepakatan kita di awal kan mencari tahu, apa yang disembunyikan Aisya selama ini? Tapi kita nggak perlu sampai jauhin dia." kata Kayra sembari membenahi alat mandinya.
"Iya sih, aku setuju sama Kayra. Kalian tahu sendiri kan? Aku orangnya gimana? Ya begini." kata Raisya.
"Jadi salah aku nih? Ya sudah kalau begitu aku cari tahu sendiri. Nggak perlu bantuan dari kalian berdua." kata Syafa yang berangkat menuju ke mushola sendirian.
-KAYRA-
"Kok jadi begini sih?" kata Kayra yang bingung sama Syafa.
"Iya aku juga bingung. Kan emang kesepakatan kita dari awal cari tahu kan? Kenapa sampai menjauhi Aisya? aku kasihan sama Aisya." kata Raisya yang sedih.
"Sama,Sya. Aku juga merasa kasihan. Kalau aku pikir-pikir, mungkin dia belum siap untuk cerita ke kita." kata Kayra.
"Oh iya. Tadi sempat Aisya berbisik di telingaku saat ia tak sengaja menjatuhkan bolpenku." kata Raisya.
"iya? Apa katanya?" kata Kayra.
"Katanya, Aisya bakalan cerita ke kita kalau ia sudah siap. Tetapi, kenapa ia siap bercerita ke Arsyila? Atau ini berhubungan dengan keluarga Arsyila?" tanya Arsyila yang bingung.
"Bisa jadi sih atau mungkin memang berhubungan dengan keluarga Arsyila." kata Kayra.
"Ya sudah, Yuk! kita ke masjid." ajak Kayra ke masjid yang hanya berdua dengan Raisya.
-AISYA-
Sesampainya di masjid, Aisya tidak sengaja berpapasan dengan Bella dan teman-temannya.
"Tumben lo sendirian? Mana teman-teman lo? Atau sekarang memang nggak punya teman?" kata Bella remeh.
"Oh enggak. Memang aku sengaja datang duluan. Nanti teman-temanku menyusul. Kenapa memangnya?" tanya Aisya sembari merapikan sajadah dan mukenanya.
"Yakin? Mereka masih temenan sama lo? Lo aja akhir-akhir ini jarang sama teman-teman lo. Lo kan mau deketin Arsyad, jadi temenannya sama kembarannya terus biar pepet Arsyad pelan-pelan." kata Bella yang membuat Aisya tidak terima.
"Kamu maunya apa sih? Aku berteman dengan siapapun juga terserah aku! Aku punya hak untuk berteman. Aku berteman dengan Arsyila? Apa urusannya sama kamu? Jangan jadikan Arsyad sebagai alasan untuk aku berteman dengan Arsyila! Arsyila baik kok sama seperti sahabat-sahabatku, Syafa baik banget, Kayra apalagi, Raisya juga baik karena itu aku mau berteman dan bersahabat dengan mereka selamanya." kata Aisya yang kemudian meneteskan air matanya.
__ADS_1