
ARSYAD -
Setelah aku datang ke ruangan uks untuk bertemu Aisya. Aku pulang ke rumah yang ada di pesantren ini. Aku langsung duduk di kursi makan sembari makan bersama ayah dan bunda. Aku memainkan makanan sedaritadi hingga bunda menyadari bahwa makananku belum di makan olehku.
"Syad, kok makanannya nggak dimakan sih, nak?" tanya bunda, Arsyad tidak mendengar perkataannya.
"Arsyad." panggil ayah dengan suara tegasnya.
"Oh iya, Yah? Kenapa?" tanya Arsyad yang terkejut.
"Kamu yang kenapa? Lagi mikir apa?" tanya Ayah.
"Aisya." kata Arsyad reflek.
"Hah? Apa Syad?" tanya Bunda.
"Oh enggak, Bun." kata Arsyad yang langsung menghabiskan makanannya, kemudian menuju ke kelas.
-BUNDA ARSYAD-
"Ayah. Siapa Aisya itu?" tanya Bunda Arsyad.
"Anak sahabatku" jawab Ayah Arsyad.
Bunda Arsyad hanya mengangguk mengerti, "Aisya? Jadi, kamu jodohin Arsyad sama Aisya itu?" tanya Bunda Arsyad.
"InSyaa Allah, doakan saja. Sekarang mereka harus terpisah dulu." kata Ayah Arsyad. Bunda hanya mengangguk.
~ AISYA ~
Aisya mendapat telefon dari kedua orang tuanya ditemani kakaknya yang bernama Aliya duduk disampingnya.
"Assalamualaikum, Abi sama umi dapat kabar dari pesantren kamu pingsan kemaren?" tanya Abi.
"Waalaikumussalam, tapi nggak papa hanya kecapekan aja kok." kata Aisya.
"Kalau ada apa-apa langsung telfon abi sama umi." kata Umi.
"Iya Abi, Assalamualaikum, abi umi." kata Aisya dan kak Aliya.
"Waalaikumussalam." kata Abi dan Umi.
"Kakak balik dulu ya ke kelas." kata kak Aliya.
"Oh iya kak." jawab Aisya.
~ARSYAD~
Saat menuju ke kelas, Arsyad melewati lapangan depan. Terlihat ada mobil Ayah datang dari luar gerbang pesantren. Arsyad berhenti dan melihat mobil itu, keluarlah seorang perempuan berhijab. Senyum Arsyad sumringah dan berlari ke arah perempuan serta memeluknya.
"Arsyila" teriak Arsyad hingga perempuan itu menoleh ke sumber suara tersebut.
"Arsyad" teriak perempuan bernama Arsyila.
Semua mata tertuju pada mereka berdua dan belum ada yang mengetahui bahwa Arsyila ini kembaranku.
"Kenapa semuanya ngelihatin kita kayak gitu?" tanya Arsyila.
"Udahlah biarin." ajakku untuk menemui Ayah dan Bunda.
__ADS_1
"Surprise ?" tanya Arsyila
"Banget, i miss you." kata Arsyad.
"Aku nggak." kata Arsyila.
Mereka berdua berjalan sambil bercanda. Sesampainya di rumah, Arsyila langsung memeluk kedua orang tuanya.
"Assalamualaikum." kata mereka
" Waalaikumussalam. Kenapa nggak kabarin Bunda kalau mau kembali ke Indonesia sih?" tanya Bunda.
"Suprise." kata Arsyila
"Arsyad ajak Arsyila keliling pondok. Jangan ke asrama putri ataupun putra!"
Arsyad memberikan hormat ke Ayah dan berkata, "Siap, Ayah."
Aku pun mengajak Arsyila keliling dari mulai lapangan hingga taman belakang.
"Eh, aku terima pesan dari kamu loh. Jadi, gimana Aisya itu?" tanya Arsyila.
"Cantik luar dalam sih." kata Arsyad.
"Itu tipe kamu bukan?" tanya Arsyila.
Arsyad menjawabnya dengan anggukan.
"Terus, Aisyanya gimana ke kamu?" tanya Arsyila lagi.
"Nggak tahu." kata Arsyad sambil mengangkat bahu.
"Antarin aku dong ke Aisya, pengen tahu orangnya deh." kata Arsyila.
"Kenapa ?" tanya Arsyila
"Nggak papa, aku mau ke kelas. Kamu bisa kan kembali sendiri?" tanya Arsyila. Arsyila menjawab dengan anggukan.
~ ARSYILA ~
Sesampainya di depan pintu kamar uks. Arsyila membuka pintu kamar tersebut,
"Assalamualaikum." kata Arsyila.
"Waalaikumussalam." kata perempuan yang terbaring di ruang UKS serta terlihat bingung.
"Kamu Aisya, bukan?" tanya Arsyila.
"Iya, aku Aisya. Siapa kamu?" tanya Aisya.
"Oh iya, kenalin aku Arsyila. Aku.." kata Arsyila sembari ingin berjabat tangan.
Tiba-tiba, tiga perempuan masuk ke kamar Aisya dengan kehebohan, mungkin mereka adalah teman Aisya. Arsyila langsung berjalan mundur seketika.
"Aisya kamu harus tahu!" kata salah satu temannya.
"Ada hot news!" kata temannya satu lagi.
"Tadi, aku lihat Arsyad pelukan sama santriwati." kata temannya lagi.
"Emang dia santriwati?" kata temannya satu lagi.
"Nggak tahu sih! Tapi mukanya mirip sama perempuan ini." kata temannya yang heboh ini.
__ADS_1
Semua mata tertuju padaku, aku hanya tersenyum.
"Oh kamu tadi yang pelukan sama Arsyad! Ayo ikut aku! ustad Ammar harus tahu kejadian ini." kata temannya yang heboh ini.
"Eh tunggu dulu. Dengerin kata-kataku dulu." kata Arsyila yang menahan karena tangannya ditarik ke rumah Ayahnya.
Sesampainya dirumah, "Assalamualaikum Ustad Ammar. Saya ingin menginformasikan." kata temannya ini.
Aisya yang seharusnya istirahat di uks ikut menuju ke rumah Ayah.
"Waalaikumussalam, Ada apa ini?" tanya Ayah.
Arsyila hanya tersenyum dan berlagak tidak tahu karena memang tidak tahu.
"Ini ustad. Tadi kita semua melihat santriwati ini memeluk anak Ustad Ammar yang bernama Arsyad. Jadi, saya bawa ke sini!" kata temannya heboh ini.
"Oh begitu. Arsyila bisa tolong jelaskan ke semuanya." pintanya.
"Hai, aku Arsyila Maghfirah Absyar. Aku anak dari ustad Ammar dan aku adalah kembarannya Arsyad." jelas Arsyila sambil tersenyum.
"Apakah ada yang ditanyakan lagi?" kata Ayah sambil tersenyum.
"Saya minta maaf ustad. Saya nggak tahu tadi." katanya.
"Nggak papa kok. Aku juga salah sebelumnya belum perkenalan diri ke kalian." kata Arsyila sambil tersenyum.
"Ya sudah silahkan lanjutkan kelas kalian!" kata Ayah.
Semua kembali ke kelas, Aisya dan teman-temannya menghampiri Arsyila yang sedang duduk di taman.
"Arsyila, aku mau minta maaf ya." katanya.
"Oh iya gapapa. By the way, panggil Arsyi aja." kataku sambil tersenyum.
"Oh iya, kenalin aku Raisya, ini Aisya, ini Syafa. dan ini Kayra." katanya.
"Oh iya, salam kenal ya. Oh iya, karena aku baru kesini. Bolehkan gabung sama kalian?" kata Arsyila
"Boleh kok." kata Raisya.
"Aisya, bukannya kamu harus istirahat dulu di uks? Aku tahu kamu dari Arsyad. Katanya dia suka sama kamu, tapi kamunya nggak tahu." kata Arsyila spontan.
"Oh iya, aku nggak tahu." kata Aisya seperti salah tingkah.
"Iya kita berempat sudah tahu sih. Hanya saja di pondok pesantren tidak diperbolehkan pacaran dan Arsyad sempat jenguk kamu sih, tapi aku suruh di keluar dari uks takut dihukum lagi nantinya." jelas Syafa.
"Arsyad di hukum? Siapa yang ngehukum memangnya?" tanya Arsyila.
"Ustad Ammar." kata Kayra.
"Oh begitu, Bagaimana Aisya?" tanya Arsyila ke Aisya. Aisya yang sedikit melamun langsung sadar.
"Bagaimana? Apanya?" tanya Arsyila balik.
"Yah.. kamu suka tidak sama Arsyad? Seperti ada rasa gitu?" tanya Arsyila.
"Oh nggak ada. Oh iya, bilang terima kasih ke Arsyad karena sudah menolongku dan membawaku ke uks." kata Aisya.
"Iya aku duluan! Assalamualaikum." kata Arsyila
"Waalaikumussalam." jawab mereka bersamaan.
"Ayo Aisya! Aku antar kembali ke UKS." kata Syafa
__ADS_1
"Iya, Ayo. Masih pusing banget soalnya." kata Aisya yang sembari memegang pelipisnya.