
AISYA -
Terlihat Aisya sedang berjalan mondar mandir di dalam kamarnya seperti khawatir.
"Kamu kenapa Aisya?" tanya Syafa. Aisya masih belum mendengar perkataan Syafa.
"Aisya? Kamu kenapa sih?" bentak Kayra yang membuat Aisya terkejut.
"Eh iya? Maaf banget, aku lagi khawatir banget." kata Aisya.
Teman-temannya saling menatap satu sama lain karena bingung dengan perkataan Aisya.
"Siapa yang buat kamu khawatir ? Arsyad?" kata seorang perempuan yang suaranya seperti suara Arsyila.
Aisya yang mendengar suara itu langsung menghampiri Arsyila.
"Arsyi? Gimana Arsyad?" kata Aisya.
Semuanya terkejut, pertama kalinya Aisya khawatir dengan yang bukan mahromnya.
"Aisya? Ini beneran kamu?" tanya Syafa.
"Sejak kapan kamu mengkhawatirkan Arsyad?" tanya Kayra.
Aisya masih menundukkan kepalanya, karena malu sudah mengkhawatirkan Arsyad.
"Aisya? Kamu suka sama Arsyad?" tanya Arsyila penasaran.
"Eh, enggak kok." kata Aisya.
"Masa iya?" goda Raisya. Syafa yang mendengar itu langsung menghampiri Aisya.
"Ya sudah sebentar lagi masuk kelas. Lebih baik sekarang aja kesananya." kata Kayra.
"Arsyila, kamu ikut tidak masuk kelas?" tanya Aisya.
"Oh. Enggak. Aku mengecek Arsyad sama teman-temannya dulu." kata Arsyila.
"Ya sudah kita ke kelas dulu ya. Assalamulaikum." kata Syafa.
"Waalaikumussalam. Belajar yang rajin ya teman-teman akuuu." kata Arsyila menyemangati Aisya dan teman-temannya yang akan mengikuti kelas.
- ARSYAD -
Arsyad dan keempat temannya sedang membersihkan halaman depan dan belakang. Tak lama, Arsyila datang menghampiri Arsyad dan teman-temannya.
"Assalamualaikum semuanya. Udah bersih?" katanya. Arsyad dan teman-temannya menoleh ke arah sumber suara.
"Tuh datang tuh bidadari cantiknya." goda Syafiq.
"Kenapa?" tanya Arsyila.
__ADS_1
"Apaan sih? Enggak kok Arsyila" kata Abyan sambil menyenggol lengan Syafiq dan semua tertawa.
"Beres semuanya." kata Arsyad.
"Ya sudah kalau gitu kalian mandi dan kembali ke tugas kalian. Aku balik dulu, Assalamualaikum." kata Arsyila sambil berbalik badan.
"Waalaikumusalam." jawab Arsyad dan teman-temannya.
Mereka langsung merapikan peralatan kebersihan dan kembali menuju kamar untuk bersih diri.
Setelah mereka bersih diri, mereka berlima masuk ke kelas untuk mengikuti kelas. Sesampainya disana, semua orang tengah melihat Arsya dan teman-teman berjalan sambil berbisik seperti membicarakan perkelahian di kantin.
Namun, Arsyad dan teman-teman tidak memedulikan hal tersebut, mereka masih berjalan dengan santai ke kelas untuk mengikuti kelas.
"Yaampun, gue lupa!" kata Abyan.
"Lupa apa?" tanya Arsyad.
"Gue tuh bawa dua tas ke pondok yang satu kecil,yang satu lagi besar." kata Abyan.
"Emang tertinggal dimana?" tanya Rifqi.
"Kayaknya di rumah Ustad Ammar." kata Abyan.
"Gue temenin kalau begitu." kata Arsyad.
"Nggak usah gue bisa sendiri. Gue duluan ya. Assalamualaikum!" kata Abyan.
Mereka berempat menjawab, "Waalaikumussalam.". "Kalau gue di cariin, kasih tahu ya!" kata Abyan.
Setelah Arsyila menemui Arsyad dan teman-temannya, ia kembali ke rumah untuk bertemu Ayah dan Bunda.
Ternyata mereka duduk di depan rumah, terlihat Ayah sedang bertasbih dan bunda sedang menyeduh teh ke gelas Ayah dan Bunda.
"Assalamualaikum." salam Arsyila sembari mencium punggung tangan Ayahnya.
"Waalaikumussalam." jawab Ayah dan Bunda.
"Arsyila mau ke kamar dulu ya. Tugas Arsyi belum selesai soalnya." kata Arsyila yang berjalan masuk ke dalam rumahnya.
"Tunggu, Arsyila! Ayah dan Bunda mau bicara sama kamu,nak." kata Ayah.
"Iya, Ayah?" jawab Arsyila.
"Apa benar tadi ada perkelahian di kantin? Lalu, kamu menghukum mereka?" tanya Ayah kepada Arsyila.
Arsyila yang tadinya menunduk, ia mendengar hal tersebut langsung menoleh ke arah Ayahnya berbicara.
"I..i..iya, Ayah. Arsyila hukum mereka semua, tapi nggak berat kok Ayah. Satunya membersihkan kamar mandi, dan yang satunya membersihkan halaman depan serta belakang. Mereka juga dipantau kok. Nggak berat kan Yah?" tanya Arsyila.
"Hmm. Bagaimana ya? Tapi, Apakah kamu menampar mereka Arsyila? Apakah kamu mengerti bahwa itu tidak baik? Apalagi kamu menamparnya laki-laki yang bukan mahrom mu dengan tanganmu." jelas Ayah.
"Aku pakai sarung tangan, Yah. Jadi, kulit tangan aku nggak bersentuhan langsung sama kulit pipi mereka." jelas Arsyila.
"Benar, Nak? Sungguh, Ayah akan sedih jika itu tidak benar!" kata Ayah.
__ADS_1
"Percaya sama Arsyila. Arsyila itu nggak mau juga bersentuhan langsung dengan laki-laki yang bukan mahrom Arsyila." kata Arsyila.
Terlihat ada seorang laki-laki yang tak sengaja mendengar percakapan, Ayah, Bunda dan Arsyila.
"Assalamualaikum. Mohon maaf sebelumnya, saya meninggalkan tas kecil saya di sekitar kursi ini. Apakah ustad atau ibu atau Arsyila melihat tas tersebut?" tanya seorang laki-laki yang bernama Abyan.
"Oh itu tas kamu. Tadi mau saya bawa ke tempat informasi untuk diinformasikan. Sebentar saya ambil duli ya!" kata Bunda yang masuk ke dalam rumah untuk mengambil tas milik Abyan.
"Duduk dulu Abyan. Saya juga mau bicara sama kamu!" kata Ayah.
"Ayah..." kata Arsyila merengek.
"Arsyila diam dulu! Ayah mau bicara dengan Abyan." kata Ayah.
"Iya, Ayah." pasrah Arsyila.
"Mohon maaf sebelumnya, saya tadi sempat mendengar pembicaraan antara Ustad Ammar dan Arsyila. Saya ingin mengatakan sesuatu, mohon izin untuk tidak memotong pembicaraan saya dulu. Jadi, memang benar Arsyila menampar kami tetapi ia menampar dengan memakai sarung tangan entah Arsyila dapatkan darimana, tetapi benar Arsyila tidak menyentuh langsung kulit pipi kami." kata Abyan.
"Baik, karena Ayah langsung mendengar pernyataan dari Abyan langsung. Arsyila dimaafkan dan tidak mendapatkan hukuman." kata Ayah.
"HOREEE!!!!" senang Arsyila mengangkat kedua tangannya.
Ayah dan Abyan melihat langsung kegembiraan Arsyila.
Tak lama Bunda pun datang dan membawa tas kecil milik Abyan.
"Ini nak Abyan, tasnya!" kata Bunda.
"Kalau begitu saya pamit dahulu. Assalamualaikum." kata Abyan.
"Waalaikumussalam." kata Ayah, Bunda dan Arsyila.
"Oh iya, Arsyila juga mau pamit, Ayah, Bunda." kata Arsyila.
"Mau ke kamar, terus ke perpustakan. Mumpung semua pada kelas, aku ke perpustakan deh." kata Arsyila.
"Lebih baik di rumah saja, Nak." kata Bunda.
"Yah...Bun, enak tahu kalau belajar di perpus. Nggak ada yang ganggu. Jadi lebih fokus belajarnya" kata Arsyila.
"Ya sudah aku mau ke kamar dulu." kata Arsyila yang berjalan menuju kamar.
- ABYAN -
Abyan berjalan menuju ke kamar dahulu untuk meletakkan tas kecilnya. Setelah itu, kembali menuju ke kelas karena waktu sudah menunjukkan masuk kelas. Saat berjalan menuju ke kelas tak sengaja bertemu dengan Arsyila.
"Arsyila!" panggil Abyan yang berlari pelan menghampiri Arsyila.
"Waalaikumussalam." salam Arsyila.
"Oh iya. Assalamualaikum, Arsyila." kata Abyan.
"Waalaikumussalam. Ada perlu apa?" dingin Arsyila.
"Gue cuman mau nyapa aja sih. Lo mau kemana?" kata Abyan.
__ADS_1
"Ke perpustakan. Kenapa? Oh iya gue mau bilang ke lo..."