
~ AISYA ~
Aisyah dan teman-temannya berjalan menuju ke kamarnya. Mereka mendengar bahwa ada perkelahian di kantin. Aisya penasaran dengan perkelahian itu.
Syafa menghentikan salah satu santriwati dan berkata, "Ada apa Hana? Kenapa semua berlari menuju ke kantin?".
"Oh itu, ada perkelahian, dengar dari teman-teman, yang berkelahi itu Arsyad dan Faiz." kata Hana.
"Oh iya? Memangnya ada apa sampai mereka berkelahi?" tanya Arsyila sodara kembar Arsyad.
"Aku juga kurang tahu sih. Katanya, tiba-tiba Faiz datang ke meja Arsyad dan teman-temannya, langsung menggebrak meja yang membuat Arsyad dan teman-temannya tidak terima." jelas Hana.
"Oh ya sudah. Terima kasih ya infonya, Han." kata Aisya.
"Iya, Aisya, sama-sama." kata Hana dan langsung berjalan menuju ke kantin.
"Ayo kita kesana!" kata Raisya.
"Ayo!" kata Arsyila.
"Eh, tunggu, Aisya, kamu mending istirahat aja deh. Masih sedikit pucat soalnya." kata Kayra.
"Nggak papa, Kay." kata Aisya yang meyakinkan teman-temannya bahwa dia sudah sehat kembali.
"Beneran? Aku temenin deh di kamar nggak papa." kata Kayra.
Aisya menganggukan kepala dengan menandakan bahwa ia yakin. Akhirnya Aisya dan teman-temannya menuju ke kantin.
Sesampainya disana, Aisya dan teman-temannya melihat perkelahian itu.
"Eh, Aisya, lihat tuh gara-gara kamu, mereka bertengkar." kata salah satu santriwati.
"Iya, Aisya. Mereka tuh lagi berantem gara-gara kamu." kata santriwati lainnya.
"Apa sih kamu? Nggak jelas banget!" kata Arsyila. Arsyila pun menyerobot orang-orang untuk masuk ke dalam kantin untuk menghentikan perkelahian ini.
"Jangan Arsyi! Kamu mau kemana?" kata Aisya.
"Aduh gimana nih? Kalau Ustad Ammar tahu. Kena hukum mereka semuanya." kata Syafa.
"Harus ada yang melerai sih." kata Kayra.
"Aku ingin membantu melerai, tapi aku perempuan." kata Raisya.
"Tunggu saja. Kita lihat apa yang akan dilakukan sama Arsyi." kata Arsyila.
__ADS_1
Arsyila bisa dibilang cewek pemberani dan ia juga bisa bela diri.
"WOY KALIAN BERHENTI NGGAK!!" kata Arsyila yang membuat semua berhenti dan bungkam.
Arsyila menghampiri mereka dan menampar pipi satu persatu dari Arsyad, Abyan, Syafiq, Rifqi, dan Kasya.
Setelah itu, ia menarik baju Faiz, dan tak pula menampar pipi Faiz, Akmal dan Ilham.
Mereka mengeluh "Aduh" setelah terkena tamparan.
Sebelumnya, Arsyila sudah memakai sarung tangan entah ia dapatkan dari mana.
Mereka semua bungkam, setelah melihat aksi Arsyila menampar delapan laki-laki yang bertengkar.
"DUDUK KALIAN!! BUAT KALIAN YANG NGGAK ADA KEPENTINGAN APAPUN DAN SELESAI MAKAN SILAHKAN KELUAR!! BUAT YANG TANYA SIAPA GUE?! GUE ARSYILA KEMBARAN ARSYAD DAN ANAK USTAD AMMAR. GUE KASIH PERINGATAN SILAHKAN KEMBALI KE TUGAS KALIAN MASING-MASING!!" titah Arsyila.
Mereka (santriwan dan santriwati) semua pun kembali ke tugas masing-masing.
Aisya dan teman-temannya terkejut melihat ketegasan dari Arsyila.
"Kayaknya kita harus kembali ke kamar deh." kata Raisya.
"Iya, yuk!" kata Kayra.
"Tapi Arsyila. Gimana ?" kata Aisya.
"Aisya!" panggil Arsyila.
Aisya menoleh ke belakang.
"Maaf banget ya. Kalian ke kamar duluan saja. Nanti aku menyusul. Aku harus menyelesaikan masalah ini dulu sebelum sampai ke Ayah." kata Arsyila.
"Iya, Arsyi. Beneran kamu nggak papa? Aku sama teman-teman tungguin kamu kok!" kata Aisya.
"Iya, Arsyila. Kita tungguin disini kok!" kata Syafa.
"Nggak papa. Kalian duluan saja. Nanti aku menyusul ke kamar kalian! Ok?" kata Arsyila.
"Arsyila, kamu keren!" kata Raisya dengan menunjukkan kedua ibu jarinya.
Arsyila mengangguk dan tersenyum.
"Kalau begitu. Kita duluan ya." kata Aisya,
"Assalamualaikum" kata Aisya dan teman-temannya.
__ADS_1
"Waalaikumussalam." kata Arsyila kemudian Aisya dan teman-temannya kembali ke kamar.
- ARSYILA -
"Ada apa sama kalian ini? Kenapa sampai berkelahi satu sama lainnya?" tanya Arsyila sambil bersedekap tangan di depan dada.
Semuanya diam dan tak ada satupun yang membuka mulut untuk berbicara lebih dulu.
Terlihat Arsyad tengah berbisik ke telinga Abyan.
"Kalau sudah Arsyila yang turun tangan. Sama aja kayak Ayah gue ikut turun tangan. Sifat Ayah gue turun ke dia soalnya." kata Arsyad.
"Kayaknya, gue suka deh sama adek lo. Tegas orangnya." kata Abyan yang terpukau oleh ketegasan Arsyila.
"Gue nggak salah dengar?" kata Arsyad bingung.
"Arsyad." panggil Arsyila yang langsung membuat Arsyad bungkam.
"Siapa Faiz disini?" tanya Arsyila tegas yang membuat Faiz langsung mengangkat tangan.
"Ada urusan apa lo sama gebrak meja? Lo tau beli meja itu pakai uang! Bukan pakai daun! Dan gue denger lo yang menyebabkan kericuhan ini terjadi. Jelasin sekarang kenapa lo sampai buat kericuhan ini terjadi!" kata Arsyila tegas.
"Aku nggak suka kalau Arsyad mendekati Aisya. Mengganggu Aisya secara terus menerus. Aku --" kata Faiz yang terpotong karena di sela Arsyad.
"Kalau ngomong tu dijaga. Gue nggak --." kata Arsyad.
"Diam kamu, Syad. Belum giliran kamu dulu!" bentak Arsyila yang membuat Arsyad bungkam.
"Lanjut, Faiz." titah Arsyila.
"Aku melihat hal tersebut risih dan memberi peringatan ke Arsyad agar jangan mendekati Aisya lagi." jelas Faiz.
"Oh gitu. Ada urusan apa lo nyuruh begitu? Siapanya Aisya? dan harus gitu menggebrak meja buat peringatin orang kayak gitu? Nggak harus kan? Kenapa harus seperti gitu?" kata Arsyila.
"Yah.. aku kesal, dan pokoknya dia nggak berhak buat deketin Aisya." kata Faiz.
"Oh gitu. Lo nggak berhak buat kasih statement ke orang kayak gitu dan lo juga nggak berhak buat deketin Aisya. Aisya juga risih kali kalo lo juga deketin dia. Jadi, nggak ada yang punya hak untuk deketin Aisya. Paham! Bukan hanya ke Aisya saja! Untuk yang bukan mahromnya juga nggak tidak ada hak untuk deketin yang bukan mahromnya. Sekarang kalian bertiga gue kasih hukuman bersihin toilet sampai bersih! Cepetan! Kalian juga akan dipantau!" kata Arsyila.
Mereka bertiga pun menuju ke tempat hukumannya.
"Kalian berempat teman-teman Arsyad. Kenapa kalian tidak membantu melerai perkelahian ini? Arsyad kamu nggak harus memakai kekerasan dalam hal apapun! Kecuali kalau kamu dalam bahaya! Paham! Aku nggak mau masalah ini sampai ke Ayah dan Bunda. Jangan pernah bikin Ayah dan Bunda sedih gara-gara masalah ini! Kalian bukan anak kecil lagi! Be mature dong guys! Aduh!" jelas Arsyila.
"Kita sudah melerai perkelahian ini, tetapi kita juga terkena imbasnya. Lihat! Bonyok juga kita!" kata Syafiq.
"Hmm, yasudah kalian gue kasih hukuman bersihkan taman depan dan belakang pondok pesantren ini sampai bersih. Kalian juga dipantau saat menjalankan hukuman yang aku kasih!" kata Arsyila.
__ADS_1
Arsyila berjalan keluar kantin untuk menemui teman-temannya.