WHEN I KNOW YOU

WHEN I KNOW YOU
6


__ADS_3


AISYA -



"Aisya.." panggil Kayra.


"Iya?" tanya Aisya kepada Kayra.


"Kamu luka loh, nggak diobatin dulu?" kata Kayra.


"Oh iya. Setelah pengumuman di aula." kata Aisya.


Kayra menjawab dengan menganggukan kepalanya.


"Duduk dimana nih kita?" tanya Syafa.


"Tengah aja deh Syaf." jawab Raisya.


Aisya dan tiga temannya pun duduk di bangku bagian tengah. Aula ini sudah di batasi dengan kain untuk memisahkan laki-laki dan perempuan.


"Ada apa ya?" kata Kayra.


"Kayaknya penting banget." kata Syafa.


"Aisya, kok kamu diam aja sih? Apa perih lukanya?" tanya Syafa.


"Enggak kok, Syaf. Pusing aja kepalaku." jawab Aisya.


"Pusing? Mau ke UKS aja?" tanya Kayra. Aisya hanya menggelengkan kepala, tiba-tiba semua menjadi gelap di sekitar Aisua dan pingsan.


"AISYA" ketiga teman Aisya berteriak karena Aisya pingsan. Semua orang sedang tertuju pada Aisya.


"Eh, eh, Mau dibawa kemana?" tanya Syafa.


"Ke UKS lah masa ke hutan." tanya seorang laki-laki yang menggendong Aisya.


"Biar gue aja sama teman-teman" kata Syafa.


Tak banyak bicara, laki-laki ini langsung membawa Aisya ke UKS. Pertemuan di aula tetap dijalankan tetapi teman-temanku dan teman-teman laki-laki itu tidak mengikut pertemuan tersebut karena sedang berjalan mengantarkan Aisya ke uks.


Keesokkan paginya, Aisya sudah sadar dan Aisya melihat tempat ini tidak asing. Benar ini di UKS. Hanya ada Aisya disini.


Tiba-tiba ada seorang laki-laki masuk ke dalam ruang uks secara diam-diam dan mengucapkan selamat pagi kepada Aisya.


"Assalamualaikum, Pagi Aisya, Gimana keadaannya sekarang?" tanyanya.


"Waalaikumussalam. Apa yang terjadi? kok aku di ruang uks." tanya Aisya sembari tidak melihat wajahnya.


"Oh itu, kemarin kamu pingsan dan aku menggendongmu ke ruang uks ini." katanya.


"Hah? Apa?" tanya Aisya yang terkejut dengan perkataannya.

__ADS_1


"Iya, gue yang gen..." kata-katanya terputus karena keempat teman-teman Aisya masuk ke dalam ruang uks.


"Aisyaa....Akhirnya kamu sadar juga" kata Raisya sembari memeluk Aisya dengan cukup erat.


"Raisya.. Aisya baru bangun loh" kata Kayra.


"Eh iya maaf ya Aisya." kata Raisya sambil mengusap kedua telapak tangannya.


Aisya dan tiga temannya hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.


- SYAFA-


Sementara Kayra dan Raisya mengobrol dengan Aisya.


Syafa yang melihat laki-laki yang terdiam di pojokan dekat pintu, menghampirinya dan berkata dengan pelan-pelan,


"Arsyad kan? Lo ngapain disini? Oke. Gue sudah nggak tahan pengen tanya ini ke lo. Lo suka kan sama Aisya?".


Arsyad pun langsung menoleh ke arah Syafa.


"Kalau iya kenapa?" kata Arsyad yang balik bertanya.


"Tuhkan, gue bener. Gue kasih tau sama lo. Percuma lo suka sama Aisya. Dia itu nggak mau pacaran." kata Syafa.


"Gue tau itu kok. Kalau gitu gue titip Aisya sama lo! Kalau ada apa-apa sama Aisya. Tolong kasih tau gue! Gue siap jadi benteng buat dia!." kata Arsyad.


"InSyaa Allah. Lo sekarang pergi aja dari sini! Jangan sampai pihak uks tahu lo disini! Buruan!" kata Syafa yang menyuruh Arsyad pergi agar tidak ketahuan oleh pihak uks.


-AISYA-


"Eh iya, Sya. Kenapa? Masih pusing?" tanyanya.


Aisya melihat gerak gerik tubuh Syafa seperti orang yang sedang panik.


"Kenapa kamu kok keliatan panik gitu? Ada masalah kah?" tanya Aisya.


"Oh itu, aku tadi nyuruh Arsyad pergi. Takut ketahuan pihak uks kalau dia ada disini." kata Syafa.


"Oh iya. Aku mau tanya, Siapa yang bawa aku ke uks kemarin?" tanya Aisya pada tiga temannya.


"Arsyad. Dia yang bawa kamu kesini." kata Raisya.


"Hah? Terus kalian larang nggak ?" tanya Aisya yang kaget karena Arsyad lah yang membawaku ke uks.


"Gimana ya, Sya? Aku sih udah bilang kalau biar kita bertiga aja, tapi dia udah gendong kamu ke uks." kata Kayra.


"Oh iya? Aku harus bilang terima kasih tapi aku juga kesal sama dia. Harusnya dia tahu bukan dia yang harusnya bawa aku ke uks." kata Aisya.


"Eh, tapi ya, setelah dia gendong kamu. Dia dimarahin sama ustad, dan dihukum." kata Raisya.


"Yang bener, Rai?" kata Aisya dan Syafa.


"Iya di lapangan, berdiri sampai tengah malam." jelas Raisya.

__ADS_1


"Tuh kan, ini yang terjadi kalau gendong aku ke uks." kata Aisya sambil bersedekap tangan.


"Tapi, kamu jadi bahan pembicaraan anak ponpes sekarang." kata Kayra.


"YaAllah, apalagi ini." kata Aisya.


Tiba-tiba, datanglah ustad Ammar ke kamar uks yang aku tempati.


"Assalamualaikum, Bagaimana keadaanmu Aisya? Membaik?" tanya ustad Ammar.


"Alhamdulillah, Apakah saya boleh kembali ke kamar ponpes saya Ustad?" tanya Aisya.


"Jangan dulu, menginaplah disini 1 hari lagi sampai kamu benar-benar pulih. Oh iya, maafkan Arsyad karena kemarin menggendongmu." kata Ustad Ammar.


"Oh iya, nggak papa. Tapi, Benarkah Arsyad dihukum?" tanya Aisya kepada ustad.


"Iya memang benar, karena memang dia salah." kata ustad Ammar. Aisya hanya bisa menganggukan kepala saja.


"Kalau begitu saya kembali ke ponpes, dan kalian bertiga, apakah tidak ada kelas hari ini?" tanya Ustad Ammar.


"Oh iya, ada ustad. Eh ayo Kay, Rai. Assalamualaikum, Ustad dan Aisya." kata Syafa.


"Kita duluan ya Aisya, Ustad. Assalamualaikum." kata Kayra.


"Aku juga, Assalamualaikum Ustad, Aisya" kata Raisya. Aisya dan Ustad Ammar menggelengkan kepala dan tersenyum.


"Saya juga permisi dulu, Aisya. Assalamualaikum." kata Ustad.


"Waalaikumussalam" jawab Aisya.


- ARSYAD -


Pada malam kemarin, setelah membawa Aisya ke uks, Arsyad dipanggil untuk datang ke ruangan Ayahnya.


"Kenapa lagi sih, Ayah?" kata Arsyad.


"Apa kamu tidak tahu? Kamu punya salah apa?" tanya Ayah.


"Nggak tahu." kata Arsyad sambil memainkan kursi.


"Nggak seharusnya kamu menggendong Aisya, Syad. Itu bukan mahram kamu!" kata Ayah.


"Aku tahu, Ayah. Tapi itu urgent banget? Katanya harus saling tolong menolong, tapi sekarang salah!" kata Arsyad.


"Memang benar kita harus saling tolong menolong. Tapi bukan seperti itu, teman-teman Aisya yang perempuan masih sanggup untuk membopong Aisya." kata Ayah atau Ustad Ammar.


"Mana kuat sih, Yah? Mereka bertiga, kalau dijalan mau ke uks, tiba-tiba Aisya jatuh dari pegangan mereka. Bagaimana?" kata Aisya.


"Kamu suka sama Aisya? Suka boleh tapi jangan berlebihan. Ayah tahu itu, tapi kamu harus bersabar demi kebaikanmu. Baik sekarang kamu Ayah hukum berdiri di lapangan sampai Ayah memanggilmu lagi!" kata Ayah.


"Lagi? Ini masih siang, panas Yah. Nggak bisa nanti sore?" tanya Arsyad.


"Tidak." kata Ayah sembari masuk ke kamarnya.

__ADS_1


Arsyad pun berjalan menuju ke lapangan dengan perasaan kesal dan berdiri sampai Ayahnya memanggil untuk diberhentikan hukum.


__ADS_2