
ABYAN -
"Gue cuman mau nyapa aja sih. Lo mau kemana?" kata Abyan.
"Ke perpustakan. Kenapa? Oh iya gue mau bilang ke lo, terima kasih lo udah bantuin gue kasih pernyataan ke Ayah." kata Arsyila.
Abyan menjawab dengan anggukan kepala. "Astaghfirullah, gue lupa ada kelas. Gue duluan ya, Arsyila. Assalamualaikum." kata Abyan sambil berlari menuju kelasnya.
"Waalaikumussalam." jawab Arsyila.
Sesampainya di depan kelas, Abyan mengatur nafasnya terlebih dahulu. Kemudian ia mengetok pintu kelasnya.
"Assalamualaikum. Mohon maaf sebelumnya, saya tadi mengambil tas yang tertinggal di rumah ustad Ammar." kata Abyan.
"Waalaikumussalam, Abyan. Silahkan masuk. Benarkan juga seragammu." kata guru yang mengajar.
"Terima kasih, Pak." kata Abyan yang berjalan sambil membenarkan bajunya lalu duduk di bangkunya.
"Lama banget dah lo!" kata Arsyad. "Iya gue tadi, diajak ngomong sebentar sama Ustad Ammar." kata Abyan.
"Ngomong apa emangnya?" tanya Arsyad.
"Nanti aja deh. Habis kelas gue kasih tau, tapi ingetin gue yak!" kata Abyan. "Siap!" kata Arsyad.
- ARSYAD -
Tak lama, kelas pun selesai Arsyad dan keempat temannya langsung menuju ke masjid untuk sholat Ashar. Setelah Arsyad dan teman-temannya selesai sholat, mereka menuju ke kamar untuk bersih diri.
Setelah bersih diri, mereka duduk sejenak di atas kasur masing-masing.
"Oy, Abyan, katanya mau kasih tau!" kata Arsyad.
"Oh iya, gue lupa. Jadi, si Arsyila tuh kena marah sama Ustad Ammar." kata Abyan.
"Kenapa?" tanya Rifqi.
"Gara-gara tadi siang nampar kita." kata Abyan.
"Oh iya? Terus?" kata Arsyad.
"Nah, dipikirnya Arsyila itu namparnya langsung bersentuhan sama kulit yang bukan mahromnya. Jadi, Ayah lo marah sama Arsyila. Gue yang nggak sengaja dengar percakapan itu, langsung gue kasih jelasin semuanya. Akhirnya, Ayah lo percaya dan Arsyila nggak jadi dihukum." kata Abyan.
"Arsyila hampir dihukum? Tapi syukur deh akhirnya nggak dihukum sama Ayah." kata Arsyad
"Iya dong. Kalau nggak gue, gimana nanti dia?" kata Abyan.
"Lo suka ya sama Arsyila?" tanya Kasya.
"Siapa? Gue?" tanya Abyan kembali.
Syafiq menghela napas, "Siapa lagi kalau buka lo, Abyan?".
"Nggak tahu, cuman dia ingatin gue aja sama teman masa kecil gue. Dari sifatnya, sikapnya, perilakunya dan cara dia ngomong tuh sama kayak Arsyila." jelas Abyan.
__ADS_1
"Oh gitu..." kata Arsyad.
"Bisa jadi, Arsyila teman masa kecil lo, tapi gue nggak pernah lihat lo main sama cewek.." kata Arsyad.
"Iya gue main di rumah gue. Dia datang sama supirnya." kata Abyan.
Setelah mereka berbincang-bincang, mereka berjalan menuju masjid untuk sholat maghrib.
Diperjalanan, ada salah satu santriwan menghampiri Arsyad dan teman-temannya dan berkata, "Arsyad, dipanggil ustad Ammar di rumahnya. Segera katanya."
"Kenapa lagi ini? Kalian dulu aja deh, nanti gue nyusul. Bye, Assalamualaikum." kata Arsyad.
"Waalaikumussalam." jawab teman-temannya.
AISYA
Setelah selesai kelas, Aisya dan teman-temannya menuju ke masjid untuk sholat Ashar.
"Ayo ke masjid!" kata Aisya.
"Eh, aku sakit perut nih. Sebentar ya, aku mau ke kamar mandi dulu." kata Kayra.
"Perlu, aku temani, Kay?" kata Aisya.
"Oh, nggak usah, Aisya. Aku bisa sendiri kok. Kalian duluan saja, nggak papa. Assalamualaikum." kata Kayra.
"Waalaikumussalam." jawab kami bertiga.
Setelah selesai sholat, Aisya tidak melihat Kayra di masjid. Aisya, Syafa dan Raisya kembali menuju ke kamar mereka. Sesampainya di kamar, terlihat Kayra sedang merebahkan tubuhnya di atas kasur miliknya.
"Kay, ada apa kok nggak datang ke masjid?" tanya Aisya.
"Syukurlah aku pikir tadi kamu terjadi sesuatu sampai nggak datang ke masjid." kata Syafa.
"Aku minta maaf ya udah buat kalian khawatir sama aku." kata Kayra.
"Nggak papa, Kayra." kata Aisya.
"Teman-teman, aku mandi duluan ya. sakit perut juga aku." kata Raisya.
"kamu juga datang bulan, Rai?" tanya Aisya.
"Oh, enggak. Ini aku panggilan alam." kata Raisya.
"Raisya..." teriak Syafa.
"Maaf ya..Aku mandi duluuu" kata Raisya.
Raisya anaknya memang begitu, selalu membuat teman-teman antara kesal dan lucu.
Tak lama, datanglah Arsyila dengan membawa laptop dan bukunya.
"Assalamualaikum, teman-temanku yang semuanya cantik, baik, dan sholehah." kata Arsyila.
"Waalaikumussalam." jawab kami.
"Habis darimana, Ar?" kata Syafa.
__ADS_1
"Perpustakaan. Menyelesaikan tugasku yang nggak selesai-selesai ini." kata Arsyila.
"Kamu memang sering ke perpustakaan ya? kata Kayra.
"Iya, pokoknya saat kalian kelas. Perpustakaan kan jadi sepi, ya sudah aku ke perpustakaan." kata Arsyila.
Setelah itu, Raisya keluar dari kamar mandi dan berkata,
"Arsyila..." sapanya.
"Haiiii" sapa Arsyila.
Setelah Raisya selesai mandi lanjut dengan Syafa. Kayra sudah mandi sebelumnya.
"Arsyila, aku mau tanya sama kamu. Boleh?" tanya Aisya.
"Boleh kok. Silahkan!" kata Arsyila.
"Besok, Abi dan Umiku mau datang ke ponpes untuk menemui Ustad Ammar. Kamu tahu nggak tujuannya mereka datang menemui Ustad Ammar?" tanya Aisya.
"Jujur, kurang tahu juga sih. Soalnya, Ayahku hanya suruh sampaikan ke kamu. Itu saja." kata Arsyila.
"Kenapa memangnya, Aisya?" tanya Arsyila.
"Nggak papa, aku hanya ingin tahu saja karena Abi dan Umi jarang menengokku ke pondok." kata Aisya.
"Ya..mungkin, Abi dan Umi mu, kangen sama kamu dan kakakmu." kata Arsyila.
"Bisa jadi. Aku tuh bingung, karena tiba-tiba, setelah kamu kasih tahu aku kalau mereka mau datang kesini. Aku deg-degan." kata Aisya.
"Kenapa memangnya? Apa kamu punya kesalahan disini, sebelumnya?" tanya Aisya.
"Kayaknya begitu. Akhir-akhir ini nih. Aku jadi takut kalau mereka marah ke aku." kata Aisya.
"Tenang saja. Mereka nggak akan marah kok. Percaya deh sama aku." kata Arsyila yang meyakinkan Aisya.
Tak lama, Aisya, dipanggil dengan Syafa untuk segera mandi.
"Ayo masuk, Arsyila. Aku mandi dulu ya." kata Aisya.
"Eh aku, mau pulang, mau mandi juga. Bye Guys, Assalamualaikum." kata Arsyila.
"Waalaikumussalam." kata Aisya dan teman-temannya.
- ARSYILA -
Sesampainya Arsyila di rumah, ia melihat Ayah, Bunda dan Arsyad seperti membicarakan sesuatu. Namun, terlihat seperti sedang memarahi Arsyad.
"Assalamualaikum." kata Arsyila dengan mencium punggung tangan kedua orang tuannya.
"Waalaikumussalam." jawab mereka bertiga.
"Darimana saja, Arsyila?" tanya Bunda.
"Aku dari perpustakan, habis itu ke kamar asrama putri. Ketemu sama Aisya dan teman-temanku lainnya. Ada apa ini? Kok kalian kelihatan serius gitu sih?" tanya Arsyila.
"Ayah sedang memarahi Arsyad. Ayah berniat menghukum Arsyad karena atas perbuatan di kantin tadi siang." kata Ayah
__ADS_1
"Lagi? Tadi kan sudah aku hukum bersama teman-temannya di taman. Kenapa Arsyad mau dihukum lagi?" tanya Arsyila.