WHEN I KNOW YOU

WHEN I KNOW YOU
15


__ADS_3

-AISYA-


"Iya dan aku takut perkataanku menyakiti hatinya." kata Aisya yang menundukkan kepalanya.


"Ya sudah, ini juga bukan salahmu Aisya, nggak usah terlalu dipikirkan." kata Syafa.


"Harusnya sih iya." jawab Aisya.


"Yuk lebih kita tidur! Aku ngantuk banget." kata Raisya.


"Iya lebih baik tidur aja deh." kata Kayra.


Aisya dan Syafa menganggukan kepala bersamaan. Mereka pun tertidur dikasurnya masing-masing. Mata Aisya masih terbuka memikirkan perasaannya.


Dalam hati Aisya, Apakah aku menyukai Arsyad? Tidak mungkin aku menyukainya. Lebih baik aku tidur.


Keesokkan paginya setelah sholat shubuh dan sarapan. Aisya dan teman-temannya sedang berada di taman dan saling berbincang. Tak lama, Arsyila datang membawakan kotak yang tidak diketahui isinya.


"Assalamualaikum teman-temanku. Kalian sedang apa?" sapa Arsyila.


"Waalaikumussalam." jawab kami berempat.


"Hanya ingin duduk saja di taman ini." kata Aisya.


"Lagi ingin piknik tetapi tanpa makanan." kata Raisya.


"Oh gitu. Oh iya, ini aku bawakan kue bikinan bunda. Enak banget loh ini. Yuk silahkan coba!" tawar Arsyila.


"Wah..kelihatannya enak. Aku minta satu ya, Arsyila!" kata Raisya.


"Minta banyak juga boleh kok. Yuk habiskan!" pinta Arsyila.


"Aku juga minta ya, Arsyila!" kata Syafa dan Kayra. "Iya ambil saja! Habiskan." kata Arsyila.


"Dalam rangka apa? Bundamu membuat kue kering ini?" tanya Aisyah.


"Kurang tahu juga sih. Oh iya, nanti jam 1 siang, kamu datang ke rumah ya Aisyah. Abi dan Umimu datang ke rumah." kata Arsyila.


"Oh iya. Terima kasih infonya." kata Aisya.


"Hm. Kalau begitu aku balik ke rumah dulu ya. Mau bantuin bunda beres-beres rumah." kata Arsyila.


"Lalu, kuenya ?" kata Syafa.


"Makan saja. Harus habis ya! Assalamualaikum." kata Arsyila.


"Waalaikumussalam. Terima kasih Arsyila." kata kami.


-ARSYILA-


Di perjalanan menuju rumah, aku bertemu dengan Abyan, lantas bukannya senang tetapi aku langsung berjalan cepat menuju rumah. Namun, Abyan memanggil namaku dan sudah tepat berada di sampingku.


"Arsyila? Habis darimana?" tanya Abyan.

__ADS_1


"Assalamualaikum." kata Arsyila yang menyindir Abyan karena tidak mengucapkan salam terlebih dahulu.


"Oh iya. Assalamualaikum, Arsyila, habis darimana kamu?" tanya Abyan kembali.


"Waalaikumussalam. Habis menemui teman-temanku. Kenapa?" tanya Arsyila kembali.


"Oh. Sekarang mau kemana?" tanya Abyan.


"Mau pulang." kata Arsyila.


Dalam hatiku, aku sangat gugup bila bertemu dengan Abyan. Entah, apa yang membuatku selalu gugup bila bertemu dengannya.


"Oh gitu. Mau aku antar? Sekalian aku mau bertemu dengan Arsyad." kata Abyan.


"Boleh tapi jaga jarak. Aku tidak mau Ayah memarahi kalau melihat aku berjalan dengan laki-laki yang bukan mahrom." kata Arsyila.


Abyan pun menganggukan kepala dan menurut dengan perkataan Arsyila.


Sesampainya di rumah, saat hendak masuk ke rumah. Arsyila menyuruh Abyan untuk duduk dahulu.


"Abyan." kata Arsyila yang membelakangi Abyan.


"Iya?" jawab Abyan.


"Kamu duduk disitu dulu. Aku panggilkan Arsyad." titah Arsyila.


Abyan pun duduk di kursi tamu depan rumah, sedangkan aku masuk ke dalam rumah untuk memanggil Arsyad. Aku berjalan menuju ke kamar Arsyad dan mengetuk pintunya.


"Apa?" ucap Arsyad dari dalam kamarnya.


"Oh iya? Oke suruh tunggu sebentar. Bentar lagi gue selesai." kata Arsyad.


Arsyila pun jalan menuju ke depan pintu rumahnya. Ternyata ada Ayah yang sedang berbincang dengan Abyan.


"Abyan, nanti Arsyad. Tunggu aja." kata Arsyila dan kemudian menuju ke kamarnya karena Bunda sudah ada yang membantu.


-ARSYAD-


Tak lama, Arsyad pun menemui Abyan yang sudah menunggu lumayan lama.


"Assalamualaikum." ucap Arsya dengan nada.


"Waalaikumussalam." jawab Ayah dan Abyan.


"Ayah tinggal masuk ke dalam ya. Arsyad jangan kemana-mana!" titah Ayah.


"Iya, Yah. Nunggu lama lo?" tanya Arsyad.


"Lumayan. By the way, lo mau kemana? rapi banget gue lihat." kata Abyan.


"Nggak kemana-mana, cuma ada tamu nanti siang." kata Arsyad yang menuangkan minuman ke dalam gelas.


"Ada acara apa sih? Banyak makanan dan minuman kayak acara perjodohan gini sih konsepnya?" tanya Abyan yang melihat sekitar dalam rumah Arsyad.

__ADS_1


"Perjodohan apa hei? Nggak ada yang mau dijodohin ini!" kata Arsyad.


"Masa? Gue kira lo atau Arsyila." kata Abyan.


"Nggak kok. Yakin lo nggak sedih kalau Arsyila dijodohin. Huh?" tanya Arsyad yang menggoda Abyan dengan bertanya seperti itu.


"Jangan lah! Arsyila jodohin sama gue aja!" kata Abyan.


"Iya kalau dia mau. Kalau nggak?" kata Arsyad.


"Harus yakin, Syad." jelas Abyan.


"Lo suka banget ya sama Arsyila? Apa sih yang lo suka dari dia?" tanya Arsyad yang belum yakin bahwa Abyan telah menyukai kembarannya.


"Apa ya? Arsyila tuh anaknya baik, cantik luar dalam mandiri, nggak bawel juga, tegas, pinter akademik dan non akademik dan nggak neko-neko. Kayaknya dia teman masa kecil gue. Gue yakin banget!" jelas Abyan.


"Apa yang buat lo yakin kalau dia teman masa kecil lo? Lo aja lupa muka dia gimana?" kata Arsyad.


"Apa ya? Gue yakin aja sih. Belum 100% yakin." kata Abyan.


"Ya sudahlah. Yang lalu biarlah berlalu. Kalau lo jodoh sama Arsyila emang berjodoh. Lo sahabat gue, gue yakin lo yang terbaik buat Arsyi." yakin Arsyad.


"Thanks, Syad. Kalau memang gue sama Arsyila berjodoh, InSyaaAllah gue siap karena Allah." kata Abyan. Arsyad pun tersenyum.


"Eh lo disini aja ya. Temenin gue disini, kayak gue bosen nanti." kata Arsyad yang belum mengetahui nantinya akan seperti apa.


- AISYA -


Waktu menunjukkan pukul 1 siang, Aisya pun berjalan menuju rumah Arsyila karena tidak sabar bertemu Abi dan Umi. Sesampainya di rumah ustad Ammar, Aisya mengucapkan salam, "Assalamualaikum." ucap Aisya.


"Waalaikumussalam." jawab semua orang yang sedang berada di ruang tamu.


"Duduk sini, nak." kata Umi untuk duduk di sebelahnya.


"Mohon maaf menunggu lama karena tadi Aisya masih sholat dhuhur, tertinggal tadi." kata Aisya sembari duduk.


"Tidak apa, Aisya." ucap Arsyila.


"Baiklah. Kita mulai saja ya." kata Ustad Ammar. "Maksudnya, Yah?" tanya Arsyad.


"Jadi, Ayah dan Abinya Aisya ini berniat menjodohkan kalian berdua." kata Ustad Ammar.


"Iya, nak. Sudah lama kami ingin menjodohkan kalian dan kebetulan kalian seumuran." jelas Abi.


"APA?" ucap Arsyad dan Aisya yang terkejur mendengar hal tersebut.


Tak hanya mereka saja, Arsyila dan Abyan pun juga ikut terkejut mendengar pernyataan tersebut.


"Bagaimana Aisya?" kata Ustad Ammar. Aisya menundukkan kepala dan masih belum percaya bahwa ia akan di jodohkan dengan Arsyad.


"Abi?" tanya Aisya kepada orang tuannya.


"Iya sayang?" jawab Abi.

__ADS_1


"Aisya sholat istikhoroh dulu ya agar Aisya bisa memutuskannya." jelas Aisya.


__ADS_2