
-AISYA-
"Aisya sholat istikhoroh dulu ya agar Aisya bisa memutuskannya." jelas Aisya.
"Iya boleh, Nak? Abi akan selalu menerima keputusanmu nantinya." kata Abi.
"Lalu bagaimana dengan Nak Arsyad. Apakah menerima perjodohan ini?" tanya Abi.
"Kalau sa...saya, menerima keputusan ini. Namun, kembali lagi ke Aisya, kalau ia sudah memutuskan untuk menerima perjodohan ini, dengan senang hati saya menerima keputusannya. Kalau ia tidak menerima perjodohan ini, saya juga harus mau menerima keputusannya karena ia berhak untuk memilih siapa yang kelak akan menjadi pendampingnya." jelas Arsyad.
Aisya yang mendengar pernyataan Arsyad sembari menundukkan kepala juga pun ikut tersenyum karena Arsyad dapat menerima keputusan yang sudah diputuskan Aisya nantinya.
Setelah membahas perjodohan antara Aisya dan Arsyad. Aisya mengantarkan Abi dan Uminya hingga memasukki mobilnya.
"Nak, Abi sama Umi pulang dulu ya! Ingat keputusan ada ditanganmu, abi juga tidak memaksakan. Ya sudah Abi dan Umi Pamit dulu. Assalamualaikum, Aisya." kata Abi sembari tersenyum.
"Assalamualaikum, adek, jaga diri baik-baiknya." ucap Umi dengan melambaikan tangannya.
"Waalaikumussalam, hati-hati di jalan ya!" kata Aisya. Aisya pun berjalan menuju ke kamarnya dengan perasaan yang gundah.
Tak sadar, Arsyila sudah berada di sampingnya sembari berjalan.
"Aisya? Ini serius? Aku masih tidak percaya hal ini akan terjadi." kata Arsyila dengan senangnya.
"Aku masih ragu dengan menerima perjodohan ini. Perjodohan yang tanpa adanya cinta satu sama lain." kata Aisya.
"Hei! Arsyad itu suka sama kamu. Hanya kamu yang belum menyukainya dan cinta akan timbul seiring berjalannya waktu Aisya. Memang tidak langsung, tapi aku yakin cinta itu dapat tumbuh kelak di hati kamu." jelas Arsyila.
"Iya, memang sih, tapi aku masih belum siap dan kita masih sama-sama SMA. Masa iya, lulus langsung nikah? Aku kan masih ingin lanjut ke perguruan tinggi." kata Aisya yang sedikit kesal dengan perjodohannya.
"Aisya! Kamu masih bisa kok lanjut studimu ke perguruan tinggi, tetapi bedanya adalah bersama calon imammu. Sudah itu saja!" kata Arsyila. Aisya menundukkan kepalanya sebentar.
"Arsyila. Maaf banget aku harus buru-buru ke kamar ya. Assalamualaikum." ucap Aisya.
Sebenarnya Aisya kesal dengan Arsyila yang tidak paham, maksud perkataannya.
"Waalaikumussalam." jawab Arsyila yang terlihat bingung.
-ARSYAD-
Di sisi lain, Arsyad duduk di bawah pohon sambil melihat ke atas langit. Tak sadar ada yang seseorang yang menutupinya dari sinar matahari.
__ADS_1
"Woy, lo ngapain disini?" tanya seseorang itu.
"Eh elo Abyan. Gue lagi pengen aja disini. Bosen gue dirumah." kata Arsyad.
"Eh, btw ya Shad. Lo beneran dijodohin sama Aisya? Gue masih belum percaya Shad. Gue kira tadi itu bercanda." kata Abyan.
Arsyad pun menghela napasnya dan mengubah posisinya menjadi duduk sembari menyandarkan punggungnya ke pohon.
"Kapan sih Ayah gue bisa bercanda? Dia lagi benar-benar mode serius. Jujur sih gue syok kalau gue dijodohin sama Aisya. Gue juga bingung, gue harus senang? atau sedih?" kata Arsyad. Abyan menoleh ke Arsyad.
"Lah ngapain lo sedih?" tanya Abyan.
Arsyad berbicara sembari bermain ranting pohon yang sudah jatuh.
"Yah, disisi lain, gue belum tahu Aisya suka sama gue atau nggak? Semenjak Aisya ngomong itu ke gue. Gue langsung mikir. Apakah gue harus menjauh dari Aisya biar dia tuh nggak risih sama gue? Tapi gue yakin sih dia risih sama gue." kata Arsyad pesimis.
Abyan menoleh ke arah Arsyad.
"Kok lo bisa berpikiran dia bakalan risih sama lo?" tanya Abyan.
"Yah, keliatanlah. Dia aja nggak suka sama gue kok." jelas Arsyad.
"Jangan negatif thinking dulu lah. Bisa jadi dia suka sama lo. Lo nggak tahu! Tapi Allah tahu. Giliran lo aja yang berdoa dan sholat istikhoroh kalau perlu." ucap Abyan.
"Kayaknya bentar lagi nih gue mau ngelamar Arsyila." kata Abyan menggoda Arsyad.
"Jaga omongan lo!" menyentil dahi Arsyad.
Abyan mengelus dahinya yang disentil Arsyad. "Sakit Woy!" teriak Abyan.
"Rasain. Oh iya, jangan kasih tahu siapa-siapa dulu! Gue takut Aisya di bully banyak anak." kata Arsyad.
"Iya gue rahasiain! Tenang aja!" kata Abyan.
"Ya sudah, kalau begitu gue balik ke kamar dulu. Soalnya gue tadi pamit sama teman-teman bentar doang.Takut mereka curiga." kata Abyan yang menepuk pelan pundak Arsyad.
"Iya, gue juga balik ke rumah dulu." kata Arsyad sembari juga berdiri.
"Lah lo nggak balik ke kamar juga ?" tanya Abyan.
"Enggak. Hari ini gue masih di rumah Ayah. Besok baru gue balik lagi ke kamar." jelas Arsyad.
__ADS_1
Arsyad dan Abyan pun berjalan menuju tempat yang berbeda. Abyan kembali ke kamarnya, dan Arsyad kembali ke rumah orang tuanya karena di pinta oleh Ayahnya.
-ARSYILA-
Setelah berbincang dengan Aisya, Arsyila kembali ke rumahnya. Arsyila bingung dengan Aisya dikarenakan setelah ia berbincang dengan Aisya, Aisya seperti kesal dengannya.
Sesampainya di kamar, Arsyila bergumam "Apa perkataan gue salah ya tadi?".
Arsyila pun beranjak dan mengambil air wudhu untuk sholat Ashar. Setelah sholat Ashar, ia langsung membuka laptopnya untuk menonton salah satu drama korea favoritnya.
Tak lama, Arsyila pun tertidur dengan sendirinya. Arsyila tidak mengetahui bila bunda masuk ke dalam kamarnya karena sebenarnya ingin meminta bantuan di dapur.
"Assalamualaikum, Nak. Kenapa tidak dimatikan dahulu laptopnya, Nak?." kata Bunda.
Namun, Arsyila sudah terlelap dan Bunda mematikan laptopnya kemudian meletakkannya di meja belajarnya.
"Selalu begini. Lupa akan mematikan laptopnya." kata Bunda tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.
-AISYA-
Sesampainya di kamar, "Assalamualaikum.", ucap Aisya yang langsung duduk di tepi ranjangnya.
"Waalaikumussalam." jawab Syafa, Kayra, dan Raisya bersama-sama.
"Aisya? Kenapa?" tanya Syafa yang melihat Aisya tidak seperti biasanya.
"Nggak papa, Syafa." tanya Aisya yang sembari membenarkan bantal dan gulingnya.
"Aku nggak percaya kalau nggak papa. Aku sahabatmu, Aisya. Aku tahu kamu sedang sedih atau senang." kata Syafa.
"Iya, Aisya. Kita tahu kalau kamu sedang ada apa-apa." kata Kayra.
Aisya pun menghela napasnya dan berkata, "Nanti ya, kalau aku siap buat kasih tahu ke kalian. Aku istirahat dulu ya." kata Aisya dengan tersenyum.
"Iya, Aisya, kita tunggu kamu siap buat cerita ke kita, kita nggak maksa kok." kata Syafa.
"By the way, kamu nggak sholat Ashar, Aisya?" tanya Raisya.
"Kalian duluan saja. Aku sholat di kamar saja." kata Aisya.
"Kalau gitu kita ke masjid dulu ya, Aisya. Assalamualaikum." kata Kayra.
__ADS_1
"Assalamualaikum." kata Syafa dan Raisya.
"Waalaikumussalam." kata Aisya dengan tersenyum.