Xian Ling

Xian Ling
Malam pengantin


__ADS_3

Xian Ling dengan cepat meraih bak mandi yang sudah terisi dengan air di taburi kelopak bunga mawar .


*Byuurr*


Meski kaisar sempat melihat tubuh polosnya namun tidak akan mempersulit wanitanya.


" Kau mandilah dulu , aku akan keluar sebentar ." kata kaisar .


Xian Ling tidak menjawabnya karena entah merasa malu atau merasa marah .


Kaisar tidak bisa mengontrol diri saat ini , dia adalah pria yang normal ketika melihat tubuh yang polos maka hawa panas yang menyelimuti tubuhnya pun membara .


" Yang mulia ". Sapa muchen .


" Katakan pada pelayan , siapkan pakaian untuk selir Xian ". Kata kaisar .


Muchen menggaruk - garuk kepalanya yang tidak merasa gatal .


" Mengapa yang mulia terlihat seperti orang gelisah , apa yang sedang terjadi padanya ." gumam muchen .


Beberapa saat kemudian Xian Ling sudah menyelesaikan ritual mandinya .


Kaisar datang lagi untuk menghampiri Xian Ling .


" Mengapa kau datang lagi ?". Tanya Xian Ling .


" Pertanyaan yang bagus , kau adalah pengantinku . Menurut tradisi maka tidak boleh tidur secara terpisah ". Jelas kaisar .


" Oh begitu , baiklah jika begitu kau tidur saja di lantai ". Kata Xian Ling .


" Lantai ." kaisar terkejut .


Namun dia harus bersabar untuk menghadapi Xian Ling .


" Baiklah aku akan mengalah kali ini ". lirih kaisar .

__ADS_1


Sebelum keduanya memejamkan mata , mereka mendengar langkah kaki dari arah genting .


" Jika kita ketahuan seperti ini maka apa kata semua orang ". Alasan Kaisar .


Kaisar seketika langsung naik ke atas ranjang dan bersebelahan dengan Xian Ling .


Ketika Xian Ling ingin mengutarakan perkataannya maka kaisar langsung membekap mulutnya .


" Diamlah , jangan berisik . Bisa saja mereka yang di atas sedang mengawasi kita ". Gumam kaisar setengah berbisik .


Tentu saja Xian Ling merasa risih atas tindakan yang di lakukan oleh kaisar saat ini .


Keesokan harinya .


Xian Ling tiba-tiba berada dalam pelukan kaisar dengan begitu nyaman .


" Jika saja kau selalu seperti ini maka aku tidak bersusah payah lagi , mungkin aku harus bersabar untuk mendapatkan hatimu ". Gumam kaisar dalam hati .


Begitu Xian Ling terbangun , matanya sudah terbuka dengan sempurna melihat kepalanya berada dalam pelukan kaisar maka dia segera menjauh .


" Yang mulia kau !!". Pekik Xian Ling .


" Aku ? mana mungkin ".


" Bahkan semalam kau menciumiku ." Kata kaisar yang sengaja menggoda Xian Ling .


Xian Ling dengan spontan memegang bibirnya , dia begitu panik .


" Ling , kau adalah istriku . Bagaimanapun juga yang kita lakukan disini itu sangat tidak bermasalah ". Gumam kaisar .


" justru aku yang bermasalah ". Serunya .


Permaisuri melihat kaisar keluar dari kamar Xian Ling , dia sedikit penasaran apakah semalam kaisar menyentuhnya .


Selir Fu segera menghampiri kaisar di kediamannya .

__ADS_1


Begitu melihat orang yang di tunggu - tunggu keluar dari kamar , permaisuri langsung terburu - buru menyapa Xian Ling .


" Selir Xian ? kau akan pergi kemana ". tanya permaisuri .


" Itu urusanku , memangnya kau ini siapa " . Kata Xian Ling .


Sebenarnya permaisuri merasa jengkel atas perkataan dari Xian Ling namun kali ini dia harus bersabar menghadapinya .


" Aku permaisuri kaisar weixuan , bagaimana melewati malam bersama yang mulia ?'. tanya sekali lagi .


" Apakah kau selalu bertanya seperti ini kepada selir yang lain , itu sangat memalukan ". Kata Xian Ling lalu pergi dari hadapan permaisuri .


Permaisuri geram bahkan tidak menyangka jika sifat asli Xian Ling lebih menjengkelkan dari selir Fu .


Xian Ling berjalan mengelilingi sekitar istana , sesuai dengan pesan Raja Wei Zu maka dia harus menemukan plakat emas yang bisa memegang kendali semua pasukan .


" Tempat itu masih sama tidak pernah berubah ". Gumam Xian Ling yang melihat sebuah tempat dimana dia dan Feng Qi sedang belajar menulis ketika masih kecil .


Selir Fu memergoki Xian Ling sedang berjalan -jalan ke daerah terlarang .


" Apa kau mau cari mati !!". Ketus selir Fu.


Xian Ling tetap berjalan mendekati daerah terlarang itu dengan tidak ada rasa takut .


" Xian Ling hentikan langkahmu , itu daerah terlarang . Jika yang mulia tahu maka kau akan di hukum ". Kata selir Fu .


Muchen melihat Xian Ling yang ingin mendekati daerah terlarang , dia segera melapor kepada kaisar .


" Selir Xian hentikan langkahmu !". Teriak kaisar .


" Yang mulia , aku hanya sedikit penasaran pada tempat ini ". Kata Xian Ling .


" Tempat itu di larang keras untuk di langkahi sebaiknya jangan mengulangi lagi . Ikutlah denganku ." Ujar kaisar dengan menarik tangan Xian Ling untuk membawanya pergi .


Sedangkan selir Fu sama sekali tidak di perhatikan oleh kaisar , dia merasa kesal .

__ADS_1


Permaisuri melihat secara langsung bagaimana kaisar tidak menganggap selir Fu .


Dia bersorak senang karena selir Fu mendapatkan karma .


__ADS_2