Xian Ling

Xian Ling
Bercanda


__ADS_3

Xian Ling sudah kembali ke istana , selir Fu merasa heran mengapa wanita yang begitu di bencinya terlihat baik - baik saja .


" Ini tidak mungkin , bagaimana bisa dia terlihat baik - baik saja ?." kata selir Fu .


Selir Fu melihat kaisar yang baru saja datang dari kota Hubei , maka dia segera menghampiri .


" Yang mulia ". Panggilnya dengan nada bersemangat .


Permaisuri juga menyambut kedatangan kaisar meskipun tidak pernah di anggap keberadaannya .


" Maaf selir Fu , yang mulia tidak bisa di ganggu hari ini ". Kata muchen .


" Tapi -- ."


Kaisar mulai berubah sejak menikah dengan xian Ling .


 " Ini adalah kesempatan yang untuk memberi perhitungan pada Fu Rong ". Gumam xian ling dalam hati .


Xian Ling segera berlari mneghampiri kaisar bahkan membuat hal yang tak terduga .


*Grep*


" Yang mulia , syukurlah . Aku menghawatirkanmu ". Lirih Xian Ling seraya memeluk tubuh kaisar dengan sangat menempel .


Muchen tertegun melihat adegan ini terlebih lagi ekspresi kaisar yang masih dalam keadaan terkejut .


" Yang mulia ? kau bisa mendengarkan perkataanku kan , aku ini sedang menghawatirkanmu . Oh iya aku menyiapkan kejutan untukmu , ayo ikutlah denganku ." ajaknya seraya menarik tangan kaisar .


Selir Fu menggerutu bahkan terlihat kesal karena Xian Ling memaksa kaisar sesuka hatinya.


" Tidak tahu malu ". Kesal selir Fu .


" Mereka masih pengantin baru selir Fu , maka kau harus mengerti dengan suasana itu bukankah kau juga pernah merasakannya dan saat ini rupanya kau bukan apa - apa lagi ". sindirnya yang semakin membuat selir Fu kesal tidak aturan .


" Aku akan membuat posisimu tercoreng jika sekali lagi berani mengataiku ". ancam selir Fu .


" Hah , mengancamku ya . Lakukanlah sesuka hatimu ". Jawaban permaisuri benar - benar membuat selir Fu seketika kena mental .

__ADS_1


" Ahhhh , kalian semua brengsek !! Awas saja akan aku balas perlakukan ini ". teriak selir Fu .


Xian Ling membawa kaisar ke dalam kamarnya lalu melepas tautan tangan yang sempat membuat kaisar tertegun .


" Mana kejutannya ." tanya kaisar .


" Itu , hanya bercanda saja ". Jawabnya dengan santai seakan tidak terjadi apa - apa .


" Kau mempermainkanku !!". Seru kaisar .


" Tidak , sudah aku bilang hanya bercanda ". jawabnya sekali lagi .


Dada kaisar seketika naik dan segera mendekati wanita yang mencoba untuk mempermainkannya .


" Yang -- yang mulia kau mau apa ". Xian Ling mulai panik .


" Kau kira bercandamu itu tidak melukai perasaanku , aku adalah pria dewasa yang normal tentu saja berharap lebih dari bercandamu ini ". Tegas kaisar dengan sorotan mata tajam .


" Berharap apa , yang mulia jangan seperti ini . Aku merasa tidak enak ". Protesnya .


Kaisar semakin mendekatkan tubuhnya pada Xian Ling .


Dengan perlahan , Xian Ling memundurkan langkahnya namun malah di kejar hingga pada akhirnya terhempas di atas ranjang .


" Yang mulia kau jangan macam - macam padaku , aku bisa saja menendangmu ". Kata Xian Ling yang mulai benar - benar ketakutan .


Kaisar membelai wajah Xian Ling dengan lembut , entah mengapa pada saat itu detakan jantungnya berdetak dengan kencang hingga terdengar oleh kaisar.


" Kau si wanita dingin tidak punya perasaan ternyata bisa berdesir , itu tandanya kau wanita yang normal . Kita adalah lawan jenis yang normal maka mari kita berkerja sama ". Gumam kaisar setengah berbisik ke cuping telinga Xian Ling .


Bisikan itu malah membuat Xian Ling bergelinjang , nafasnya naik turun .


" Benda apa ini mengapa terlihat sangat keras menempel kulitku ". Gumam Xian Ling di dalam hati .


Ya , Kaisar menghimpit tubuh Xian Ling bahkan tak sadar jika benda pusaka terbaiknya sedang menegang sempurna meminta tuntutan .


Xian Ling ingin menghindar namun kaisar menguncinya dengan kedua tangannya sekuaat tenaga.

__ADS_1


" Kau kira aku adalah pria lemah yang bisa kau tindas , hah kau harus tanggung jawab kali ini ". lirihnya dengan senyuman serigala yang akan menyerang umpannya .


* Cup *


Kaisar mencium kening Xian Ling dengan sangat lembut , lalu segera pergi meninggalkannya .


" Ohh astaga jantungku , kenapa masih meloncat - loncat seperti ini . Mengapa aku mendadak lemah saat dia mencoba untuk melecehkanku ". gumam Xian Ling .


Kecupan lembut yang di lakukan oleh kaisar terngiang - ngiang di benak Xian Ling .



Xian Ling sengaja naik ke atas genteng karena untuk meluapkan perasaanya saat ini.


Muchen melihatnya , dia segera pergi mengatakan pada kaisar .


" Dia berbicara sendiri di atas genteng ". Kata kaisar .


" Yang mulia , sepertinya selir Xian mulai luluh padamu ". Gumam Muchen .


" Itu hanya bercanda , candaan dia benar - benar tidak lucu bahkan lancang mempermainkanku ". Kesal kaisar .


" Apakah anda tidak ingin menghampirinya ?".


" Aku lelah , biarkan saja dia berbicara dengan angin dan sejenisnya ". Jawab kaisar masa bodoh .


Semakin larut , bahkan sepertinya akan segera turun hujan namun Xian Ling masih nyaman berada di atas genting .


*Swosh*


" Ehhhh ". Xian Ling terkejut kala tubuhnya seketika di bawa turun paksa oleh kaisar .


" Sudah larut , hujan akan turun mengapa kau masih di atas sana ". Kata kaisar.


" Aku merindukan angin malam ". jawabnya .


Kaisar tidak bisa mempercayai perkataan Xian Ling yang diluar nalar .

__ADS_1


Dia menarik tangan wanita yang saat ini sudah menjadi selirnya itu untuk masuk ke dalam kamarnya .


__ADS_2