
1 Minggu berlalu . . . .
Kini Xian Ling berusaha untuk menerima kebaikan Feng Qi , dia sadar diri jika tidak bisa melakukan apapun sendiri .
Feng Qi senang karena Xian Ling mulai menerimanya .
Seiring berjalannya waktu , Xian Ling berusaha untuk belajar menerima kenyataan bahkan mulai merubah ambisinya menjadi pribadi yang hangat dan lebih bijak .
" Ling , dia mencarimu ? Apakah kau tidak merindukannya ". Kata Feng Qi .
" Jika aku mengatakannya , lalu bagaimana denganmu ". jawaban Xian Ling membuat Feng Qi salah tingkah .
" Itu adalah keputusanmu . Bukankah kau mulai menerimaku kembali menjadi temanmu itu saja sudah cukup ". Gumam Feng Qi .
" Lalu bagaimana dengan hubungan kalian berdua , bukankah karena kehadiranku membuat jarak di antara kalian ". Ujar Xian Ling .
" Itulah kami , sama-sama tidak mau mengalah . Namun sebenarnya dia lebih bijaksana dariku ." kata Feng Qi .
" Kenapa kau malah memuji musuh ." Xian Ling menggoda Feng Qi.
" Siapa musuhku ? Tidak ada musuh , Ling andai saja dunia ini menyisakan 1 wanita lagi yang sama sepertimu ". Mulai berandai - andai .
" Bukankah ini adalah kesempatan untukmu ". Kata Xian Ling .
Feng Qi terperangah kala mendengar pengucapan Xian Ling yang tak biasa.
" Sudah aku katakan padamu , mungkin aku tidak bisa memilikimu namun bisa berada di sisimu sudah cukup ". Gumam Feng Qi .
" Tuan muda Feng , memiliki dan berada di sisinya bukankah hal yang sama hanya saja beda pengejaan ". Kata Xian Ling .
Feng Qi tersenyum memandang wajah Xian Ling yang menyejukkan hatinya.
" Kau sudah kembali seperti dulu , yang penuh dengan kehangatan dan sangat manis . Aku suka itu ." Puji Feng Qi , membuat Xian Ling mencubit telinga pria itu .
" Dasar kau pria penuh dengan drama ". Kata Xian Ling .
__ADS_1
" Itu cukup sakit tapi aku sukaa ". Kata Feng Qi .
Xian Ling merasa jika kali ini dia merindukan pria yang menjadi suaminya .
Namun dia tak berani muncul di hadapannya dengan keadaan saat ini .
Xian Ling mengalami kelumpuhan pada kakinya hingga tidak bisa berjalan sesuka hati .
Feng Qi berada di sisinya dan selalu menghibur di kala jiwanya bersedih .
Jiu seng datang bersama Aying untuk menemui Xian Ling .
" Temuilah dia karena mungkin dia merindukan orang terdekatnya ". gumam Jiu seng .
Feng Qi terkejut ketika melihat Jiu seng datang membawa Aying .
Ingin marah namun percuma saja karena aying sudah sampai di tempat Xian Ling berada .
" Nona ." Lirih Aying memanggil Xian Ling .
" Nona , aku datang ". Kata Aying sekali lagi .
Detak jantung Xian Ling seakan berhenti kala mendengar suara Aying sekali lagi .
Aying berlutut di hadapan Xian Ling sambil menangis dan menciumi tangan majikannya .
" Aying ? ".
" Iya nona , ini aku hiks.. Hikss. .. ." Aying tidak bisa membendung air matanya lagi , dia menangis tersedu - sedu .
" Berdirilah jangan seperti ini ." gumam Xian Ling dengan suara yang lembut .
Aying benar - benar terkejut bahkan tidak menyangka jika majikannya yang begitu tegas dan tidak suka melihat siapapun yang cengeng malah sebaliknya .
" Aying , kau pasti sedang menebak jika aku akan memarahimu bukan ." ujar Xian Ling .
__ADS_1
" Nona sangat berubah , dari lisannya yang begitu lembut membuatku tersanjung ". Kata Aying .
" Semua telah selesai Aying , aku menyadari jika ambisiku telah membuat hidupku arogan bahkan aku selalu saja egois ." kata Xian Ling dengan mata berkaca - kaca .
" Nona , aku dan Yuxuan merindukanmu . Yuxuan setiap hari menangis seperti anak kecil yang kehilangan ibunya ". Ungkap Aying .
" Lalu , bagaimana denganmu ? apakah juga demikian ".
" Aku , aku hanya berusaha untuk tegar . Nona , aku sudah mendengar semua dari Jiu seng ." kata Aying .
" Kalian sepertinya begitu dekat ".
" Tidak , tidak seperti yang nona pikirkan . Kita hanyalah aaa ? semacam rekan , tidak lebih ". Jelas Aying dengan terbata - bata .
" Jiu seng tidak akan menjelaskan sebuah rahasia yang besar kepadamu , kecuali ?".
" Nona ? ". Aying mulai malu - malu karena Xian Ling berhasil membuatnya salah tingkah .
Dengan adanya Aying di sisi Xian Ling , Jiu seng lebih tenang .
Dia melakukan ini karena tidak ingin Feng Qi banyak berharap dan terluka lebih parah pada akhirnya .
Cinta Feng Qi pada Xian Ling memang lebih besar namun takdir berkata lain tidak bisa mempersatukan keduanya .
Xian Ling belum tahu , siapa yang dia cintai namun setidaknya sedikit membuka hati untuk suaminya karena sebelumnya hal ini pernah di katakan olehnya secara langsung pada suaminya .
2 bulan berlalu . . .
Feng Qi , Aying dan Jiu seng mencoba untuk membujuk Xian Ling untuk berlatih berjalan namun percuma saja karena sudah merasa putus asa .
" Ling'er ayolah , kau pasti bisa ". Bujuk Feng Qi .
" Aku rasa ini bukan sifat nona , bagaimana bisa seorang pendekar wanita bisa seputus asa ini , memalukan sekali ". Aying sengaja memancing emosi Xian Ling .
Namun tetap saja tidak berhasil membujuk ,
__ADS_1
" Aku sudah menerima kenyataan ini , kalian tidak perlu bersusah payah untuk membujukku ". Ujar Xian Ling .