Xian Ling

Xian Ling
Terjebak


__ADS_3

Perkataan kaisar yang begitu tegas dan akurat membuat Xian ling terhentak dan tak bisa berkata - kata .


Bagaimana tidak bahkan saat mengatakan jika sang pemilik hati kaisar adalah Xian Ling mata kaisar meneteskan air mata meski samar .


Guru Li dan raja Wei Zhu yang akan menjelaskan tentang identitas asli Xian Ling malah harus di undur karena masalah asmara .


" Ling , kau sudah menang ". Lirih raja Wei Zhu .


" Paman , maaf tak bisa mengantarmu karena kepalaku begitu pening . Aying , papah aku ". Kata xian Ling .


Sepanjang perjalanan Aying menggoda Xian Ling .


" Sepertinya akan ada yang berdamai dan merajut tali kembali , senangnya akan memiliki majikan baru ". cicit Aying .


*Puk*


Xian Ling menimpuk mulut Aying akibat julid terhadap majikannya .


Selir Fu tidak menyangka jika ternyata yang di cintai oleh kaisar selama ini bukanlah dirinya melainkan Shen Ling atau Xian Ling .


" Mengapa dia seberuntung itu bisa di cintai oleh dua orang yang ingin aku miliki salah satunya , Feng Qi atau kaisar bahkan keduanya ternyata memuja satu orang yang sama ." gumam selir Fu.


Sedangkan Permaisuri berdecak kesal dan tidak berhenti mengumpat .


" Sial , aku tidak percaya jika kaisar bisa mencintainya selama itu ". Kata permaisuri .


" Sulit untuk menyingkirkannya yang mulia permaisuri ." kata pelayan pribadi permaisuri.


" Aku tidak mau tahu , rencana kita harus segera di lakukan ". Kata permaisuri .


Yuxuan telah memulai perintah dari Xian Ling atas rencananya .


Sebuah surat yang di kirimkan dengan anak panah menancap sempurna di dinding luar kamar permaisuri .


*Tak*


" Suara apa itu !". Seru Permaisuri segera pergi keluar untuk melihat .

__ADS_1


Pelayan Permaisuri mengambil surat yang tertancap di anak panah bahkan membacanya .


" Yang mulia , dalam surat ini dia meminta untuk bertemu di paviliun guangpin pada malam ketiga ".


" Paviliun guangpin adalah tempat pangeran Qi Lei , itu berarti surat ini dari dia . Bagus , aku sudah tidak sabar untuk merencanakannya ." kata permaisuri .


Perangkap kedua sudah masuk dalam permainan , kini tinggal memoles sedikit .


" Nona , sudah masuk dalam perangkap . Bagaimana selanjutnya ?". Kata yuxuan .


" Aku merasa , Fu Rong sangat cocok untuk melengkapi permainan ini ". Kata Xian Ling sambil tersenyum .


" Bukankah selir Fu telah berdamai denganmu nona ". Kata Aying .


" Berdamai dengan orang yang dengki tidak akan pernah ada habisnya , namun kali ini yang harus bekerja keras adalah Aying ." Ujar Xian Ling menunjuk Aying .


" Jangan sampai dia merusak permainan ini nona ". Sindir yuxuan .


" Kau meragukanku yuxuan , baiklah tidak apa. Nanti kau akan memujiku juga ". Gumam Aying .


Malam ini juga Aying segera bertindak lebih cepat sebagai pembuktian .


" Benda apa ini ?". Kata Lin Hui , pelayan selir Fu .


Lin Hui segera membuka benda yang mirip dengan batu namun itu bukanlah batu .


" Hei , ini sebuah petunjuk ". Ujar Lin Hui segera pergi memberitahukan kepada selir Fu .


Selir Fu mulai menganalisa maksut dari isi surat yang di temukan oleh Lin Hui .


" Malam ketiga di penginapan guangpin , ada apa disana ." selir Fu sangat penasaran.


Dia meminta seseorang untuk mencari informasi .


Guru Li ingin sekali berbicara dengan Xian Ling namun itu tidak mudah , takutnya menjadi salah paham untuknya dan Xian Ling .


Selir Fu sudah mengetahui maksut dari isi surat tersebut .

__ADS_1


" Dasar wanita tidak punya malu , serakah sekali . Bagaimana pun yang mulia harus tahu tentang hubungan mereka selama ini ". ujar selir Fu .


Kaisar begitu merindukan sosok Xian Ling yang dalam beberapa hari ini tidak berjumpa namun ketika bertemu selalu berdebat.


" Muchen , sedang apa dia sekarang ?." tanya Kaisar .


" Dia siapa yang mulia ? ." tanya balik .


" Selir Xian ". Jawab kaisar dengan tegas sekaligus menahan malu .


" Beberapa hari ini aku tidak melihatnya keluar dari kamarnya , takutnya ada yang terjadi padanya ".


Tanpa menunggu lama , kaisar langsung pergi melihat yang sedang terjadi.


Ya , Xian Ling terbaring di atas ranjang dengan keadaan tertidur .


" Yang mulia ". Sapa Aying .


" Ada apa dengannya ?". tanya kaisar .


" Nona kemarin drop untuk itu harus beristirahat lebih banyak ." jelas Aying .


" Muchen panggil tabib ".titah kaisar .


Muchen segera memanggil tabib istana untuk memeriksa Xian Ling , kaisar menghawatirkan keadaannya .


" Yang mulia , tabib sudah datang ". ujar muchen .


Tabib istana memeriksa keadaan Xian Ling .


" Selir Xian harus banyak beristirahat ". Ujar tabib.


Kaisar sedikit bersalah karena belakangan ini selalu berdebat dengannya , malam ini memilih untuk menjaga Xian Ling .


Aying seketika langsung tercengang kala kaisar mengatakan akan menjaga Xian Ling .


" Gawat , ini tidak boleh terjadi ?". Kata Aying dalam hati .

__ADS_1


Sedangkan Xian Ling benar - benar merasa terjebak dalam rencananya sendiri , kali ini harus benar - benar tidak boleh ceroboh.


__ADS_2