
Xian Ling berjalan ke arah kaisar dengan keadaan emosi , menahan rindu , marah dan juga benci telah bercampur menjadi satu .
Empat mata saling bertemu dengan sempurna , bahkan hampir tidak ada kedipan di setiap detiknya .
" Lepaskan keluarga Feng , aku sudah kembali dengan baik . Bahkan aku berhutang Budi pada Feng Qi ". Ujar Xian Ling dengan perkataan yang sedikit melukai kaisar .
" Bagaimana jika aku tidak bisa melepaskannya ?". Balas kaisar dengan nada yang menjengkelkan .
" Maka aku siap menukar nyawaku dengan nyawanya !!". pekik Xian ling .
Perkataan itu semakin membuat hati kaisar hancur berkeping - keping bahkan matanya berkaca - kaca .
Kaisar memilih untuk pergi dari hadapan wanita yang telah membuatnya patah hati .
" Selir Xian , semua keputusan berada di tangan anda . Sebelumnya yang mulia sudah berpesan jika anda pada akhirnya lebih memilih tuan Feng maka posisimu sebagai selir telah di lepas dan dinyatakan bebas ". Ucap Muchen dengan jelas .
Mata Xian Ling memerah bahkan air matanya sudah tak tertahankan lagi , ada perasaan sakit ketika mendengar sebuah fakta jika dia di lepaskan begitu saja .
" Aku tidak menyangka jika kau melakukan ini padaku ". Gumam Xian Ling dalam hati .
Yuxuan segera menghampiri Xian ling karena mungkin saat ini sudah tidak kuat lagi untuk menopang tubuh itu .
" Nona , ayo kita pergi darisini ". Ajak yuxuan .
Feng Qi tidak menyangka jika hubungan Xian Ling dengan kaisar akan berakhir begitu saja .
" Aku tidak tahu apakah harus bahagia ataukah sedih ". Kata Feng Qi di dalam hatinya .
Xian Ling baru merasakan perasaannya ketika muchen mengatakan memberikan kebebasan untuknya yang artinya bercerai .
" Nona , jangan seperti ini . Seharusnya kau senang karena disaat tuan Feng mau di hukum , kakimu sembuh dengan sempurna itu pertanda jika di antara kalian memang ---- ".
" Cukup Aying !!! hentikan omong kosongmu itu ". Xian Ling begitu emosi .
Yuxuan segera menjauhkan Aying dari sisi Xian Ling .
" Kau ini ya tidak mengerti situasi seperti apa , tidak bisakah sembuh dari cerobohmu itu . Kau mulai terpengaruh oleh Jiu seng , dengar aying sebaiknya jangan berkata sembarangan lagi ". nasehat yuxuan .
" Aku merasa bersalah yuxuan , bagaimana ini ." Gumam Aying .
" Cukup tidak menggangu nona sudah cukup , biarkan dia sendiri untuk menenangkan diri ". Kata yuxuan .
Sejak pertemuan antara dirinya dengan kaisar kini Xian Ling lebih suka melamun dan merenung .
__ADS_1
Xian Ling berpikir apakah dia dan kaisar tidak bisa lagi seperti dulu .
Feng Qi datang mengunjunginya bahkan mencoba untuk menghibur .
" Ling ? coba tebak aku membawakan apa untukmu ". Kata Feng Qi .
Perkataan Feng Qi hanya di tanggapi dengan senyuman tipis saja , mungkin dia terpaksa menyembunyikan kesedihannya di depan Feng Qi .
" Bakpow daging kesukaanmu dan mie panjang umur , Ling selamat ulang tahun ya semoga ke depannya hidupmu makmur ". ucap Feng Qi .
" Kau mengingatnya ".
" Tentu , karena aku teman yang baik untukmu bisa jadi suatu saat kau mengubah statusku menjadi ? ".
" Menjadi apa ? jangan terlalu banyak berharap nanti kau bisa tersandung dan jatuh hehehe ". Ujar Xian Ling dengan di sertai canda gelak tawa .
" Ya , jatuh cinta ? Kau sangat benar Ling , maka kau akan menerima suatu saat dan menyesal ." kata Feng Qi .
Xian Ling mengernyitkan dahi mendengar ucapan menyesal dari Feng Qi .
" Menyesal untuk apa ?". tanya Xian Ling .
" Tidak mencintaiku sejak awal heheheh ". jawaban Feng Qi cengengesan .
" Dan ini terjadi hanya di depanmu saja tidak pada yang lain ingat itu , jika satu ya satu tidak membuka untuk yang lain ". Kata Feng Qi yang sengaja menyindir kaisar .
Namun Xian Ling tidak menyukai perkataan Feng Qi yang sengaja membandingkan dirinya dengan kaisar karena sudah jelas selama ini dia menikahi banyak wanita karena urusan politik .
" Tuan muda Feng , aku ingin beristirahat . Maaf harus mengusirmu ". Kata Xian Ling dengan ekspresi yang menggemaskan .
" Astaga Ling , wajahmu semakin hari semakin menggemaskan saja . Pantas aku tidak pernah berhenti ?". Rayu Feng Qi .
" Berhenti ? ". Merasa heran.
" Tidak pernah berhenti mencintaimu ". jawaban itu seketika membuat Xian Ling berpura - pura tersenyum padahal rasanya bisa saja .
Keesokan harinya , Aying dan Yuxuan mengajaknya untuk pergi ke paviliun linlang untuk menikmati makanan lezat .
Sungguh tak di sangka jika dia bertemu dengan sosok pria paruh baya namun masih cukup gagah dan sedikit tampan .
Keduanya saling melemparkan tatapan lalu berakhir dengan senyuman.
" Zhi'er ? ". Gumam pria itu dalam hatinya .
__ADS_1
Sepersekian detik kemudian , kaisar datang dengan terang - terangan memakai pakaian kebesarannya membuat semua orang yang melihatnya langsung memberi hormat .
" Guru ? anda sudah datang ". Gumam kaisar .
" Benar bahkan lebih awal , aku ingin sekali menikmati makanan di paviliun milikmu ini ". Kata guru Li .
Begitu mendengar suara kaisar , tubuh Xian Ling berdesir tidak terkontrol entah mengapa tiba - tiba dia sangat merindukannya .
" Nona , ada apa denganmu ?". tanya Aying .
" Tidak , tidak apa . Yuxuan apakah sudah memesannya ". kata Xian Ling .
" Sudah nona ". Jawab yuxuan .
Saat kaisar ingin pergi ke lantai atas , netranya tak sengaja melintasi sosok wanita yang selama ini sangat di cintainya juga di rindukan namun karena egois maka terpaksa mengabaikannya .
Kedua orang itu kini menjadi sangat asing , walaupun sebenarnya sama - sama saling merindu satu sama lain .
Sang guru merasakan jika kaisar tidak bisa membohongi dirinya .
" Langxi ? ."
" Ada apa guru ?". Jawab kaisar .
" Sepertinya wanita di bawah tadi ."
" Bukan siapa - siapa guru ". Jawaban kaisar membuat sang guru terkekeh .
*Tok*
Sang guru menggetok dahi kaisar karena telah belajar membohonginya .
" Dasar anak muda , jelas - jelas di dalam matamu itu menyimpan sejuta kerinduan tapi malah membiarkannya begitu saja . Jika aku menjadi dirimu maka aku akan pergi dan memeluknya ". Kata guru Li.
" Guru yang terlalu merindukan seseorang ". Kata Kaisar yang tak sengaja mengeluarkan perkataan yang membuat gurunya melow.
" Ya , aku memanglah sedang merindukan seorang wanita namun tidak seperti dirimu yang sangat egois ". Sindirnya .
" Tidak bisakah guru jangan membahas seorang wanita lagi , itu membosankan ."
*Pak*
Guru Li menggepak tangan kanan kaisar untuk menggodanya.
__ADS_1
" Wanita itu adalah semangat hidup mengapa kau berkata membosankan ." kata guru Li .