Xian Ling

Xian Ling
Tak sengaja bertemu


__ADS_3

Xian Ling berjalan ke arah kaisar dengan keadaan emosi , menahan rindu , marah dan juga benci telah bercampur menjadi satu .


Empat mata saling bertemu dengan sempurna , bahkan hampir tidak ada kedipan di setiap detiknya .


" Lepaskan keluarga Feng , aku sudah kembali dengan baik . Bahkan aku berhutang Budi pada Feng Qi ". Ujar Xian Ling dengan perkataan yang sedikit melukai kaisar .


" Bagaimana jika aku tidak bisa melepaskannya ?". Balas kaisar dengan nada yang menjengkelkan .


" Maka aku siap menukar nyawaku dengan nyawanya !!". pekik Xian ling .


Perkataan itu semakin membuat hati kaisar hancur berkeping - keping bahkan matanya berkaca - kaca .


Kaisar memilih untuk pergi dari hadapan wanita yang telah membuatnya patah hati .


" Selir Xian , semua keputusan berada di tangan anda . Sebelumnya yang mulia sudah berpesan jika anda pada akhirnya lebih memilih tuan Feng maka posisimu sebagai selir telah di lepas dan dinyatakan bebas ". Ucap Muchen dengan jelas .


Mata Xian Ling memerah bahkan air matanya sudah tak tertahankan lagi , ada perasaan sakit ketika mendengar sebuah fakta jika dia di lepaskan begitu saja .


" Aku tidak menyangka jika kau melakukan ini padaku ". Gumam Xian Ling dalam hati .


Yuxuan segera menghampiri Xian ling karena mungkin saat ini sudah tidak kuat lagi untuk menopang tubuh itu .


" Nona , ayo kita pergi darisini ". Ajak yuxuan .


Feng Qi tidak menyangka jika hubungan Xian Ling dengan kaisar akan berakhir begitu saja .


" Aku tidak tahu apakah harus bahagia ataukah sedih ". Kata Feng Qi di dalam hatinya .


Xian Ling baru merasakan perasaannya ketika muchen mengatakan memberikan kebebasan untuknya yang artinya bercerai .


" Nona , jangan seperti ini . Seharusnya kau senang karena disaat tuan Feng mau di hukum , kakimu sembuh dengan sempurna itu pertanda jika di antara kalian memang ---- ".


" Cukup Aying !!! hentikan omong kosongmu itu ". Xian Ling begitu emosi .


Yuxuan segera menjauhkan Aying dari sisi Xian Ling .


" Kau ini ya tidak mengerti situasi seperti apa , tidak bisakah sembuh dari cerobohmu itu . Kau mulai terpengaruh oleh Jiu seng , dengar aying sebaiknya jangan berkata sembarangan lagi ". nasehat yuxuan .


" Aku merasa bersalah yuxuan , bagaimana ini ." Gumam Aying .


" Cukup tidak menggangu nona sudah cukup , biarkan dia sendiri untuk menenangkan diri ". Kata yuxuan .


Sejak pertemuan antara dirinya dengan kaisar kini Xian Ling lebih suka melamun dan merenung .

__ADS_1


Xian Ling berpikir apakah dia dan kaisar tidak bisa lagi seperti dulu .


Feng Qi datang mengunjunginya bahkan mencoba untuk menghibur .


" Ling ? coba tebak aku membawakan apa untukmu ". Kata Feng Qi .


Perkataan Feng Qi hanya di tanggapi dengan senyuman tipis saja , mungkin dia terpaksa menyembunyikan kesedihannya di depan Feng Qi .


" Bakpow daging kesukaanmu dan mie panjang umur , Ling selamat ulang tahun ya semoga ke depannya hidupmu makmur ". ucap Feng Qi .


" Kau mengingatnya ".


" Tentu , karena aku teman yang baik untukmu bisa jadi suatu saat kau mengubah statusku menjadi ? ".


" Menjadi apa ? jangan terlalu banyak berharap nanti kau bisa tersandung dan jatuh hehehe ". Ujar Xian Ling dengan di sertai canda gelak tawa .


" Ya , jatuh cinta ? Kau sangat benar Ling , maka kau akan menerima suatu saat dan menyesal ." kata Feng Qi .


Xian Ling mengernyitkan dahi mendengar ucapan menyesal dari Feng Qi .


" Menyesal untuk apa ?". tanya Xian Ling .


" Tidak mencintaiku sejak awal heheheh ". jawaban Feng Qi cengengesan .


" Dan ini terjadi hanya di depanmu saja tidak pada yang lain ingat itu , jika satu ya satu tidak membuka untuk yang lain ". Kata Feng Qi yang sengaja menyindir kaisar .


Namun Xian Ling tidak menyukai perkataan Feng Qi yang sengaja membandingkan dirinya dengan kaisar karena sudah jelas selama ini dia menikahi banyak wanita karena urusan politik .


" Tuan muda Feng , aku ingin beristirahat . Maaf harus mengusirmu ". Kata Xian Ling dengan ekspresi yang menggemaskan .


" Astaga Ling , wajahmu semakin hari semakin menggemaskan saja . Pantas aku tidak pernah berhenti ?". Rayu Feng Qi .


" Berhenti ? ". Merasa heran.


" Tidak pernah berhenti mencintaimu ". jawaban itu seketika membuat Xian Ling berpura - pura tersenyum padahal rasanya bisa saja .


Keesokan harinya , Aying dan Yuxuan mengajaknya untuk pergi ke paviliun linlang untuk menikmati makanan lezat .


Sungguh tak di sangka jika dia bertemu dengan sosok pria paruh baya namun masih cukup gagah dan sedikit tampan .


Keduanya saling melemparkan tatapan lalu berakhir dengan senyuman.


" Zhi'er ? ". Gumam pria itu dalam hatinya .

__ADS_1


Sepersekian detik kemudian , kaisar datang dengan terang - terangan memakai pakaian kebesarannya membuat semua orang yang melihatnya langsung memberi hormat .


" Guru ? anda sudah datang ". Gumam kaisar .


" Benar bahkan lebih awal , aku ingin sekali menikmati makanan di paviliun milikmu ini ". Kata guru Li .


Begitu mendengar suara kaisar , tubuh Xian Ling berdesir tidak terkontrol entah mengapa tiba - tiba dia sangat merindukannya .


" Nona , ada apa denganmu ?". tanya Aying .


" Tidak , tidak apa . Yuxuan apakah sudah memesannya ". kata Xian Ling .


" Sudah nona ". Jawab yuxuan .


Saat kaisar ingin pergi ke lantai atas , netranya tak sengaja melintasi sosok wanita yang selama ini sangat di cintainya juga di rindukan namun karena egois maka terpaksa mengabaikannya .


Kedua orang itu kini menjadi sangat asing , walaupun sebenarnya sama - sama saling merindu satu sama lain .


Sang guru merasakan jika kaisar tidak bisa membohongi dirinya .


" Langxi ? ."


" Ada apa guru ?". Jawab kaisar .


" Sepertinya wanita di bawah tadi ."


" Bukan siapa - siapa guru ". Jawaban kaisar membuat sang guru terkekeh .


*Tok*


Sang guru menggetok dahi kaisar karena telah belajar membohonginya .


" Dasar anak muda , jelas - jelas di dalam matamu itu menyimpan sejuta kerinduan tapi malah membiarkannya begitu saja . Jika aku menjadi dirimu maka aku akan pergi dan memeluknya ". Kata guru Li.


" Guru yang terlalu merindukan seseorang ". Kata Kaisar yang tak sengaja mengeluarkan perkataan yang membuat gurunya melow.


" Ya , aku memanglah sedang merindukan seorang wanita namun tidak seperti dirimu yang sangat egois ". Sindirnya .


" Tidak bisakah guru jangan membahas seorang wanita lagi , itu membosankan ."


*Pak*


Guru Li menggepak tangan kanan kaisar untuk menggodanya.

__ADS_1


" Wanita itu adalah semangat hidup mengapa kau berkata membosankan ." kata guru Li .


__ADS_2