
3 hari berlalu , musuh belum bertindak . Tepat pada malam hari yang begitu sunyi dimana semua orang tidur dengan nyenyak tiba - tiba di kejutkan dengan suara genderang .
*Gong*
Satu pukulan pertanda akan ada bahaya .
*Gong*
*Gong*
*Gong*
*Gongggg*
Genderang di tabuh sebanyak 5x yang berarti keadaan sudah sangat berbahaya .
" Ada bahaya ". Teriak permaisuri .
Seketika pasukan musuh mulai mengacau di sekitar rumah rakyat .
Xian Ling bersama dengan putri Wei Yun dan juga yuxuan menjadi garda paling depan menumpas habis pasukan musuh.
" Kak Wei Yun , sebelah utara . Yuxuan selatan pancing mereka semua ." titah Xian Ling .
Sementara raja Wei Zu berada di pintu gerbang Istana .
Feng Qi mencari keberadaan Xian Ling .
Jalanan yang sunyi kini seketika menjadi lautan manusia .
Pasukan musuh menyerang rakyat dengan tragis , Xian Ling sangat murka melihat mereka menindas para rakyat kecil .
Pangeran Kun dan Panglima Kun melewati jalan pintas untuk menuju pintu gerbang istana namun ternyata disana ada raja Wei Zu yang sudah menunggu .
" Kalian pengecut !! menyerang di malam hari saat semua orang tertidur dengan tenang , kalian akan mendapatkan balasannya nanti ". Teriak raja Wei Zu .
Raja Wei Jin ikut membantu xian Ling menghabisi pada pasukan musuh namun lebih parahnya lagi ternyata selain pasukan musuh ternyata ada pasukan negara weixuan .
" Siapa yang memimpin pemberontakan ini ?". Kata raja Wei jin .
Kaisar telah mendengar berita informasi pemberontakan , beruntunglah kota Li berhasil di amankan dan negara nangzou di lumpuhkan seketika .
Saat ini kaisar berada di kota Jixin yang berarti sudah sangat dekat menuju ibukota .
" Pangeran , pasukan kita terjebak ". Teriak pasukan musuh .
__ADS_1
Lalu pasukan yang di pimpin oleh bangsawan Shen pun juga demikian .
" Hahahaha , bagaimana Shen Huo ? Apakah kalian masih mau memberontak , pasukan kalian sudah terjebak dan tidak bisa bergerak lagi ". Teriak raja Wei Zu .
Bangsawan Shen mengajak pangeran Kun untuk mundur sementara karena bisa jadi keselamatannya terancam .
Di saat mereka akan berbalik , ternyata Xian Ling menghadang .
" Apa kabar bangsawan Shen ? Kau mau lari ya , pemberontak sepertimu harusnya di beri perhitungan ". Kata Xian Ling .
" Dasar wanita pembawa sial !!!". Kata shen Huo .
" Iyaa kau benar !!! Aku memang pembawa siall bahkan sejak kecil aku kau sebut pembawa malapetaka ". Ketus Xian Ling dengan menggebu - gebu.
Seketika bangsawan Shen merasa terguncang mendengar perkataan langsung dari Xian Ling .
" Kau harusnya mencurigaiku sejak awal bukan , tentang identitas ku yang asli ".
" Tuan Shen , siapa wanita ini ? sebaiknya habisi saja dia ". Kata panglima Kun .
" Terlalu sayang untuk di habisi , lebih baik bawa dia ke negara kita . Ji Hu tahlukkan wanita itu untukku ". titah pangeran Kun yang ternyata menyukai Xian Ling .
" Jangan menyentuhnya , dia adalah putriku ". ungkap Shen Huo .
Xian Ling tidak sudi jika bangsawan Shen mengakui dirinya sebagai putrinya .
" Sejak saat itu aku bukanlah putrimu lagi shen Huo , aku adalah Xian Ling malapetaka untukmu !!". Tegasnya .
Bangsawan shen memejamkan kedua matanya sejenak untuk mengingat masa - masa dimana dirinya memanjakan Shen Ling kecil .
Xian Ling mengambil anak panah dan membidiknya ke arah bangsawan Shen .
*Jleb*
Anak panah pertama mengenai dada kanan bangsawan Shen .
" Itu adalah tanda putusnya hubungan darah denganmu ". ujar Xian Ling .
*Jleb*
Anak panah kedua merobohkan bangsawan Shen hingga dia terjatuh dari kuda .
" Panah kedua itu adalah tanda jika diantara kita tidak akan bisa kembali menjadi anak dan ayah lagi !!".
Bangsawan shen tidak melawan karena merasa memang pantas mendapatkan serangan itu.
__ADS_1
" Aku memang bersalah , tolong jangan putuskan hubungan darah kita ling'er ? Ayah meminta maaf padamu atas semua kesalahan selama ini ". Kata bangsawan Shen dengan suara tertatih karena merasa kesakitan .
* Jleb *
Tubuh Xian Ling seketika terluka karena anak panah , seseorang telah membidiknya secara diam - diam .
" Ling !!". Teriak raja Wei Zu .
" Ling'er !!!". Teriak bangsawan Shen melihat Xian Ling terluka .
Feng Qi datang terlambat untuk melindungi Xian Ling .
" Ling'er !!!! ". teriakan Feng Qi seakan menggema ke seluruh ibukota .
Raja Wei jin tercengang kala mendapati sebuah kebenaran , wanita yang selama ini di kejar olehnya merupakan tunanganya yang asli .
" Dia adalah Shen ling ". Gumam raja Wei jin .
Feng Qi mencari orang yang berani membidik Xian ling dan ternyata dia adalah Shen Qing .
" Ayah , apakah kau tidak apa - apa ?". Gumam Shen Qing .
Feng Qi mendekat ke arah Xian Ling yang mulai sedikit oleng .
" Apa yang telah kau lakukan pada kakakmu , qing'er ? Dia adalah kakakmu ". Gumam bangsawan Shen .
" Aku tidak perduli , dia melukaimu ayah . Dia pantas untuk mati . Xian Ling , kau pembunuh Ibukku maka kau seharusnya pantas mendapatkan luka itu ". Kata Shen Qing.
" Diam kau Shen Qing ". bentak Feng Qi .
Entah mengapa tubuh Xian Ling tiba - tiba roboh .
Feng Qi segera mengambil langkah untuk memapah Xian Ling .
" Shen Qing !! Apa kau membubuhkan racun pada anak panah itu !?". Ketus Feng Qi .
" Iya , karena dia pantas mendapatkannya ." Jawab Shen Qing dengan tidak tahu malu .
Feng Qi merasa murka dan ingin membunuh Shen Qing namun bangsawan Shen memasang badan untuk melindungi putranya .
*Jleb*
" Pangeran , bawa putraku pergi dari sini ". titah Bangsawan Shen .
Raja Wei jin tidak bisa membiarkan Shen Qing lepas begitu saja karena telah melukai orang yang di cintainya .
__ADS_1