Yang Terpendam

Yang Terpendam
Ember air


__ADS_3

Bryan berjalan menyusuri koridor dengan muka yang dibuat datar. Banyak dari beberapa murid yang berbisik membicarakannya, terlebih lagi dia seorang murid baru, sudah pasti dibincangkan oleh banayk siswa. Bryan yang mendengar bisik-bisik itu tidak menghiraukannya dan terus berjalan lurus ke depan.


"Woi", teriak Fandi dari balik punggung Bryan.


Bryan yang beberapa detik sepat terkejut karena Fandi, mencoba memasang kembali wajah acuhnya.


"Apasih lu Fan", dengan menatap sinis ke arah Fandi.


"Halah, mata lu mau gue colok apa, pakek di sinis-sinisin segala", sambil mengarahkan dua jarinya ke depan.


"Ini di depan umum bego", mengayunkan tangan kanannya ke arah Fandi berdiri, tetapi Fandi berhasil menghindarinya.


"Wekkk gak kena", dengan cengengesan.


"Makanya sini, lu bagi wajah cakep lu ke gue, biar tuh murid-murid cewek gak merhatiin lu terus", bisik Fandi.


"Gak, gak mau gue. Gue harus bersyukur punya tampang cakep, tapi gue juga gak mau terus-terusan diliatin orang banyak", balas Bryan sambil tetap berbisik.


Nana hari ini tiba di sekolah lebih siang dari biasanya, karena tadi pagi ia baru menata buku untuk hari ini. Nana berjalan ke arah kelasnya dengan menundukkan kepala, rutinitas yang selalu ia lakukan jika di sekitarnya ada banyak orang. Koridor kali ini tampak ramai dari hari biasanya, sehingga Nana memutuskan lewat lapangan untuk menuju kelasnya. Setibanya di depan pintu kelas, Nana merasa ada yang aneh. Pintu ruang kelas itu tertutup, padahal pintu itu tidak pernah ditutup saat pagi hari. Nana melangkahkan kakinya dan meraih gagang pintu untuk membukanya.


‘Byurrrr’


Suara air dari dalam ember yang terletak di atas pintu kelas jatuh tepat mengenai kepala Nana. Nana hanya berdiri mematung. Ia yang diperlakukan seperti itu rasanya ingin memprotes kepada siapapun yang melakukan itu padanya, tetapi apa daya Nana, Nana tidak ingin membuat masalah yang hanya akan membuat beban mamanya saja. Nana meremas kuat jarinya untuk menetralkan emosi yang sudah mengumpul.


Pandangan seisi kelas tertuju ke arah pintu yang menampilkan keadaan Nana. Banyak tatapan yang Nana terima, dari tatapan acuh dan juga tatapan kasihan, tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


”Eh ada yang pergi ke sekolahan belum mandi nih, jadinya mandi di kelas deh”, ucap Gracia di tengah kesunyian kelas.


Nana memejamkan kedua matanya , berusaha agar amarahmya tidak keluar.


“Air di rumahnya habis kali,”, ucap Kristal.


“Oh apa mungkin nggak punya uang ya buat bayar listrik, nih gue kasih”, sahut Gracia sambil menjatuhkan dua lembar uang lima puluh ribuan di depan Nana.


“Yuk Grac kita kaluar, masa iya mau lihat orang mandi. Hahahahah”, ajak Laura.


Gracia dkk berjalan keluar dari kelas. Tak lupa sebelum meninggalkan kelas, Gracia menabrak bahu Nana hingga Nana terjatuh ke lantai. Teman sekelas Nana yang melihat kejadian tadi juga berangsur keluar satu persatu mengikuti Gracia dkk.


......................


Chelsea berjalan di koridor menuju ruang kelas. Ia melihat dari jauh terlihat ruang kelasnya sangat sepi, sangat berbeda dengan sekolahnya yang dulu. Ia takut jika ternyata di kelasnya sudah ada guru dan sudah memulai pembelajaran lebih pagi. Jadilah ia berlari untuk menuju ruang kelasnya. Ketika tiba di depan ruang kelas, ia sangat terkejut ketika mendapati seorang murid perempuan tengah terduduk di lantai dekat pintu kelas dengan keadaan basah kuyup. Chelsea yang merasa iba mencoba menghampirinya, dan jongkok di sebelah gadis itu.


“Hei, lu gapapa?”, tanya Chelsea.


Murid itu menengadahkan kepalanya hingga wajahnya terlihat jelas oleh Chelsea.


“Hiks hiks hiks”


“Nana!!”

__ADS_1


“Kok bisa kayak gini? Siapa yang bikin kamu kayak gini Na?”, tanya Chelsea pada Nana.


“Chel”, panggil Nana dengan sesenggukan.


Chelsea yang melihat tangis Nana tak kuasa menahan sedih, ia pun memeluk Nana untuk menenangkannya. Setelah dirasa tangis Nana mulai reda, Chelsea mengajak Nana untuk membersihkan diri di toilet sekolah. Sesampainya di toilet, Chelsea menyuruh Nana untuk masuk ke salah satu bilik toilet untuk membersihkan diri.


“Chel ini gimana seragam aku? Aku nggak bawa baju lain”, tanya Nana dari balik bilik.


“Kamu gak bawa baju olahraga gitu?”, tanya Chelsea balik.


“Nggak, kan hari ini nggak ada pelajaran olahraga”, sahut Nana.


''Aduh, terus gimana nih. Bentar-bentar aku cari baju pinjaman dulu. Kamu jangan kemana-mana tetep di sini aja sampai aku balik ya Na'', pesan Chelsea pada Nana.


Chelsea berjalan keluar dari kamar mandi putri dan dari arah yang berlawanan dua orang pemuda tengah memanggil dirinya.


"Hei, lu temennya anak yang basah tadi kan?", tanya Fandi yang berdiri di sebelah Bryan.


"Iya", jawab Chelsea cuek.


Chelsea menatap penuh selidik pada kedua laki-laki itu dari bawah sampai atas. Mata Chelsea melihat salah satu dari mereka membawa baju olahraga di tangan kanannya, semula wajah Chelsea yang tidak bersahabat kini telah ia rubah menjadi lebih bersahabat. Berharap agar lelaki itu mau meminjamkan bajunya saat Chelsea meminta tolong padanya.


"Temen gue ada yang mau minjemin baju olahraganya ke temen lu nih", sambil melihat Bryan dan Chelsea bergantian.


"Nih lu kasih ke dia. Kayaknya dia lagi butuh", menyodorkan baju itu ke arah Chelsea dengan wajah datarnya.


Chelsea yang mendapat baju itu dengan senang hati menerimanya, lalu ia berlari masuk ke toilet lagi dan meninggalkan dua pemuda itu.


Sedangkan Bryan tidak memperdulikan ucapan Fandi dan berjalan pergi.


"Ini juga, main pergi-pergi aja", gerutunya.


......................


Bryan dan Fandi tengah berjalan di koridor menuju ke ruang kelasnya. Tanpa sengaja, Bryan menangkap dua sosok perempuan keluar dari ruang kelas yang salah satu dari mereka bajunya basah kuyup.


"Masih pagi udah ada kejadian kayak gini?", batin Bryan.


"Kok kayak kenal postur tubuh tu cewek ya?", gumamnya lagi.


Bryan mencoba memperhatikan kedua perempuan itu dengan baik, dan yap salah satu dari mereka adalah si cewek ngeselin.


Bryan mempercepat langkah kakinya, mencoba untuk mengikuti kedua gadis itu.


"Heh lu nggak dengerin gue ngomong ya dari tadi?", tanya Fandi yang ada di sebelahnya.


"Liatin apa sih? kok jalan lu makin cepet?", tanya Fandi.


"Noh lu liat", menolehkan kepala Fandi ke arah dua perempuan tadi.

__ADS_1


"Ya terus? lu mau bantuin dia gitu?",


"Ya iya lah begooo. Dia cewek, terus bajunya basah ngap", mengeluarkan kaos olahraga dari dalam tasnya.


Bryan sedikit berlari dan meninggalkan Fandi. Fandi yang ditinggal begitu saja memutuskan untuk mengikuti Bryan dari belakang untuk menemui kedua gadis itu.


"Yah udah keduluan masuk tuh", ucap Fandi saat kedunya berada di dekat toilet.


Bryan tidak menjawab ucapan Fandi dan terus melihat ke arah toilet itu. Saat melihat perempuan keluar dari toilet, secara reflek ia menegur perempuan itu. Bryan dan Fandi berjalan ke arah perempuan itu. Saat Bryan tiba di depan perempuan itu, Bryan sedikit terkejut karena sifat acuhnya perempuan ini tidak jauh beda dari si cewek ngeselin.


"Ya kalau satu kumpulan pasti kurang lebih sifatnya pasti sama", batin Bryan.


Lalu Bryan menyodorkan kaos olahraganya kepada perempuan itu.


......................


'tok tok tok'


"Na, nih bajunya udah dapat!", teriaknya dari luar bilik.


Nana yang mendengar itu segera mengeluarkan salah satu tangannya dari dalam bilik.


"Ganti bajunya yang cepet ya, bentar lagi mau masuk nih", setelah melihat jam tangan di tangannya.


"Iya Chel", sahut Nana.


Kriettt


Suara pintu terbuka.


"Yuk ke kelas, udah selesai nih", ucap Nana.


"Yok"


"Eh tadi kamu dapat kaos olahraga dari siapa?", tanya Nana.


"Eh itu, tadi ada dua cowok di depan toilet terus salah satu dari mereka yang mau pinjemin bajunya sendiri", jelas Chelsea pada Nana.


Nana yang mendengar itu hanya ber oh ria saja.


"Tapi kamu kenal mereka?", tanyanya lagi.


"Enggak hehe, ya nanti kalau udah selesai dicuci kaosnya. Setiap hari Kamis bawa aja itu kaos, nanti kalau aku lihat wajahnya baru kita kembaliin. Toh yang penting sama-sama satu sekolahan kan",


"Hmm. iya", jawab Nana.


...****************...


Halo man teman👋

__ADS_1


Jangan lupa beri saran dan kritiknya ya....


Maaf kalau masih banyak yang typo ya tulisannya🌻🌻


__ADS_2