
Seorang gadis tengah berdiri di tepi balkon kamarnya, menatap langit dengan sendu. Semilir angin malam menerpa tubuhnya. Pandangannya kosong menatap lurus ke depan. Diliriknya sebuah foto yang berada di atas meja sebelah kanannya. Foto itu menampakkan tiga orang gadis yang sedang tertawa lepas.
“Aku ingin kita seperti dulu lagi”, gumamnya sambil memeluk foto itu.
Setelah beberapa menit berdiri di sana, ia berjalan memasuki kamarnya dan bersiap untuk tidur.
“Semoga ini semua cepat berlalu”, setelah itu ia telah pergi ke alam mimpinya.
...****************...
“Ma pa aku pergi main bentar, sama Fandi”, pamit Bryan pada orang tuanya.
“Nanti pulangnya jangan kemaleman kak”, teriak sang mama ketika Bryan telah menancap gas motornya.
Setibanya di cafe tempat mereka berkumpul, ternyata di sana sudah ada beberapa anak yang telah datang. Bryan turun dari motornya lalu berjalan menghampiri teman-temannya.
“Woi dateng juga nih anak”, ucap salah satu temannya yang diketahui namanya Farhan.
“Tumben lu dateng bro?”, tanya salah seorang temannya yang lain.
"Sip lah dateng juga lu", ucap Fandi.
Setibanya di tempat teman-temannya berkumpul ia bertos dengan temannya dengan tos ala cowok. Ia menanggapi celotehan temannya dengan kekehan. Setelah semuanya telah datang mereka membicarakan banyak hal dari A-Z. Saat Fandi datang ke sana ia nebeng dengan salah satu temannya, tetepi waktu di tengah-tengah kegiatan mereka, teman yang berangkat dengan Fandi harus segera kembali karena mendapat kabar bahwa neneknya masuk rumah sakit. Jadilah sekarang Fandi pulang nebeng Bryan. Sebenarnya arah rumah Bryan dan Fandi berlawanan arah tapi karena bujukan Fandi dan karena Bryan kasihan jika temannya diculik sama tante-tante yang berada di pertigaan jalan di depan, jadilah ia memberi tebengan kepada Fandi.
“Thanks bro lu udah nebengin gue. Mampir nggak lu?”, tawar Fandi ketika keduanya tiba di rumah Fandi.
__ADS_1
“Gak, gue langsung pulang”, jawab Bryan lalu menjalankan motornya membelah jalanan.
"Anak siapa itu main nylonong pergi aja"
...****************...
Sinar matahari tengah menyinari permukaan bumi, suara merdu nyanyian burung mulai terdengar. Nana tengah bersiap-siap untuk pergi ke bengkel untuk memperbaiki sepedahnya. Ketika jam sudah menunjukkan pukul 08:30, ia berangkat menuntun sepedahnya menuju ke bengkel terdekat dari rumahnya. Baru beberapa langkah ia merasa ada sesuatu yang tertinggal, ia mencoba mengingat-ingatnya. Setelah beberapa detik mengingatnya, ia akhirnya mengingat bahwa handphonenya masih tertinggal di rumah. Ia pun memutuskan untuk berbalik ke arah rumahnya untuk mengambil handphonenya terlebih dahulu.
Setelah mengambil handphonenya ia bergegas menuju ke bengkel. Setibanya ia di bengkel, ternyata keadaan di sana sangat ramai.
"Ah pasti ini akan sangat lama", batin gadis itu.
Ia mencoba melihat ke sekeliling, mencari tempat duduk yang ada di sana. Dan yap ia melihat satu tempat duduk kosong yang berada di sebrangnya. Ia pun berjalan ke arah sana dan menduduki kursi itu. Tak selang berapa lama sebuah motor menuju ke bengkel itu. Nana yang melihat motor itu merasa tidak asing, dan benar saja ketika orang yang mengendarai itu membuka helm fullfacenya. Nampaklah wajah pria yang telah membuat sepedahnya rusak. Nana terus memperhatikan pria itu. Bryan yang merasa diperhatikan pun mengarahkan pandangannya ke arah Nana.
Nana cepat-cepat mengalihkan pandangannya karena kedapatan telah memperhatikan Bryan sedari tadi. Bryan yang melihat itu hanya mengangkat pundaknya acuh. Setelah sekian lama menunggu akhirnya sepedah Nana telah selesai diperbaiki.
"Berapa pak?", tanya Nana setelah menghampiri tukang bengkelnya.
"50rb mbak", jawabnya.
Setelah mendengar itu Nana merogoh saku celananya untuk mengambil uang, tetapi ternyata ia tidak menemukan uang miliknya.
"Sebentar ya pak", ujar Nana.
"Iya mbak", jawab tukang bengkel sambil berdiri di depan Nana.
__ADS_1
Nana mencoba mencari uangnya sekali lagi, tetapi hasilnya nihil.
"Duh pasti ketinggalan di atas meja", gumam Nana.
Bryan yang baru saja akan pergi dengan menaiki motornya yang telah selesai diservis kembali turun setelah melihat Nana tengah kebingungan merogoh saku celananya. Ia menduga bahwa gadis itu tidak membawa uang. Ia berjalan menghampiri gadis itu dan bertanya kepada petugas bengkel.
"Ada apa mas?", tanyanya.
"Ini mas, mbak ini nggak bawa uang", jawab petugas itu.
"Berapa mas totalnya?", tanya Bryan. Nana yang sedari tadi mendengar percakapan mereka hanya diam memperhatikan kedua orang tersebut.
"Totalnya 50rb mas", jawab petugas bengkel itu.
Bryan yang mendengar itu segera merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan satu lembar uang 50rb dan memberikannya kepada petugas tersebut. Setelah mendapat uangnya, petugas itu lalu pergi melanjutkan pekerjaannya yang lain. Setelah memberikan uang itu, Bryan langsung berjalan ke arah motornya. Nana yang melihat itu langsung mengejar Bryan untuk mengucapkan terima kasih.
Belum sempat Nana mengucapkan terima kasih, Bryan telah menancap gasnya dan pergi meninggalkan Nana.
"Nggak sopan banget sih jadi orang, orang belum selesai ngomong udah ditinggal pergi", gerutu Nana sambil melihat kepergian Bryan.
"Udahlah besok aja waktu di sekolah balikin uangnya", sambungnya.
...Jangan lupa kasih sarannya ya guys🌻...
Jombang
__ADS_1