
Siapa ya? Gue aja baru masuk sekolah mana tahu ada anak yang ciri-cirinya gitu di sekolahan. Biar nanti tanya ke Nana aja deh kalau dia udah masuk sekolah.
...****************...
Sudah lima hari berlalu sejak kejadian itu menimpa Nana, kini kondisinya sudah jauh membaik. Perlahan tapi pasti ia mulai melangkahkan kakinya menuju ke ruang kelasnya. Raut muka yang ia tunjukkan kini jauh berbeda dengan raut muka yang selalu ia tunjukkan sebelum kejadian itu menimpa dirinya.
Satu hari sebelumnya,
“Na, gimana perasaan kamu sekarang nak? Udah jauh lebih baikkan?” tanya Devi setelah kegiatan makan malamnya.
“Emm sekarang udah jauh lebih baik kok ma, mama tenang aja”, jawabnya.
“Pokoknya kamu harus ingat apa yang dibilangin sama dokter Ani selama ini ya sayang, kamu pasti bisa menjadi orang yang jauh lebih kuat dari sebelum kejadian waktu itu”, ujar Devi menyemangati anaknya.
“Iya ma, Nana akan usahain itu. Mulai sekarang Nana akan jadi anak yang lebih kuat nggak akan jadi anak yang lemah lagi!” jawab Nana sambil menampilkan senyum terbaiknya.
Devi yang mendengar ucapan anaknya menjadi lebih tenang. Pasalnya ia belum tega untuk membiarkan Nana untuk masuk sekolah besok, ia berpikir agar anaknya itu berangkat sekolah mulai hari Senin yang akan datang saja. Tetapi Nana tidak menginginkan itu, ia rasa lima hari merupakan waktu yang sangat cukup untuk menenangkan dirinya di rumah, lagi pula ia sudah bosan belajar di rumah terus. Ia ingin segera masuk sekolah dan bertemu dengan Chelsea yang sudah dua hari ini tidak main ke rumahnya.
...****************...
Saat akan melangkahkan kakinya memasuki ruang kelas, terdengar suara seseorang yang memanggil namanya dari arah belakangnya. Suara yang tidak asing untuk telinganya, ia pun membalikkan badannya untuk melihat sosok itu. Sesuai dugaan Nana, orang yang memanggilnya adalah orang yang ingin ia temui yaitu Chelsea. Terlihat Chelsea berlari menghampiri Nana dengan raut ceria yang tergambar jelas di wajahnya.
“Nanaa!!! Kok udah masuk sekolah? Kata tante Devi kamu masuknya hari Senin minggu depan” ucap Chelsea bertanya-tanya saat tiba di depan Nana.
“Aku udah bosen belajar di rumah Chel, lagian aku juga udah pengan main di sekolah sama kamu hehe....”, jawab Nana sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“Yee ni anak, tapi kamu udah baik-baik ajakan? Maksudnya udah bisa keluar dari ingatan kejadian waktu itu?” tanyanya sekali lagi.
“Udah dong, sekarang aku udah baik-baik aja, kamu nggak usah khawatir kalau untuk masalah itu. Udah ayo kita masuk ke kelas”, jelas Nana lalu menarik tangan Chelsea untuk mengikuti dirinya masuk ke ruang kelas.
Sesampainya di ruang kelas, seisi kelas menatap ke arah Nana dan Chelsea yang sedang berjalan dengan pandangan bertanya-tanya.
__ADS_1
‘Ada apa sama Nana nggak biasanya dia masuk kelas dengan ekspresi kayak gitu ya?’
‘Udah masuk sekolah tuh Nana, sakit apa ya kemarin dia?’
Kira-kira seperti itu pertanyaannya.
Sesampainya di tempat duduk mereka, keduanya langsung saling bertukar bercerita, terutama Chelsea yang menceritakan kejadian-kejadian yang ia lalui di sekolah barunya ini, sedangkan Nana mendengarkan cerita Chelsea dengan seksama sesekali menyahuti ceritanya yang perlu Nana jawab. Tidak lama sejak sesi mengobrol mereka dimulai, kini terlihat Gracia dkk memasuki ruang kelas. Nana yang melihat itu langsung meremas kedua sisi roknya dengan perasaan campur aduk.
“Kamu pasti bisa Na, kalau kamu ingin berubah jadi lebih baik dari sebelumnya berarti kamu harus bisa lalui rintangan-rintangan yang dimulai dari sekarang ini” ucapnya pada dirinya sendiri.
Gracia yang baru memasuki ruang kelas mengedarkan pandangannya dan menangkap sosok orang yang sudah beberapa hari ini tidak ia temui untuk diganggu. Saat melihat orang itu kini sudah masuk sekolah, rasa ingin mengganggunya kini berkobar kembali. Ia langkahkan kakinya menuju tempat duduk Nana dan Chelsea berada, di samping itu kedua temannya yang melihat itu juga ikut melangkahkan kakinya mengikuti Gracia dari belakang.
“Halo cupu.... udah lama nih nggak ketemu. Gimana rasanya beberapa hari nggak masuk sekolah? Pasti enak dongg kan di rumah cuma tiduran”
“Eh nggak enak ya, kan nggak bisa main sama kita-kita. Hahaha.....”, ucap Gracia sambil tertawa, disusul tawa dari kedua temannnya yang berada di samping kanan dan kirinya.
Meski merasa sedikit takut tapi Nana mencoba untuk diam dan tidak memperdulikan ketiganya, ia memilih mengajak bicara Chelsea untuk menyambung cerita yang ia dengarkan tadi. Gracia yang merasa diacuhkan oleh Nana menatap Nana geram.
“Heh lu sekarang jadi songong ya!”, bentak Gracia sambil mendorong bahu Nana.
“Heh lu apa-apaan sih, dateng-dateng bikin rusuh aja. Itu tangan bisa nggak nggak usah dorong-dorong segala, nggak bisa apa ngomong baik-baik hah?”, ucap Chelsea.
“Lu berani-beraninya ya dorong-dorong Gracia, mau dikeluarin dari sekolah sini apa lu anak baru?!” sahut Laura dengan berkacak pinggang.
“Tau tuh, emang mau dikeluarin dari sekolah padahal baru masuk?” tambah Kristal.
“Kalian berdua diam aja deh, ini bukan urusan kalian. Lagian kalau dikeluarin ya gue tinggal keluarlah”, ucap Chelsea sambil memandang sinis ke arah Kristal dan Laura.
Baru saja Laura mau menyahuti ucapan Chelsea tetapi Gracia memberi interupsi Laura untuk tidak ikut campur kali ini. Laura yang melihat itu memutar bola matanya malas. Gracia berjalan mengitari tubuh Chelsea sambil memandangi dari atas sampai kaki, dengan pandangan merendahkan. Chelsea hanya diam sambil bersedekap tangan di dada, sambil melihat apa yang akan dilakukan Gracia pada dirinya. Sedangkan Nana masih duduk di bangkunya sambil mengumpulkan keberaniannya untuk menolong Chelsea dari Gracia.
“Cih, cuman anak baru aja songong. Emang lu berani sama gue?” tanya Gracia saat berada tepat di depan Chelsea.
__ADS_1
“Kenapa gue nggak berani? Kalau gue nggak salah ngapain takut sama lu. Udah deh lu nggak usah gangguin Nana lagi mulai sekarang. Lu lihat sendirikan oh maaf maksud gue KALIAN lihat sendirikan, Nana nggak pernah cari gara-gara ke Gracia dkk. Malah sebaliknya, Gracia dkk yang cari gara-gara ke Nana”, ucap Chelsea sambil mengarahkan pandangannya ke seisi kelas.
Seisi kelas yang memperhatikan mereka sedari tadi membenarkan apa yang diucapkan Chelsea barusan. Gracia yang melihat respon orang-orang merasa geram.
“Diam kalian semua!”
Seisi kelas langsung hening seakan mulut-mulut mereka terkena lem yang sangat lengket.
“Heh tutup mulut elu ya, selagi masih ada gue di sekolah ini lu itu bukan siapa-siapa di sini!”
“Cukup Gracia! Urusan kamu itu sama aku bukan sama Chelsea”, teriak Nana setelah berdiri dari tempat duduknya.
“Oh sekarang cupu udah berani Grac sama lu”, sahut Kristal.
“Wahh.... udah berani sekarang lu sama gue?” dengan tatapan merendahkan.
“Masalah kamu itu sama aku Grac bukan sama Chelsea. Ayo kita bicarain baik-baik untuk meluruskan masalah kita”, jelas Nana sambil memegang tangan Gracia.
Gracia yang mendapat perlakuan seperti itu langsung menepis tangan Nana kasar.
“Ga ada yang perlu dibicarain. Dan lu, awas kalau lu ikut campur lagi”
Setelah mengucapkan itu Gracia pergi menuju ke tempat duduknya disusul oleh Kristal dan Laura.
Nana menjatuhkan diri ke tempat duduknya setelah kepergian Gracia dkk dari lokasi tempat duduk. Chelsea yang melihat itu langsung menghampiri Nana untuk menanyakan keadaannya apakah baik-baik saja. Nana menampilkan senyum di bibirnya sebagai jawaban pertanyaan Chelsea. Nana merasa beruntung bisa memiiki sahabat seperti Chelsea, ia berjanji mulai sekarang akan menjadi sosok Nana yang berani dan tidak akan diam saja saat ia diganggu oleh Gracia dkk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hallo teman-teman, apabila banyak typo yang bertebaran mohon maaf ya...
...🙏...
__ADS_1
Bagi teman-teman yang udah baca cerita aku bisa banget loh kasih kritik sama sarannyaa🌻🌻
Di tunggu kelanjutan ceritanya yaa🎊