Yang Terpendam

Yang Terpendam
Kantin


__ADS_3

Bryan dan Fandi tengah berada di kantin sekolah. Secara tidak sengaja mata Fandi menangkap sosok Nana dan juga Chelsea yang berada tidak jauh dari tempatnya duduk sekarang.


"Bro liat noh", ucapnya sambil mengisyaratkan Bryan untuk melihat ke arah belakangnya.


Bryan yang tahu maksud temannya itu segera menoleh ke belakang. Ia mendapati seorang gadis yang beberapa kali muncul di pikirannya.


"Kenapa?", tanyanya.


"Gapapa. Nggak biasanya gue lihat tuh anak ke kantin", ucap Fandi


Bryan mengernyitkan matanya bingung, memang urusannya tuh cewek ada di kantin apa nggak sama dirinya apa.


“Lah terus hubungannya sama gue apa ogeb, gue kenal tuh cewek juga kagak”, jawab Bryan.


‘Ck’, suara decak Fandi.


“Gue kan Cuma ngasih tahu aja monyet”, dengan memukul lengan Bryan sedikit keras.


‘Shhh’


aduh Bryan sambil melihat Fandi dengan pandangan tidak suka, seolah mengatakan ‘sekali lagi lu pukul gue habis lu’. Kira-kira seperti itu arti tatapan Bryan. Fandi yang dilihat seperti itu hanya mengangkat bahunya acuh, lalu melanjutkan kegiatan makannya.


Di sisi lain, Gracia sedari tadi tengah memperhatikan Bryan dari tempat duduknya. Entahlah, sejak bertemu Bryan tadi pagi, Gracia ingin mendekati Bryan. Setiap gerak gerik Bryan selalu ia perhatikan, hingga Bryan menoleh ke arah belakang untuk melihat seseorang. Awalnya ia tidak tahu Bryan tengah melihat ke arah siapa, tetapi saat ia berdiri mencoba untuk melihat siapa orang itu, rasa kesal di hatinya muncul lagi. Ia mengepalkan ketua tangannya lalu mengambil gelas yang berisi air di mejanya dan berjalan ke arah tempat duduk Nana dan Chelsea. Belum sampai ke tempat duduk Nana, ia merasa seseorang menarik pergelangan tangannya. Gracia yang terkejut secara tidak sengaja menjatuhkan gelas plastik yang berada di tangannya.


Ia membalikkan badannya untuk melihat siapa yang berani menarik tangannya secara tiba-tiba.


“Lu mau ngapain? Gue tahu lu mau berbuat jahatkan sama salah satu orang yang ada di sini”, ucap cowok itu saat Gracia sudah membalikkan badannya.


Gracia yang mendengar suara itu segera menghempas kasar tangan cowok itu yang berada di pergelangan tangannya.


“Apa masalahnya sama elu? Toh gue nggak buat masalahkan sama lu!”, ucapnya sambil melihat ke arah cowok itu kesal.


“Itu juga masalah gue, gue nggak suka tindak pembullyan”, jelas cowok itu.


Seisi kantin seketika melihat ke arah mereka berdua. Laura dan Kristal yang baru menyadari bahwa yang tengah membuat keributan adalah Gracia, keduanya segera berlari menghampiri.

__ADS_1


“Chel udah Chel, lu lihat tuh seisi kantin pada liatin elu”, bisik Kristal.


“Iya Chel, semua mata pada liatin lu”, tambah Laura.


Setelah mendengar itu Gracia pergi meninggalkan cowok itu dan juga temannya.


“Yang lain lanjutin kegiatannya lagi ya”, ucap Fandi setelah kepergian Gracia dkk.


Setelah mengatakan itu, Fandi segera duduk dan menanyai Bryan yang tengah melanjutkan makannya yang sempat tertunda tadi.


“Eh lu ngapain sih tadi?”, tanya Fandi yang pasalnya tidak tahu kenapa temannya itu tiba-tiba menarik tangan Gracia.


“Dia mau berbuat jahat sama salah satu orang di sini”, jawab Bryan santai.


“lu tahu dari mana? Ya tapi kalau berbuat jahat gue juga nggak kaget sih”, jelas Fandi.


‘Ck’ decak Bryan


...----------------...


“Iya”, jawabnya.


“Ngapain tadi tuh anak? Setiap hari suka bikin keributan ya tuh anak?”, tanya Chelsea.


“Eh nggak kok, mungkin dia ada masalah tadi sama cowok itu”, jawab Nana.


“Aku sebagai murid baru di sini jujur terganggu sih, karena aku dengar dari mulut ke mulut sekolah ini tuh kekeluargaannya tinggi banget nggak ada yang namanya pembedaan status. Apa lagi gegara tadi pagi aku lihat keadaan kamu, makin kesel aku jadinya”, jelas Chelsea.


“Huss udah ah, jangan bicarain keburukan orang lain. Terus lagian kamu sekarang juga sudah jadi murid sekolah di sini, jadi nggak boleh jelek-jelekin sekolah sendiri ya”, ucap Nana


.


“Hmmm”


“Udah belum itu makannya?, kalau udah kita ke perpus yukk”, ajak Nana.

__ADS_1


“Jangan sekarang deh Na, besok-besok aja ya. Lagian sekarang juga udah mau bel masuk”, tolak Chelsea.


“Ya udah deh lain kali aja”


“Apaansih tu orang”, ucap Gracia saat berada di gazebo belakang sekolah


.


Tidak lama setelah itu, Laura an Kristal tiba di gazebo itu juga.


“Eh Grac tadi lu ngapain sih?”, tanya Laura


Gracia melihat keduanya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan itu.


“Kalian tahukan, tadi tempat duduk kita sama si cupu nggak terlalu jauh. Nah tadi gue mau siram tuh cupu pakai air. Eh tiba-tiba tuh cowok narik pergelangan tangan gue”, jelasnya.


“Ohhh gitu”, jawab mereka bersamaan.


“Apa tuh cowok udah tahu kalau lu mau siram tuh cupu Grac?”, ucap Kristal.


“Apa juga tuh cowok dari tadi merhatiin elu, dia kan anak baru. Udah jelas kalau dengar cerita tentang elu, terus dia penasaran sama elu deh”, sambung Laura.


Gracia yang mendengar itu mulai tersadar ‘bisa jadi sih, tadi pagi juga kayaknya dia lihat baju tuh cupu basah’ batin Gracia.


“Oi Grac, malah diem nih anak”, ucap Kristal


“Udahlah gue pengen ke kelas”,


...****************...


...Haiiiii...


...**Maaf baru upload ya.....**🐾...


...Oh iya jangan lupa beri kritik, saran, dan juga tinggalin jejak ya🌻🌻...

__ADS_1


...Makasihhhhh🌼...


__ADS_2