
"Gue duluan ya bro", ucap Anton teman sekelas Fandi dan Bryan.
''Oke''
Kini ruang kelas Fandi sepi hanya ada ia seorang yang duduk di bangku pojok sambil memainkan game Mobile Legend di HPnya.
"Njir baterai tinggal 10%", batinnya.
Setelah melihat presentase baterainya, ia langsung memasukkan HPnya ke dalam sakunya. Ia tidak ingin HPnya sampai mati karena kehabisan baterai.
"Belum balik-balik juga tuh anak, gue tinggal tidur dulu deh", gumamnya.
Ia mengambil tas miliknya dan milik Bryan lalu ia tumpuk di kursi samping tembok, tak lupa ia mengambil satu kursi lagi lalu ia rapatkan dengan kursi duduknya. Jadinya tiga kursi berhimpitan gitu. Baru saja Fandi menuju alam mimpinya, suara pintu terbuka dengan keras yang membuat ia terkejut hingga ia harus kembali ke alam nyata lagi. Hal itu membuat Fandi sangat geram.
"Ck, baru juga mau kencan sama Camila Cabello, dasar tai unta emang tuh orang", gumam Fandi.
"Woi kalem dikit napa bukanya!!", teriaknya masih dengan mata tertutup.
Tak ada balasan dari orang itu, ia hanya berjalan menghampiri Fandi yang masih tiduran di kursi.
"Ck, bangun''
''Lu mah ganggu orang mau tidur aja'', balasnya masih dengan posisi yang tetap.
''Gue mau pulang, lu kerjain aja tuh tugas sendirian''
Fandi yang mendengar itu langsung mendudukkan dirinya. Siapa juga yang mau ngerjain tugas kelompok sendirian, apa lagi Fandi tidak paham tentang materi tugas itu.
''Nih udah bangun''
''Ck'', decak Bryan.
__ADS_1
Bryan lalu mengambil duduk di kursi depan Fandi yang sudah ia balik tadi.
...----------------...
Setelah selesai mengerjakan tugas kelompok, keduanya pergi ke parkiran sekolah untuk mengambil motor mereka. Saat berjalan berdampingan, mata Bryan tidak sengaja menangkap sebuah sepedah yang tidak asing baginya.
Ia mengingat-ingat lagi di mana ia pernah melihat sepedah seperti itu. Fandi yang melihat Bryan menatap sepedah biru di pojokan pun membuka suara.
"Ngapain liatin tuh sepedah terus?"
Bryan yang mendengar pertanyaan itu langsung menjawabnya dengan cepat lalu mempercepat langkah kakinya menuju motornya yang terparkir. Fandi yang melihat itu langsung mengikuti langkah Bryan menuju motornya juga. Saat menaiki motornya, tiba-tiba Fandi mengucapkan nama pemilik sepedah itu kepada Bryan.
''Itu tuh sepedah anak kelas sebelah. Nana, anak yang lu pinjemin kaos olahraga hari ini".
''Gue duluan bro'', sambungnya lalu melajukan motornya melewati gerbang sekolahan. Bryan meresponnya sengan mengacungkan jempolnya ke atas.
''Ah tuh cewek, makanya kayak gak asing tuh sepedah'', batinnya.
...****************...
Saat tiba di pekarangan rumahnya, ia memasuki rumahnya dengan terburu-buru. Pasalnya saat di tengah perjalanan pulang ke rumah tadi ia mendapat telepon dari mamanya yang memberitahu dirinya bahwa papanya mengalami kecelakaan.
Setelah mendengar itu ia langsung memutuskan sambungan telepon sepihak dan melajukan motornya dengan kecepatan di atas rata-rata.
"Ma, pa!!", teriaknya dengan berlari menuju kamar orang tuanya.
Ia membuka pintu kamar itu dan mendapat sambutan dari adiknya.
"Kak Bian!!", seru Riko lalu berlari memeluk Bryan yang masih berdiri di depan pintu kamar.
Bryan menangkap sosok adiknya yang berlari menghampiri dirinya dengan masih berusaha mengatur napasnya. Ia menatap orang tuanya yang berada di ruangan itu dengan pandangan bingung. Ia menurunkan adiknya di sebelah mamanya yang tengah berdiri di pinggiran kasur, lalu ia memposisikan dirinya duduk di sebelah papanya yang sedang berbaring.
__ADS_1
Sang papa yang melihat anaknya duduk di pinggiran kasur segera mengganti posisinya menjadi terduduk.
"Papa gapapa?", tanyanya setelah papanya terduduk.
Terdengar jelas dari nada suara Bryan bahwa dirinya sangat cemas terhadap kondisi papanya sekarang ini. Sang mama yang melihat anaknya seperti itu hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan mendudukkan dirinya di samping suaminya.
"Emm papa kamu gapapa kok sayang, tadi cuma terpleset waktu naik motor di depan kantor", ujar sang mama.
"Hah tadi katanya kecelakaan?", tanya Bryan.
''Ya kan sama aja Bi, lagian tadi mama mau jelasin ke kamu tapi kamunya main putusin panggilan mama aja", belanya.
''Ya iya sih, ya udah, tapi papa gapapa kan sekarang?"
"Iya papa gapapa kok, cuma kaki papa kayaknya terkilir'', jawab papa Bryan.
''Loh nggak panggil tukang urut atau dokter?", tanya Bryan
''Tadi mama udah panggil tukang urut, kayaknya masih di jalan orangnya", ujar sang mama
''Papa gapapa kok, udah sana mandi dulu terus makan", sambungnya.
''Papa gapapa kok", ucap papa Bryan
Setelah itu Bryan keluar dari ruang kamar orang tuanya dan berjalan menaiki tangga dengan hati lega. Ia kira papanya mengalami kecelakaan yang besar makanya dia sangat cemas dengan keadaan papanya.
...****************...
...Maaf ya kalau ceritanya kurang greget🙏...
...Jangan lupa beri kritik dan sarannya 🌻🌻...
__ADS_1
...♥∆♥...