
‘Tet tet tet’
Suara bel pulang terdengar di seluruh penjuru sekolah. Semua murid meninggalkan ruang kelas seperti biasanya, tapi tidak untuk Nana. Kali ini ia meninggalkan ruang kelas bersama Chelsea. Sedari tadi Chelsea telah menahan buang air kecil sejak pelajaran terakhir, sehingga saat ia dan Nana membereskan buku mereka, Chelsea menyuruh Nana agar lebih cepat membereskan bukunya.
“Na, beresin bukunya lebih cepet ya!”, serunya.
“Loh emang kenapa Chel? Kalau kamu mau pulang duluan gapapa kok”, ujar Nana.
“Bukan, aku mau ke kamar mandi. Tapi karena udah sepi jadi nggak berani sendirian”, jelas Chelsea.
“Yaudah ayo, aku udah selesai kok”, ajak Nana sambil berjalan ke arah pintu kelas.
Saat mareka baru beberapa langkah meninggalkan ruang kelas, Nana teringat akan bulpoin kesayangannya yang masih tertinggal di kolong meja miliknya.
“Eh eh tunggu Chel, bulpoin aku masih ketinggalan di kelas”, ucap Nana.
“Haduh Nana, yaudah deh kamu ambil dulu bulpoinnya. Aku ke toilet dulu aja ya, nanti kamu nyusul ke sana, udah nggak tahan soalnya”.
Setelah mengatakan itu, Chelsea berlari sekuat tenaga menuju ke toilet sekolah dan meninggalkan Nana yang masih berdiri di sana. Nana berjalan memasuki ruang kelas, saat berada di dekat meja miliknya, ia merogoh kolong meja itu untuk mengambil bulpoin kesayangannya.
“Kosong?”, batinnya.
Ia pun memutuskan untuk melihat ke kolong mejanya, tetapi hasilnya nihil. Tidak ada apa-apa di sana. Ia pun mencoba mencari di bawah bangku miliknya dan teman-temannya, siapa tahu bulpoinnya terjatuh. Tapi hasilnya sama saja.
“Apa udah aku bawa ya?”, sambil mengecek isi tepak pensilnya.
“Nggak ada kok”, dengan tangan meraba saku roknya.
“Eh”, ucapnya saat merasakan sesuatu di sakunya.
Ia memasukkan tangannya ke dalam saku roknya untuk mengeluarkan barang itu. Saat barang itu telah keluar, betapa bahagianya Nana saat mendapati bulpoin kesayangannya telah ketemu, yang sedari tadi berada di saku rok seragamnya.
“Haduh aku kira hilang, ternyata ada di sini toh”, sambil memasukkan bulpoin itu ke dalam sakunya lagi.
Dirasa ia sudah terlalu lama mencari bulpoinnya di kelas, Nana pun bergegas untuk menyusul Chelsea yang sedari tadi berada di toilet. Karena hanya fokus untuk berlari, saat di koridor Nana tidak sengaja menabrak punggung seseorang.
“Auu”, ringisnya sambil memegang dahi.
Orang yang tertabrak Nana pun membalikkan badannya untuk melihat siapa yang menabraknya di saat jalan koridor masih luas untuk dilewati.
“Anjir siapa sih”, gumam Bryan saat seseorang menabrak punggungnya.
“Anjay cewek, jangan-jangan tuh cewek modus ke gue”. gumamnya lagi saat mendengar ringis Nana.
Bryan membalikkan badannya untuk melihat siapa yang modus menabrak dirinya, tetapi saat melihat orang yang menabrak dirinya, ia hanya memasang wajah datar andalannya sambil memasukkan kedua tangannya di saku celananya.
“Eh, dia lagi! Duh gimana nih”, batin Nana sambil menundukkan kepalanya setelah melihat wajah orang yang ditabraknya.
“Emm minta maaf langsung aja kali ya, Chelsea juga pasti udah nungguin aku dari tadi”, batinnya.
“Maaf, tadi nggak sengaja”, ucap Nana lalu berjalan meninggalkan Bryan.
“Enak aja cuma minta maaf, sini lu”, ucap Bryan sambil menarik bagian belakang tas Nana.
__ADS_1
“Eh eh eh”
“Apa sih, lepas nggak”, teriak Nana sambil memukul-mukul tangan Bryan.
Bryan yang mendapat pukulan dari Nana segera melepaskan cekalannya pada tas milik Nana. Nana yang merasa Bryan sudah melepaskan cekalannya segera merapihkan seragamnya sang sedikit berantakan.
“Apa lagi sih, kan tadi aku udah minta maaf”, ucap Nana dengan sewot.
“Enak aja. Lu tadi pasti moduskan pakek alasan nabrak-nabrak gue", ucap Bryan dengan PDnya.
"Dih siapa juga yang mau modus ke orang kayak kamu", batin Nana sambil melihat ke arah Bryan kesal.
Bryan yang melihat kekesalan tergambar di wajah Nana merasa sangat senang, karena ia bisa membuat Nana merasa kesal. Ia berpikir apa yang sebaiknya ia lakukan pada gadis di depannya sekarang ini. Nana yang melihat Bryan hanya berdiri di depannya pun merasa kesal, dan berniat untuk meninggalkan Bryan sebelum suara seseorang memecah konsentrasi Bryan yang sedang berpikir.
"Nana!", teriak Chelsea dari jauh.
Nana yang mendengar itu segera mengarahkan pandangannya ke arah sahabatnya itu. Ia berjalan menuju ke arah Chelsea. Tetapi baru beberapa langkah, ia mendengar suara cowok itu mengatakan sesuatu. Ia pun membalikkan badannya ke cowok itu lagi.
"Gue belum maafin elu, untuk itu lu harus ngelakuin sesuatu biar gue bisa maafin lu. Besok pulang sekolah ke taman belakang, gue tunggu", ucapnya lalu pergi melewati Nana yang masih memasang wajah cengo.
"Nana!!", suara teriakan Chelsea menyadarkan Nana.
"Iya bentar", jawabnya.
...----------------...
"Eh siapa cowok tadi?", tanya Chelsea saat tiba di parkiran sepedah.
"Yang mana?", tanya Nana balik.
"Oh itu....nggak tahu", jawab Nana singkat.
"Lah, gimana sih. Kan tadi kayaknya kalian saling ngobrol?",
"Hmm, tadi tuh aku nggak sengaja nabrak dia dari belakang waktu mau nyusul kamu ke toilet", jelasnya.
"Ohhh, eh tapi kayaknya wajahnya itu nggak asing deh. Kayak pernah ngobrol sama dia aku tuh", ucap Chelsea.
Nana menghampiri sepedahnya yang terparkir sendirian. Saat berada di sebelah sepedahnya ia terkejut, karena kedua ban sepedahnya kempes. Chelsea merasa ada yang janggal pun berjalan menghampiri Nana yang sedari tadi hanya berdiri diam.
"Loh kok bisa gini Na?", tanya Chelsea.
"Nggak tahu Chel, udahlah ayok pulang", ucapnya sambil menuntun sepedahnya.
"Loh kan bannya kempes Na, kamu mau tuntun itu sepedah sampai rumah?",
Setelah mendengar pertanyaan dari Chelsea, Nana hanya memandang sepedahnya gusar lalu membuang nafasnya dalam.
"Ya mau gimana lagi Chel", ucapnya sambil terus berjalan.
"Yaudah kamu bareng aku aja, nanti biar sepedahnya diambil sama orang suruhan papa aku terus dibawa ke bengkel", ucap Chelsea.
"Eh gapapa Chel?, tapi kalau dibawa ke bengkel terus aku besok ke sekolah naik apa?", tanya Nana.
__ADS_1
"Emmm, kamu besok berangkat bareng aku aja. Jadi besok pagi aku ke rumah kamu",
"Udah taruh sini aja biar nanti diambil orangnya", jelas Chelsea.
"Ayo, tuh udah dijemput", ajak Chelsea saat melihat mobil jemputannya.
Mereka berdua berjalan ke arah mobil Chelsea setelah tadi memarkirkan sepedah Nana terlebih dahulu.
...****************...
Mereka tiba di depan rumah Nana. Terlihat sepedah motor terparkir di depan rumah Nana, menandakan mamanya telah pulang dari kerjanya
.
"Chel makasih ya" ucap Nana setelah turun dari mobil.
"Biasa aja kayak sama siapa aja Na", jawab Chelsea.
"Oh iya nggak mampir dulu nih, mama juga udah pulang kayaknya", tawar Nana.
"Nggak deh Na, lain kali aja yah. Capek banget soalnya hari ini. Nitip salam aja buat tante Devi yah", balasnya.
"Yaudah deh"
"Pulang dulu ya Na, dahhh", pamit Chelsea.
"Dahh", balas Nana sambil melambaikan tangannya.
...****************...
"Siapa tadi yang anter kamu pulang?", tanya mama Nana saat Nana memasuki rumahnya.
"Mama, ih ngagetin orang aja", jawabnya.
"Hehe, ya abisnya mama penasaran. Kan kamu sejak SMA nggak pernah bawa temen ke rumah. Tapi kayaknya wajah teman kamu tadi nggak asing deh", ucap sang mama.
"Ya emang nggak asing ma. Dia itu Chelsea teman aku waktu dulu", jelasnya.
"Chelsea? Chelsea teman kamu waktu SMP dulu? kok nggak disuruh masuk tadi, kan udah lama nggak pernah main ke rumah", tanya sang mama.
"Katanya tadi kecapekan dia ma. Oh iya ma, besok aku ke sekolah bareng sama dia, soalnya sepedah aku tadi di sekolahan", ucap Nana.
"Ok siap-siap👍", jawab sang mama sambil berjalan ke arah kamarnya.
"Jangan lupa mandi terus makan, mama udah siapin makanan di meja makan. Mama mau lanjutin kerja dulu", ucapnya sebelum memasuki kamarnya.
"Siap ma"
...****************...
...*Maaf ya lama nggak up cerita**🙏*...
...Oh iya ***jangan lupa*** ***kasih kritik sama sarannya ya👀***...
__ADS_1
...Lope you all🌼...