
Bug, bug, bug.
Orang yang tadinya memegangi tangan Nana kini telah melepaskan cekalan tangannya saat melihat temannya tengah terkapar di jalan karena ulahku.
“Hei bocah rasakan ini!”, sambil melayangkan sebuah balok kayu ke arahku.
Aku yang tidak siap menerima serangan itupun akhirnya tersungkur ke tanah. Orang yang melayangkan balok kayu itu tertawa setelah melihatku tersungkur. Orang itu bersiap untuk menendang tubuhku dengan kakinya, tetapi belum sampai kakinya menyentuh tubuhku, ku tarik salah satu kakinya hingga membuat ia kehilangan keseimbangan dan jatuh tersungkur. Ku naiki tubuhnya dan ku layangan beberapa kali pukulan tepat di wajahnya hingga ia terkulai lemas di tanah.
“Cihh”
Nana pov
“Tolong, tolong!!!”, teriakku ketika kedua orang itu berhasil mencekal erat pergelangan tanganku.
“Semoga ada yang mendengar teriakanku. Kalaupun tidak ada yang mendengar teriakanku, setidaknya aku bisa lepas dari kedua orang ini”, batinku dengan air mata yang terus mengalir deras dari kedua bola mataku.
“Bry-Bryan”, ucapku dengan suara bergetar.
Saat melihat Bryan berjalan menghampiriku, perasaanku sedikit lega karena ada kemungkinan aku bisa lepas dari bahaya ini. Salah satu dari keduanya berjalan menghampiri Bryan, hingga akhirnya orang tadi dan Bryan melakukan perkelahian beberapa saat hingga orang itu tersungkur lemas di tanah. Kualihkan penglihatanku ke arah orang yang berada di sebelahku yang tengah mencekal pergelangan tanganku dengan erat. Saat ia mendapati temannya telah tersungkur di tanah, orang yang mencekal erat tanganku tadi langsung menghempaskannya kasar. Tubuhku langsung merosot ke bawah saat cekalan tangan itu terlepas dari pergelangan tanganku.
“Awassssssssss!!!”, teriakku saat orang itu akan mengayunkan sebuah balok kayu ke arah Bryan.
Namun sayang, teriakanku kurang cepat daripada pukulan yang orang itu layangkan ke Bryan, hingga membuat Bryan tersungkur ke tanah karena tak bisa menghindari balok kayu tersebut. Perasaanku semakin tak karuan saat melihat itu, aku hanya bisa berharap semoga ada orang yang datang dan menyelamatkan kami berdua dari bahaya ini. Ku telungkupkan wajahku diantara kedua kakiku, napasku semakin tersenggal-senggal karena tangisku yang semakin kencang.
“Hiks hiks hiks hiks”
Hanya suara tangisanku yang dapat ku dengar, aku tak mendengar suara kegaduhan antara mereka semua karena ketakutanku yang semakin besar ini.
......................................
Setelah menumbangkan kedua orang itu, Bryan berjalan ke arah Nana yang sedang terduduk di tanah.
“Oi, lu gapapa?”, tanya Bryan saat berada di depan Nana.
Tak ada jawaban dari sang empu, akhirnya Bryan mencoba menyejajarkan tubuhnya dengan tubuh Nana.
“Oi, lu gapapa?”, tanyanya sambil memegang bahu Nana.
“Jangan sentuh to-tolong jangan se-sentuh saya!! hiks hiks”, teriak Nana ketakutan sambil menepis tangan Bryan kasar.
“Udah nggak ada yang ganggu lu, noh orangnya pada teler”
Nana yang mengenali suara itu pun mengangkat kepalanya dengan sangat pelan untuk memastikan apakah benar itu suara milik Bryan, orang yang ia kenal. Setelah meihat ke arah Bryan ia mengedarkan pandangannya ke sekitar dan menemukan dua orang tadi tengah terkapar lemas di tanah. Bryan berjalan menuju motornya lalu menjalankan motornya ke arah Nana yang sedang terduduk tadi.
“Rumah lu daerah mana? Biar gue anterin”
Nana hanya diam tak menjawab pertanyaan Bryan, ia terus menundukkan kepalanya dan menatap ke arah bawah. Mungkin ia masih sedikit shok terhadap kejadian yang baru saja ia terima.
__ADS_1
“Ck, rumah lu mana? Biar gue anter. Gak bakal gue apa-apain, cepet naik!”
Nana sebenarnya masih ragu kepada Bryan, tapi setelah melihat sorot mata Bryan, keraguan itu mulai menghilang. Nana naik ke motor Bryan dengan pelan, Bryan yang melihat itu memakluminya mungkin karena kondisinya yang lemas dan masih shok atas kejadian yang baru saja ditimpanya. Di perjalanan menuju rumah Nana keduanya saling diam, hanya pertanyaan tentang di mana alamat rumah Nanalah yang menghilangkan keheningan diantara keduanya, setelah itu keduanya saling diam lagi.
‘Ting tong’
‘Ceklek’
“Kamu kok lama banget sih ke supermarketnya Na? Orang supermarket ada di ujung jalan sana. Mama kan udah bilang jangan mampir kemana-mana udah malam”, suara mama Nana saat membuka pintu rumah.
Bryan hanya diam di depan pintu sambil mendengarkan suara mamanya Nana yang tengah mengomel kepada anaknya.
“Eh ada tamu. Loh Nana!, kamu kenapa kok berantakan kayak gini?!!”, teriak mama Nana saat melihat kondisi putrinya yang terlihat kacau.
“Kamu gapapa sayang, kenapa kok bisa kayak gini? Kamu habis kena copet? Atau habis jatuh?”
Rentetan pertanyaan keluar dari mulut mama Nana, Bryan yang mendengar itupun mencoba untuk memberitahu kepada mama Nana agar mengantar anaknya ke kamar terlebih dahulu, lalu nanti ia yang akan menjelaskan semuanya kepada dirinya. Devi yang mendengar itu mempersilahkan Bryan agar masuk dan duduk terlebih dahulu, sedangkan ia mengantar Nana ke kamar tidurnya.
“Jadi nak-“
“Bryan tante”
“Ya nak Bryan. Jadi gimana ceritanya Nana kok bisa sampai gitu? Kayak shok gitu?”
“Emm gini tante, sebenarnya anak tante tadi diganggu sama bapak-bapak, kayaknya bapak-bapaknya juga lagi mabuk tante”
“Ha apa! Astaghfirullah, terus Nana gapapakan?!”
“Makasih ya nak Bryan, kalau nggak ada kamu, nggak tahu lagi tante”
“Iya tante. Yaudah saya pamit pulang dulu tante, permisi”
“Eh iya, sekali lagi terimakasih ya nak Bryan”, ucap Devi saat Bryan menaiki motornya.
......................
‘Tok tok tok’
“Nana, pintunya mama buka ya?”
Tak ada jawaban dari dalam kamar anaknya, akhirnya Devi memutuskan untuk membuka pintu kamar itu.
‘Ceklek’
Terlihat Nana tengah meringkuk di atas kasur dengan tubuhnya ia tutupi dengan selimut sebatas lehernya. Devi yang melihat itu merasa panik dan langsung menghampiri Nana dan memeluknya.
“Gapapa sayang, kamu udah aman kok. Ada mama di sini”, ucapnya sambil mengusap puncak kepala Nana dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
“Hiks hiks hiks, maaa. Nana takut, hiks hiks”
“Gapapa, sekarang kamu udah aman. Kamu tiduran aja yah, besok kamu nggak usah masuk sekolah dulu. Biar mama nanti yang izinin ke guru kamu”
Tak ada sahutan dari Nana, hanya terdengar deru napas yang awalnya cepat kini semakin lama semakin teratur. Devi yang melihat anaknya telah tertidurpun menata posisi Nana agar tidak pegal saat bangun nanti. Ia keluar dari kamar Nana dengan perlahan agar tidak mengganggu tidur anaknya.
“Sekarang apa lagi? Semoga nggak ada yang mengganggu anakku seperti ini lagi di hari yang akan datang”
...****************...
“Kak, kok baru pulang? Kan papa tadi udah pesen sama kakak jangan pulang malam-malam, ini malah pulang jam segini”
“Tadi udah mau pulang kok ma habis telpon mama tadi, tapi gegara ada suatu insiden jadi ya, Bryan agak telat pulangnya”
“Emang kejadian apa?, mana sayurnya?”, meminta sayur yang ada di tangan Bryan.
“Jadi tuh tadi Bryan dengar suara cewek teriak-teriak minta tolong, waktu Bryan samperin ternyata dia lagi diganggu sama bapak-bapak, jadi ya Bryan bantu dia deh. Ternyata dia temen satu sekolah Bryan”
“Loh terus keadaannya gimana sekarang?”
“Kayaknya sih gapapa, yang Bryan lihat tadi kayaknya masih pegang tangannya aja kok ma”
“Syukurlah, terus dia balik ke rumahnya?”
“Tadi Bryan anter pulangnya”
“Haduh zaman sekarang, udah tua-tua kok belum pada tobat. Kamu juga kak”
Bryan yang merasa akan disalahkan mamanya langsung memberhentikan langkahnya seketika, dan langsung membalikkan badannya menghadap mamanya.
“Kamu juga, jangan pernah nyakitin perempuan, jangan pernah main fisik. Perempuan itu lebih lemah dari pada laki-laki, jadi sudah kodratnya tugas laki-laki itu menjaga perempuan. Mama kasih tahu ya, perempuan dibentak laki-laki aja hatinya udah sakit apa lagi kalau udah main fisik. Mungkin aja dia bisa trauma loh”
“Eh iya lah ma. Dari dulu Bryankan udah dikasih tahu mama kalau laki-laki harus menjadi pelindung bagi kaum perempuan”
“Pinter anak mama”, sambil mengacak-acak rambut Bryan.
“Apasih ma, Bryan udah gede. Jangan kaya gitu, nanti kalau temen-temen Bryan lihat malah Bryan dikira anak mama”
“Ya kan kamu emang anak mama”
“Nggak gitu konsepnya ma....”, langsung berjalan meninggalkan mamanya.
...****************...
...Hai hai hai👋...
Habis baca jangan lupa beri kritik dan saran yaaa, karena kritik saran dari kalian sangat berarti buat aku🌻🌻
__ADS_1
Kalau boleh ya beri suka, hehehe🤩
...See you💜💜...