Yang Terpendam

Yang Terpendam
Cerita ke Chelsea


__ADS_3

Setelah mengganggu Nana, Gracia dkk pergi ke gazebo dekat lapangan belakang sekolah. Mereka tertawa puas atas kejadian yang baru mereka perbuat.Tawa mereka pudar setelah mendengar kalimat dari Laura.


"Eh guys, apa kita nggak keterlaluan ya sama Nana?", tanya Laura di tengah-tengah tawa mereka.


Gracia yang mendengar pertanyaan itu seketika menghentikan tawanya.


“Maksud lu apa ngomong kayak gitu?”, ucap Gracia dengan nada tidak suka.


Kristal hanya menyimak pembicaraan mereka dengan sesekali memakan snak di tangannya.


“Eh bukan gitu Grac. Maksud gue itu, kita udah ganggu tuh cupu dari kelas sepuluh. Tapi tuh cupu nggak ngasih perlawanan atau pembelaan gitu. Gue kan jadinya bosen”, jelas Laura.


Gracia yang mendengar penjelasan Laura hanya memutar bola matanya malas.


“Bener juga sih Grac yang diomongin Laura”, sahut Kristal.


Seketika Gracia memplototi Kristal, agar ia berhenti bicara.


“Terus kalau kalian bosen kenapa? Kalian udah nggak mau ganggu tuh cupu hah?!! Yaudah lu berdua pergi aja ke cupu! Gue juga bisa sendiri!!'', bentak Gracia pada kedua temannya.


Setelah terdengar bentakan Gracia, tidak terdengar lagi suara dari ketiganya. Hingga Kristal memecah keheningan itu dengan sebuah pertanyaan yang membuat kedua temannya tertarik.


“Eh eh tadi kalian lihat cowok yang di koridor nggak?”, tanyanya.


“Di koridor ada banyak orang ngap, cowok cewek ada semua”, jawab Laura.


“Maksud lu cowok yang jalan di samping Fandi?”, tanya Gracia.


Kristal yang mendengar itu langsung menganggukkan kepalanya menyetujui pertanyaan Gracia.


“Kayaknya anak baru ya? Wajahnya masih asing soalnya”, Kristal.


“Oh kayaknya dia yang dimaksud murid baru. Ada yang bilang kalok sekolah kita ada murid barunya, nah itu katanya ada dua orang cowok sama cewek. Yang cewek di kelas kita, yang cowok nggak tahu gue. kayaknya sih yang lu maksud itu”, sahut Laura.


“Jadi bener tuh anak baru, cakep sih. Gue deketin ah’, batin Gracia lalu pergi meninggalkan kedua temannya.


“Loh loh, kita salah ngomong ya?”, tanya Laura saat melihat Gracia pergi.


“Nggak tahu’, jawab Kristal, lalu menyusul kepergian Gracia.


“Etdah, selalu di tinggalin”, gumam Laura.


...****************...

__ADS_1


‘Tok tok tok’


“Masuk”, suara seorang guru mengintupsikan agar orang yang ada di balik pintu itu masuk.


Nana dan Chelsea yang mendengar sahutan dari dalam ruangan segera membuka pintu dan memasuki ruang kelas. Saat memasuki ruang kelas, seisi kelas terpaku pada satu titik, yaitu Nana. Mereka menatap Nana dengan pandangan bertanya-tanya.


Dapat dari mana tuh kaos olahraga?


Bajunya sapa tuh?


Kok bisa sama anak baru tuh Nana?


Kurang lebih seperti itu yang mereka pikirkan.


Nana hanya diam dan menundukkan kepalanya, seakan takut jika nanti ia diterkam oleh seisi kelas.


“Maaf pak kami terlambat”, ucap Chelsea ketika mereka tiba di depan guru itiu.


“Kenapa kamu memakai kaos olahraga? Kamu tahukan peraturannya di sini? Hanya boleh berganti pakaian olahraga saat jam pelajaran olahraga berlangsung!”, ujar guru itu dengan suara naik satu oktaf.


Chelsea yang tahu Nana pasti tidak akan menjawab guru itu pun membuka suara.


“Ehem, maaf pak. Kalau bukan karena keadaan yang mendesak, Nana pasti tidak akan memakai kaos olahraga ini”


Guru itu mengalihkan pandang ke arah murid kelas itu setelah mendengar Chelsea bicara.


“Apa benar seperti itu?”, tanya guru itu.


Seisi kelas hanya diam sambil menatap ke bawah, kecuali satu orang murid. Guru itu yang sudah tahu ini pekerjaan siapa hanya bisa membuang napasnya kasar.


“Baik, sekarang kalian boleh duduk di bangku kalian”, setelah mengatakan itu, sang guru berjalan ke tempat duduknya.


Chelsea yang tidak puas dengan respon yang diberikan guru itu ingin mengatakan menyampaikan ketidakpuasannya. Tapi ia urungkan setelah merasakan suatu tarikan di lengan tangan kanannya.Saat tiba di tempat duduk mereka, Chelsea mulai menanyai Nana dengan begitu banyak pertanyaan. Tetapi Nana tidak menjawabnya karena sekarang pembelajaran sedang berlangsung.


“Ishh Na, kok kamu nggak mau ceritain ke aku sih”, bisik Chelsea pada Nana.


“Nanti Chel, sekarang kita masih di dalam kelas”, jawab Nana sambil tetap fokus pada materi yang sedang dijelaskan oleh guru tadi.


“Serius loh, awas aja nanti kamu bohong”, ucap Chelsea lagi.


“Iya Chel, nanti janji deh aku ceritain”, gemas Nana saat melihat tingkah temannya yang satu ini yang tidak berubah dari dulu.


...****************...

__ADS_1


Jam pertama pelajaran telah usai, kini Nana dan Chelsea tengah berada di kantin. Yang sebelumnya Chelsea terus memaksa Nana untuk bercerita ketika tadi mereka masih di kelas.


“Buruan cerita, tadi katanya mau cerita kalau udah di kantin”, ucap Chelsea saat baru mendudukkan dirinya di kursi kantin.


“Nggak mau pesen dulu nih?”, Nana berbasa basi.


Chelsea yang mendengar itu memutar bola matanya malas. Ia lalu bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah penjual paling ujung, memesan minuman untuk mereka berdua. Kurang lebih beberapa menit, Chelsea kembali ke tempat duduknya semula. Saat tiba di tempat duduk ia segera menaruh minuman itu di depan Nana.


“Udahkan, buruan cerita”, ucap Chelsea.


“Iya iya”, jawab Nana.


“Hufff”, membuang nafasnya kasar.


“Kamu masih ingat Gracia?”, tanya Nana.


“Ingatlah, masa sama sahabat sendiri lupa.


Meskipun ada kesalapahaman di antara kita, nggak mungkin aku lupain dia begitu aja”, jalas Chelsea.


“Dari kelas sepuluh, aku selalu diganggu sama dia. Aku nggak tau kalau dia sebegitu bencinya sama aku. Meski kami satu kelas dari kelas sepuluh, tapi dia nggak pernah bersikap baik ke aku sejak kejadian waktu itu”, sambung Nana.


“Kenapa kamu nggak coba jelasin ke dia?”, tanya Chelsea.


“Aku udah beberapa kali coba jelasin ke dia, tapi dia nggak pernah beri aku kesempatan untuk bicara. Setiap aku lihat ke arah matanya, yang aku lihat hanya sorot kebencian di sana. Dia punya dua teman, yang keduanya selalu membantu Gracia saat ia menggangguku”


“Terus yang tadi pagi itu? Juga kerjaan Gracia?”, tanya Chelsea.


“Iya”, jawab Nana sambil menatap sendu ke arah meja.


Chelsea menyimak apa yang diceritakan Nana dengan seksama, memang Chelsea sudah tahu kalau hubungan antara sahabatnya ini sedang kacau, tapi dia tidak tahu kalau sampai seperti ini.


“Huffff”


“Mulai hari ini kamu nggak usah takut sama dia, sekarang udah ada aku di sini. Aku bakal bantu kamu buat jelasin ke Gracia apa yang sebenarnya terjadi, biar pertemanan kita bisa kayak dulu lagi”, jelas Chelsea dengan diakhiri senyuman.


Nana yang melihat ini pun ikut mengembangkan senyumnya.


...****************...


Oi oi oi


Halo manteman, jangan lupa tinggalin jejak yaaaaa🌻

__ADS_1


Makasih🌼🌼


__ADS_2