
'Ting ting ting'
Terdengar bunyi notifikasi dari ponselku. Ku lihat ternyata pesan dari Chelsea.
...Chelsea 🌻...
Nanaaaaa
Jangan lupa nanti jam 9 yaa
Naaa
^^^Iya Chel^^^
Ok ok
Nanti kamu langsung ke sana
aja ya
^^^Loh emang kamu nggak^^^
^^^ke sini jemput aku?^^^
Enggak
Hehe😅
^^^Ya udah deh nanti^^^
^^^aku ke sana sendiri^^^
Ok, dah
Kuletakkan kembali ponselku di atas kasur. Sekarang masih jam 8 pagi, masih ada waktu satu jam. Kuambil dua buku novel yang tertata rapi di rak buku samping meja belajarku.
Hari ini adalah hari Minggu dan hari ini mama libur kerja. Seperti biasa, meskipun ini hari libur tetapi mama tetap berada di kamarnya mengerjakan beberapa pekerjaan kantornya. Setelah sarapan tadi pagi mama langsung masuk ke kamar dan mengerjakan pekerjaannya. Aku yang sudah tahu kebiasaan mama terkadang merasa kasihan kepadanya, karena harus banting tulang untuk mencukupi kehidupan kami berdua.
Ku baca novel yang bergenre romantis. Tak terasa sudah 50 menit aku membaca novel ini di dalam kamar. Setelah melihat jam yang berada di dinding kamarku, aku bergegas untuk ganti baju karena tadi pagi sudah mandi jadi tak usah mandi lagi. Ku turuni anak tangga dan mengetuk kamar mama yang berada di lantai bawah. Setelah beberapa saat akhirnya mama membukakan pintu.
"Ma aku pergi keluar sebentar ya, mau ketemu sama Chelsea", ujarku.
__ADS_1
"Jangan lama-lama, habis main sama Chelsea langsung pulang", tukas mama.
"Siap komandan", candaku pada mama.
Setelah berpamitan dengan mama, aku berangkat menuju tempat janjianku dengan Chelsea dengan menggunakan sepedahku. Sebenarnya ada motor di rumah karena hari Minggu jadi tidak dipakai mama. Tapi karena aku masih takut mengendarai motor sendiri, jadilah aku kemana-mana menaiki sepedah ke sayanganku ini.
...****************...
Setibanya di cafe tempat kami janjian, ternyata Chelsea telah tiba lebih dahulu. Ku parkirkan sepedahku lalu melangkahkan kaki memasuki cafe itu.
"Hai", sapaku padanya ketika tiba di depan tempat duduknya.
"Hai, aku kira siapa Na", jawab Chelsea sambil memutar bola matanya malas.
Aku yang mendengar itu hanya nyengir sambil menunjukkan gigiku. Kutarik kursi yang berada di depan Chelsea lalu mendudukinya.
"Kamu mau pesen apa Na?", tanyanya padaku.
"Emm, apa ya? aku jus melon aja deh", jawabku setelah melihat-lihat isi buku menunya.
"Kamu pesen apa Chel?", tanyaku sambil meletakkan buku menunya.
"Hmm ya udah deh aku sama batagor aja deh Chel", putusku.
"Emm aku seblak aja deh", ujarnya setelah menentukan pilihan makanannya.
Setelah menentukan pilihan makanan dan minuman kami, Chelsea memanggil pelayan untuk memesan pesanan kami. Butuh waktu kurang lebih sepuluh menit untuk pesanan kami datang. Sekarang pesanan sudah berada di depan meja kami berdua. Selama kami makan, tidak ada yang bersuara. Biasanya Chelsea akan banyak bicara tetapi karena seblak pesanannya level hot hot+ jadilah ia tidak berani makan sambil berbicara.
Selesai makan, kami membicarakan banyak hal dari hal yang sepele sampai hal yang penting dengan diselangi beberapa suara huu hahh Chelsea yang kepedasan.
"Eh Chel kamu tau nggak masa beberapa hari kemarin di sekolah ada anak baru tapi bikin kesel tau. Masa aku jatuh gegara klaksonnya", ucapku lalu membenarkan letak kacamataku.
"Emang gimana ceritanya Na kok kamu bisa jatuh itu?", tanya Chelsea kepadaku.
"Gini ceritanya, kan aku berangkat sekolah seperti biasanya. Nah tiba-tiba dari belakang ada suara klakson, otomatis aku terkejutkan. Karena nggak bisa nyeimbangin badanku, jadilah aku jatuh bersama sepedahku. Nah yang buat aku kesel tuh karena dia tahu kalau aku jatuh tapi cuma diliatin sama dia dari jauh terus masih lanjut dia, nggak ada niatan buat berhenti", jelasku dengan menaikkan posisi kacamata.
"Menurutku sih dia nggak salahlah Na. Gini nih kan bunyiin klakson kan buat ngasih tahu orang di depannya kalau ada motor dibelakang. Niatnyakan udah baik dia ngingetin kamu", Chelsea sambil meminum minumannya.
"Ihh mana ada, dia juga salah loh. Dia udah tahu ada orang jatuh malah nggak dibantu cuman dilihat", belaku.
"Emm iya juga sih, dia juga salah. Harusnya dia bantu kamu", ucap Chelsea.
__ADS_1
"Udah lah udah berlalu juga. Eh eh sekarang ganti aku yang cerita yak", sambil memposisikan duduknya dengan nyaman.
"Aku, bakal...."
Selang waktu cukup lama Chelsea memberhentikan kalimatnya yang membuatku greget sendiri.
"Ihh apa sih jangan bikin orang penaran deh", rajukku.
"Iya deh iya, aku bakal pindah sekolah ke sekolah kamu", ujarnya dengan diakhiri cengiran lebar.
Aku yang mendengar itu hanya menatapnya cengo, pasalnya dari dulu Chelsea tidak pernah melakukan kesalahan jika di sekolah kenapa ia akan pindah sekolah.
"Eh gimana, kamu kan nggak pernah buat masalah di sekolah kamu. Kenapa kok mau pindah?", tanyaku.
"Hehe cuma pengen satu sekolah sama kamu", ucapnya dengan polos.
"Ya kan di sana banyak temen kamu, terus emang dikasih izin sama orang tua kamu?", tanyaku lagi.
"Ya namanya juga pengen Na. Orang tuaku setuju kok lagi pula sekolah kamu kan lebih dekat rumahku dari pada sekolahku yang sekarang", jawabnya.
"Iya deh iya"
"Aaaa nggak sabar kamu satu sekolah sama akuuu", ujarku penuh kesenangan.
"Semoga aja kita satu kelas ya" sambungku dengan penuh harap.
"He'em"
Selesai membahas tentang rencana kepindahan Chelsea ke sekolahku, kami masih berlanjut membahas tentang rencana apa saja yang akan kami lakukan di masa yang akan datang.
...****************...
"Assalamualaikum, Nana pulang", ucapku sambil melepas sepatu di luar rumah.
Ku langkahkan kakiku memasuki rumah, suasana sepi itu yang aku rasakan. Ku langkahkan kakiku menuju kamarku. Setibanya di dekat pintu kamar mama ku arahkan langkahku ke sana. Karena biasanya mama jam segini masih bergelut dengan pekerjaan kantornya. Ku buka perlahan pintu itu, ku melangkah masuk untuk memastikan apakah mama berada di dalam sana. Ku dapati mama tengah tertidur di atas berkas-berkas kantornya. Aku berniat membangunkannya agar berpindah ke kasur, tetapi setelah melihat wajah yang menggambarkan rasa lelah kuurungkan acara membangunkannya. Ku ambil selimut dan ku selimutkan ke punggung mama. Ku berjalan keluar kamar, tak lupa mematikan lampu kamar mama dan menutup pintu dengan sangat pelan.
Ku lanjutkan langkahku menuju kamarku sendiri, setibanya di kamar aku berjalan ke kamar mandi dan membersihkan diriku. Setelah selesai membersihkan diri, ku langkahkan kaki menuju kasur dan mendudukkan diriku di sana. Ku rebahkan diriku di sana. Dan tak selang berapa lama rasa kantuk mulai menyerangku, hingga akhirnya aku dikalahkan oleh rasa kantuk itu.
...Jangan lupa kasih saran ya teman-teman🌼🌼...
Jombang
__ADS_1