Yang Terpendam

Yang Terpendam
-


__ADS_3

Chelsea melihat ke arah tangga dan dapur untuk mencari keberadaan Nana, tetapi orang yang ia cari tidak ada di sana.


“Eh itu tante, saya mau bertemu dengan Nana. Soalnya hari ini Nana nggak masuk, Hpnya juga nggak aktif dari kemarin malam tante, saya jadi khawatir. Nana gapapakan tante?’


‘Hufft’


Devi membuang napasnya panjang setelah mendengar penjelasan Chelsea.


“Jadi gini Chelsea-“


Ia menceritakan kejadian kemarin kepada Chelsea, dan memberitahukan keadaan Nana saat ini.


“Yaampun tante, tante yang kuat ya, biar Nana juga kuat lewatin masalah ini. Sekarang Nana di mana tante? saya ingin melihatnya”


“Sekarang dia lagi di kamarnya, tadi habis makan. Kamu ke sana aja sendiri ya, tante mau beres-beres dapur sama ngerjain kerjaan tante”


“Iya tente, aku naik ke atas dulu ya”, pamitnya yang dibalas dengan anggukan oleh Devi.


‘Tok tok tok'


“Na ini aku Chelsea, aku masuk ya?”, ucap Chelsea dari balik pintu kamar Nana.


Tak ada sahutan dari balik pintu itu sehingga Chelsea langsung membuka pintu untuk melihat keadaan sahabatnya itu. Setelah berhasil membuka pintu, ia langsung berjalan ke arah tempat tidur milik Nana. Nana sedang bersandar di sandaran kasur dengan mata yang terpejam. Ia mendudukkan dirinya di samping Nana. Nana yang merasa ada pergerakan di sampingnya pun membuka matanya.


“Eh kebangun, maaf ya”


“Gapapa”, jawabnya dengan suara pelan.


Chelsea merasa senang saat Nana mau merespon dirinya, karena tante Devi menceritakan kepadanya bahwa Nana hanya menjawab pertanyaan dengan gelengan dan anggukan. Bahkan jarang sekali merespon ucapannya. Tapi kali ini saat dirinya hanya berbasa basi, Nana mau merespon. Chelsea melihat ke sekeliling ruang kamar Nana.


“Kamar kamu kosong banget ya Na, nggak kayak dulu waktu terakhir aku ke sini. Dulu di sebelah sini ada banyak tumpukan mainan, sekarang udah ganti jadi meja belajar”


Chelsea mengingat-ingat masa lalunya dengan Nana waktu dulu.


“Dulu kalau main kita selalu bareng-bareng bertiga. Aku, kamu, sama Gracia”, sambungnya.


...****************...


“Prasaan dua kali gue ke sini, kok tuh rumah selalu sepi?”, batin Bryan.


Setelah pulang sekolah tadi Bryan langsung melajukan motornya ke jalan arah rumah Nana, ia terus kepikiran tentang kondisi Nana sejak kejadian waktu itu. Jadilah sekarang ia tengah berada di pinggiran jalan yang tidak jauh dari lokasi rumah Nana.

__ADS_1


“Ada mobil, punya bokapnya mungkin ya?"


Bryan hanya melihat rumah Nana dari jarak itu tanpa ada niatan untuk turun dari motornya dan bertamu masuk ke dalam rumah itu.


Bryan tidak tahu bahwa sedari tadi gerak geriknya diperhatikan oleh seseorang, orang itu adalah supir Chelsea. Karena gerak geriknya yang mencurigakan, supir Chelsea turun dari mobil dan berjalan menghampiri Bryan yang bersiap untuk pergi dari tempat itu.


“Maaf mas, mau cari siapa?”, tanyanya.


“Eh, nggak cari siapa-siapa pak”


“Sedari tadi saya perhatikan kok masnya kayak mengawasi rumah itu ya?”, ucapnya sambil menunjuk tempat tinggal Nana.


“Nggak kok pak, saya pamit pergi dulu pak”


Bryan Pov


“Kayaknya keadaan tuh anak juga gapapa deh, mendingan gue pulang aja”


Helm yang sedari tadi kupakai untuk sandaran tangan kuambil untuk kupasang di kepala dengan benar. Baru saja hendak kupakai helm itu, tiba-tiba sosok bapak-bapak telah berdiri di sebelah ku sambil bertanya.


“Maaf mas, mau cari siapa?”, tanyanya.


“Sedari tadi saya perhatikan kok masnya kayak mengawasi rumah itu ya?”


“Anjay gue dikira mata-mata kali ya? Prasaan gue juga cuman di sini bentaran doang”


Helm yang ku pegang tadi langsung ku pakai agar bisa segera pergi dari bapak-bapak tua itu.


“Nggak kok pak, saya pamit pergi dulu pak”


Langsung saja ku tancap gas dan pergi meninggalkan orang itu.


...****************...


“Na aku pamit pulang dulu ya, besok aku ke sini lagi. Oh iya, kayaknya mulai besok aku ke sekolah bawa motor sendiri”, ucap Chelsea dengan wajah ceria.


“iya”, jawab Nana


“Yaudah aku balik ya, dahh”, ucap Chelsea sambil melambaikan tangannya saat berada di depan pintu kamar Nana.


Chelsea menuruni anak tangga untuk mencari di mana keberadaan tante Devi, karena ia sudah mencari-cari di dapur dan juga ruang tamu, namun hasilnya nihil, akhirnya ia memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar orang tua Nana.

__ADS_1


Tok tok tok


“Tante ini Chelsea”


“Iya bentar”, sahutnya dari balik pintu.


“Ya ada apa Chel?”, tanyanya.


“Itu tante saya mau pamit pulang dulu, soalnya udah sore”


“Loh udah mau pulang aja, makan malam di sini aja, tadi tante sudah siapin makanan banyak loh”


“Eh nggak usah tante, besok saya juga main ke sini kok. Kalau gitu saya pulang dulu tante”, sambil mencium telapak tangan Devi.


Devi mengantarkan Chelsea sampai ke depan pintu rumahnya.


“Tante saya balik dulu”, ucapnya sebelum sang sopir menjalankan mobilnya.


“Iya hati-hati di jalan ya”


Di tengah-tengah perjalanan pulang, sang sopir tiba-tiba mengatakan sesuatu kepada Chelsea.


“Non, temennya non atau non punya temen cowok yang naik sepedah laki-laki apa non?”, tanya pak supir sambil melihat Chelsea dari sepion mobil.


"Nggak punya, emang kenapa pak?", jawab Chelsea sambil memainkan Hp di tangannya.


"Tadi waktu saya nungguin non di mobil saya lihat ada anak cowok yang merhatiin rumah temennya non, waktu saya samperin orangnya eh dia buru-buru pergi non", jelas pak supir.


Setelah mendengar penjelasan dari supirnya, Chelsea menaruh HPnya ke dalam tas sekolahnya dan mulai mendengarkan pak supir dengan seksama.


"Ciri-ciri orangnya gimana pak?"


"Emm bapak kurang ingat non kalau wajahnya, tapi bapak ingat orangnya pakai jaket warna biru tua sama motornya itu warna merah kalau nggak salah, motor yang tempat bensinnya besar itu loh non", jelas pak supir.


Siapa ya? gue juga baru masuk sekolah mana tahu ada anak yang ciri-cirinya gitu di sekolahan. Biar nanti tanya ke Nana aja deh kalau dia udah masuk sekolah.


...Halo guyss...


...Maaf ya udah lama banget nggak up...


...Jangan lupa tinggalin. kritik sama sarannya ya:)🦄🌻🌻...

__ADS_1


__ADS_2