Yang Terpendam

Yang Terpendam
-


__ADS_3

‘Tet tet tet’


Suara bel pulang telah berbunyi. Semua murid berlarian keluar kelas dengan ekspresi yang bermacam-macam, ada yang senang karena akan pulang, ada yang sedih karena pelajaran berakhir.


Keadaan ruang kelas XI IPA1 telah kosong dari penghuninya dan hanya menyisahkan Nana seorang. Nana mulai memasukkan buku dan peralatan menulisnya ke dalam tasnya. Ia selalu pulang terakhir sendiri, alasannya karena jika pulang bersamaan dengan teman-teman yang lainnya maka ia harus menunggu lama ketika di parkiran. Itu membuat Nana merasa sangat bosan, lebih baik menunggu di kelas dengan membaca-baca materi yang diberikan oleh guru tadi pagi tukasnya jika ditanya.


Nana berjalan menuju ke area parkiran sekolah. Perjalanan menuju ke parkiran suasananya cukup sepi, untuk mengurangi kesunyian di sekelilingnya, Nana mulai bersenandung kecil. Ditengah-tengah kegiatannya, ia mendengar suara orang tengah berbicara. Ia pun mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan mendapati dua orang tengah berbincang. Setelah mengetahui siapa orang itu,


Nana meneruskan langkahnya ke arah parkiran. Di sisi lain Bryan dan Fandi tengah bercanda dan membicarakan di mana mereka akan berkumpul dengan teman-temannya.


“Nanti jam 07:30 lu jangan lupa, biasanyakan lu suka lupa”, ujar Fandi sambil menepuk bahu Bryan.


Bryan yang sedari tadi berbincang dengan Fandi tidak sengaja matanya menangkap sosok gadis yang membantunya tadi pagi.


“Gue balik duluan, sana katanya lu mau ada forum basket”, ucap Bryan kemudian berjalan meninggalkan Fandi.


Bryan berjalan menuju ke arah parkiran sekolah, sebelum sampai di parkiran sekolahan ia melihat gadis itu lagi. Gadis itu tengah menuntun sepedahnya menuju ke gerbang sekolah. Bryan seperti pernah melihat sepedah yang dibawa oleh gadis itu, tetapi ia sedikit lupa.


“Shit, itu sepedah yang tadi pagi, ternyata dia yang teriak-teriak tadi. Tapi kok di sekolah kayak orang pendiem? Tapi di luar sekolah sikapnya kayak anak biasanya”, gumam Bryan.


Bryan menuju ke parkiran dan mengeluarkan motornya. Saat keluar dari gerbang sekolah, ia melihat gadis itu tengah berjalan seorang diri di pinggir jalan. Bryan yang merasa bersalah karena kejadian tadi pagi pun mencoba menghampiri gadis itu.


‘Tin’


Suara klakson Bryan


“Ayo gue anter ke rumah lu”, ucap Bryan dengan sedikit teriak karena mereka berada di pinggir jalan raya yang banyak dilalui kendaraan.


Nana menolehkan kepalanya ketika mendengar seseorang tengah berteriak dari arah belakangnya. Ia menautkan kedua alisnya seolah berpikir.


“Gue yang tadi pagi lu antar ke kelas XI IPA2”, ucap pemuda itu sambil membuka helm fullfacenya.


Nana hanya ber oh ria menanggapi ucapan pemuda itu kemudian berbalik melanjutkan langkahnya yang tertunda.


“Hei lu gak denger ya gue ngomong apaan?”, tanya pemuda itu sambil turun dari motornya mengejar Nana.


Nana menghentikan langkahnya ketika pemuda itu berada di depan sepedahnya.


“Terima kasih atas tawarannya, tapi aku tidak mengenal kamu”, ucap Nana kemudian melanjutkan jalannya.


“Gue yang tadi pagi lu anter ke kelas XI IPA2”, ucapnya lagi.


“Aku tidak mau kamu antar”, jawabnya sambil terus berjalan.


“Ck, terserah lu”, ucap pemuda itu sambil berjalan ke arah motornya.


‘Brumm’

__ADS_1


Suara motor melewati Nana dengan cepat. Nana menatap motor itu dengan pandangan datarnya.


“Eh itu bukannya, itu motor yang sama kayak tadi pagi? Yang naik motor sembarangan ya?”, tanya Nana pada dirinya sendiri.


“Oh jadi orang itu dia, udah tau salah nggak minta maaf”, kesal Nana dengan terus menuntun sepedahnya.


...****************...


“Assalamualaikum, Bryan pulang”, ucap Bryan ketika memasuki rumahnya.


“Waalaikumsalam, udah pulang kak”, jawab sang mama.


“Udah ma”, jawab Bryan sambil berjalan ke arah dapur untuk mengambil air minum.


“Kok wajahnya kayak kesel gitu?”, tanya sang mama sambil menyuapi adik Bryan.


“Gak ada apa-apa kok ma. Bryan nggak makan ma, langsung ke kamar aja”, ucapnya sambil menaiki anak tangga.


“Jangan lupa mandi dulu kak”, teriak sang mama ketika Bryan memasuki kamar.


“Aaa aaem, pinter anak mama”, sambungnya sambil menyuapi adik Bryan.


“Mama kakak kenapa kok nggak makan dulu? Biasanya habis pulang langsung makan”, tanya sang adik sambil menerima suapan dari mamanya.


“Mungkin lagi banyak tugas jadi kakak capek”, jawabnya.


“Cewek tadi siapa ya? Biasanya cewek-cewek pada minta gue goncengin tapi dia malah nolak gue”, ucapnya kesal.


“Ah gak penting juga”, sambungnya, kemudian mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.


...****************...


Nana memasuki rumahnya dengan keadaan capek. Menuntun sepedanya dari sekolahan sampai ke rumah, yang terbilang cukup jauh. Ia memasukkan sepedahnya ke garasi kemudian ia berjalan menuju kamarnya. Setibanya di kamar, ia langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Selesai membersihkan diri, ia menuju meja belajarnya dan menata buku untuk pelajaran besok.


“Emm, enaknya belajar buku mana dulu ya? Buku fisika apa bahasa Indonesia?”, gumamnya sambil menatap buku itu bergantian.


“Emm nanti aja deh. Sekarang mau baca novel aja”, sambil membawa satu buku novel ke atas kasurnya.


Sedang asik membaca novel tiba-tiba terdengar bunyi notifikasi whatsapp dari Hpnya. Diraihnya HP yang berada di atas meja samping tempat tidurnya. Terlihat notifikasi pesan dari Chelsea, sahabat Nana.


...Chelsea🌼...


Nanaaaaaa


^^^Ada apa Chel?^^^


Besok aku main ke rumah kamu ya....

__ADS_1


^^^Jangan besok ya Chel, hari Minggu aja gimana? besok aku sibuk soalnya^^^


Ahh ya udah deh hari Minggu aja


Dahh


^^^Ok^^^


Setelah membalas pesan dari Chelsea, Nana menaruh HPnya di atas meja kembali. Ia melanjutkan kembali menbaca buku novelnya.


Terdengar suara mobil dari luar rumah.


"Mama udah pulang", gumam Nana.


'Tok tok tok'


"Sayang, udah tidur apa belum?", tanya sang mama dari luar kamar.


"Belum ma", teriak Nana.


"Mama masuk ya", ucap sang mama lalu membuka pintu kamar Nana.


"Iya ma", jawab Nana.


"Itu kenapa sama sepedah kamu, kok sampai rantainya putus gitu?", tanya sang mama.


"Ah itu, itu tadi pagi Nana jatuh ma", jawab Nana sambil melihat ke arah mamanya.


Sang mama yang kurang puas akan jawaban anaknya mencoba menatap sang anak dengan tatapan menyelidik. Nana yang merasa ditatap seperti itu akhirnya menceritakan semuanya kepada mamanya, dari awal kejadian sampai waktu pulang sekolah tadi. Sang mama yang akan menanggapi cerita Nana tidak jadi karena keduluan Nana berbicara.


"Tapi besok Nana bawa ke bengkel depan gang kok ma", ucap Nana meyakinkan mamanya.


"Ya udah, kamu udah makan belum?", tanya sang mama.


"Belum ma, tadi aku langsung ke kamar capek soalnya", jawab Nana.


"Ya udah ayo makan sama mama, mama tadi beli ikan bakar", ajak sang mama sambil berjalan ke keluar kamar.


"Yeyy ikan bakar", teriak Nana kegirangan.


...****************...


...Makasih gaes yang udah mau mampir baca cerita aku 🌷...


...Kasih kritik sama saran ya, biar aku bisa perbaiki lagi karya aku🍂🍂...


Salam hangat dari @kan_kan

__ADS_1


__ADS_2