
Zahra pulang ke rumah saat hari sudah mulai sore, dia langsung masuk ke dalam kamar. Setibanya di kamar dia langsung membersihkan diri dan menunaikan sholat Ashar.
Setelah sholat Zahra pun mengenakan pakaiannya dan ia juga mulai merapikan barang - barang yang tadi dia beli di mall.
"Aku akan merapikannya nanti, setelah magrib" ucapnya sambil melirik arloji nya.
"Eh.. Udah jam 5, aku bisa ketinggalan dramaku" ujarnya langsung bergegas turun ke bawah, menuju ke ruangan keluarga.
"Kak Mita, apa ada cemilan?"tanya Zahra, saat melihat Mita melintas di depan nya.
"Ada,Nona mau cemilan?"tanya Mita.
"Iya, aku mau."
"Baiklah, aku akan menyiapkannya."Zahra pun mengangguk dan melanjutkan langkahnya menuju ke ruang keluarga.
Zahra mengambil remote Tv dan mulai mencari chanel drama koreanya. Tak lama Mita pun datang dengan membawa setoples kripik kentang dan jus jeruk.
"Ini non." Mita meletakkan nampan yang dibawanya itu di atas meja yang ada di depan Zahra.
"Eh, aku nggak minta jus jeruk. Baik sekali kak Mita padaku" ucap Zahra tersenyum.
"Iya, nanti biar nona nggak perlu repot - repot manggil saya lagi. Makanya saya bawakan aja langsung" jawab Mita.
__ADS_1
"Apa pekerjaan kakak udah selesai?"tanya Zahra.
"Sudah, kenapa?"
"Apa kakak suka drama Korea?"tanya Zahra lagi.
"Suka,"jawabnya lagi.
"Kalau begitu, ayo kita nobar" Zahra menarik tangan Mita hingga gadis itu duduk di sebelahnya.
"Tapi..."
"Aku bosan nggak ada temennya, setidaknya hanya kakaklah yang mudah di rumah ini. Aku nggak ajak bibi nonton bareng, dia pasti nggak akan ngerti dengan ceritanya" kata Zahra.
"Tidak akan, aku yang akan tanggung jawab!"ucap Zahra meyakinkan Mita. Dengan sedikit paksaan, akhirnya Mita pun mau menemani Zahra menonton Serial drama korea yang secara kebetulan, Mita pun juga sangat menyukainya.
...----------------...
Hari ini Jerico pulang telat, jadwalnya sangat padat apalagi untuk melakukan pengecekan lapangan.
Jerico lupa pada Zahra yang tidak menghubungi untuk meminta jemput.
Saat di perjalanan pulang, Jerico baru mengingat soal Zahra. Dia pun langsung menghubungi nomor Zahra tapi gadis itu tidak mengangkatnya.
__ADS_1
"Kemana sih dia? Apa dia sudah pulang?" Jerico berusaha beberapa kali menghubungi Zahra, namun tetap tidak di angkat.
Sampai di rumah, Jerico langsung memakirkan mobilnya dengan sebarang. Dan dia langsung berlari masuk ke dalam rumah.
Saat sampai dalam rumah, Jerico mendengar suara tv menyala dan dia pun langsung bergegas ke ruang keluarga.
Di sana dia melihat zahra yang sedang tertidur di Sofa dengan toples cemilan di tangannya.
"Aku mengkhawatirkannya setengah mati, tapi dia malah enak - enakan tidur" dengus Jerico berkacak pinggang.
Karena telah melihat Zahra yang sedang tertidur. Jerico pun merasa lega. Dia pun berjalan masuk kedalam kamar nya.
Seperti biasa ia membuang sembarang sepatu tas dan dasinya. Lalu, Jerico pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tak butuh waktu lama, dia pun keluar dari kamar mandi dan berjalan ke lemari untuk mengambil pakaiannya.
"Kenapa sampai sekarang Sirena tidak pernah menghubungiku?" gumamnya merasa heran.
Setelah memakai pakaian, Jerico mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi istrinya.
"Kenapa tidak aktif?"Jerico merasa aneh dengan istrinya itu. Tidak biasanya Sirena mematikan ponselnya.
"Ada apa ini? Kenapa perasaanku jadi tidak tenang"
__ADS_1
...----------------...