Zahrah (Korban Pembalasan)

Zahrah (Korban Pembalasan)
Siapa sih Orang ini!


__ADS_3

Pagi ini Zahra dengan semangat menyiapkan semua kebutuhannya ke kampus. Hari ini ada pertemuan semua mahasiswa baru dengan para panitia ospek.


"Semoga semuanya lancar" ucap Zahra sebelum meninggalkan kosannya.


Jarak kosan dari kampusnya tidak terlalu jauh, hanya membutuhkan waktu lama, hanya butuh 10 menit itu pun berjalan kaki.


Sirena sengaja mencarikan adiknya kosan yang dekat dengan kampus agar adiknya itu tidak perlu repot lagi naik kendaraan umum untuk ke kampusnya.


Zahra sampai di depan kampus dan tidak lupa untuk meyapa security kampus.


"selamat pagi pak"sapanya.


"Eh neng selamat pagi..." balas security itu.


Dengan santai Zahra melangkah masu ke kampus, ia tidak memperdulikan pandangan mahasiswa lain.


"Kenapa mereka menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan dandanan ku?"batin Zahra sambil memeriksa penampilan nya.


"Apa kalian mengerti! Besok pagi tidak ada yang boleh terlambat dan tidak boleh ada yang tidak membawa atribut, mengerti!!"teriak seseorang yang sedang berdiri di depan ratusan mahasiswa baru itu.


"SIAP, KAK!" teriak semuanya kompak dan penuh semangat.


"Baiklah, kalau begitu kalian boleh bubar!" Semua nya pun membubarkan diri.


Zahra yang merasa sangat haus pun berjalan ke kantin. Membeli makanan dan minuman. Ia membawa makanannya ke salah satu meja yang ada du sudut kantin.


Ting~


Zahra mengambil ponselnya dan melihat ada sebuah pesan masuk.


'Apa makanannya enak?' Zahra mengerutkan keningnya. Ia melihat ke sekelilingnya.

__ADS_1


"Siapa sebenarnya ini, kenapa dia bisa tau kalau aku sedang makan?"gumam Zahra.


"Apa kau memata - matai ku?" tanya Zahra dalam balasan pesannya.


'Haha... Menurutmu!'


"Ayo keluarlah, kita makan bersama!"


'Kau bercanda? Kau pasti tidak akan mau berdekatan denganku'


"Siapa sebenarnya ini? Kenapa dia berucap seperti ini?" ucap Zahra.


Gina tidak membalas pesan itu dan dia meletakkan ponselnya di atas meja dan dia kembali melanjutkan makannya.


Ting~


Gina melihat ada satu pesan masuk dari Jeni sahabatnya yang kini melanjutkan kuliahnya di Bandung.


Deg!


"Fian kuliah di kota ini? Benarkah?" ucap Zahra . Ada suatu kebahagiaan di sudut hatinya.


"Benarkah itu? Aku tidak tahu?" balas Zahra


Ting~


Satu pesan pun masuk dari nomor yang tidak di kenal.


' Kenapa kamu tersenyum? Apa ada yang lucu? Kenapa kau tidak membalas pesanku?' Zahra benar benar penasaran dengan orang itu. Ia melihat ke sekelilingnya dan dia pun sampai berdiri dan mencari di sekeliling kantin.


"Siapa kamu sebenarnya?"Zahra tidak bosan menanyakan itu.

__ADS_1


' Bukankah sudah ku katakan, jangan terlalu di pikirkan, kita jalin saja hubungan pertemanan ini.'balas orang itu.


Zahra pun menyerah, dia pergi meninggalkan kantin. Siapa pun orang yang mengiriminya pesan. Zahra sudah tidak peduli lagi tapi dia yakin cepat atau lambat orang itu akan di temukannya.


~_~


Di sebuah cafe Sirena sedang duduk minum kopi dengan Raditya, Mereka terlihat sedikit lebih akrab dari sebelumnya.


"Apa kamu yakin dengan itu?"tanya Sirena.


"Iya, kamu serahkan saja semuanya denganku" balas Raditya.


"Baiklah, kamu atur semuanya" Sirena tersenyum dan meminum kopinya.


Seperti biasa Jerico pulang dari kantor dia akan menjemput Sirena lebih dulu. Tapi entah kenapa, Sirena sedikit lebih lama keluar dari kantornya dan Jerico pun sudah menghubunginya dari tadi. Tapi istrinya itu tidak menjawab atau pun membalas pesannya.


"Kemana dia?" Jerico pun memutuskan keluar dan akan pergi ke ruangan Sirena. Saat masuk ke dalam perusahaan dan berdiri di loby, Jerico mencoba melihat ke sekeliling kantor. Siapa tahu Sirena ada di sekitar sana.


"Maaf tuan, apa kamu sedang mencari seseorang?"tanya seorang security yang melihat Jerico sedang mencari seseorang.


"Apa kamu mengenal Sirena?"tanya Jerico


"Kenal pak, Bu Sirena sudah meninggalkan Kantor sejak dua jam yang lalu" jawab security itu.


"Dua jam yang lalu? Dengan siapa?"tanya Sirena.


"Maaf pak, tadi saya tidak terlalu memperhatikan" jawab Security itu lagi.


"Baiklah terima kasih" ucap Jerico dan berlalu pergi.


"Kemana kamu sebenarnya Sirena?" Jerico pun mulai meninggalkan perusahaan tempat istri nya bekerja.

__ADS_1


__ADS_2