Zahrah (Korban Pembalasan)

Zahrah (Korban Pembalasan)
Sirena pulang


__ADS_3

Sekitar pukul 11 malam Zahra dan Mita baru sampai di rumah. Mereka masuk kedalam rumah sambil terawa bahagia. Mereka benar- benar menikmati waktu mereka, dan jangan lupakan tangan mereka yang sudah penuh dengan paper bag belanjaan.


"Aku sangat senang malam ini" ucap Zahra.


"Aku juga, apa kau tahu aku sudah lama tidak memiliki waktu seperti ini" ucap Mita.


"Lah kenapa? Apa kakak tidak memberikan kakak cuti?"tanya Zahra heran.


"Bukan seperti itu, walau pun memiliki waktu cuti tapi aku juga gak kemana -mana"jawabnya.


"Kenapa seperti itu?"


"Maklumlah siapa yang mau berteman dengan seorang pelayan dan aku sangat besyukur karena kamu sudah mau menjadi temanku" ucap Mita. Dan Zahra pun tersenyum.


"Kita akan jadi teman selamanya ok. Hm... Aku langsung ke kamar ya kak, selamat malam" ucap Zahra yang langsung berjalan menaiki anak tangga. Begitu juga dengan Mita yang langsung ke kamarnya.


Setibanya di kamar, Zahra langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajah dan berwudhu. Setelah itu dia menunaikan sholat isya.


Selesai sholat, Zahra pun mengganti pakaiannya menjadi piayama tidurnya.


Sebelum tidur, Zahra Memutuskan untuk membungkus semua hadiah yang dia beli tadi untuk ibu dan ayah nya di kampung.


Zahra menghabiskan waktu 2 jam untuk berkemas, sekitar pukul 1 barulah dia bisa mengistirahatkan tubuhnya yang terasa sangat lelah.


...----------------...


Keesokan paginya. Zahra sudah siap dengan pakaian, pagi ini dia akan pergi ke tempat pengiriman barang dan di antar oleh Jerico .


"Biasakan sebelum kemana mana itu sarapan!"" seru Jerico.


"Iya kakak tenang aja, aku selalu sarapan kok" Jawab Zahra memamerkan giginya.


"Baguslah"


"Iya kakak iparku yang ganteng dan baik hati" ucap Zahra merasa sangat beruntung memiliki kakak ipar yang begitu baik padanya. Padahal saat pertama ketemu dulu Zahra mengira Jerico itu sangat angkuh dan sombong.


"Oiya kak, ini" Zahra mengeluarkan kartu kredit Jerico yang di simpannya dalam tas kecilnya.


"Aku sampai lupa, makasih ya kakak udah traktir " ucap Zahra. Jerico pun mengambil kartu itu dan memasukkannya ke dalan saku jasnya.


"Udah selesai, ayo" Jerici beranjak berdiri dan berlalu pergi.


"Benar - benar terkesan sombong tapi dia sangat baik... Kak Mita.... Aku pamit" teriak Zahra, Mita pun berlari menghampiri Zahra.


"Kamu udah mau pulang?" tanya Mita,

__ADS_1


"Tidak kak, aku hanya pergi ke jasa pengiriman, untuk mengirimkan barang barang ini" kekeh Zahra melihat kekhawatiran di wajah Mita.


"Aku pikir kamu balik kampung, makanya kamu belanja banyak" Zahra menggeleng pelan.


"Makanya,doain aku lulus biar aku lebih lama di sini"


"ZAHRA~ AYO!" suara teriak Jerico terdengar nyaring. Zahra pun tersenyum.


Mita menghembuskan nafas lega, dia pikir sahabat barunya akan pergi begitu cepat.


Zahra pun berlari keluar menghampiri Jerico yang sudah masuk kedalam mobil. Dengan segera Zahra masuk ke dalam mobil, duduk di sebelah Jerico.


"Kenapa lama sekali!!" omel nya


"Maklum namanya juga cewek" balas Zahra tersenyum.


Jerico pun mulai menjalankan mobilnya, meninggalkan pekarangan rumah.


Setelah menyelesaikan prosedur pengiriman, Zahra meminta Jerico mengantarnya ke perpustakaan kota. Dia ingin membaca beberapa buku di sana.


"Jika sudah selesai, telfon saja aku!" ucap Jerico sebelum Zahra keluar dari mobil.


"Ok kak!" balas Zahra.


Setelah Zahra keluar,Jerico pun langsung melaju pergi menuju ke kantornya.


Zahra membuka pesan yang masuk ke ponselnya.


"Nomor misterius?"


'Kamu ingin membaca buku?'


Zahra mengerutkan keningnya. " Bagaimana dia bisa tahu kalau aku ada di perpustakaan?" gumamnya heran. Zahra pun mengedarkan pandangannya mencoba mencari apa kah ada orang yang bisa ia curigai.


"Bagaimana kau bisa tahu?" balas Gina.


' jangan mencariku, karena kamu tidak akan pernah menyadari keberadaanku'"balas orang itu lagi.


Zahra sangat merasa aneh dengan orang ini, kenapa orang ini seperti ada di dekatnya.


"Baiklah" balas Zahra, kemudian mematikan ponselnya, dia sedang malas meladeni orang misterius itu. Lebih baik dia fokus mencari buku buku yang bagus untuk dia pinjam dan baca di rumah.


Tidak jauh dari bangku yang Zahra tempati untuk membaca, seorang pria tersenyum melihat Zahra yang seperti menahan kesal.


"Andai kamu tidak mengabaikan ku Ra, aku akan dengan senang hati menemani kamu kemana pun kamu pergi." batin pria itu.

__ADS_1


...----------------...


Dua hari kemudian, Sirena akhirnya pulang. Dia tidak mendapati suaminya di rumah. Sirena berjalan ke dapur untuk mengambil minum.


"Hai Mita, apa kabar?"tanya Sirema yang berdiri di depan kulkas sambil meminum air dingin.


"Nyonya sudah kembali? Kabar saya baik nyah." balas Mita tersenyum. Dia senang akhirnya nyonya nya itu sudah pulang dan rumah ini tidak akan terasa sunyi lagi.


"Iya aku baru saja pulang, apa tuan sudah pulang?"tanya Sirena.


"Belum nyonya, tuan belum pulang"jawab Mita.


"Baiklah, kalau begitu aku akan membersihkan diri dulu"Sirena pun berlalu masuk kedalam kamar sambil membawa koper kecilnya yang di letakkannya di ruang keluarga tadi.


Sesampainya di kamar, Sirena langsung meletakkan koper dan tasnya di sudut kamar dan dia langsung masuk kedalam kamar mandi.


~


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Sirema pun kembali turun ke bawah untuk menyiapkan makanan untuk suaminya.


"Apa nyonya tidak capek, sini biar kami saja yang memasak" ucap bibi.


"Tidak usah Bik, aku bisa kok. "tolak Sirena dengan sangat halus.


Pukul 8 malam, Jerico pulang ke rumah dengan keadaan yang sangat lelah. Dia melemparkan tas kerjanya ke sofa yang ada di ruang keluarga dan di susul dengan tubuhnya.


Mendengar keributan itu, Sirena pun keluar dari kamar dan menggeleng melihat suaminya yang terkapar di sofa.


"Mas, ayo pindah ke kamar" ucap Sirena memungut tas, sepatu,dan dasi yang di buang Jerico ke sembarangan arah .


Jerico membuka matanya, dia menatap Sirena dengan tatapan tidak percaya. " Sayang, kamu sudah pulang?"tanya Jerico, Sirena tersenyum dan mengangguk.


Dengan gerakan cepat Jerico pun merengkuh tubuh Sirena dan membawanya ke dalam pelukannya.


"Aku kangen"bisik Jerico, membuat Sirena tersenyum


"Kamu kapan pulang? Kenapa nggak mengabari aku, biar aku jemput ke bandara" Kata Jerico yang mulai berjalan menuju kamar.


"Tadi jam 4 sore, aku kira kamu udah pulang tadi dan aku mau ngasih kejutan buat kamu . Tapi ternyata kamu belum pulang." jawab Sirena.


"Iya, aku banyak kerjaan"


"Apa mas udah makan?"tanya Sirena dan Jerico pun menggeleng.


"yaudah kalau gitu mandi dulu sana, aku akan panaskan makanannya dulu."

__ADS_1


"Tapi aku belum lapar, aku mau makan kamu dulu..." ucap Jerico. Setelah mengatakan itu, Gibran langsung menerkam Sirena dan tidak membiarkan wanita itu lepas.


...----------------...


__ADS_2