Zahrah (Korban Pembalasan)

Zahrah (Korban Pembalasan)
Pindah Kos


__ADS_3

Setelah menunggu 2 Minggu, akhirnya pengumuman pun keluar.


Zahra membaca satu persatu nama dari urutan atas hingga dirinya menemukan namanya tertulis di urutan 157.


"Arrgggg... Aku lulus!!!!!" Zahra berteriak keras, di berlari keluar dari kamar nya.


Sirena dan Jerico yang dengar suara teriakan Zahra pun langsung berlari keluar dari kamar mereka.


"Ada apa, kenapa kamu berteriak?"


Zahra menatap kakak dan kakak ipar nya.


"Kak, aku lulus. Aku lulus!!!"


"Benarkah? Wahhh!!!!!" Sirena memeluk adiknya dan ikut melompat lompat.


"Selamat yah Zahra, kamu akhirnya kuliah di universitas itu"


"Terimakasih kakak"


"Selamat Zahra" ucap Jerico mengulurkan tangan.


"Terimakasih kakak ipar yang tampan dan baik hati. atas doa kalian, aku bisa mendapatkan ini semua" ungkap Zahra senang.


Sungguh tak terlukiskan, bagaimana rasa bahagia di hati Zahra saat ini.


"Ibu sama ayah pasti akan sangat senang mendengar kabar ini" Zahra segera menghubungi ibu nya.


"Hallo ibu, apa ayah ada di rumah?" ucap Zahra ketika panggilannya terhubung.


"Kenapa nak, ayah mu baru saja pulang dari kerja"


"Ibu, ayah,aku ingin memberi kabar gembira. Aku lulus masuk universitas dengan beasiswa.!"


"Benarkah, wah selamat nak. Ayah ibu bangga pada mu!" Zahra tersenyum lebar mendengar ungkapan kedua orang tuanya. Rasanya dia ingin menangis mendengarnya.


'Dia hampir menangis, sungguh wanita yang unik' batin Jerico menatap adik ipar nya.


Sikap Zahra dan Sirena memang jauh berbeda, Zahra jauh lebih lembut dan ramah.Beebeda dengan Sirena yang sedikit cuek dan seadanya.


"Sekarang, kamu istirahat gih.Besok kamu akan ke kampus kan?" Zahra menganggu mengiyakan.


"Yaudah, aku masuk ke kamar lagi yah" ucap Zahra masuk kembali ke kamar nya.


Sirena tersenyum, dia sangat bangga pada adiknya.


"Terimakasih ya Allah, engkau memberikan kemudahan pada Zahra"


"Ayo sayang, kita lanjutkan yang tadi" kata Jerico membuat Sirena menunduk malu.


Tanpa menunggu persetujuan dari istri nya, Jerico langsung mengendong Sirena dan melarikannya ke dalam kamar. Setelah itu, hanya mereka berdua yang tahu apa yang akan terjadi. Yang jelas, hanya suara erangan nikmat yang memenuhi kamar.

__ADS_1


...----------------...


Setelah melakukan pendaftaran ulang, Zahra meminta pada kakak nya untuk mencarikan dia kos kosan.


"Kakakk, ayolah aku sudah besar dan jangan terlalu berlebihan begini" kata Zahra melihat Sirena terlalu khawatir.


" Tapi Zahra, ini bukan desa. Ini kita besar. Kakak tidak akan tenang kalau kamu tinggal sendiri"


"Oh ayolah kak, lagi pula aku tidak terlalu jauh. Kakak bisa datang pada ku kapan pun kakak mau! ibu sama ayah sudah memberi ku ijin kok."


"Apa kamu yakin gak mau tinggal bersama di rumah kakak?"tanya Sirena lagi.


"Kakak udah berapa kali aku bilang, aku mau mandiri dan kakak jangan khawatir insya allah aku bisa jaga diri" ucap Zahra mengulang keputusan nya lagi.


"Baiklah, kalau gitu kakak akan mencarikan kamu kos kosan." Zahra tersenyum senang, dia langsung memeluk kakak nya.


...----------------...


Seperti yang sudah Sirena katakan, dia dan suaminya mencarikan kos kosan untuk Zahra. Letaknya sangat strategis, tidak jauh dari kampus, dan juga sangat mudah untuk Sirena dan suaminya kunjungi.


Pagi itu Zahra di ajak melihat lihat kos kosan nya. Namun, Zahra mengatakan bahwa dirinya akan langsung pindah saja.


Awalnya Sirena menolak, tapi berkat rayuan dan bujukan dari Zahra, Sirena akhirnya luluh juga.


"Wah, kos kosan nya bagus banget. Apa ini tidak kemahalan kak?" tanya Zahra tidak enak hati.


"Soal itu kamu tidak perlu pikirkan, penting kamu nyaman" ucap Jerico.


"Baiklah, jika itu yang kalian katakan. Aku akan selalu mengingat kebaikan kalian kepada ku. Setelah aku sukses nanti, aku akan menjadi aunty kaya dan membahagiakan keponakan ku nanti!" Zahra menoel pipi kakaknya.


"Kamu apa apaan sih" sahut Sirena malu. Sedangkan Jerico, dia hanya tersenyum tipis.


"Ya sudah, kamu beberes lah, aku dan kakak mu akan pulang dulu. Jika kamu butuh sesuatu, silahkan telfon aku atau kakak mu ok"


"Ok kak, terimakasih"


Sirena memeluk adik nya, kemudian pamit pergi. Sungguh hati Sirena tidak tenang meninggalkan sang adik seorang diri di kos ini.


"Sudah lah sayang, jangan khawatir. Kos itu ada penjaga nya. itu bukan kos biasa, itu kos kosan elit" bujuk Jerico agar istrinya tenang.


"Iya mas, aku akan berusaha tenang" balas Sirena.


Ting.


Sirena melirik ponselnya, sebuah pesan masuk dari Raditya.


Deg


Jantung Sirena berdetak cepat, bisa bisanya pria itu menghubungi nya di saat dia sedang bersama Suaminya.


"Siapa?"

__ADS_1


"Orang kantor, ah sudah lah mas aku sedang tidak ingin membahas soal pekerjaan, aku ingin bersama suami ku" ujar Sirena memeluk lengan suaminya.


Jerico tersenyum, di mengusap kepala istrinya lembut.


"Kita akan berduaan hari ini beb"


"Membuat keponakan untuk Zahra" sambung Jerico.


Sirena menunduk malu, dia tidak berani menatap wajah suaminya yang sedang menyetir.


Sementara di dalam kos nya, Zahra langsung menyusun semua baju baju nya ke dalam lemari yang tersedia di dalam kamar kos nya.


Sebenarnya ini bukan kamar kos biasa, ini persis seperti rumah kontrakan. Kamar nya sangat luas, terdapat kamar mandi di dalam nya. Ada dapur yang sudah lengkap dengan kulkas dan beberapa peralatan masak lain nya.


"Sungguh kakak ipar yang baik hati. Aku merasa menjadi orang kaya sekarang" gumam Zahra menikmati empuknya kasur yang kakaknya sediakan.


"Oh iya, aku belum memberitahu ibu dan ayah. Mereka pasti senang melihat kos ku yang sangat mewah ini" Zahra langsung mengambil ponsel nya, dan langsung menghubungi kedua orang tuanya.


"Hallo ibu, apa ayah di rumah?"


"Tidak nak, ayah mu sedang bekerja"


"Yah, sayang sekali"


"Memangnya ada apa nak, apa sesuatu terjadi?"


"Tidak, ibu. Aku hanya ingin memperlihatkan kos baru ku" kata Zahra langsung melakukan panggilan video Dengan ibu nya.


"Wah, sayang. apa itu kakak mu yang mencari nya?"


"Benar ibu. Kamar nya sangat luas, bahkan lebih luas dari kamar ku yang di kampung. Ada kamar mandi dan dapur juga" jelas Zahra membuat ibu nya merasa senang


"Nak, jangan merasa wah dengan apa yang kakak mu berikan. Kamu harus tetap berusaha dan fokus belajar. Itu hanya sementara.Lebih baik kita berdiri di atas usaha kita sendiri "


"Iya ibu, aku akan selalu ingat pesan ibu"


"Syukurlah"


"Baiklah ibu, aku akan mandi dulu. Telfon nya aku tutup yah"


"Iya sayang, istirahat setelah itu yah"


"Iya Bu, assalamualaikum "


"Waalaikumsalam "


Klik.


Zahra tersenyum senang,dia masih belum bisa mengungkapkan rasa bahagia yang saat ini meledak di dalam hatinya.


"Ya Allah, terimakasih atas nikmat ini. Dan rendahkan hati ku, agar tidak sombong dan tidak melenceng dari niat awal ku" dia Zahra di dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2